Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 9


__ADS_3

“Baik Pak Azman, nanti setelah sampai sana saya akan menyampaikannya langsung kepada pemimpin regu mereka, karena jika melalui radio ini takutnya membuat yang lain curiga.” Ucap Pak Jaja.


Mereka pun akhirnya sampai di sebuah tanah lapang dan terlihat jika disana ada banyak orang yang terlihat sangat kelelahan bahkan sampai tidak kuat untuk berdiri.


“Untuk Tim Sar dan relawan silahkan bantu mereka, sepertinya mereka mengalami dehidrasi tingkat tinggi, dan untuk Tim dari kepolisian serta dari TNI silahkan berkumpul, saya ada permintaan khusus kepada kalian semua.” Ucap Pak Jaja sesampainya di lokasi para korban yang selamat itu.


Semua anggota Tim sar dan relawan pun langsung bekerja mereka kemudian mendekati para korban tersebut, mereka juga terlihat sangat bersemangat tanpa ada rasa lelah setelah berjalan hampir satu jam penuh.


“Bapak - Bapak semua, di depan kita ada sebuah jurang, dan informasi dari Pak Azman jika di jurang itulah lokasi dari para pendaki yang meninggal dunia akibat terjatuh kesana, saya harap kalian semua bisa mengevakuasinya namun karena disini sering kali terjadi peristiwa seperti ini, mungkin lebih baik di lakukan olah tempat kejadian perkara dulu oleh rekan - rekan dari pihak kepolisian, baru nanti setelah selesai olah tempat kejadian perkara rekan - rekan dari TNI membantu untuk proses evakuasinya.” Ucap Pak Jaja.


“Baik Komandan kami akan memeriksanya terlebih dulu dan sekiranya perlu maka kami akan melakukan olah tempat kejadian perkaranya.” Ucap salah seorang perwira dari kepolisian.


“Siap Komandan, kami akan membantu rekan - rekan kepolisian untuk proses evakuasi.” Ucap salah seorang perwira dari TNI.


“Mohon maaf, mohon dilakukan dengan segera ya Pak, karena kita harus keluar dari hutan ini sebelum magrib, dan waktu kita ini sudah sangat terbatas, seperti sebelumnya jangan menggubris jika ada suara suara permintaan tolong, namun segera panggil saya melalui radio komunikasi, jadi saya dan Pak Azman bisa kesana melihatnya, kami akan disini dan ini akan menjadi titik kumpul kita.” Ucap Pak Jaja kembali.


“Siap Komandan.” Ucap semua perwira kepolisian dan TNI itu dan mereka langsung bergerak menemui anggota mereka.


Semua petugas kepolisian dan TNI itu pun bergerak dan mereka langsung menuju arah yang ditunjukkan oleh Azman, sementara itu Azman memilih untuk duduk di bawah pohon sambil bersandar di pohon itu dan menikmati sebatang rokoknya sedangkan Pak Jaja langsung menemui anak buahnya yang sedang memberikan perawatan pertama yaitu memeriksa luka dan memberikan mereka semua air minum.

__ADS_1


“Azman, perjalanan pulang akan aman dan kalian tidak akan mencium bau busuk yang sangat menyengat itu.” Ucap Daim yang tiba tiba muncul di sebelah Azman dan sama sama bersandar di pohon besar itu.


“Daim, apakah semuanya sudah kau habisi?.” Tanya Azman bersuara pelan namun terdengar oleh Daim.


“Aku hanya membereskan yang ada di jurang tadi saja, dan sebagian yang ada di rute perjalanan kita, ada masih ratusan makhluk terkutuk di hutan ini tapi nanti saja membereskannya, setidaknya mereka untuk sementara tidak akan berbuat ulah dan mengganggu kita, ini bisa aku bereskan nanti sekalian membersihkan kawasan hutan gunung gelap ini.” Ucap Daim.


“Lalu bagaimana dengan lokasi yang meninggal dunia itu, apakah aman untuk mereka melakukan evakuasi.” Ucap Azman.


“Aman, dan tidak ada masalah apapun.” Ucap Daim


“Tapi Daim, sepertinya kita tidak akan bisa keluar dari hutan ini sebelum magrib, aku sangat ragu jika melihat kondisi mereka.” Ucap Azman.


“Baguslah jika demikian, jadi tidak perlu terburu - buru juga kasihan jika mereka yang sudah lemas seperti itu kita paksa berjalan nonstop nantinya.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim karena kini terlihat Pak Jaja berjalan ke arahnya dan langsung duduk di dekat Azman.


“Pak Azman ini ada air mineral untuk anda.” Ucap Pak Jaja sambil memberikan sebotol air mineral dan memang dia membawa dua botol air mineral.


“Terima kasih Pak, bagaimana dengan kondisi mereka, apakah mereka kuat untuk berjalan ke basecamp.” Ucap Azman.


“Mereka sangat kelelahan, paling kita bantu saja dan sebagian biar di tandu saja, saya tidak bisa memaksakan mereka untuk berjalan terus sampai ke basecamp.” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Ya Sudah biarkan saja mereka untuk beristirahat dulu, kita akan melanjutkan perjalanan pulang nanti jika memang mereka sudah sedikit lebih stabil, sebaiknya mulai disiapkan saja tenda daruratnya jika di perlukan.” Ucap Azman.


“Apa tidak masalah jika sampai malam disini.” Ucap Pak Jaja.


“Dengan kondisi mereka seperti ini tidak ada pilihan lain selain kita disini dulu Pak, namun saya harap tidak ada yang bepergian sendirian ke dalam hutan, jika memang ada yang hendak masuk hutan maka harus berkelompok ya.” Ucap Azman.


“Azman dekat sini ada mata air dan tidak jauh hanya lima puluh meter di belakang kita ini, kalian bisa menggunakannya, jika kau mau maka suruh beberapa orang untuk membuka jalan kesana karena memang belum ada akses jalannya, aku akan menunjukkannya kepadamu.” Ucap Daim.


“Pak Azman, disini memang enak namun kami belum tahu dimana sumber airnya dan tenda yang ada juga sangat terbatas, karena tidak ada persiapan, kami hanya memiliki tenda tenda untuk empat orang yang ada di ransel kami.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja, saya minta empat sampai enam orang untuk membuka jalan ke mata air yang ada di belakang kita, kebetulan lima puluh meter di belakang kita ini ada mata air dan bisa kita gunakan, tapi anda lihat sendiri bukan tidak ada jalan kesana, kan mungkin kita akan shalat magrib berjamaah disini sehingga memerlukan sumber air untuk wudhu dan lain sebagainya.” Ucap Azman.


“Saya tidak tahu bagaimana anda bisa tahu semua ini dan saya pun tidak ingin tahu detailnya, sebentar saya akan menunjuk enam orang saja untuk membantu membuka jalan ke mata air.” Ucap Pak Jaja yang langsung berdiri dan berjalan menemui anak buahnya yang masih membantu para korban yang selamat itu.


“Azman seharusnya kau membawa motormu itu kesini.” Ucap Daim.


“Kenapa memangnya, apakah dari sini ke puncak gunung sudah dekat.” Ucap Azman.


“Tidak, dan rutenya juga berbeda, aku mengatakan itu dengan maksud agar aku tidak perlu duduk di tanah seperti ini, lebih enak aku duduk di atas motormu yang sangat empuk itu” Ucap Daim.

__ADS_1


“Ya ampun Daim aku kira apa, ternyata hanya masalah tempat duduk saja, kau ini benar - benar ingin membuatku tertawa sendiri ya, biar aku jadi di lihat oleh mereka semua.” Ucap Azman pelan namun terdengar oleh Daim.


__ADS_2