
Kemeriahan pesta kini berganti dengan malam yang sunyi. Devanya begitu salah tingkah saat akan menghadapi malam pertamanya dengan Keano. Gadis yang belum genap berusia dua puluh satu tahun itu, jantungnya terus berpacu saat dia pergi ke kamar yang sama dengan Keano.
Dia yang sering membaca cerita novel romansa, sudah membayangkan bagaimana mengerikannya menghadapi malam pertama. Apalagi, banyak yang bilang padanya kalau yang pertama itu akan terasa sakit.
Ya Tuhan, kenapa jantungku terus berdebar? Bukankah aku pernah melakukannya dengan Ion. Tapi kenapa perasaannya sangat berbeda dengan sekarang. Apa karena waktu itu aku tidak sadar melakukannya? Sehingga tidak memliki perasaan yang seperti ini, batin Devanya.
Keano yang baru keluar dari kamar mandi merasa heran saat melihat istrinya yang nampak gelisah. Dia pun langsung menghampiri Devanya yang sedang memainkan ponsel di tangannya. Keano langsung mengambil tempat duduk di tepi tempat tidur gadis bermata biru itu.
"Ay, kenapa? Apa kakimu sakit seharian berdiri dengan high heels?" Keano.
"I-iya Bang!" sahut Devanya gugup.
Keano langsung mengambil kaki istrinya dan menyimpan di pahanya. Perlahan dia memijat kaki istrinya, membuat Devanya melotot tidak percaya. Seorang presiden direktur rela menjadi tukang pijat demi istrinya.
"Bang ... pijitannya enak," lirih Devanya.
"Kamu tahu Ay, kamu gadis pertama yang aku pijat. Biasanya Abang pijat Mommy, Oma dan Nenek. Mereka ketagihan dengan pijatan Abang," tutur Keano.
"Memang Abang belajar dari mana?" tanya Devanya.
"Opa menuntut Abang untuk serba bisa. Jadinya beliau mendatangkan pengajar dari berbagai macam disiplin ilmu ke mansion. Bukan hanya Abang tapi semua anak cucunya seperti itu," jelas Keano.
Awalnya pijatan Keano hanya pada betis gadis itu. Tapi lama kelamaan, naik ke paha. Membuat jantung Keano berdetak lebih cepat. Niatnya ingin mengerjai sang istri, tapi ternyata dia tidak bisa mengendalikan hasratnya.
Keano semakin mendekatkan wajahnya pada Devanya. Dengan tangan yang berada di paha Devanya, dia mulai menempelkan benda kenyal miliknya pada bibir merah jambu Devanya. Hingga keduanya larut dalam permainan berebut Saliva.
Perlahan Keano merebahkan badan Devanya. Hingga posisinya sekarang berada di atas tubuh gadis itu. Tangannya mulai naik ke atas perlahan, membuat gadis itu seperti hilang kendali mendapatkan sentuhan di titik sensitif.
Tidak sia-sia tadi menonton video yang Devan kirim. Ternyata belajar cara memuaskan istri itu juga perlu. Aku senang Deva terhanyut dalam permainanku, batin Keano.
Kedua terhanyut dalam kabut gairah, dengan tangan dan lidah Keano bekerja ekstra memberikan sentuhan yang memabukkan. Devanya yang sudah terbang ke atas awan dengan apa yang suaminya lakukan. Tanpa sadar bibir tipisnya mengeluarkan suara yang membuat suaminya semakin bergairah. Sampai saat di titik sama-sama ingin menuntaskan hasrat yang menggebu, Keano pun berbicara.
__ADS_1
"Ay, boleh melakukannya sekarang?" tanya Keano dengan mata yang berkabut.
Devanya dengan malu-malu menganggukkan kepala. Dia pun sangat menginginkan Keano melanjutkan permainan. Gadis terlihat senyum malu-malu, namun bagi Keano terlihat lampu hijau yang menyala.
Perlahan Keano memposisikan dirinya di antara kaki Devanya. Namun, saat dia akan memasukkan benda pusaka-nya, terlihat pemuda tampan itu nampak kebingungan.
"Ay, masukinnya ke mana? Kenapa tidak ada lobang yang besar?" tanya Keano bingung.
"Aku gak tahu, Bang!" sahut Devanya dengan memalingkan muka.
"Sebentar ya!" Keano langsung mengambil ponselnya membuat Devanya berpikir yang tidak-tidak.
"Bang, jangan foto aku!" Devanya langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Dia khawatir suaminya itu akan mengabadikan momment malam pertamanya. Mana sekarang, baju atasnya sudah tidak menempel lagi di tubuhnya. Bahkan baju bawahnya sudah Keano lucuti.
"Nggak Ay, Abang gak mau berbagi keindahan dengan mengabadikan tubuh kamu. Abang mau melihat bagian mana yang harus Abang masuki," ucap Keano.
Salah ku juga, kenapa dulu pas belajar biologi sering gak peduli. Apalagi bagian reproduksi, aku suka malu mempelajarinya, batin Keano.
Setelah dia menemukan apa yang dicarinya, Keano pun langsung menyimpan kembali ponselnya. Dia menatap lekat Devanya yang sedang menatapnya sambil memegang selimut yang menutupi tubuh polosnya. Pemuda tampan itu mengulas senyum pada istrinya lalu berkata.
"Kali ini Abang jamin tidak akan gagal. Tapi bukankah kamu pernah melakukannya ,Ay?" tanya Keano.
"Iya, tapi aku tidak pernah merasakan hal yang seperti sekarang. Aku tidak pernah melihat dia menjelajahi tubuhku seperti yang Abang lakukan. Ataupun melihat dia berada di posisi Abang sekarang," jelas Devanya.
Keano hanya tersenyum tidak berbicara lagi. Dia yakin, kalau sebenarnya Orion belum mengambil kesucian istrinya. Pasti sepupunya itu hanya mengerjai gadis itu seperti yang sering dilakukan sepupunya.
"Ay, kita lakukan lagi dari awal ya!"
Keano langsung menyerang istrinya, memberikan sentuhan-sentuhan yang mampu menegangkan urat saraf. Sampai keduanya sudah sama-sama on fire, Keano pun berusaha untuk menerobos benteng pertahanan gadis yang ada di bawah kungkungan-nya.
__ADS_1
Berulang kali dia berusaha menerobosnya. Tetapi gerbang yang tidak pernah dimasuki oleh benda pusaka itu terasa sangat sulit untuk dijebol. Hingga saat usaha Keano yang kelima kalinya dengan keringat yang bercucuran di dahinya, barulah di dengan sukses memasuki istana kenikmatan yang tak berpenghuni itu. Bersamaan dengan jeritan Devanya yang kesakitan.
"Abang, sakit!" ringis Devanya. Air matanya menetes di sudut kedua matanya.
"Tahan Ay, katanya nanti juga tidak akan sakit." Hibur Keano.
Malam yang panjang dengan hujan yang turun tiba-tiba di malam yang dingin, membuat kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu mulai berpacu dalam kenikmatan yang baru pertama kali mereka rasakan. Meskipun Devanya awalnya merasakan sakit tapi akhirnya dia pun ikut menikmati permainan suaminya.
Saat keduanya sudah berada dipuncak dengan suara erangan yang bersahutan. Keano tidak langsung beranjak dari tubuh istrinya. Dia membiarkan benih-benih cintanya tubuh subuh di rahim sang istri.
"Terima kasih, Ay." Keano mencium kening Devanya lama sebelum dia melepaskan diri dari penyatuan mereka.
Dulu saat dengan Ion, aku tidak merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Bahkan, bagian inti aku pun tidak merasakan sakit seperti yang tadi aku rasakan, batin Devanya.
"Iya, Bang!" sahut Devanya malu-malu.
Keano merengkuh tubuh istrinya agar masuk dalam pelukannya. Dia terus menerus mencium pucuk kepala Devanya sebagai ungkapan kebahagiaan yang dia rasakan. Puas mencium pucuk kepala istrinya, Keano pun membuka suaranya.
"Ay, selama ini Ion sudah membodohi kita. Dia bilang pernah melakukannya dengan kamu tapi ternyata, kamu masih virgin."
"Apa, Bang? Aku virgin?" tanya Devanya kaget. Dia langsung melihat wajah suaminya.
"Iya, sayang. Mungkin dia sengaja membuat kebohongan itu agar bisa mengikat kamu."
"Ion keterlaluan sekali!" geram Devanya.
"Jangan marah! Semuanya sudah berlalu, yang terpenting kita sama-sama melakukan untuk yang pertama kalinya. Terima kasih sudah menjadi istri Abang," ucap Keano.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa sawerannya ya kakak! Boleh kasih like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....