Re:START/If {Book 2.0}

Re:START/If {Book 2.0}
[84] Dekadensi Kota Rockfield I (Part 01)


__ADS_3

 


 


 


 


Kebejatan adalah hal buruk, persetubuhan di luar nikah adalah hal keji dan merupakan perbuatan zina. Sebagian besar masyarakat yang memiliki kepercayaan dalam hidup berpikir demikian, paling tidak itulah yang dianggap oleh masyarakat bermoral dan diperkuat oleh nilai-nilai beragama yang ada.


 


 


Sebuah kenikmatan yang didapat pelacuran, sebuah kebejatan duniawi yang dianggap orang-orang sebagai sesuatu yang tidak bermoral. Itulah kebahagiaan semu yang bisa digenggam hanya dalam waktu satu malam ⸻ Sebuah pelacuran.


 


 


Menyerahkan tubuh, melayani orang lain dan menjual kehormatan. Jika dipandang oleh orang puritan, semua hal tersebut adalah dosa besar dan tampak menjijikkan. Namun, apakah itu merupakan hal yang salah atau bukan adalah sesuatu yang berbeda.


 


 


Tidak bisa dimungkiri bahwa pelacuran adalah hal buruk dan tindakan tercela. Bahkan untuk orang-orang yang dianggap sampah masyarakat, mereka pun paham bahwa kenikmatan semalam yang didapat dari hal itu adalah sebuah keburukan.


 


 


Tetapi, apakah itu benar bahwa semuanya adalah kesalahan orang yang menjalankan bisnis tersebut? Apakah benar kebejatan yang ada adalah salah para bunga malam?


 


 


Jawabannya adalah tidak, akan sangat tidak benar jika dalam sebuah kasus masalah masyarakat hanya ada satu pihak yang disalahkan.


 


 


Bagi Odo Luke yang pernah hidup di antara mereka, ia memahami hal tersebut dengan baik lebih daripada orang lain. Ia bisa dengan jelas berkata bahwa tidak semua keburukan dari kebejatan disebabkan oleh para bunga malam.


 


 


Pelacuran terjadi bukan karena keinginan dari orang itu sendiri, melainkan desakan ekonomi ataupun lingkungan yang ada. Paling tidak, di awal semua bunga malam menjual kehormatan bukan karena keinginan mereka sendiri. Mereka pernah berpikir pasti ada pekerjaan lebih baik yang bisa dilakukan. Tetapi, pada kenyataannya masyarakat tidaklah selembut itu kepada kalangan bawah ataupun orang-orang terbuang.


 


 


Label dan Stigma yang telah menempel pada mereka yang disisihkan dari masyarakat sulit untuk dilepas, membuat orang-orang seperti itu sungkan untuk merangkak dan pada akhirnya menyerah dalam tempat pembuangan. Bekerja hanya untuk menyambung nyawa, hidup tanpa memiliki tujuan, dan pada akhirnya mereka semua pun kehilangan rasa percaya dengan sekelilingnya.


 


 


Memasang wajah palsu untuk para pelanggan sampai-sampai melupakan emosinya sendiri. Tersenyum penuh kebohongan, membual tentang cinta, menipu, dan memeras jika itu memang diperlukan. Tak ada tujuan khusus bagi para bunga malam melakukan semua itu, mereka hanya ingin hidup meski paham bahwa kehidupan sangatlah berat.


 


 


Ada sebuah pepatah bahwa bunga yang indah selalu berduri, ada juga sebuah pepatah bahwa bunga yang indah itu tumbuh di tanah yang keras. Semua pepatah seperti itu hanya disampaikan oleh penyair bukan tanpa alasan, para pelacur yang hidup di tengah kejamnya dunia memang tampak lebih menarik bagi beberapa orang. Bahkan lebih menarik jika dibandingkan dengan para perempuan yang dibesarkan di lingkungan nyaman kelurga bangsawan.


 


 


Bagi perempuan seperti mereka untuk hidup tanpa perlindungan seorang pria sangatlah berat. Karena itulah, mereka hidup layaknya benalu yang menjadi hama dalam rumah tangga dan kehidupan orang lain. Merayu, menipu, dan memikat, terus memerah perlindungan dan harta untuk bisa bertahan hidup.


 


 


Jika mereka tidak bisa lagi melakukan semua hal tersebut, tempat sampah yang kumuh akan menjadi tempat tidur mereka di malam selanjutnya. Tanpa bisa memilih pelanggan, ditiduri oleh orang-orang dekil dan pada akhirnya mati dengan menyedihkan.


 


 


Itulah kehidupan mereka yang hanya bisa hidup di dunia malam.


 


 


ↈↈↈ


 


 


Rockfield ⸻ Kota yang sebagai besar Teritorialnya terletak di dataran tinggi Pegunungan Perbatasan. Secara administrasi, kota pegunungan tersebut masuk ke dalam Wilayah Luke dan berbatasan langsung dengan Wilayah Rein. Secara geografis, Rockfield berada pada bagian timur laut Wilayah Luke dan memiliki hasil tambang yang melimpah karena letaknya yang berada di daerah pegunungan.


 


 


Musim panas telah memasuki pertengahan akhir. Meski begitu, entah itu saat siang hari di musim panas sekalipun udara di Rockfield tetaplah dingin dan sejuk. Dipenuhi kabut, memiliki kelembapan yang tinggi dan jarang terpapar sinar matahari secara langsung.

__ADS_1


 


 


Pusat kota terletak di ketinggian 400 sampai 500 meter di atas permukaan laut, tekstur tanah yang ada cenderung lebih keras dan memiliki banyak lereng yang curam di sepanjang rute perjalanan. Kota pegunungan tersebut juga dikelilingi bukit bebatuan, tanaman merambat dapat ditemui dengan mudah dan hewan liar yang berkeliaran lebih didominasi oleh kambing gunung daripada rusa ataupun serigala.


 


 


Selain semua ciri tersebut, Rockfield memiliki pepohonan yang tampak jarang karena jenis tanah yang cenderung berbatu. Semakin dekat dengan pusat pemerintahan Rockfield maka semakin sedikit pula pepohonan yang bisa ditemui. Namun, jenis tumbuhan seperti lumut dan tanaman merambat menjadi vegetasi paling banyak di tempat tersebut.


 


 


Teritorial Rockfield sendiri memanglah cukup luas, namun bukan berarti semua sudut yang ada sudah dieksploitasi secara penuh oleh pemerintah. Dari keseluruhan wilayah yang ada, lebih dari 50% dari luas Teritorial adalah tempat yang belum bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya. Selain karena medan yang ekstrem, ancaman monster serta binatang buas yang hidup di gunung pun menjadi hambatan utama untuk membuka lahan dan eksploitasi.


 


 


Karena itulah, hampir semua pertambangan yang ada terletak tidak terlalu jauh dari pemukiman, entah itu di dekat perkotaan yang merupakan pusat pemerintahan Rockfield ataupun desa-desa kecil yang tersebar di sepanjang Teritorial. Selain untuk bisa memaksimalkan pengamanan, hal tersebut juga berfungsi untuk mencegah penggelapan hasil tambang oleh para pejabat yang bekerja di pertambangan.


 


 


Pada pusat pemerintahan Teritorial, Kota Rockfield tidak memiliki tembok besar yang mengelilingi perkotaan layaknya Mylta ataupun kota lain. Mereka hanya mempunyai satu tembok yang dihimpit oleh dua bukit batu, lalu itu pun berfungsi sebagai gerbang utama sekaligus satu-satunya pintu masuk perkotaan.


 


 


Saat masuk ke dalam kota, pemandangan yang berbeda dari kota-kota di Wilayah Luke dapat terlihat di tempat tersebut. Pusat Rockfield bukanlah sebuah tempat datar dimana bangunan-bangunan berjejer rapi layaknya sebuah perkotaan pada umumnya, namun sebuah kota yang dibangun di atas satuan perbukitan yang bergelombang-gelombang dengan ujungnya adalah tebing tinggi yang berbatasan langsung dengan jurang yang dalam.


 


 


Bangunan di sana secara struktur terbuat dari bebatuan, hanya menggunakan sedikit kayu untuk pintu dan jendela. Batu yang digunakan untuk setiap bangunan pun beragam. Ada yang hanya yang memakai batu biasa yang berwarna kelabu, ada juga yang memakai marmer bercorak indah, ataupun batu alam hias yang menawan.


 


 


Tempat tersebut pun memiliki anak tangga yang sangat banyak, hampir setiap jalan memilikinya dan paling tidak penduduk di Rockfield dikatakan biasa melewati seratus sampai seribu anak tangga dalam sehari.


 


 


Karena infrastruktur tersebut, tidak ada kereta kuda, wagon, gerobak, ataupun alat transportasi beroda saat masuk ke dalam kota. Semua itu akan berhenti di gerbang utama selama pemeriksaan, lalu kebanyakan orang yang datang biasanya akan menyewa jasa panggul kepada penduduk lokal untuk membawakan barang-barang mereka sampai penginapan.


 


 


 


 


Meski terletak di perbukitan, di pusat kota Rockfield hampir tidak pernah terjadi longsor. Hujan deras yang sering menerpa pun seakan tidak mempengaruhi. Satu-satunya ancaman bencana yang bisa menimpa hanyalah gempa umum yang sering terjadi di Pegunungan Perbatasan, itu pun cenderung pelan dan tidak sampai membuat bangunan ambruk.


 


 


Pada peraturan pemerintah yang dikeluarkan beberapa tahun lalu, Rockfield memutuskan untuk berhenti memperluas pusat kota untuk mengurangi kemungkinan bencana. Karena itulah, pembangunan pemukiman ataupun bangunan baru telah sepenuhnya dihentikan. Apa yang mereka lakukan untuk infrastruktur hanyalah melakukan renovasi, memaksimalkan lahan, dan meningkatkan efisiensi.


 


 


Rockfield memang adalah sebuah kota tanpa tembok pelindung dan terkesan terbuka secara fisik. Banyak yang mengatakan bahwa kota pegunungan tersebut rawan akan serangan monster karena letaknya.


 


 


Namun, layaknya semua orang yang datang ke kota pegunungan tersebut, rute penyerangan yang ada pun hanya satu. Entah itu monster, bandit, ataupun penjajah, semuanya harus melewati satu rute dan masuk memalui gerbang utama untuk sampai ke pusat kota.


 


 


Meskipun ada cara lain untuk bisa masuk ke dalam kota tersebut, itu harus dilakukan dengan cara terbang, mendaki jurang terjal dari lembah yang sangat dalam, ataupun melewati bukit berbatu yang sangat curam.


 


 


Daerah perbukitan yang terjal, dikelilingi lembah dengan tebing curam menjadi hal yang cukup terkenal pada kota tersebut. Karena topologi yang ada, Rockfield dari dulu dikenal sebagai kota benteng yang sulit ditaklukan. Selama Perang Besar hanya bahkan hanya para penyihir Miquator dan Keluarga Luke saja yang bisa benar-benar menaklukan kota tersebut.


 


 


Seperti yang telah diketahui semua penduduk Wilayah Luke, Rockfield adalah pusat pertambangan. Sebagai ganti tempat hasil tambang yang melimpah, kota pegunungan tidak memiliki banyak lumbung gandum, kebun atau peternakan. Memang ada beberapa kebun dan peternakan, namun itu hanya terbatas untuk anggur dan peternakan kambing yang tidak banyak menghasilkan daging.


 


 


Meski dikenal sebagai kota pertambangan dan menjadi gudang persenjataan Wilayah Luke, Rockfield hanya memiliki bijih besi sebagai hasil tambang utama. Hal seperti timah, emas, perak, perunggu, dan logam lain sangat jarang ditemukan dalam pertambangan mereka.

__ADS_1


 


 


Sebagai ganti tidak beragamnya hasil tambang, kualitas bijih besi yang dimiliki oleh kota pegunungan tersebut sangatlah tinggi. Besi ⸻ Meski secara umum orang-orang Rockfield menyebut hasil tambang tersebut sebagai besi murni dengan kualitas tinggi, namun pada kenyataannya logam yang dihasilkan bukanlah besi murni.


 


 


Itu adalah logam khusus yang hanya bisa ditemukan pada sepanjang Pegunungan Perbatasan, terutama Kota Rockfield. Karena bentuk, berat, sifat, dan warnanya yang sangat mirip dengan besi olahan dengan tingkat kemurnian yang tinggi, orang-orang di tempat tersebut memperkenalkannya sebagai besi dan mengolahnya menjadi senjata layaknya besi pada umumnya.


 


 


Besi Khusus Rockfield dan besi murni umum di tempat lain memang secara fisik tidak memiliki banyak perbedaan. Namun saat dipukul menggunakan benda tumpul, besi khusus dari Rockfield cenderung mengeluarkan suara yang lebih nyaring daripada besi pada umumnya. Meski sebenarnya besi khusus lebih padat dan lebih ringan.


 


 


Mengesampingkan pertambangan yang merupakan sumber utama penghasilan, Rockfield sendiri dewasa ini secara pemerintahan dipegang oleh Keluarga Stein. Berbeda dengan Kota Mylta yang dulunya dibangun oleh leluhur Keluarga Myta sebagai pelabuhan, Rockfield dahulu adalah sebuah provinsi yang masuk ke dalam Kekuasaan Kerajaan Vasal Garados. Selama awal perang besar, Keluarga Luke menaklukan kota tersebut dan pada pertengahan perang besar sempat ditaklukan oleh Miquator.


 


 


Namun setelah perdamaian datang dan Konferensi Empat Negeri diadakan, Rockfield mengalami beberapa perubahan. Dalam hukum teritorial negeri yang disepakati oleh keempat negeri, kota tersebut pun pada akhirnya menjadi milik Kerajaan Felixia dan masuk dalam naungan Wilayah Luke.


 


 


Memang secara letak Rockfield lebih cenderung masuk ke dalam Wilayah Rein. Bahkan sekitar satu dekade lalu, setelah Rockfield dikembalikan oleh Miquator pun secara administrasi kota pegunungan berada dalam wewenang Keluarga Rein. Dengan ketentuan Keluarga Luke sebagai pihak ketiga di kota tersebut.


 


 


Namun karena alasan logistik untuk keperluan Keluarga Pedang Kerajaan, wewenang secara penuh dipindahkan kepada Luke saat Dart diangkat secara resmi sebagai Kepala Keluarga. Struktur Teritorial pun berganti, beberapa orang dari Rein ditarik dari kota tersebut dan digantikan oleh beberapa pejabat muda dari Ibukota untuk kegiatan operasional Teritorial.


Karena itulah, sejak pemindahan wewenang tersebut kota terbagi menjadi dua kubu, antara pendukung Keluarga Luke yang terdiri dari pejabat baru dan pendukung Keluarga Rein dari pejabat lama. Meski garis antara kedua kubu pemerintahan terlihat jelas, selama beberapa tahun berlangsungnya pemerintahan tidak pernah terjadi tindakan sabotase atau bahkan konflik fisik. Setiap pejabat bersaing secara bersih, mengembangkan ide dan kemajuan kelompok mereka masing-masing demi kebaikan Kerajaan Felixia.


Namun, hal tersebut terjadi karena kedua kubu memiliki kekuatan yang seimbang dalam pemerintahan.


 


 


Insiden Pemanggilan Raja Iblis Kuno ⸻ Setelah tragedi yang juga menimpa Teritorial Rockfield pada musim dingin tahun kemarin, keseimbangan antara kedua kubu seketika runtuh. Pihak pendukung Keluarga Rein di kota yang merupakan para pejabat lama kehilangan pengaruh mereka, hal tersebut disebabkan karena korban dalam insiden pemanggilan Raja Iblis Kuno sebagian besar telah merenggut nyawa orang-orang mereka.


 


 


Masih dengan jelas dalam ingatan para prajurit yang berhasil selamat dari insiden tersebut. Sebuah momen penuh ketakutan, di mana ketika tangan raksasa turun dari pusaran awan dan menghancurkan semua objek di permukaan yang disentuhnya. Entah itu tanaman, hewan, atau bahkan manusia, semuanya lenyap tanpa jejak dimusnahkan sang penguasa para Iblis Kuno.


 


 


Awalnya mereka ⸻ Orang-orang dari Kota Rockfield mengerakkan pasukan hanya untuk membasmi para bandit. Memiliki motivasi yang hampir sama dengan pemerintah Mylta untuk meraih pamor dalam pemerintahan, beberapa petinggi Rockfield ingin memperlihatkan kapabilitas mereka kepada Keluarga Kerajaan dan membuktikan bahwa keluarga pejabat lama lebih berkompetensi daripada orang-orang baru yang dikirim dari Ibukota.


Karena itulah, akhir tahun lalu mereka membuat regu ekspedisi untuk membasmi para bandit di Teritorial Rockfield. Namun, apa yang terjadi benar-benar di luar perkiraan. Ketika mereka melaksanakan ekspedisi yang telah direncanakan selama hampir setengah tahun, tragedi mengerikan tersebut terjadi dan hampir semua orang dalam regu ekspedisi binasa.


 


 


Dalam insiden tersebut Kepala Prajurit Rockfield meninggal dunia. Ada juga beberapa petinggi dalam ranah administrasi, tiga Knight, dan dua Baronet yang menjadi korban dalam insiden.


 


 


Memang korban tidak sepenuhnya berasal dari kubu pejabat lama yang lebih memihak Keluarga Rein, namun ada beberapa juga dari kubu pejabat muda. Meski begitu, perbedaan jumlah korban sangatlah jelas sampai-sampai mempengaruhi keseimbangan kekuasaan di dalam kota.


 


 


Beberapa kilometer dari pusat kota masih tampak jelas jejak-jejak kehancuran yang telah dibawa Raja Iblis Kuno, meski wujud mengerikan makhluk itu sudah tidak ada lagi di Dunia Nyata.


 


 


Hutan yang lenyap, lumut dan tanaman merambat yang mengering. Dari semua kehancuran yang ditinggalkan, apa yang paling bisa dengan jelas dilihat adalah dua bukit yang diubah menjadi cekungan oleh Raja Iblis Kuno.


 


 


Setelah beberapa bulan berlalu setelah kejadian, cekungan tersebut terisi air hujan dan berubah menjadi danau kecil. Berkat pembersihan sisa partikel hitam milik Raja Iblis Kuno yang dilakukan oleh Pihak Religi Ibukota, dampak pasca-insiden seperti wabah bisa dicegah dan sekarang ini ekosistem yang ada secara alami sudah mulai memulihkan diri.


 


 


Tanaman perlahan kembali tumbuh di tempat-tempat yang sebelumnya rata dengan tanah karena diinjak oleh Raja Iblis Kuno. Meski hanya berupa tugas, dengan jelas perlahan semuanya perlahan mulai pulih.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2