
Setelah bertemu dengan Dedev si lumba-lumba orca, Keano pun mengajak Devanya ke tempat pertunjukan. Mereka memilih duduk paling depan. Devanya yang baru tahu kalau Keano berteman baik dengan lumba-lumba, dia terus saja melirik laki-laki tampan yang duduk di sampingnya.
"Kenapa, sudah mulai jatuh cinta?" tanya Keano dengan mata yang terus melihat ke arah lumba-lumba.
"Bang, sejak kapan suka lumba-lumba?" tanya Devanya.
"Sejak masih SMU, Abang gak sengaja nemu orca yang masih bayi, lalu dititipkan di sini sama papi."
"Apa setiap libur Abang suka main ke sini?" tanya Devanya.
"Setiap Abang suntuk pasti ke sini."
"Apa Abang sedang suntuk?" tanya Devanya dengan menatap lekat Keano.
"Bukan suntuk, tapi banyak pikiran. Mau mampir ke sea world?" tanya Keano.
"Boleh, Bang! Sudah lama gak lihat ikan pari berenang di atas kepala," ucap Devanya.
Mereka pun kembali melihat pertunjukan lumba-lumba. Nampak di sana lumba-lumba sedang bermain bola. kemudian melompat melewati kumparan api. Devanya begitu terpesona dengan apa yang dilihatnya.
"Mau berfoto?" tawar Keano.
"Gak akh, Bang! Nanti penonton terpesona melihat Abang di dekat lumba-lumba. Bagaimana kalau ada yang ngebet terus Abang dikarungin dan dibawa ke rumah. Aku pulang sendiri dong!" cerocos Devanya.
Keano hanya tersenyum dengan tangan yang mengacak-acak rambut Devanya. lalu dia pun berkata, "Terlalu hiperbola."
Setelah pertunjukan selesai, mereka pun segera menuju ke sea world. Kali ini Devanya yang begitu antusias sehingga dia terus menarik tangan Keano agar mengikutinya. Apalagi saat mereka berada di terowongan akuarium dengan pemandangan ikan laut yang berenang di sisi kanan dan kiri serta atas kepala. Devanya terus membidikkan kamera ponselnya agar menangkap gambarnya.
Sementara Keano hanya tersenyum melihat tingkah gadis bermata biru itu dengan matanya terus melihat ikan warna warni. Sampai akhirnya, Devanya yang ingin mencuri foto Keano dengan mengagetkan pemuda tampan itu yang sedang berjongkok.
__ADS_1
"Bang, lihat sini!" suruh Devanya yang berada di samping Keano.
Keano pun langsung menengokan kepalanya ke arah Devanya hingga tanpa sengaja bibirnya menempel di pipi gadis bermata biru itu. Devanya yang kaget mendapat ciuman di pipi langsung memegang pipinya dan bergeser. Namun Keano langsung menarik gadis itu agar dekat dengannya.
"Bang ...." lirih Devanya.
"Ayo ulangi fotonya!" pinta Keano.
Melihat Devanya yang masih kaget, Keano pun kembali berbicara. "Kenapa, yang sebelah iri?"
"Nggak! Habis foto pulang yuk! Aku lapar," ajak Devanya.
"Udah yuk!" Keano pun langsung menarik tangan Devanya keluar dari sana.
Mereka keluar dari kawasan rekreasi menuju ke restoran sea food yang ada di kawasan itu. Namun, saat keduanya memasuki restoran. Tubuh Keano tiba-tiba bergetar. Dia seperti melihat hantu yang sangat ditakuti.
"Dia sudah bebas," lirihnya.
"Bang, siapa yang sudah bebas?" tanya Devanya semakin tidak mengerti.
"Tidak ada, dia sudah pergi." Keano langsung menarik tangan Devanya dan membawanya ke kursi di pinggir jendela besar dengan pemandangan laut biru.
Bang Ano kenapa? Aneh sekali. Ternyata banyak hal yang tidak aku ketahui tentangnya. Aku pikir, aku banyak tahu tentang dia, tapi ternyata itu semua hanya tampilan luarnya saja, batin Devanya.
"Mau makan apa?" tanya Keano saat pelayan datang memberikan menu makanan.
"Udang crispy, udang bakar keju sama sup asparagus. Minumnya es kelapa aja," ucap Devanya.
"Samain aja, Mbak. Ditambah ayam mentega." pesan Keano.
__ADS_1
"Baik, Tuan. Permisi," ucap pelayan itu.
Setelah kepergian pelayan itu, Keano langsung mengambil ponselnya karena sedari tadi bergetar ada panggilan masuk ke ponselnya. Dia pun segera pamit pada Devanya untuk mengangkat telepon sebentar.
"Hallo, Mom."
"Ano sedang di mana?" tanya Allana saat panggilan teleponnya sudah tersambung.
"Ano lagi makan sama Deva."
"Bawa pengawal kan?" tanya Allana yang terdengar cemas.
"Bawa Mom seperti biasa," jawab Keano.
"Syukurlah. Hati-hati ya, Monika sudah bebas.
"Iya, Mom. Tadi ketemu di sini. Tapi sepertinya, dia tidak mengenali aku."
"Sekarang kamu sudah besar. Tentunya sudah bisa melawan. Mommy hanya mau bilang hati-hati. Kadang orang jahat itu menarget orang-orang yang kita cintai saat dia merasa tidak mampu melawan langsung," pesan Allana.
"Baik, mom! Ano pasti hati-hati. Kalau begitu Ano tutup ya, Deva sendirian. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam"
Keano langsung menutup ponselnya dan kembali ke mejanya. Nampak Devanya seperti sedang melakukan video call dengan seseorang. Keano yang tidak tahu Devanya sedang melakukan video call dengan siapa, dia langsung membungkukkan badannya untuk mensejajarkan kepalanya dengan kepala Devanya.
"Ion, kapan pulang?" tanya Keano.
...~Bersambung~...
__ADS_1