
Mendengar hal semacam itu, Richard dengan cepat memiliki rasa empati yang kuat. Merasakan sebuah kemiripan dengan pemuda itu.
Selama kekacauan yang berlangsung setelah ledakan besar di asia tenggara, seluruh keluarganya meninggal. Karena pada saat itu dirinya sedang dinas di luar negeri, Richard sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa melihat berita kekacauan yang terjadi di penjuru dunia.
Pada saat dirinya bisa kembali ke kampung halaman di eropa setelah kekacauan sedikit mereda, apa yang menyambut pria itu hanyalah mayat-mayat anggota keluarganya. Beberapa ada yang tidak lengkap, hancur karena ledakan dalam serangan teror selama kekacauan berlangsung.
Awalnya ia sempat memendam dendam kepada para ******* tersebut, ingin membalas meski harus melanggar kode etik militer. Namun beberapa minggu setelah mendapatkan informasi lokasi markas para *******, tiba-tiba laporan mengejutkan datang ke kantor tempatnya bekerja dulu.
Markas ******* lenyap, diledakkan oleh beberapa orang misterius dan mereka mencuri berbagai macam data dari sana. Dalam data tersebut, kebanyakan yang hilang adalah hasil penelitian ilegal. Anehnya, data tentang konspirasi pemerintah dunia pada saat itu sama sekali tidak ada yang dicuri dari para *******. Masih utuh tanpa sedikitpun bekas-bekas pengaksesan.
Setelah mendengar kejadian tersebut, hati Richard menjadi hampa tanpa tahu tujuan hidup.
Semua terasa hampa sampai pertemuan tidak terduga itu terjadi. Itu bukanlah hal yang menyenangkan, bahkan setelah waktu berlalu Richard tetap merasa seperti itu. Namun, dengan jelas pada momen tersebut gerigi kehidupannya seakan bergerak. Menjadi terobsesi kepada pemuda rambut hitam tersebut, lalu terus mengejarnya untuk mencari tahu kebenaran yang ada.
Karena itulah, saat mendengar tentang fakta 101 Entitas yang dulu dianggap takhayul oleh pemerintah dunia, akal sehat Richard benar-benar hancur. Terbahak karena hal yang sangat tidak masuk akal tersebut adalah sesuatu yang mengacaukan kehidupannya.
Sebab itulah, Richard pun memutuskan pasti akan membuat pemerintah dunia percaya hal tersebut. Bertekad menggiring mereka untuk menghancurkan 101 Entitas, meski di akhir akan membuat umat manusia benar-benar punah dari muka bumi.
Bertekad layaknya seorang pria, ia dengan jelas mengucapkan ikrar untuk mencurahkan hidupnya dalam perjuangan. Berkata akan selalu berada di pihak sang pemuda, lalu meraih tangannya dan berjuang bersama.
Ia membuang jauh-jauh niat berkeluarga, hidup senang, ataupun menikmati hari tua. Hanya fokus untuk mengumpulkan kekuatan militer, lalu membuat setiap orang percaya kepada ucapannya.
Tanpa dirinya sendiri sadari, Richard menjadi sosok pemimpin dari banyak kubu dan menjadi pedoman banyak orang karena rasa keadilan yang kuat terhadap umat manusia. Menjadikan sosok 101 Entitas sebagai musuh bersama umat manusia.
Di saat semuanya berjalan lancar dan kekuatan terkumpul dengan pasti, sebuah peringatan pun tiba-tiba datang. Seakan-akan ingin membuat semua hal yang dikumpulkan menjadi sebuah lelucon, sebagian sosok dari 101 Entitas memperlihatkan diri mereka.
Tepat di atas salah satu kota koloni dan distrik-distrik, bersama belasan raksasa putih muncul bersama mereka. Membentuk lingkaran singgasana kekuasaan, layaknya seorang pelayan yang menyambut tuan mereka.
Setiap orang yang melihatnya pasti akan ingat pada tragedi di asia tenggara, momen ketika hukum dunia seakan dihancurkan sampai tidak bersisa. Raksasa putih yang membawa ketakutan bagi seluruh umat manusia.
Pada saat itu, Richard Boderman dihadapkan dengan keputusasaan yang sesungguhnya. Untuk pertama kalinya dalam hidup ia melihat raksasa putih secara langsung, bukan dari rekaman video atau dari ucapan orang lain.
Pria itu seakan dipaksakan pada sebuah fakta, bahwa ia hanyalah seorang manusia biasa di dunia ini. Sangat tidak layak untuk menghadapi para dewa.
Semua kekuatan, kekuasaan, dan pengaruh politik tidak berarti di hadapan para entitas tersebut. Sosok-sosok bersayap tersebut hanya menatap, menunggu perintah dari pemimpin 101 Entitas untuk meratakan koloni.
Di tengah keheningan, salah satu entitas bersayap turun. Ia memiliki perwujudan seorang pria tua, memiliki tiga pasang sayap dan sebuah halo raksasa di atas kepala. Dengan suara yang menggema di dalam kepala semua makhluk hidup di bumi, entitas tersebut menyampaikan batas waktu untuk umat manusia menghadapi ujian dari fase pertama.
Mendengar hal tersebut, tentu saja Richard tanpa pikir panjang langsung memberikan sarangan. Ia menyusun rencana dan menganalisa semua hal yang bisa dipahami, lalu memimpin umat manusia untuk melawan sosok-sosok yang menganggap diri mereka maha kuasa.
Meski telah dibantu oleh pemikiran sang pemuda dan para ahli, tetap saja mustahil untuk umat manusia mengalahkan entitas-entitas tersebut. Bahkan, untuk menjatuhkan satu raksasa putih pun mereka tidak bisa.
Raksasa yang turun ke dunia memiliki tinggi hampir mencapai seratus meter, dari ujung kepala sampai kaki berwarna putih, dan memiliki sepasang sayap selebar sebelas kilometer saat direntangkan. Sedikit berbeda dengan yang muncul saat ledakan di asia tenggara, selusin raksasa tersebut memiliki wajah manusia dengan berbagai macam ekspresi.
Sedih, putus asa, marah, jijik, dan berbagai macam lainnya. Beranekaragam, seakan mengekspresikan perasaan umat manusia yang ada saat itu.
Berbeda dengan para raksasa, beberapa sosok dari 101 Entitas yang juga ikut turun ke dunia malah tidak memiliki ekspresi.
Sangat datar meski memiliki wajah, sosok entitas berbentuk humanoid tersebut juga berukuran seperti manusia. Lebih cenderung terlihat seperti robot tanpa emosi. Hanya memberikan peringatan, lalu diam tanpa melakukan hal lain di langit bersama para raksasa.
__ADS_1
Satu setengah tahun, itulah batas dari fase pertama yang diberikan kepada umat manusia. Selama waktu tersebut, 101 Entitas memberikan pilihan untuk melawan atau kabur. Jika kedua pilihan tidak dilaksanakan, mereka menyampaikan akan menghancurkan umat manusia sampai punah.
Batas melawan dinyatakan berhasil dengan membunuh salah satu entitas yang turun ke dunia, lalu batas untuk dinyatakan kabur adalah pergi dari bumi. Kedua kondisi tersebut ditentukan dalam durasi waktu satu setengah tahun setelah peringatan diberikan.
Saat mendapatkan musuh yang sama, tentu saja umat manusia dengan mudah akan bersatu untuk menghancurkannya. Mengumpulkan kekuatan, menyusun strategi dan mengembangkan teknologi untuk mencapai kemenangan.
Menjadi salah satu pemimpin yang menyatukan umat manusia, Richard menjadi sosok yang paling berambisi untuk mengalahkan para entitas yang turun. Tanpa lelah menyusun strategi dan memeras pikiran, meneliti bersama sang pemuda, dan mencari tahu kelemahan lawan.
Mereka paham bahwa para raksasa dan entitas tingkat tinggi tersebut tidak bisa diserang dengan cara baisa. Meski dihantam rudal kendali atau bahkan bom nuklir sekalipun, semua itu tidak akan bisa menyentuh mereka secara fisik. Sebab tingkat dimensi yang ada sangat berbeda dan membuat semua serangan tidak berarti.
Jika dijelaskan secara sederhana, entitas dan raksasa putih yang tampak di atas kota hanyalah sebatas bayangan mereka. Layaknya makhluk dari dimensi tingkat empat menciptakan bayangan saat terkena cahaya, makhluk dimensi tingkat tinggi seperti mereka memproyeksikan bentuk ke dimensi yang lebih rendah.
Sebab itulah, meski diserang dengan senjata apapun itu tidak akan berarti. Sebab apa yang tampak oleh mata umat manusia adalah semacam bayangan bagi para entitas tersebut.
Karena hal itu juga, para raksasa tidak pernah menyerang balik dan hanya bertahan pada satu tempat di atas salah satu koloni. Tanpa menunjukkan pergerakan yang berarti, hanya diam selama beberapa bulan setelah kemunculan.
Di saat Richard membuat strategi untuk melawan mereka, sang pemuda melakukan penelitian untuk bisa mempertahankan umat manusia.
Sang pemuda memutuskan bahwa mustahil untuk melawan mereka dengan tingkat teknologi umat manusia yang ada sekarang. Karena itulah, ia memutuskan untuk fokus mencari planet hunian baru di luar angkasa. Menjalankan proyek untuk membuat pesawat antariksa, lalu berencana mengangkut banyak orang sekaligus untuk migrasi.
Karena itulah, sang pemuda juga melakukan eksperimen untuk mendapatkan sumber energi baru. Demi bisa merealisasikan hal-hal yang terdengar sangat mustahil tersebut.
Seakan cobaan datang tiada henti, sebuah kecelakaan terjadi saat uji coba Reaktor Masif Fusi Nuklir dilakukan. Meledakkan satu distrik secara penuh, lalu membuat beberapa distrik lain terkena dampak yang sangat besar dan harus membuat satu koloni dihapus dari peta administrasi.
Saat itu persidangan diadakan untuk mengadili sang pemuda. Di tengah penetuan umat manusia yang ada, mereka kembali berselisih satu sama lain karena pendapat terbagi menjadi dua.
Tidak lama dalam perselisihan, sang pemuda berhasil menyempurnakan kalkulasi selama masa pengawasan. Ia mengajukan hal tersebut ke pemerintah dunia, lalu diuji dan berhasil digunakan untuk menciptakan Reaktor Masif Fusi Nuklir secara sempurna.
Namun, keberhasilan tersebut bukan tanpa alasan. Berkat salah satu faktor yang masuk ke dalam komponen kalkulasi, sang pemuda berhasil menyempurnakan kegagalan tersebut.
Unknown Facet Realm ⸻ Unfar. Sebuah unsur yang belum diketahui, menjadi bagian dari radiasi yang terkandung dalam reaksi nuklir. Layaknya gravitasi, unsur tersebut bisa bergerak menjelajahi dimensi dan membuat perubahan pada ruang, waktu, dan bahkan makhluk hidup.
Karena fakta yang ditemukan tersebut, penemuan Unfar mulai dikembangkan dalam waktu yang tersisa untuk umat manusia di bumi. Bersama proyek penjelajahan luar angkasa yang juga dikerjakan untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, sebuah cara untuk melawan 101 Entitas pada akhirnya ditemukan.
Sebuah senjata untuk menyerang makhluk yang berada pada tingkat dimensi yang lebih tinggi, memakai Unfar sebagai suplai utama. Hal tersebut disebut sebagai Kode 000, Unsur Hitam.
Penyelesaiannya hanyalah berakhir pada Test Type, sebab hanya pernah diuji coba sekali dan berhasil membuat goresan pada tubuh raksasa putih.
Karena batas waktu yang ada, hanya satu unit Test Type saja yang berhasil diciptakan dan ditingkatkan daya rusaknya beratus kali lipat dari purwarupa. Secara fisik Kode 000 berbentuk sebuah kubus hitam, lalu dalam rencana akan dimasukkan ke dalam rudal kendali untuk menyerang salah satu raksasa putih.
Bentuk kubus hitam bukanlah hal yang membuat Kode 000 bisa membunuh entitas tingkat tinggi, melainkan susunan informasi yang ada di dalamnya yang bersifat racun. Dijelaskan secara singkat, Kode 000 adalah wadah untuk membawa Unfar yang bersifat radiasi bagi entitas dari dimensi tingkat tinggi.
Dengan kata lain, itu akan merusak susunan informasi raksasa putih jika tepat sasaran. Membuat mutasi tidak terkendali, lalu menghancurkan dari dalam.
Setelah persiapan selesai, rencana pun sampai pada tahap eksekusi. Sebagai umat manusia telah dinaikkan ke kapal-kapal roket, untuk bersiap meluncur kapan saja ke satelit koloni yang telah di luncurkan lebih awal dan berada di orbit bumi.
Karena keterbatasan ruang dan sumber makanan, satelit raksasa koloni hanya bisa menampun kurang dari 10% populasi manusia yang tersisa. Jumlah tersebut bahkan tidak sampai dua ratus orang, benar-benar berada di ambang kepunahan.
Dalam keputusan yang berat, mereka yang terpilih hanyalah para ahli dan beberapa anak-anak. Untuk mempertahankan generasi umat manusia selanjutnya saat menjelajah ke luar angkasa, selama perjalanan menuju planet hunian baru.
__ADS_1
Tepat setelah roket meluncur dan sampai ke satelit koloni, rencana penyerangan entitas tingkat tinggi dimulai. Batas waktu yang ada hanya sisa beberapa hari dari yang ditentukan, karena itulah mereka bersiap matang-matang dan mengepung kota mati yang diduduki oleh para raksasa dan entitas tingkat tinggi.
Setelah transmisi masuk dan pemberitahuan bahwa satelit koloni telah memulai proses meninggalkan orbit bumi, pertempuran terakhir di Fase Pertama pun dimulai. Serangan rudal menggunakan Kode 000 dilancarkan sebagai pembuka, mengincar salah satu raksasa putih dan tepat mengenai sasaran.
Dampak kerusakan dikonfirmasi, lalu sesuai kalkulasi itu perlahan menghancurkan tubuh raksasa putih dari dalam. Lalu, pada akhirnya meledak dahsyat sampai membuat atmosfer bumi kembali berubah. Membuat temperatur permukaan bumi turun drastis dalam hitungan jam saja, lalu kurang dari setengah hari membuat salju turun di berbagai tempat.
Seakan merespons serangan tersebut, raksasa-raksasa lain mulai bergerak. Untuk pertama kalinya, mereka memberikan sarangan secara langsung kepada umat manusia. Layaknya sekawanan malaikat, halo di atas kepala bercahaya dan tombak cahaya tercipta di tangan mereka.
Meratakan kota dengan tanah, menyapu habis pasukan, dan melenyapkan peradaban umat manusia. Tidak butuh waktu satu bulan untuk melakukan hal tersebut. Bahkan sebelum batas terakhir yang diberikan oleh 101 Entitas, semua umat manusia di bumi binasa.
Pada momen tersebut, umat manusia hanya bisa melancarkan satu serangan berarti dan menghancurkan satu raksasa putih. Selebihnya, hampir semua teknologi mereka tidak ada yang bisa melukai entitas-entitas tingkat tinggi yang turun ke dunia.
Dalam kehancuran tersebut, tentu saja Richard Boderman juga ikut binasa di dalamnya. Sosok yang sampai akhir memutuskan untuk melawan tersebut tetap berdiri di depan semua pengikutnya, meski tahu ia tidak bisa menang melawan mereka.
Tubuh terbakar radiasi, melepuh sampai tulang dan lenyap menjadi abu bersama orang-orang yang tersisa di bumi.
Di tempat lain, sang pemuda terbangun dari tidur. Pada salah satu ruangan di satelit yang perlahan menjauh, ia melihat ke arah bumi melalui jendela. Planet yang dulunya hijau telah berubah menjadi putih sepenuhnya.
Kedua mata terbuka, mulut menganga dan benar-benar terbelalak. Air mata pun mengalir dalam rasa sesal dan kesedihan mendalam.
Alasan sang pemuda berada di tempat tersebut adalah karena dibuat tidur oleh Richard Boderman. Disuntik dengan bius khusus yang bahkan bisa membuat sifat keabadian tubuhnya tidak bisa mengelak. Sehingga ia hanya tidur layaknya orang normal, dalam waktu yang tidak sebentar dan melewatkan momen terakhir di Fase Pertama.
“Apa-apaan ini? Bukanya kau bilang ingin bertarung sampai akhir dengan ku! Kenapa malah sekarang … kau hanya mengirim diriku ke penderitaan lainnya! Kenapa kau tidak membiarkan ku mati, Richard!”
Pada saat itu juga, sang pemuda memahami alasan di balik keputusan sahabatnya tersebut. Untuk kesempatan selanjutnya, umat manusia membutuhkan pemimpin yang berbeda.
Tidak membawa orang-orang ke arah kehancuran, melainkan menuju perkembangan dengan kecerdasan tinggi untuk bertahan hidup. Karena itulah, pemuda itu diberikan peran kembali dan dibiarkan hidup. Tidak ikut perang penghabisan yang mengorbankan 90% populasi manusia di bumi.
Sebuah perpisahan penuh rasa sesal, tanpa bisa mengucapkan selamat tinggal dengan layak. Hanya pergi tanpa bisa bertemu kembali. Sebuah akhir dengan cara terburuk bagi pemuda itu, sebab mendapatkan satu lagi luka di hati terdalam.
Untuk selamanya, ia kehilangan sosok yang bisa dirinya sebut keluarga. Tanpa bisa mengucapkan maaf, ataupun terima kasih atas semua hal yang pernah dilalui bersama.
.
.
.
.
\=============
Catatan Kecil :
Fakta 048.5: Kembali lagi ke pembahasan dimensi. Makhluk dimensi keempat sejatinya tidak bisa menjelajahi waktu. Namun, jika waktu di posisikan adalah sebuah objek, maka waktu bisa jadi dianggap hanyalah sebuah banyangan dari dimensi kelima. Dengan kata lain, waktu yang dirasakna kita (sebagai makhluk dimensi keempat) bisa jadi hanyalah sebagian saja dari waktu yang sesungguhnya.
Dalam perumpamaan, kita memiliki sebuah kotak (objek dimensi 3), lalu dipapar cahaya dan menghasilkan bayangan di permukaan sebuah objek (dimensi dua). Apa yang tampak pada dimensi dua hanya sebagian dari kotak yang merupakan objek dimensi tiga.
Fakta 048: Fenomena gaib, dalam sains itu dipandang sebagai fenomena yang disebabkan oleh dimensi yang lebih tinggi. Karena kita hanya bisa mengobservasi sebagian saja fomenona gaib tersebut.
__ADS_1