
"Maksud Tante? Ibu mau menikah lagi?" Sevia tersentak kaget dengan apa yang Kirana katakan, sehingga dia langsung berdiri dari duduknya.
"Awalnya seperti itu, tapi pada akhirnya tidak terjadi. Ayo kita duduk dulu, biar Tante ceritakan."
Flashback on
Hari itu, Kinara pulang ke rumah keluarganya setelah dia bertengkar hebat dengan Rudi karena sebuah kesalahpahaman. Namun, dia tidak mengatakan hal yang sebenarnya pada tetangga Rudi. Dia hanya bilang akan bekerja ke timur tengah untuk menutupi aib keluarganya.
Pak Bima, ayahnya Kinara, menerima dengan baik kedatangan putrinya kembali. Dia begitu senang karena akhirnya Kinara berpisah dengan Rudi dan meninggalkan anaknya bersama dengan lelaki itu.
Awalnya Kinara hidup dengan baik, bekerja di instansi pemerintah. Namun saat Pak Bima ingin mencalonkan kembali menjadi seorang pemimpin daerah, Kinara diminta untuk menikah dengan seorang putra pengusaha sukses yang memang mantan kekasih Kinara semasa kuliah dulu.
Tetapi Kinara menolaknya, karena dia tahu mantan kekasihnya itu sering bermain perempuan. Bahkan kesalahpahaman yang membuat dia menikah dengan Rudi, itu karena dia patah hati setelah memergoki mantan pacarnya sedang bercumbu dengan gadis lain. Sehingga, Rudi yang memang supir pribadinya menjadi pelampiasan Kinara.
"Nona, jangan seperti ini!" tolak Rudi saat Kinara tiba-tiba memeluk Rudi dari belakang di saat dia sedang mengemudi.
"Kenapa Rudi? Apa aku jelek sehingga tidak berhak untuk dicintai?" tanya Kinara seraya pindah ke kursi depan.
"Tidak, Nona sangat cantik. Aku sangat suka melihat kecantikan Nona," jawab Rudi jujur.
"Benarkah?" Tangan Kinara mulai mengelus paha Rudi.
Hatinya yang sakit karena melihat kekasihnya bercumbu dengan wanita lain, membuat Kinara menjadi hilang akal.
"Nona, jangan seperti ini! Aku seorang lelaki normal yang mungkin tidak akan bisa menahan godaan dari wanita secantik Nona." Rudi sangat frustrasi menahan hasratnya.
"Aku ingin tahu, sejauh mana kamu bisa menahannya," bisik Kinara dengan menempelkan pipinya dengan pipi Rudi.
Meskipun Rudi berasal dari kampung, tetapi dia memiliki kulit yang putih dengan mata yang sipit sehingga tidak akan ada yang mengira kalau dia hanya seorang supir jika memakai baju yang bagus seperti orang-orang kaya memakainya.
Rudi yang diam-diam menyukai gadis yang kini sedang menggodanya. Dia pun akhirnya menepikan mobilnya di pinggir jalan karena imannya hanya setipis kain sutera. Dia langsung menarik Kinara dan membawa ke pangkuannya.
"Nona, jangan marah jika aku melakukan hal yang tidak baik pada Nona. Itu semua karena Nona yang memintanya," bisik Rudi dengan menggigit telinga Kinara pelan yang membuat darah gadis itu menjadi berdesir hebat.
Kinara yang awalnya kaget dengan apa yang supirnya lakukan, akhirnya menikmati saat Rudi membenamkan bibirnya pada bibir Kinara. Mereka berpagutan lumayan lama dengan lidah yang saling membelit. Sampai tanpa mereka sadari, ada warga yang lewat di sana dan melihat mobil yang tampak bergoyang. Sehingga tidak butuh waktu lama, beberapa warga sudah berkumpul di sana dan mengetuk pintu mobil.
__ADS_1
Kinara dan Rudi yang menyadari kedatangan warga karena ada yang mengetuk kaca mobil, mereka pun langsung melepaskan pagutannya. Kinara langsung merapikan bajunya yang kancing atasnya sudah ada yang terbuka. Namun, dia dan Rudi tidak ada yang berani keluar.
"Rudi, bagaimana ini? Kenapa mereka bisa ada di sini? Bagaimana kalau ayah tahu?" Kinara langsung panik saat melihat beberapa warga mengelilingi mobilnya.
"Nona, maafkan aku! Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan," sahut Rudi.
"Hai jangan berlaku mesum di sini!!!" teriak warga.
"Ayo kita giring saja ke bale desa dan kita langsung nikahkan saja."
"Bukannya ini mobilnya Pak Bima?"
"Iya benar, cepat panggil Pak Bima dan minta dia segera menikahkan putrinya."
Warga bicara saling bersahutan membuat Kinara dan Rudi semakin cemas dengan apa yang akan mereka lakukan. Hingga akhirnya mereka pun keluar mobil karena warga terus mengetuk kaca mobilnya.
"Wah benar, ternyata putrinya Pak Bima. Bukankah ini supirnya, apa kalian melakukan hal mesumm di mobil?" tanya salah satu warga.
"Tidak, Pak! kalian salah paham," elak Rudi dengan menjadi tameng untuk Kinara.
Meskipun Bima awalnya menolak menikahkan putri dan supirnya, tetapi demi nama baiknya sebagai pemimpin daerah, akhirnya dia pun menikahnya.
"Kinara, cepat pulang! Bapak ada kunjungan jadi harus segera pergi. Setelah pekerjaan Bapak selesai, kita bicara serius." Bima langsung pergi bersama ajudannya meninggalkan Kinara dan Rudi yang saling berpandangan.
"Untuk surat nikahnya, bisa kalian ambil di kantor urusan agama sambil mencocokkan datanya," ucap Penghulu yang menikahkan Kinara dan Rudi
Setelah urusan di bale desa selesai, Rudi dan Kinara pun pulang ke rumah. Mereka melakukan hal yang biasa pasangan suami istri lakukan sampai pada saat Pak Bima kembali setelah satu bulan lebih dinas, dia meminta hal tidak bisa Kinara lakukan.
"Nara, Bapak minta, kamu cepat bercerai dengan Rudi karena Bapak sudah memilihkan jodoh untuk kamu. Selain dia bisa mengabulkan semua keinginan kamu, dia juga bisa membantu Bapak untuk mencalonkan diri kembali."
"Bapak, Nara minta maaf! Nara tidak bisa bercerai dengan Rudi. Nara sudah mengandung anaknya," ucap Kinara dengan menundukkan kepalanya.
"Apa? Kamu hamil anak supir itu? Kenapa kamu bodoh sekali jadi perempuan? Kalian menikah hanya formalitas tapi kenapa kamu harus menyerahkan diri pada seorang supir? Bapak tidak mau tahu, kamu harus menggugurkan anak itu dan bercerai dengan Rudi!!!" Bima sangat marah saat mendengar apa yang putrinya katakan. Dia tidak mau memiliki menantu yang tidak sepadan dengannya.
"Maaf, Tuan! Saya tidak mengijinkan Nona mengugurkan anak saya. Kalau Tuan ingin saya bercerai dengan nona, saya tidak keberatan. Tapi saya ijinkan nona untuk melahirkan anak saya, setelah itu saya akan pergi bersama anak saya." Rudi langsung menyela apa yang Bima katakan.
__ADS_1
"Tidak Rudi, aku tidak mau bercerai denganmu. Mari kita pergi dari sini dan membesarkan anak kita bersama-sama!" Kinara langsung beranjak pergi seraya menarik tangan Rudi.
"Kinara kembali! Kamu tidak boleh pergi atau Bapak akan membunuh anakmu," ancam Bima.
Kinara yang sudah tahu kalau dia kembali pasti bapaknya akan tetap memaksanya untuk menggugurkan kandungannya, akhirnya dia pun memilih pergi bersama Rudi ke kampung halaman suaminya.
Namun, cinta Rudi yang besar buatnya, membuat lelaki itu selalu cemburu buta setiap kali dia bicara dengan lelaki lain. Sekalipun itu hanya tukang sayur, hingga puncaknya tanpa sengaja Rudi mengucapkan kata cerai saat mereka sedang bertengkar hebat dan Kinara memilih untuk pergi dari hidup Rudi karena merasa sudah lelah menghadapi sikap suaminya.
Flashback off
"Ibu, apa Ibu tahu, setelah kepergian Ibu, bapak menjadi seorang pemabuk. Dia juga jarang pulang dan lebih sering menghabiskan waktu dengan berjudi," ucap Sevia.
"Maafkan Ibu! Ibu menyesal waktu itu pergi saat Ibu sedang marah pada bapakmu," lirih Kinara dengan menatap sendu Sevia.
"Via, tolong bujuk ibumu agar mau menjalani pengobatan rutin. Kelumpuhannya hanya sementara tetapi Kakak tidak mau bangkit dari keterpurukannya," pinta Kirana. "Sekarang sudah tidak ada orang yang akan memaksa Kakak lagi, karena bapak sudah tiada. Dia juga yang meminta aku untuk mencari kamu Via, tetapi Tante tidak bisa menemukan kamu di saat bapak menghembuskan napas terakhirnya."
"Ibu, cepatlah sembuh! Agar kita bisa berkumpul lagi. Meskipun sekarang keadaannya sudah berbeda," ucap Sevia.
"Apa itu suami kamu, Nak ?" tanya Kinara. Dia baru menyadari ada seorang lelaki tampan yang sedari tadi diam menjadi pendengar setia.
"Iya, Bu. Putriku juga ikut, mungkin sekarang sedang di luar bersama dengan Bi Lina."
"Hallo Bu, namaku Dave. Bagaimana keadaan ibu?" Dave menghampiri Kinara dan mencium punggung tangannya.
Meskipun sudah sangat telat untuk berkenalan dengan mertuanya, tetapi itu tidak jadi halangan untuk Dave bersalaman dengan wanita yang telah rela bertaruh nyawa melahirkan kekasih hatinya.
"Terima kasih telah menjaga putriku," ucap Kinara.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih!...
Sambil nunggu Brondong up, yuk ceki-ceki ke karya Author keren yang satu ini.
__ADS_1