
“Azman, kenapa kau malah bermalas malasan seperti ini.” Ucap Daim yang tiba tiba muncul di dekat Azman.
“Daim apakah ada sesuatu.” Ucap Azman sambil duduk di kasur lipat lapangan itu.
“Aku kesini karena memang ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Ucap Daim.
“Daim bicaralah, apa yang harus aku kerjakan.” Ucap Azman sambil berdiri lalu duduk di kursi yang ada di dalam tendanya itu.
“Azman, nanti kau harus sangat hati hati, dan sebisa mungkin hindari kesalahan, jangan anggap remeh mereka ya, mereka memang akan terlihat lemah namun biar bagaimanapun mereka adalah musuh yang harus kau hancurkan.” Ucap Daim.
“Daim, aku akan berusaha sebaik mungkin dan aku akan usahakan untuk tidak lengah atau pun menganggap remeh mereka.” Ucap Azman.
“Azman aku bisa membuka semua mata batin mu dan kau akan selalu melihat semua makhluk yang bersembunyi jika kau mau.” Ucap Daim.
“Jika maksud mu agar selalu melihat mereka setiap saat maka aku menolaknya, lebih baik seperti ini saja. Jika mereka menyerangku maka aku bisa melihatnya namun jika mereka tidak ada niat jahat maka biarkan saja aku tidak melihatnya.” Ucap Azman sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.
“Azman, ya sudah jika kau tidak mau, tapi ingat berhati hati, karena mereka bisa menyerangmu dengan sangat mendadak.” Ucap Daim.
“Daim, terima kasih, namun jika aku selalu melihat mereka maka akan susah untuk ku mengetahui mana yang berniat jahat mana tidak, dan ini tidak bagus bukan.” Ucap Azman.
“Iya, kau benar juga, ya sudah mereka sudah selesai sebaiknya kau kesana sekarang saja.” Ucap Daim.
“Baiklah aku akan kesana sekarang.” Ucap Azman sambil berdiri dan melangkah keluar dari dalam tendanya.
Azman langsung melangkah ke arah jalan yang sudah di buka dan berpapasan dengan Pak Jaja yang memang sedang berjalan menuju tendanya.
__ADS_1
“Pak Azman saya baru saja hendak ke tenda anda.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Jaja, apakah ada yang bisa saya bantu untuk bapak.” Ucap Azman.
“Pak Azman, rombongan pak Gubernur dan para pejabat sudah datang, mereka menunggu anda di lokasi jalan yang akan di gunakan untuk memasuki desa terkutuk.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Jaja, mari kita kesana, dan memang saya sudah harus berangkat sekarang.” Ucap Azman sambil melangkah kembali dan Pak Jaja pun berjalan di samping Azman.
“Pak Azman, saya masih tidak enak hati anda masuk ke desa terkutuk sendirian.” Ucap Pak Jaja yang menyesuaian langkah kakinya di samping Azman.
“Pak Jaja, saya tidak mau membahayakan siapapun juga dan saya tidak bisa menjamin keselamatan mereka yang ikut, jadi untuk keamanan bersama saya lebih baik sendiri saja.” Ucap Azman.
“Pak Azman anda sungguh berbudi luhur dan sangat baik juga, saya tidak pernah menyangka jika ada orang yang seperti anda, kebaikan anda ini akan saya kenang selamanya Pak.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Jaja, saya ini manusia biasa yang tidak luput dari segala kesalahan, dan perlu Bapak ketahui jika saya ini hanyalah pendosa saja pak yang penuh dengan dosa.” Ucap Azman.
Azman tidak menjawabnya dan dia pun hanya tersenyum saja, mereka berdua pun tidak lama kemudian sampai di lokasi penebangan lima pohon itu, disana terlihat ada banyak sekali orang baru dan banyak yang berseragam juga, baik seragam pemerintahan maupun seragam TNI dan POLRI.
Azman pun langsung berkenalan dengan para pejabat itu namun hanya standart saja karena dia langsung melangkah memasuki daerah desa terkutuk, dan semuanya melepasnya termasuk dengan pihak media yang langsung menyiarkan hal ini secara langsung juga.
“Bismillahirrahmanirrahim, la hawla wala quwwata illa billahil aliyyil azim” Ucap Azman saat dia pertama kali melangkahkan kakinya memasuki area desa terkutuk.
Azman terus berjalan di jalan yang menuju desa terkutuk itu namun baru sepuluh meter dia melangkahkan kakinya fenomena alam kini terjadi.
Langit yang tadinya terang benderang kini menjadi gelap seakan akan turun hujan badai ditambah dengan angin yang bertiup sangat kencang bahkan banyak sekali tenda yang roboh, akibat angin kencang ini.
__ADS_1
Semua burung yang ada di dalam kawasan hutan terlarang kini terbang keluar dan menghindari kawasan hutan terlarang serta desa terkutuk.
Aauuuuuuuuuuuuuk aauuuuuuuuuuuuuk aauuuuuuuuuuuuuk aauuuuuuuuuuuuuk aauuuuuuuuuuuuuk lolongan lolongan serigala kini terdengar oleh semua orang yang ada di kawasan hutan terlarang itu.
Semua anjing pelacak milik pihak Kepolisian dan Tim SAR juga ikut melolong layaknya serigala dan nampak sangat siaga melihat ke arah desa terkutuk itu.
Kepanikan di kawasan hutan terlarang ini semakin menjadi karena semuanya kini melihat jutaan arwah penasaran yang melayang di atas hutan terlarang dan sebagian juga kini melayang mengitari kawasan hutan terlarang yang berbatasan dengan kawasan desa terkutuk.
Bau mayat yang sangat menyengat perlahan mulai tercium oleh mereka semua yang ada di kawasan hutan terlarang itu.
Hihihihihihihihihi hihihihihihihihihi hihihihihihihihihi hihihihihihihihihi terdengar jelas suara perempuan tertawa cekikikan, dari arah desa terkutuk dan membuat bulu kuduk semua orang yang ada di kawasan hutan terlarang kini berdiri.
Pak jaja terlihat sangat panik dengan perubahan situasi ini dan langsung berlari ke arah panggung tempat pemimpin dzikir dan sejak perubahan situasi itu mereka malah berhenti berdzikir.
“Semuanya kembali berdzikir, jangan ada yang tidak berdzikir, yang non muslim silahkan berdoa sesuai keyakinan kalian sendiri.” Ucap Pak Jaja melalui pengeras suara cadangan yang ada di panggung tempat pemimpin Dzikir.
Semua yang ada di hutan terlarang yang sedang ketakutan itu pun langsung berdzikir, dan ini tanpa terkecuali namun yang memimpin kali ini adalah Pak Jaja langsung.
Sementara itu Azman terus berjalan dan dia melihat ada banyak sekali arwah para leluhur yang kini mengikutinya dengan cara melayang di belakang Azman, hal ini juga tidak lepas dari sorotan kamera pihak media.
“Azman, jangan khawatir, kami ada di sini untuk membantu mu.” Ucap pemimpin arwah para leluhur itu yang tiba tiba muncul dan melayang di sebelah kiri Azman.
“Apa yang sebenarnya terjadi kenapa kini semakin kuat tekanan aura nya.” Ucap Azman sambil terus melangkah dan jarak ke lokasi pemukiman penduduk desa impian itu masih lima ratus meter lagi.
“Azman mereka semua berkumpul di desa terkutuk itu dan menunggu kedatangan kita.” Ucap Pemimpin para arwah leluhur.
__ADS_1
“Bisakah yang lain maju lebih dulu dan mengurangi jumlah mereka, karena jika berbarengan dengan ku akan susah aku membedakan kalian nanti, aku takut malah salah sasaran.” Ucap Azman.