Re:START/If {Book 2.0}

Re:START/If {Book 2.0}
[104] Serpent IV – Warisan Kebohongan (Part 04)


__ADS_3

 


 


 


 


Itu menjadi momen awal di mana martabat bangsa Naga dijatuhkan. Dari makhluk agung yang pantas disembah, terjun bebas menjadi binatang buas tak bermoral. Lambang kekacauan dan kerusakan untuk seluruh daratan.


 


 


Di tengah kekacauan yang berlangsung, Dewi Naga yang juga meneguk minuman berisi darah Iblis Primal pun menunjukkan gejala kegilaan yang serupa. Sosok yang dulunya tampak anggun dan mulia tersebut mulai berbicara kasar, lalu membentak Putri-Putrinya dan langsung melakukan transformasi naga secara penuh.


 


 


Menghancurkan lorong istana, menginjak-injak pengawal yang berusaha mengamankan mereka, lalu meraung keras sampai terdengar ke penjuru tempat tersebut. Benar-benar jatuh dalam kegilaan, meneteskan mata karena tidak bisa menahan hasrat untuk menghancurkan sekelilingnya.


 


 


Sang Dewi Naga menyerang membabi-buta, menyemburkan napas api biru sampai sebagian besar bangunan kastel meleleh. Membakar semua prajurit yang berusaha menghentikannya, kerabat, lalu Tiga Putri Naga yang juga ada di dekatnya. Benar-benar jatuh dalam kegilaan layaknya makhluk biadab dan lambang kehancuran.


 


 


Meski terbakar napas yang melelehkan fondasi dan dinding kastel dari bebatuan mistik, Tiga Putri Naga tidak binasa. Kobaran api hanya membakar pakaian, sama sekali tidak melukai kulit mereka yang tampak halus dan lembut.


 


 


Tiga Putri Naga tersebut berbeda dengan seluruh Naga Agung. Mereka merupakan makhluk superior yang lahir melalui manipulasi evolusi, hasil dari perkembangan teknologi dan peradaban bangsa Naga Agung.


 


 


Walaupun memiliki kekuatan yang luar biasa, pada saat kejadian tersebut mereka bertiga hanyalah anak-anak. Dalam kobaran api biru mereka hanya bisa saling memeluk, menangis keras melihat orang tua mereka menggila dan membantai bangsanya sendiri.


 


 


Seakan dirinya adalah jelmaan makhluk paling keji di dunia, sang Dewi Helena sekali lagi menggunakan Aitisal Almaelumat. Mengaktifkan darah Iblis Primal yang juga diminum oleh Tiga Putri Naga, lalu membuat mereka gila layaknya Dewa dan Dewi Naga.


 


 


Namun, saat itulah peristiwa di luar perkiraan sang Dewi kembali terjadi. Pada detik ketika persepsi martabat Tiga Putri Naga ditukar dengan biadab, Dunia Nyata mengalami penyimpangan besar sampai-sampai membuat retakan-retakan muncul di celah dunia.


 


 


Penyimpangan tersebut tidak berhenti di situ. Tiga Putri Naga ⸻ Seliari, Leviathan, dan Mariana langsung melakukan transformasi dan berubah ke bentuk naga mereka. Wujud tersebut sangatlah masif sampai-sampai sang Dewi terperangah, teringat kembali dengan eksistensi binatang-binatang kosmik dari Dunia Sebelumnya.


 


 


Kastel tempat tinggal Keluarga Naga Agung jatuh dari langit karena tidak bisa menahan beban, lalu menimpa Kerajaan Mortal yang ada di bawah dan memusnahkannya dalam hitungan detik. Hanya dalam beberapa menit setelah Tiga Putri Naga Agung melakukan transformasi, salah satu di antara mereka melakukan kesalahan yang sangat fatal saat mengamuk.


 


 


Putri Sulung Keluarga Naga Agung, Seliari, ia memangsa orang tuannya sendiri dengan sangat brutal. Layaknya hewan kosmik yang beringas, Putri Naga tersebut menginjak kepala sang Dewa Naga sampai pecah dan menelan tubuh intinya hidup-hidup.


 


 


Tidak berhenti di situ, Naga berwarna hitam pekat tersebut juga memangsa sang Dewi Naga. Menyemburkan napas api yang sangat kuat, lalu membakar hidup-hidup dan memangsa tubuh intinya dalam sekali telan.


 


 


Kegilaan terus berlanjut. Tiga Putri Naga mulai saling menyerang, berusaha memasang satu sama lain dan menghancurkan banyak negeri selama prosesnya. Napas api berwarna keputihan melelehkan gunung-gunung, banjir bandang dan hujan petir menenggelamkan banyak negeri, lalu gempa besar dan longsor melanda seluruh daratan dalam satu malam.


 


 


Naga Agung yang tersisa berusaha menghentikan Tiga Putri Naga tersebut, melindungi para mortal dari amukan mereka yang membabi-buta. Namun, hal tersebut berakhir percuma. Semuanya dibinasakan, bahkan negeri-negeri yang ingin dilindungi pun berakhir rata dengan tanah.


 


 


Pada momen penuh kegilaan dan kehancuran tersebut, sang Naga Hitam memasuki fase evolusi menyimpang dan mengalami perubahan bentuk. Tubuh yang sebelumnya berukuran masif perlahan mengecil, lalu dua pasang sayap lain tumbuh pada punggungnya. Pada puncak evolusi tersebut, sebuah lingkaran mahkota cahaya muncul di atas kepada layaknya sosok Dewi dalam singgasana.


 


 


Saat melihat hal tersebut, sang Dewi yang masih menguasai tubuh Iblis Primal kembali tercengang. Ia paham bahwa wujud tersebut adalah bentuk dari makhluk kosmik, entitas yang bahkan bisa menghancurkan sebuah bintang dengan mudah.


 


 


Tidak ingin dunia-dunia yang telah ditatanya hancur, Dewi Helena berusaha mengendalikan Tiga Putri Naga menggunakan Aitisal Almaelumat. Sayangnya hal tersebut tidak berhasil. Kode Khusus tersebut mengalami galat karena digunakan dengan cara yang salah, lalu malah membuat Seliari semakin menggila dan benar-benar lepas kendali.


 


 


Entitas yang telah menjadi makhluk kosmik itu langsung terbang sampai keluar atmosfer. Pada saat itu cahaya layaknya katai putih bersinar terang di langit malam, lalu semburan nova pun ditembakkan ke daratan oleh sang Naga Hitam.


 


 


Itu benar-benar menghancurkan segalanya. Peradaban, sejarah, budaya, dan bahkan melenyapkan seluruh makhluk hidup yang ada di permukaan. Semuanya musnah ditelan cahaya putih terang yang terus bersinar dalam waktu lama, lalu saat padam meninggalkan daratan gelap seakan cahaya telah direbut dari dunia.


 


 


Itulah salah satu momen di mana Dunia Nyata mengalami kiamat, akhir dari sebuah peradaban maju yang dibangun oleh bangsa Naga Agung. Napas nova yang disemburkan Naga Hitam membuat lubang besar di permukaan, saat bersinar terang terus memancarkan radiasi ke penjuru tempat.


 


 


Iklim seketika berubah ekstrem, retakan dunia semakin melebar, dan tatanan hukum serta konsep menjadi kacau-balau. Namun di tengah kehancuran yang berlangsung, Leviathan dan Mariana berhasil bertahan hidup dari semburan nova tersebut.

__ADS_1


 


 


Meski mereka mengalami luka serius, keduanya selamat dan kabur ke lingkungan yang mendukung mereka. Leviathan menyelam ke dalam palung, lalu Mariana mengubur dirinya sendiri dan menyamar menjadi pegunungan.


 


 


Di sisi yang berbeda, Dewi Helena yang juga terkena paparan semburan nova terlempar dari Iblis Primal. Sepenuhnya kehilangan koneksi dengan ciptaannya tersebut, lalu kesadaran sang Dewi kembali ke tubuh utama di dekat Awal Mula.


 


 


Karena efek dari semburan nova dan pancaran radiasi yang ada, setelah terlempar sang Dewi langsung masuk dalam fase hibernasi. Terpaksa harus tidur dalam waktu panjang, lalu meninggalkan dunia yang kacau balau begitu saja.


 


 


Kondisi kacau itu berlangsung selama ribuan tahun, membuat Dunia Nyata malah tampak seperti neraka. Dalam kondisi tersebut tidak ada kehidupan baru yang lahir, kehendak Awal Mula pun tidak menunjukkan gelagat untuk memperbaiki atau melakukan reset.


 


 


Sebagai makhluk dengan kekuatan tertinggi dalam masa tersebut, Naga Hitam menjadi penguasa langit dan terbang mengelilingi dunia selama hidupnya. Sesekali menyemburkan napas nova ke luar angkasa, seakan-akan menunjukkan kegelisahan dengan sesuatu yang tidak jelas.


 


 


Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung selamanya. Ketika sang Dewi kembali terbangun dari tidur panjang, ia langsung membuat pergerakan untuk menata ulang Dunia Nyata. Sesuatu yang pertama kali dirinya lakukan adalah mengumpulkan pasukan kayangan, lalu bersiap untuk membinasakan Tiga Putri Naga yang masih hidup.


 


 


Di tengah proses tersebut, bangsa Iblis dari Alam Kematian tiba-tiba melakukan pemberontakan. Mereka mempertanyakan keadaan satu Iblis yang ditarik oleh sang Dewi, lalu meminta kejelasan terkait kehancuran Dunia Nyata.


 


 


Pada saat itulah sang Dewi kembali berbohong. Sebagai makhluk yang memiliki kekuatan luar biasa dan kemampuan Maha Kuasa, ia membujuk para Iblis dan menyampaikan cerita dusta. Mengambinghitamkan bangsa Naga Agung, lalu menyalahkan mereka atas semua kejadian yang menimpa Dunia Nyata.


 


 


Dalam puncak kebohongan yang diberikan, Dewi Helena membuat perjanjian kepada para Iblis dan menjadikan Dunia Nyata sebagai tempat terlarang. Setelah sisa-sisa Naga Agung dibinasakan olehnya, ia berniat membuat larangan mutlak untuk seluruh makhluk dari dimensi lain menginjakkan kaki di tempat tersebut.


 


 


Dengan bujukan untuk mencegah kesalahan yang sama di kemudian hari, bangsa Iblis menyetujui tawaran tersebut. Mengambil keputusan untuk tetap berada di Alam Kematian, lalu hidup sebagai pengamat di sudut semesta.


 


 


Setelah membuat kebohongan tersebut, sang Dewi membawa seluruh pasukannya ke Dunia Nyata untuk menghabisi Naga Agung yang tersisa. Terbang di atas daratan yang terbakar hitam bersama makhluk ciptaannya, lalu membentuk formasi untuk penaklukan Tiga Putri Naga.


 


 


 


 


Sosok menyedihkan itu mengulurkan tangannya ke langit, lalu memohon pertolongan sang Dewi dengan tangisan tanpa air mata. Memanggil-manggil sosok yang dianggapnya sebagai Ibunda, layaknya seorang anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya.


 


 


Sosok tersebut tampak sangat menjijikkan di mata penduduk langit. Wujud yang dulunya mulia sekarang malah terlihat mengerikan. Tubuhnya hanya tersisa kerangka, secuil daging melekat pada belulang, dan benar-benar diselimuti kegelapan pekat seakan cahaya telah direbut darinya.


 


 


Selain wujud mengerikan tersebut, ukuran sang Iblis Primal pun membesar dalam sebuah mutasi yang menyimpang. Menjadi sangat masif, sedikit mirip dengan Dewa-Dewi saat duduk dalam singgasana mereka.


 


 


Namun, unsur menjijikkan lebih erat melekat padanya daripada keagungan. Jangankan disebut suci, keberadaan sang Iblis Primal menjelma sebagai penyimpangan itu sendiri.


 


 


Mutasi penuh kerusakan karena paparan radiasi, itulah perubahan yang terjadi pada Iblis Primal. Selama terpapar oleh napas nova sang Naga Hitam, cahaya lenyap darinya dan benar-benar berubah menjadi makhluk kegelapan.


 


 


Menyerap seluruh Dark Matter dan Anti¬-Matter yang tercipta selama proses kehancuran dalam kiamat, sebuah konsep yang sebelumnya tidak ada di dalam dunia prematur. Hal tersebut seakan penyempurnaan untuk dunia, seakan-akan penderitaan sang Iblis memang diperlukan.


 


 


Meski sang Dewi Penata Ulang bisa mengatasi Dark Matter, dirinya tidak bisa mengambil tindakan terhadap ¬Anti-Matter. Itu merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan dunia, unsur kehancuran dalam proses penyempurnaan.


 


 


Daripada melenyapkan Iblis Primal tersebut, pada akhirnya Dewi Helena lebih memilih untuk mengurungnya di celah dimensi. Meski dirinya tahu tindakan tersebut kelak akan mendorong pemberontakan bangsa Iblis, ia tidak punya pilihan lain dan terpaksa harus menunda penaklukan para Naga Agung.


 


 


Dengan munculnya Anti-Matter yang tersusun dari anti-partikel, sang Dewi juga paham bahwa dunia masih berusaha menyempurnakan diri dengan kehancuran dan pemusnahan. Bukan dilakukan olehnya, melainkan peristiwa yang dipicu kehendak Awal Mula sendiri.


 


 


Layaknya kata pepatah, kehancuran diperlukan untuk penyempurnaan sebuah kondisi. Untuk bertahan melawan seleksi yang akan tetapkan oleh Awal Mula dalam waktu dekat, sang Dewi pun mengubah niatnya terhadap Tiga Putri Naga.


 


 


Daripada membinasakan mereka dalam sebuah peperangan, Dewi Helena lebih memilih untuk mengendalikan para makhluk primal tersebut. Merantai mereka dengan kekuatannya, lalu menggunakan para Putri Naga sebagai senjata melawan ketentuan kehendak Awal Mula.

__ADS_1


 


 


Meski harus kehilangan banyak pasukan langit, Leviathan dan Mariana berhasil ditaklukan dalam pertarungan yang berlangsung selama puluhan tahun. Mereka berhasil ditundukkan, lalu dibelenggu dengan mengendalikan akal mereka.


 


 


Namun, penaklukan Naga Hitam tidak semuda saudari-saudarinya. Naga Agung tersebut telah melewati batas evolusi makhluk mortal, mencapai keilahian dan terus berkembang dengan mengonsumsi Ether di atmosfer selama ribuan tahun.


 


 


Karena itulah, daya hidupnya jauh lebih kuat dari Leviathan dan Mariana. Membuat proses penaklukan berjalan sangat mengerikan, sampai-sampai pasukan ilahi sang Dewi dibuat seperti lalat yang dibakar habis dengan obor dan harus menelan beberapa kekalahan.


 


 


Pada momen ******* pertarungan panjang tersebut, Dewi Helena memutuskan untuk menggunakan kekuatan Maha Kuasa miliknya. Hanya dengan mengulurkan tangan ke depan dan menunjuk sang Naga Hitam, ia merebut dua pasang sayap dan mahkota Naga Hitam.


 


 


Dalam hitungan detik, susunan Aeons sang Naga Agung pun jatuh sampai pada tingkat setara dengan para mortal. Hal tersebut membuatnya kehilangan hampir seluruh kekuatan dan mudah ditangkap, lalu akhirnya lalu dirantai oleh para penduduk langit.


 


 


Setelah itu, sang Dewi yang kelelahan pun memberikan perintah terakhir sebelum kembali masuk dalam hibernasi. Dalam salah satu perintah yang diberikan olehnya, itu berisi tentang lokasi pengurungan Tiga Putri Naga yang berbeda-beda.


 


 


Naga Hitam dirantai di kayangan dan dijaga langsung oleh Dewa-Dewi, Leviathan ditenggelamkan dalam lautan Dunia Astral, lalu untuk Mariana dipendam pada lembah Dunia Nyata. Pemilihan tempat tersebut bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan dunia.


 


 


Selama mereka dikurung, sesekali kekuatan para Putri Naga digunakan untuk memulihkan kondisi Dunia Nyata. Digunakan layaknya alat oleh para penduduk langit.


 


 


Ada saat ketika Leviathan diseret ke Dunia Nyata untuk membawa banjir dan memadamkan daratan yang terbakar.  Pada waktu yang berbeda, ada juga momen ketika Mariana digunakan sebagai pulau di dunia yang tenggelam karena banjir besar.


 


 


Saat sang Dewi terbangun setelah beribu tahun berlalu, ia pun kembali menata ulang Dunia Nyata dan membuat sejarah palsu. Kembali menciptakan makhluk mortal yang sebelumnya musnah, lalu memberi mereka pengetahuan untuk memulai peradaban baru di atas sebuah pulau.


 


 


Cerita tersebut berlanjut dengan momen di mana lautan surut, lalu pulau yang dihuni para mortal itu kelak disebut sebagai pucak tertinggi. Momen sejarah di mana Raja Iblis Muda datang untuk meneruskan kehendak pendahulunya, membangkang dan memulai perlawanan terhadap Dewi Helena dan langit.


 


 


Sejak saat itulah sejarah penuh dusta dimulai. Warisan berlumur kebohongan tercipta dari mulut ke mulut, diturunkan melalui tulisan hitam, lalu disampaikan ke bayi-bayi yang tidak berdosa. Anak-anak terus mewarisi kebohongan tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lampau.


 


 


Menjadikan bangsa Naga dan Iblis sebagai inkarnasi kehancuran, lalu menyembah penduduk langit sebagai penyelamat mereka. Ketidaktahuan dan kebodohan membuat setiap makhluk buta dengan kebenaran, enggan menatap kebenaran karena mereka terus menyembah.


 


 


Membungkukkan tubuh dan menyentuhkan dahi ke tanah, tidak mengangkat kepala untuk melihat sesuatu yang ada di hadapannya. Di mata para mortal, kebenaran terlalu menyilaukan sampai-sampai membuat mereka takut untuk melihatnya secara langsung.


 


 


Dusta itu layaknya virus, menular dengan cepat dan tidak bisa dihentikan. Orang-orang hanya bisa menunggu tubuh terbiasa dengan penyakit itu, lalu kebal terhadap virus tanpa bisa menyingkirkannya.


 


 


Namun, kebal terhadap kebohongan itu sama saja menjadi dungu. Tidak lagi peduli mana yang benar, lalu hanya menerima keadaan asalkan itu selaras dengan kepentingan mereka.


 


 


Hidup hanya untuk bertahan hidup ⸻ Persepsi tersebut membuat makhluk berakal tidak jauh berbeda dari ternak dan hewan. Hidup hanya untuk memakan sesuatu, tidur, mencari kepuasan, kenyamanan, lalu pada akhirnya akan menjadi mangsa untuk makhluk yang lebih kuat.


 


 


Napas yang mereka hembuskan tidak membuahkan arti ataupun makna bagi dunia. Ingatan hanya akan menjadi abu yang lenyap tertiup angin, tidak menghasilkan sesuatu dan dilupakan begitu saja.


 


 


Itulah arti dari warisan kebohongan, sesuatu yang merusak perkembangan makhluk hidup dan menjebak mereka dalam kondisi stagnan. Sebuah buah dari muslihat mengerikan, sesuatu yang diciptakan oleh sang Dewi Penata Ulang untuk menutup mata makhluk-makhluknya.


 


 


ↈↈↈ


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2