Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Membeli Rumah end


__ADS_3

Meskipun Azman dan Azizah kelelahan akibat kurang beristirahat namun mereka tetap bangun dan melaksanakan shalat wajib lalu kembali dengan tidur mereka, mungkin karena sudah menjadi kebiasaan untuk mereka sehingga mereka pun mudah terbangun untuk bisa shalat tepat waktu namun Azman dan Azizah tidak shalat berjamaah di masjid atau mushola melainkan shalat berdua di kamar mereka saja.


Waktu menunjukkan jam setengah sembilan malam dan kini Azman dan Azizah sedang duduk santai di restoran hotel, mereka berdua baru saja selesai menikmati makan malam mereka yang juga sekaligus makan siang karena tadi siang mereka memang tidak makan apapun selain dalam mimpi mereka.


“Drrrrt drrrrrrt drrrrrrrrt” telepon seluler Azman bergetar pertanda ada panggilan telepon masuk dan Azman memang masih menggetarkan telepon selulernya karena dia ingin bisa beristirahat dengan tenang, Azman pun melihat telepon selulernya dan ternyata itu adalah panggilan telepon dari Dania yang langsung dia terima.


“Malam Mba Dania.” Ucap Azman menerima panggilan telepon tersebut.


“Malam juga Mas Azman, saya ingin informasikan jika kami baru selesai membereskan rumah anda, namun maaf jika malam ini sebaiknya belum di tempati Mas.” Ucap Dania.


“Loh kenapa Mba, apakah ada masalah?.” Tanya Azman.


“Tidak Mas, sebaiknya saya ke penginapan saja jika Mas dan Mba Azizah ada di penginapan.” Jawab Dania.


“Kebetulan kami berdua baru selesai menikmati makan malam kami dan masih di restoran hotel, mba Dania bisa mampir kesini saja.” Ucap Azman.


“Baik Mas, mohon di tunggu ya, saya segera kesana.” Ucap Dania.


“Oke, kami tunggu ya Mba, kami di area merokok dekat kolam renang ya.” Ucap Azman.


“Baik Mas.” Ucap Dania dan panggilan telepon tersebut langsung di akhiri oleh Azman.


“Suamiku ada apa?.” Tanya Azizah.


“Barusan Dania menghubungi ku, katanya dia akan mampir kesini, dan katanya proses pembersihan rumah juga sudah selesai namun dia minta kita tidak mengisi rumah kita malam ini.” Jawab Azman.

__ADS_1


“Apakah ada masalah dengan rumah kita, sampai kita tidak bisa mengisinya malam ini.” Ucap Azizah.


“Perkara itu aku tidak paham, nanti saja kita dengarkan apa yang akan di katakan oleh Dania ya, dan menurut ku menginap semalam disini juga tidak masalah, hotel ini sangat nyaman untuk kita berdua.” Ucap Azman.


“Iya sayangku, kan buat aku dimanapun itu asal bisa berdua dengan mu aku akan nyaman, Oh Iya, apa boleh aku mengabari kedua orang tua ku jika kita sudah membeli rumah di Yogyakarta ini.” Ucap Azizah.


“Tentu saja namun sebaiknya besok saja mengabari merekanya jika kita sudah menempati rumah itu, karena akan lebih pas mengabarinya jika kita sudah menempati rumah tersebut dan juga besok undanglah mereka untuk datang, meskipun mereka sibuk dan belum bisa datang namun setidaknya kita sudah mengundang.” Ucap Azman.


“Aku juga akan menghubungi orang tua mu, karena aku yakin jika dirimu pastinya tidak menghubungi mereka bukan.” Ucap Azizah dan Azman hanya tersenyum saja, dia memang tidak terbiasa menghubungi orang tuanya untuk masalah - masalah seperti itu.


Mereka berdua terus berbincang satu dan yang lainnya, hingga nampak jika Dania sudah datang menemui mereka berdua, dan Azman beserta Azizah pun langsung mempersilahkan Dania untuk duduk di depan mereka.


“Mas dan Mba ini kunci rumahnya, mohon maaf saya baru menyelesaikan pembersihan rumahnya dan saya juga mengecat ulang rumah itu, sehingga malam ini saya menyarankan untuk tidak mengisinya terlebih dahulu, saya rasa besok pagi waktu yang tepat untuk kesana.” Ucap Dania sambil menyerahkan kunci rumah tersebut ke Azman.


“Cat nya sudah kusam dan selain itu ada beberapa furniture yang saya berikan sebagai hadiah untuk Mas dan Mba, akan tetapi furniture tersebut mungkin semewah yang biasa kalian berdua miliki, karena saya menggunakan furniture kayu.” Ucap Dania.


“Wah anda sangat baik sekali, kami berdua sangat berterimakasih atas hal ini, baiklah jika memang begitu besok kami akan ke rumah itu.” Ucap Azman.


“Mba Dania terima kasih ya.” Ucap Azizah.


“Sama - sama ya, dan kedepannya jika ada yang bisa saya bantu jangan sungkan untuk mengabari saya ya, saya akan selalu siap untuk membantu kalian berdua kok.” Ucap Dania.


“Terima kasih, oh iya Mba sudah makan belum ya, jika belum sebaiknya makan saja dulu disini.” Ucap Azman.


“Alhamdulilah sudah mas tadi saya makan bersama dengan para karyawan saya, dan saya mohon pamit dulu untuk pulang, badan ini sudah lengket dan saya ingin membersihkan diri.” Ucap Dania sambil berdiri dan menjulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Azman.

__ADS_1


“Jika memang demikian, silahkan Mba, dan sekali lagi terima kasih ya.” Ucap Azman sambil berdiri juga dan berjabat tangan Dania, demikian juga dengan Azizah dan Dania pun langsung meninggalkan mereka berdua.


“Sayang ku, dia baik sekali ya, mau mengecat ulang rumah kita dan membelikan furniture untuk kita.” Ucap Azizah setelah Dania benar - benar tidak terlihat oleh mereka berdua.


“Betul sayang ku, dia memang baik.” Ucap Azman.


“Apakah kau suka dengannya?.” Tanya Azizah.


“Tidak.” Ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya dan melihat ke arah kolam renang yang masih ramai dengan mereka yang berenang di malam itu.


“Aku kira kau menyukainya, aku tidak keberatan jika kau menyukainya.” Ucap Azizah.


“Kau ini bicara apa istriku, aku sudah memilikimu dan untuk apa aku menyukai wanita lain.” Ucap Azman yang sedikit bingung dengan pertanyaan Azizah tersebut.


“Suamiku, sudahlah lupakan ucapanku, namun yang jelas aku tidak keberatan jika kau menyukai wanita lain, kan dirimu tahu jika di kami memiliki istri lebih dari satu itu adalah hal yang wajar.” Ucap Azizah.


“Sudah jangan membahas hal itu, sekarang sebaiknya kita kembali ke kamar saja dan kembali beristirahat ya, agar tubuh kita semakin fresh dan besok bisa berjalan - jalan ke tempat yang belum kita kunjungi.” Ucap Azman.


“Iya sayangku, tapi bisakah kita ke minimarket hotel terlebih dulu, aku ingin membeli beberapa cemilan untuk di kamar.” Ucap Azizah.


Azman hanya mengangguk dan langsung berdiri demikian juga dengan Azizah, mereka berdua pun kemudian meninggalkan restoran lalu melangkah ke minimarket yang memang ada di dalam hotel.


Azizah membeli beberapa beberapa cemilan yang dia inginkan, dan tidak kemudian mereka pun langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Azman memang sudah memiliki rencana besok pagi untuk mengunjungi beberapa tempat dan dia memang sedang tidak ingin keluar malam ini.

__ADS_1


__ADS_2