Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Ribuan relawan untuk Desa Terkutuk


__ADS_3

“Soal itu bapak lihat situasinya saja Pak, namun jika saya sendiri merasa senang karena dengan begini tidak akan ada satupun Anggota Tim Sar dan juga para relawan atau media yang akan di kerjain oleh makhluk makhluk supranatural di desa terkutuk.” Ucap Azman.


“Iya Pak, dan apakah jika kita memasang penerangan di hutan ini tidak masalah Pak dengan arwah arwah gentayangan itu.” Tanya Pak Jaja. 


“Insyaallah tidak akan ada masalah Pak.” Jawab Azman sambil tersenyum lebar ke Pak Jaja.


“Baik Pak Azman, jika demikian saya permisi dulu untuk membuat pengaturan dan pemasangan lampu lampu tambahan di hutan ini.” Ucap Pak Jaja sambil berdiri.


“Iya Pak Sama sama, terima kasih juga.” Ucap Azman dan Pak Jaja Pun kemudian meninggalkan Azman.


“Azman kau beristirahatlah dulu.” Ucap Daim.


“Iya aku akan beristirahat.” Ucap Azman sambil berdiri dan melangkah menuju ke kasur lipat lapangan lalu selonjoran.


Sementara itu Pak Jaja langsung mengumpulkan Tim Sar dan juga para relawan lalu membuat pengaturan untuk Tim Sar dan juga untuk para relawan, Pak Jaja juga menyampaikan apa yang di larang di hutan itu agar tidak ada yang memancing arwah arwah gentayangan yang ada di hutan itu.


“Pak Jaja, maaf tapi jika untuk menerangi seluruh hutan ini maka kita perlu meminta tambahan kabel dan lampu.” Ucap Pak Umar.


“Tentu saja, saya sudah memintanya dan satu jam lagi akan sampai jadi masih ada waktu sebelum matahari menjadi gelap, demikian juga dengan tambahan mobil dapur umum dan juga dengan mobil toiletnya.” ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Pak Jaja, maaf tapi jika kami berkelompok dan tidak membuat pagar betis apakah aman untuk kami.” Ucap salah seorang relawan.


“Pak Azman menyampaikan jika kalian sampai melihat hal tidak sepantasnya kalian lihat maka tutup mata kalian dan fokus berdzikir, semoga saja jumlah relawan bertambah dan kita bisa membuat pagar betis serta membagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok malam dan kelompok pagi, seperti yang kalian semua tahu, hanya ini kesempatan kita menolong para penduduk desa terkutuk, jadi kita harus yakin terhadap diri kita.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja lihat, banyak sekali yang datang ke arah sini.” Ucap salah seorang relawan lainnya karena melihat dari arah desa itu ada ribuan orang yang datang dengan menggunakan motor dan mobil, bahkan banyak juga yang berjalan kaki.


“Ini sungguh mujizat nyata, alhamdulillah dengan mereka bergabung maka kita bisa membagi menjadi tiga regu sepertinya, Pak Umar ambilkan pengeras suara.” Ucap Pak Jaja yang melihat rombongan ribuan orang yang berjalan ke arah mereka.


“Siap Ndan.” ucap Pak Umar yang langsung berdiri dan melangkah.


Pihak media kemudian mengambil kamera dan microphone mereka lalu mulai menyiarkan fenomena dimana kini ada ribuan orang yang bergabung dengan mereka semua.


“Saudaraku semua, selamat datang, silahkan semua yang membawa kendaraan untuk memarkirkan kendaraan kalian lalu berkumpul bersama kami terlebih dulu.” Ucap Pak jaja melalui sistem pengeras suara, dan hal ini pun terdengar sampai tenda Azman, namun Daim dengan sigap menutup pendengaran Azman yang baru pulas tertidur.


Dari ribuan orang itu para pejalan kaki langsung bergabung dengan rombongan Tim Sar dan juga para relawan sedangkan sisanya yang membawa kendaraan satu persatu setelah selesai memarkirkan kendaraan mereka langsung berdatangan dan bergabung dengan yang lainnya yang sudah duduk di atas tanah berkumpul dengan Pak Jaja yang berdiri seorang diri.


“Semuanya selamat datang, Perkenalkan saya Jaja yang kebetulan mendapatkan Mandat sebagai pemimpin aksi untuk penyelamatan warga desa terkutuk, jadi kita disini akan menyamakan persepsi terlebih dulu.


Pertama. Kita disini hanya untuk membantu Pak Azman dengan cara berdzikir dari mulai selesai Isya sampai dengan besok siang atau mungkin lebih, perlu saya jelaskan jika kita tidak bisa masuk ke desa terkutuk kecuali jika kita ingin celaka, saya yakin sebagian besar saudara ku di sini sudah mengetahui perihal desa terkutuk.

__ADS_1


Kedua. Saya perlu sampaikan jika kita saat ini berada di wilayah hutan terlarang yang menjadi pusat dari ribuan arwah gentayangan atau mungkin ada jutaan jadi tolong jaga kebersihan, jaga sikap dan jaga ucapan, saya harap tidak ada seorang pun yang buang air sembarangan untuk menghindari amarah dari semua arwah leluhur yang ada di hutan terlarang ini.


Ketiga. Tidak akan ada masalah apapun dengan Arwah Arwah gentayangan yang ada disini, karena Pak Azman menyampaikan jika mereka ada di pihak kita, namun jika nanti malam ada yang melihatnya maka cukup menutupkan mata dan berdzikir saja.


Keempat. Pak Azman besok pagi akan masuk seorang diri ke desa terkutuk itu dan akan di bantu oleh semua arwah gentayangan yang ada di hutan ini dan bantuan kita adalah sama yaitu untuk terus berdzikir agar kita bisa melemahkan semua makhluk makhluk supranatuiral yang ada di desa terkutuk.


Kelima. Semua makan dan minum akan di tanggung oleh kami karena kami mendapatkan bantuan dari Pak Azman jadi saudara ku semua tidak perlu khawatir ya, Pak Azman juga menyiapkan rokok, namun jumlah yang terbatas jadi saya harap saudaraku semua bisa memakluminya.


ke enam dan ini yang paling penting, kita akan membuat pagar betis melingkari desa terkutuk dan akan di bagi tiga gelombang. Gelombang pertama sejak isya sampai jam dua belas malam, gelombang kedua sejak jam dua belas malam sampai subuh, dan gelombang ketiga selesau subuh sampai siang.


Saya harap semuanya memahaminya dan silahkan jika ingin bertanya.” Ucap Pak Jaja dengan menggunakan pengeras suara jadi di dengar oleh semuanya.


“Pak Jaja, maaf apakah kami bisa membuat tenda di lokasi yang sudah ditentukan untuk kami nantinya jadi kami tidak perlu jauh jika ingin beristirahat.” Ucap salah seorang relawan.


“Tentu saja, namun saya tetap menyarankan agar tetap dekat dengan kami saja tendanya, namun jika ingin dekat dengan lokasi kalian maka saya persilahkan.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja mohon maaf, kami adalah kelompok ibu ibu pengajian jadi bisakah kami tetap bersama dengan para wanita saja.” Ucap salah seorang relawan wanita.


“Ya Itu pastinya, para wanita akan tetap di sini dan berdzikir disini karena Pak Azman harus menjaga kondisi badannya jadi tidak akan ikut berdzikir malam ini, seperti yang semuanya ketahui baru kemarin Pak Azman keluar dari rumah sakit dan tadi pagi juga dia sudah bertarung dengan makhluk yang sangat kuat dan mengerikan.” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


__ADS_2