Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
Bab 108 Cukup Tahu Saja


__ADS_3

Dave yang menyadari tatapan sinis dari mamanya Harry, dia pun langsung bertanya pada orangnya. "Maaf Tante, kenapa melihat aku dan istriku seperti itu?"


"Gak apa Dave. Tante hanya heran saja, kenapa kamu bisa mesra seperti itu dengan dia. Bukankah kamu sudah menikah dan istrimu cantik sekali?" tanya Yenita yang berterus terang dengan apa yang dia pikirkan.


"Ini memang istriku yang kata Tante cantik sekali. Dia memang tidak suka berdandan menor kalau di rumah. Tapi dia sangat seksih kalau di atas tempat tidur hahaha ...." Dave tertawa garing dengan candaan recehnya.


Dia tahu kalau mama sambungnya Harry sedari tadi menelisik kemesraannya dengan Sevia. Meskipun dia tidak tahu pasti apa yang mereka bicarakan, tetapi dia bisa merasakan ada hal yang kurang menyenangkan terjadi di sana. Apalagi, saat Dave melihat raut wajah Harry yang sulit ditebak sudah pasti sahabatnya itu merasakan hal yang tidak disukainya.


"Dave, Dave, Tante tuh heran sama kalian berdua. Duit kalian banyak tapi seperti yang tidak sanggup saja membawa istri kalian ke salon agar tidak terlihat kucel begitu," sindir Yenita.


"Istri aku memang tidak seperti perempuan yang pintar merawat wajahnya sendiri tapi dia sangat pintar merawat keluarganya. Makanya dia sedikit melupakan untuk merawat wajahnya agar terlihat kinclong seperti perempuan-perempuan jaman sekarang." Dave tersenyum bangga saat membicarakan Sevia di depan Yenita yang selalu melihat orang dari penampilannya.


"Sudahlah, Mah! Jangan terus membahas penampilan seseorang. Kita tidak akan tahu seperti apa kalau kita tidak mengenalnya terlebih dahulu." Edward langsung membungkam istrinya yang sudah siap akan bicara.


"Oh iya, Dave. Om dengar Keluarga Mattews akan datang saat perayaan hari jadi JS internasional. Bukankah kamu ingin bertemu dengan keluarga papamu. Om bisa membantu kamu kalau misalkan kamu sudah siap," lanjutnya.


"Tidak usah, Om! Aku cukup tahu saja tenang keluarga papaku," jawab Dave dengan tersenyum samar.

__ADS_1


Dia sudah cukup bahagia dengan keluarga kecilnya yang dia miliki sekarang. Dave tidak ingin merasakan penolakan dari keluarga terpandang itu, saat dia mengakui kalau dirinya memliki darah keluarga Mattews. Hanya dengan mengetahui tentang keluarga papanya, itu sudah cukup bagi Dave.


"Tidak apa kalau kamu masih belum siap. Tapi, jika nanti kamu ingin jujur siapa kamu sebenarnya, Om siap mendampingi dan menjelaskan semuanya pada mereka." Edward menatap dalam putra sahabatnya itu.


Dulu dia dan Dave Matthews adalah sahabat sedari kecil karena rumah mereka yang bertetangga. Namun, semenjak Tuan David Mattews menjadi seorang senat, keluarga mereka pindah rumah dan bertemu kembali dengan Dave saat duduk di bangku kuliah. Sampai akhirnya mendapatkan tawaran dari pihak kampus untuk bekerja di JS Internasional sebagai tenaga ahli, kedua sahabat itu sepakat untuk mengambilnya. Apalagi, Dave Matthews mencintai gadis yang berasal dari negeri ini sehingga dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengejar gadis yang dicintainya. Meskipun keluarganya sempat tidak setuju dengan keputusan dia.


"Terima kasih, Om! Biar semuanya berjalan seperti ini saja," ucap Dave. "Oh iya, apa Om akan menginap di sini?"


"Tidak, Dave! Kita lebih nyaman tinggal di hotel." Bukan Edward yang menjawab tetapi Yenita langsung menyerobot menjawab pertanyaan Dave. Dia tidak ingin menginap dan berlama-lama di rumah Dave yang menurutnya akan merusak pemandangan karena terus melihat menantu yang tidak diharapkannya.


Dave hanya tersenyum menanggapi ucapan mamanya Harry. Lagipula, dia hanya basa-basi menawarkan tamunya untuk menginap. Begitupun dengan Harry yang merasa senang dengan penolakan ibu sambungnya.


"Harry, Dave, Papa pulang dulu. Jaga diri kalian baik-baik!" pesan Edward sebelum dia pulang.


Setelah kepergian papanya, Harry dan Dave saling berpandangan seolah sedang merencanakan sesuatu. Sementara istri-istri mereka larut bermain bersama bayi-bayi yang menggemaskan. Sampai akhirnya, Dave dan Harry mendekati keduanya.


"Via, tadi dengar kan kalau satu minggu lagi pesta perayaan JS Internasional. Untuk tahun sekarang akan dirayakan di negara kita, karena biasanya pestanya bergilir dari cabang ke cabang. Khusus tahun ini akan dirayakan di pusat," tutur Dave, "Aku ingin, kalian berdua tampil memukau saat pesta nanti agar Tante Yenita tidak lagi memandang sebelah mata pada kalian," lanjutnya.

__ADS_1


"Bagaimana caranya? Muka aku kan hanya segini adanya," tanya Sevia dengan cemberut.


"Sayang, suami kamu itu banyak duit. Memang kamu tidak kepikiran untuk perawatan?" tanya Dave.


"Gak perawatan aja kamu pengennya nambah terus. Bagaimana kalau nanti aku perawatan?" tanya Sevia lagi.


"Gampang kalau soal itu. Nanti aku kurung kamu di kamar sehari semalam," goda Dave yang sukses membuat mata Sevia hampir melompat keluar.


"Aku tidak bisa meninggalkan anak-anak. Aku takut salah satunya ada yang mengambil," tolak Rani.


"Tenang saja, aku yang akan menjaga mereka. Kamu bersiap-siap saja untuk make over. Agar mamaku tidak bicara hal seperti tadi lagi," ucap Harry.


"Kalau kalian yang menjaga anak-anak, kita tidak akan cemas lagi. Ayo Rani! Kita waktunya me time. Anak-anak pasti aman karena dijaga oleh papanya sendiri."


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! klik profil, comment, vote, rate, gift, dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih!...


__ADS_2