
Pernikahan Tanpa Hati
Cuplikan Bab 1
Keesokan harinya, saat sinar mentari menelusup masuk ke dalam kamar. Terdengar pintu kamar ada yang membukanya dari luar. Nampak seorang gadis cantik dengan badan bak gitar Spanyol berjalan masuk ke dalam kamar itu. Dora sengaja masuk ke dalam kamar calon suaminya karena ingin membangunkan Anez, panggilan dari Ganesha Oenelon.
Namun apa yang dilihatnya, membuat darahnya langsung mendidih. Mukanya berubah menjadi merah padam. Ditambah dengan matanya yang membulat sempurna. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat calon suaminya sedang tidur memeluk sahabatnya, Shopia.
"BANGUN! APA YANG KALIAN LAKUKAN?" bentak Dora murka.
Seketika Shopia membuka matanya. Dia sangat terkejut mendengar suara keras membangunkan tidurnya. Namun, dia lebih terkejut lagi saat melihat Ganesha, laki-laki yang diam-diam dia cintai sedang tidur bersamanya.
Tidak jauh berbeda dengan Shopia, Ganesha pun tidak kalah terkejutnya mendengar suara bentakan Dora. Dia cepat-cepat bangun dari tidurnya. Lagi-lagi ekspresi yang sama dengan Shopia dia tunjukkan di depan calon istrinya.
"Sayang, jangan salah paham! Aku tidak tahu kalau gadis yang tidur di kamarku itu dia. Aku pikir, kamu ingin melakukan malam pertama kita lebih dulu," bela Ganesha. "Pasti kamu sengaja masuk ke dalam kamarku, kamu pikir dengan kamu menyerahkan tubuhmu padaku, aku akan mencintaimu," tunjuknya pada Shopia.
__ADS_1
"Kamu jangan membela diri, sudah jelas kamu tidur bersamanya. Lihat! Badan dia saja banyak bercak merah begitu. Padahal sama aku, kamu selalu menolak jika aku menginginkan lebih dari kissing." Dora menangis tersedu. Hatinya hancur berkeping-keping melihat calon suaminya bercinta dengan sahabatnya sendiri.
"Dora, ini sebuah kecelakaan. Aku tidak tahu kalau aku tidur di kamar calon suami kamu. Semalam aku mabuk, kepalaku pusing sekali sampai tidak sadar masuk ke kamar ini," bela Shopia.
"DIAM! KAMU TIDAK PERLU MEMBELA DIRI! DASAR PELAKOR! KAMU PIKIR, AKU TIDAK TAHU KALAU KAMU DIAM-DIAM MENYUKAI KEKASIHKU. AKU MENDIAMKANNYA KARENA AKU PIKIR, KAMU TIDAK MUNGKIN AKAN MEREBUT CALON SUAMIKU. TAPI, KEPERCAYAAN DIRI AKU TERLALU TINGGI. TERNYATA KAMU BERANI NAIK KE ATAS TEMPAT TIDUR CALON SUAMIKU."
Dora terus saja memaki dan membentak Shopia. Namun, Shopia hanya bisa menangis menyesali kesalahannya karena masuk ke kamar calon suami sahabatnya. Meskipun memang benar dia mencintai Ganesha dalam diam, tetapi Shopia tidak pernah berpikir untuk merebut calon suami sahabatnya. Dia lebih memilih menyimpan rapat-rapat perasaan cintanya.
"Sayang, maafkan aku! Nanti kita bicarakan baik-baik," ucap Ganesha mencoba mendinginkan kemarahan Dora.
"Tidak ada pembicaraan lagi. Aku membatalkan pernikahan kita. Aku tidak mau menikah dengan laki-laki yang bekas dipakai oleh cewek murahan itu," tunjuk Dora. "Lebih baik kalian segera berpakaian. Aku jijik melihat kalian berdua seperti itu."
Sementara sepeninggalan Dora, Ganesha langsung mencengkeram rahang Shopia dengan keras. Dia sangat marah karena gadis yang dicintainya membatalkan acara pernikahan mereka. Padahal tinggal beberapa hari lagi acara itu akan digelar.
"Puas kamu?! Semua gara-gara kamu, pernikahanku batal. Ini kan, yang kamu inginkan? Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu diam-diam sering memperhatikan aku. Jangan pernah bermimpi kamu bisa mendapatkan cintaku, karena aku sangat mencintai Dora." Ganesha menghempaskan Shopia dengan keras. Meninggalkan gadis yang menelungkup di atas tempat tidur karena ulahnya.
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan seperti itu dari laki-laki yang dicintainya, Shopia hanya bisa menangis dalam diam. Hatinya sangat sakit terasa ditusuk sembilu. Sungguh, andai dia dapat memutar waktu, Shopia mungkin tidak mengikuti rayuan Dora agar ikut bersamanya ke acara pesta lajang Ganesha.
Menyesal? Mungkinkah hal itu masih berguna untuknya? Di hari yang sama dia harus kehilangan tiga hal yang berharga dalam hidupnya. Sahabat, laki-laki yang dicintainya dan kehormatan yang paling berarti dalam hidupnya.
Aku memang mencintaimu, Anez. Tapi mulai detik ini, aku memutuskan untuk membencimu brengsek!!! Kamu mengambil milikku yang berharga tapi kamu menyalahkan semuanya padaku, jerit hati Shopia.
Dengan air mata yang terus menetes di pipinya, Shopia memunguti bajunya yang berceceran di bawah tempat tidur. Dia memakai kembali bajunya yang terdapat sobekan di beberapa bagian. Dia pun memutuskan pergi ke kamarnya untuk mencari baju yang masih pantas untuk dipakai.
Namun, saat dia keluar dari kamar Ganesha. Tatapan jijik dari semua sahabat Ganesha dan Dora mengarah padanya. Mereka bahkan tidak segan bergidik jijik di depannya.
"Cih! Dasar cewek murahan, calon suami sahabat sendiri diembat."
"Dasar pelakor! Menjijikkan!"
"Kamu tidak pantas menjadi teman kami lagi. Huh ... Dasar pagar makan tanaman."
__ADS_1
Begitu banyak kata hinaan yang dia terima. Namun, Shopia memilih diam. Rasanya percuma dia membela diri, sedangkan semua orang hanya percaya dengan apa yang dilihatnya.