Re:START/If {Book 2.0}

Re:START/If {Book 2.0}
[83] Keturunan ular tua (Part 02)


__ADS_3

 


 


Huang menatap penuh rasa curiga, sedikit mundur ke belakang dan enggan untuk menerima ramuan yang Canna tawarkan. Dengan kesal pengawal itu membentak, “ Diam kau pengkhianat! Setelah menyerang aku tadi, bagaimana bisa Anda seyakin itu kami akan menerima itu?! Tak ada jaminan kalau ramuan itu bukan racun!”


 


 


“Ta-Tadi ….” Canna tidak bisa membantah soal itu, merasa kalau kecurigaan tersebut sangatlah wajar setelah apa yang Odo lakukan kepada mereka. Dalam perasaan bingung untuk memilih kalimat yang bisa meyakinkan mereka, sang penyihir rambut putih menundukkan kepala dan bergumam, “Tuan Odo melakukan itu untuk Nona An. Kalau dia tetap frustrasi, perjalanan kita menuju Rockfield akan semakin berat ….”


 


 


“Tetap saja ….! Itu berlebihan ….”


 


 


Huang ingin membantah hal tersebut dengan tegas, namun dalam benak ia juga sedikit merasakan hal yang sama. An Lian sangat terpukul setelah kehilangan banyak hal karena serangan Ogre sebelumnya, itu sangat mempengaruhi ketahanan tubuhnya terhadap iklim di daerah pegunungan. Bahkan, ancaman-ancaman para monster pun masih mengincar mereka di dalam hutan.


 


 


Jika An Lian dibiarkan begitu saja dalam kondisi semangat hidup yang rendah selama perjalanan, tidak rendah kemungkinan kesehatan perempuan itu akan runtuh dan berujung kehilangan nyawa.


 


 


Bagi Huang yang sudah sering bepergian di dataran tinggi dan tempat-tempat ekstrem, melihat kejadian seperti kehilangan kemampuan berpikir secara rasional dan semangat hidup bukanlah hal yang asing dalam perjalanan. Dulu saat dirinya masih berada di dalam militer dan benua masih dalam masa Perang Besar, dirinya sering melihat orang-orang frustrasi, trauma, dan putus asa berakhir pada kematian karena iklim yang ekstrem. Mereka tidak mati karena dibunuh oleh musuh, namun karena penyakit.


 


 


“Jika memang Anda tidak bisa percaya pada Tuan Odo, tolong cobalah percaya pada saya. Kita sudah bukan orang asing, kalian sudah sangat baik dan membiarkan kami menumpang meski sedang dalam perjalanan penting. Karena itu, saya mohon ….”


 


 


Mendengar perkataan penuh rasa tulus tersebut, Huang memberanikan diri untuk percaya. Setelah membaringkan An ke tanah, Demi-human tipe serigala tersebut mengambil salah satu Potion yang ditawarkan Canna. Ia meminumnya, dalam satu tenggak dan sampai habis tanpa sisa. Setelah Demi-human tersebut botol yang telah kosong tersebut ke tanah, efek ramuan langsung bekerja dan dengan cepat sensasi kesemutan menjalar ke seluruh tubuhnya.


 


 


Pemulihan tubuh secara alami dalam hitungan detik meningkat ekstrem, membuat luka-luka di sekujur tubuh tertutup dan bahkan lebam yang disebabkan oleh Odo menghilang. Untuk sesaat Huang terdiam merasakan pemulihan yang tidak masuk akal tersebut, merasa seperti tubuhnya secara paksa dipulihkan dan langsung membuatnya merasa lapar sebagai efek samping kecil dari ramuan.


 


 


“A-Apa ini …? Sebenarnya ramuan apa yang telah diriku minum?” ucap Huang dengan bingung.


 


 


Saat ia menatap Canna untuk mendapat penjelasan, penyihir itu pun terkejut melihat efek dari ramuan. Memang Canna pernah melihat dan bahkan mencoba langsung ramuan buatan Odo, namun ia tidak pernah melihat efek yang sekuat itu sampai bisa memulihkan luka yang diderita Huang secara penuh.


 


 


“Apa … efeknya meningkat lagi?” gumam Canna sembari menoleh ke arah Odo.


 


 


“Se-Sekarang itu tidak penting!” Huang menggelengkan kepala, lalu memegang pundak sang penyihir sembari berkata, “No-Nona Canna, cepat berikan ramuan itu kepada Nona An! Kasihan beliau ….”


 


 


Canna berhenti menoleh, dalam benak ia merasa sedikit tidak menyaman dengan Potion yang diberikan Odo kepada mereka berdua. Sedikit menelan air liur dengan berat, ia kembali menatap Huang dan berkata, “Itu benar. Nona An, tolong minum ini ….”


 


 


“E-Emm ….” Perempuan yang terus gemetar ketakutan itu mengangguk.


 


 


Huang mengangkat kepala An, lalu Canna pun mulai meminumkan ramuan tersebut secara perlahan. Sama seperti saat sang pengawal meminum Potion, semua luka pada tubuh perempuan itu pun pulih dengan kecepatan yang tidak wajar. Tidak hanya itu saja, bahkan kekurangan darah yang membuat kulitnya pucat pun dipulihkan. Wajahnya kembali sedikit berseri meski masih tertutup abu dan debu.


 


 


Meski pulih, ramuan itu hanyalah menyembuhkan An secara fisik saja. Mental yang benar-benar sudah hampir runtuh masih tetap sama. Meski kesadarannya ada, perempuan itu hanya terdiam dengan lemas dan penuh ketakutan.


 


 


“Ini sudah melebihi sihir penyembuh tingkat atas,” gumam Huang. Melihat Tuannya kembali pulih membuat pengawal tersebut  lega. Tetapi, pada saat yang sama ia merasa cemas.  Mengambil botol kosong yang dipegang oleh Canna, Demi-human tersebut menatap itu dengan penasaran dan berkata, “Apa-apaan ramuan ini?”


 


 


“Canna, ambil dan simpan botolnya!” perintah Odo dengan tegas.


 


 


Mendengar itu, Canna langsung mengambil botol dari Huang dan juga yang diletakkan di dekat An. “Su-Sudah, Tuan Odo!” ujarnya dengan sedikit gemetar.


 


 


“Hmm ….”


 


 


Berdiri di dekat api unggun, Odo mengambil satu batang ranting yang ujungnya sudah terbakar dari dalam api. Ia sesaat menghela napas, lalu berjongkok dan menggambar pola susunan sihir di atas tanah. Itu terdiri dari empat lingkaran sihir, susunan Rune inti yang jumlahnya sampai dua puluh huruf, lalu semuanya digabungkan dengan pola Rune penghubung sebagai kesatuan sebuah susunan.


 


 

__ADS_1


Setelah menggambar susunan struktur selama lebih dari tiga menit, Odo melempar ranting ke dalam api unggun. Ia kembali berdiri, lalu menoleh ke arah Opium dan berkata, “Kau, ke sini sebentar ….”


 


 


Opium hanya diam dengan penuh rasa takut, wajahnya tampak pucat dan tidak berani menatap langsung mata pemuda yang memanggilnya. Setelah sebelumnya ia melihat Odo menusuk An, penyihir dengan sifat penakut itu sama sekali tidak bertindak dan hanya meringkuk di dekat batang pohon yang melintang.


 


 


Odo sudah sangat mengerti kepribadian Opium dan dalam benak pun tak ingin meminta bantuannya. Namun, situasi yang ada mengharuskannya Putra Tunggal Keluarga Luke tersebut meminta bantuan perempuan rambut cokelat kemerahan itu.


 


 


“Tch!” Odo berjalan mendekatinya, lalu memegang bagian belakang kerah perempuan itu dan dengan mudah mengangkatnya layaknya membawa seekor anak kucing. “Mau sampai kau gemetar? Kau sudah kenal aku, ‘kan? Seharusnya kau juga tahu kepribadianku! Menyedihkan, jangan buat aku menyesal karena sudah mengajari kau tentang sihir!” ujar Putra Tunggal Keluarga Luke tersebut. Ia berbalik sembari membawanya ke dekat api unggun, lalu menjatuhkannya ke tanah.


 


 


“Ach …!” Bokong Opium mendarat lebih dulu, lalu perempuan itu pun menungging kesakitan dan bergumam, “Sa-Saya tahu …. Namun, tetap saja … Tuan Odo sangat menakutkan.”


 


 


“Oh, gitu …” Odo menampar bokong perempuan itu sebanyak dua kali, lalu dengan kasar berkata, “Sudah! Cepat alirkan Mana milikmu ke struktur sihir itu! Jangan sampai kau menghapusnya dengan napasmu itu!”


 


 


“Struktur sihir?” Opium menoleh ke arah susunan yang sudah dibuat Odo di atas tanah. Kedua matanya seketika terbuka leber, tampak terkejut dan tidak percaya ada orang yang bisa membuat pola rumit seperti itu di atas tanah. Berhenti menungging dan duduk dengan melipat kedua kakinya ke belakang, perempuan rambut cokelat kemerahan itu bertanya, “Ini … Susunan Pelindung Empat Musim, bukan? Hmm, tapi untuk Rune yang melambangkan musim agak berbeda dari yang ada di buku. Rune penghubung juga sedikit lebih banyak, dan lingkaran sihir jumlahnya lebih sedikit.”


 


 


“Sudahlah ….” Odo menepuk ubun-ubun Opium, lalu dengan kesal berkata, “Cepat aktifkan susunan itu! Keburu terhapus angin! Mana milikmu memiliki afinitas angin, air, dan petir yang tinggi, ‘kan? Itu cocok untuk susunan yang menggunakan perantara lambang musim.”


 


 


“Ta-Tapi, bukannya Anda juga⸻! Aduh!”


 


 


Odo menepuk kepala Opium sekali lagi. Pemuda rambut hitam itu sedikit membungkuk, mendekatkan mulut ke telinga perempuan itu dan berbisik, “Sekarang ini aku sedang tidak bisa menggunakan Mana dalam jumlah banyak, lakukan saja cepat.” Ia kembali berdiri tegak setelah menyampaikan hal tersebut, lalu segera berbalik dan menghela napas kecil.


 


 


“Eh?” Opium sekilas menoleh, mengira kalau Odo tidak bisa menggunakan sihir karena belum pulih sepenuhnya setelah melawan para Ogre. Setelah mempertimbangkan beberapa hal, sang penyihir rambut cokelat kemerahan tersebut berkata, “Baiklah, baiklah …. Akan saya aktifkan. Ini untuk berlindung dan sekarang sudah larut malam. Udara semakin dingin dan monster bisa saja menyerang kita saat tidur …. Saya paham.”


 


 


Opium berdiri, lalu berjalan ke depan struktur susunan di tanah yang lebarnya tidak lebih dari satu meter. Sembari mengulurkan kedua tangannya ke depan, ia mulai memejamkan mata dan mengaktifkan inti sihir. Dari bagian di sekitar dada, Mana mengalir layaknya darah di pembuluh dan terus bergerak sampai ke telapak tangannya.


 


 


 


 


Struktur yang dibuat di atas tanah bersinar, menyingkirkan debu dan abu di sekitarnya dengan hembusan angin yang hangat. Perlahan huruf dan pola bercahaya tersebut terangkat ke udara, lalu mulai bergerak dan memusat ke satu titik menjadi sebuah lingkaran terang berwarna keemasan.


 


 


Opium menurunkan tangan kirinya, lalu menyentuh bola cahaya tersebut dengan tangan kanan dan secara penuh mengaktifkan susunan pelindung. Cahaya seketika terpencar, menjadi sebuah kubah raksasa berdiameter 20 meter yang menyelimuti tempat tersebut. Itu tampak seperti kaca tipis berwarna kekuningan, namun tentu saja lebih keras dan memiliki kekuatan untuk mengusir monster serta hewan buas yang ingin mendekat.


 


 


Selain fungsi perlindungan tersebut, secara otomatis di dalam Susunan Pelindung Empat Musim suhu akan berubah menjadi temperatur musim semi. Hangat, membawa kesan nyaman, dan sedikit beraroma wangi bunga.


 


 


“Kerja bagus, sekarang kau harus begadang dan menjaga suplai Mana susunan itu sampai pagi,” ujar Odo tanpa rasa bersalah.


 


 


“Eh!?” Opium terkejut mendengar hal tersebut, segera menoleh dan dengan panik bertanya, “Kok seperti itu, sih?”


 


 


“Iya, dong. Susunan ini dicocokkan dengan Mana milikmu, sudah sewajarnya kau harus menjaga kekuatan pelindung selagi yang lain istirahat ….” Odo mengambil beberapa lembar kain tebal dari dimensi penyimpanan, lalu menggulungnya dan melemparkan itu ke arah Canna untuk dijadikan selimut.  Sembari kembali menoleh ke arah Opium, Putra Tinggal Keluarga Luke itu menjelaskan, “Kalau nanti ada monster yang tiba-tiba menyergap dan pelindungnya melemah bisa gawat, ‘kan?”


 


 


“Me-Memang benar sih, tapi … bukannya itu tidak manusiawi?! Kok hanya saya yang harus begadang?!”


 


 


Tidak memedulikan ucapan Opium, Odo kembali menatap ke arah Canna dan kedua orang kekaisaran. Sembari mengacungkan jarinya ke depan ia pun mengumumkan, “Kalian semua istirahat dulu di dalam sini. Seperti yang sudah kalian rasakan dan lihat, susunan pelindung ini memiliki suhu yang nyaman sehingga kalian tidak akan kedinginan. Tentu saja ketahanan juga terjamin! Asalkan tidak disembur napas naga, aku rasa penghalang ini akan baik-baik saja. Jadi istirahatlah, besok kita akan melakukan perjalanan penuh tanpa berhenti.”


 


 


“Ba-Baiklah, Tuan Odo …”


 


 


Canna segera membagikan selimut kepada An dan Huang, lalu berjalan menuju batang pohon dan duduk di sana sembari menyelimuti tubuhnya dengan kain. Melihat Canna dengan mudahnya mematuhi perintah Odo, Huang untuk sesaat merasa cemas. Namun, ia pun paham tidak bisa sembarang mengambil tindakan inisiatif.


 


 

__ADS_1


Sembari membopong An, Demi-human tipe serigala tersebut membawanya ke dekat Canna dan menyenderkan Tuannya tersebut. Sembari menutupinya dengan selimut, Huang sekilas melirik ke arah Odo dan masih memperlihatkan tatapan permusuhan.


 


 


Meski seharusnya udara di dalam pelindung sudah hangat, tubuh An masih gemetar tidak henti-henti. Karena itulah, sebagai seorang pengawal Huang tidak bisa memanfaatkan Odo yang membuat An menjadi seperti itu.


 


 


“Baiklah, aku juga mau tidur ….”


 


 


Saat Odo hendak melangkah pergi, dari belakang Opium memegang pundaknya dan berkata, “Sebentar! Tuan serius ingin membiarkan saya berjaga sendirian?!”


 


 


“Manja amat sih kau.”


 


 


Odo menyingkirkan tangan Opium, lalu berbalik dan sesaat menatap dengan kesal sampai membuat penyihir rambut cokelat kemerahan itu memalingkan wajah.


 


 


“Ba-Baiklah, saya akan berjaga ….”


 


 


Odo menghela napas, lalu pada akhirnya mengalah dan mengambil kristal sihir kualitas terbaik dari dimensi penyimpanan. Sembari menyodorkan benda itu ia berkata, “Ini ….”


 


 


“E-Eh?! Apa ini?!” Wajah murah Opium seketika sirna, ia dengan penuh harapan langsung mengambil kristal tersebut dan bertanya, “Apa pesangon untuk saya? Anda belum memberikan pesangon sih! Waktu itu hanya Kak Canna yang dapat dari Arca!”


 


 


“Bicara apa kau, najis.” Odo langsung berbalik, mengambil kain tebal dari dimensi penyimpanan dan berkata, “Pakai itu untuk suplai Mana susunan pelindung ini, kalau sudah kau bisa istirahat dan tidur dengan yang lain ….”


 


 


“A⸻!” Opium terkejut, langsung mengerutkan kening dan berkata, “Ba-Bagaimana saya menggunakan ini untuk hal semacam itu?! Paling tidak nilainya bisa mencapai 75.000 Rupl, loh! Bisa buat beli wagon beserta kuda dan bekal buat perjalanan!”


 


 


“Memangnya ada yang jual itu di tempat seperti ini? Cepat gunakan saja dan tidur sana!”


 


 


“Ta-Tapi!”


 


 


“Huh, terserahlah. Mau dipakai atau tidak terserah kau ….” Odo berhenti melangkah, sejenak menghela napas kecil dan kembali berbalik ke arah Opium. Melemparkan kain miliknya ke arah perempuan itu, Putra Tunggal Keluarga Luke tersebut berkata, “Aku percayakan mereka dulu sebentar. Kalian jangan ke mana-mana sampai aku kembali nanti pagi ….”


 


 


“E-Eh?” Opium menyingkirkan kain yang menutupi kepalanya, menatap Odo dengan penuh rasa heran dan bertanya, “Memangnya Anda mau pergi ke mana?”


 


 


“Aku sedang ada keperluan! Lagi pula, siapa yang cuma karena iseng berada di tengah hutan belantara seperti ini?”


 


 


Setelah mengatakan hal tersebut, Putra Tunggal Keluarga Luke itu melangkahkan kakinya keluar dari susunan pelindung. Opium dan Canna yang melihat itu sempat terkejut, tak menyangka Odo bisa menembus susunan dengan sangat mudah.


 


 


Pada dasarnya Susunan Pelindung Empat Musim juga dikenal sebagai Pengekang Empat Musim. Selain berfungsi untuk melindungi, susunan tersebut juga bisa digunakan sebagai pengekang karena sekali diaktifkan tidak akan bisa dilewati dengan mudah, entah itu dari dalam atau luar. Selain menghancurkannya, cara melewati susunan tersebut adalah menunggu sampai durasinya atau suplai energinya habis.


 


 


Ingin memastikan bahwa susunan tersebut berfungsi sebagaimana mestinya, Opium berjalan ke ujung pelindung dan menyentuh dinding kubah transparan. “Ini … berfungsi, ‘kan? Kenapa bisa Tuan Odo melewatinya dengan mudah?” gumam penyihir tersebut dengan bingung. Pelindung tersebut memang berfungsi, bahkan aktif dengan kondisi maksimal.


 


 


Odo yang berdiri di luar pelindung menoleh ke belakang, menatap datar dan dengan nada kesal berkata, “Sudah tidur sana! Pakai saja itu dan istirahat! Apa dua kristal yang diberikan untuk Canna tidak cukup?”


 


 


Opium tersentak mendengar sindiran tersebut, ia menundukkan kepala dan merasa telah termakan keserakahan. “Baiklah,” ujar penyihir dengan murung.


 


 


ↈↈↈ


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2