
Kabar tentang kehamilan Devanya langsung menyebar di antara keluarga Wiratama maupun Putra, sehingga semua keluarga berdatangan mengunjungi rumah Keano dan Devanya. Mereka begitu antusias menyambut anggota baru dalam keluarganya. Apalagi, Keano merupakan harapan terbesar dari dua keluarga itu.
"Selamat Ano, Deva. Opa sangat bahagia saat mendengar tentang kehamilan cucu menantu opa yang cantik ini," ucap Andrea saat mereka sedang berkumpul di rumah Keano.
"Terima kasih, Opa!" sahut Devanya dengan tersenyum manis.
"Jangan bekerja terlalu berat, jaga baik-baik cicit Opa ya!" pesan Andrea.
"Iya, sayang. Jangan terlalu banyak pikiran juga. Orang hamil harus selalu bahagia agar memberikan aura positif pada janin yang ada dalam kandungan," timpal Mitha.
"Iya, Oma! Pesan Oma dan Opa akan selalu Deva ingat," sahut Devanya.
"Oma dan Opa tenang saja, aku berusaha untuk selalu membahagiakan Deva." Keano langsung merangkul pundak istrinya dengan mesra.
Andrea dan Mitha hanya tersenyum melihat kemesraan yang cucunya perlihatkan. Mereka jadi teringat saat dulu masih muda. Sepertinya kedua kakek dan nenek itu ingin kembali ke masa muda mereka yang indah.
"Deva, kalau ingin apa-apa bilang saja sama Ano ya! Biasanya orang hamil selalu ingin yang aneh-aneh," suruh Icha.
"Bukan aku yang ngidam, Nek. Tapi Bang Ano yang gantiin aku ngidam," ucap Devanya.
"Astaga! Kenapa kamu senasib dengan kakek kamu, Ano. Dulu saat Nenek hamil sama Tante kamu, Kakek Al yang ngidam ingin hal yang aneh-aneh. Tapi yang kena imbasnya Kakek Kevin dan Kakek Ryza," ungkap Icha.
"Benarkah? Kalau saat hamil papa bagaimana?" tanya Keano yang sukses membuat Icha langsung terdiam.
Hatinya selalu merasa sakit setiap kali mengingat putra pertamanya. Dari awal Dika berada dalam kandungannya sampai akhirnya harus meninggal dengan tragis. Hal itu meninggalkan luka yang mendalam di hatinya. Meskipun sekarang, ada Kendra papa sambungnya Keano, yang mampu mengobati kerinduannya pada Dika. Akan tetapi tidak mampu mengobati luka hatinya.
Melihat neneknya yang terdiam dengan wajah sendu, Keano pun kembali berbicara. "Maaf, Nek! Kalau pertanyaan aku membuat Nenek sedih."
"Tidak apa, Ano. Papa kamu, tidak pernah rewel semenjak dia berada dalam kandungan Nenek. Dia anak yang prihatin, selalu bisa mengerti keadaan Nenek. Mungkin banyak sifat papa kamu yang menurun sama kamu yang selalu banyak bekerja dibandingkan berbicara. Hanya saja, papa kamu orangnya ramah dan murah senyum," ungkap Icha lagi.
"Apa seperti Papi Kendra?" tanya Keano lagi.
"Iya, seperti papi kamu hanya saja dalam wujud yang berbeda," jawab Icha.
Saat cucu dan nenek kakek itu larut dalam obrolan, Kendra dan Allana pun datang untuk memberikan selamat pada anak dan menantunya. Kendra sangat senang saat mendengar kabar kalau menantunya sedang hamil muda.
"Assalamu'alaikum," ucap Kendra yang disusul oleh Allana.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam," jawab semua orang yang ada di ruang keluarga rumah Devanya dan Keano.
"Loh Ken, kapan datang?" tanya Mitha kaget saat melihat menantunya.
"Tadi sore, Mah. Pas Lana kasih tahu tentang kehamilan Deva, aku langsung mengajaknya ke sini."
"Iya, nih Mah. Sudah diberitahu besok saja, tapi dia penasaran ingin melihat keadaan menantunya. Ibu hamil kan harus banyak istirahat, tidak boleh bergadang. Inget Ano, jangan sering-sering mengajak Deva bergadang!" pesan Allana.
"Iya, Mom!"
Berarti aku harus mengurangi olah raga malam aku bersama dengan Deva. Tapi kalau aku melakukannya pagi-pagi langsung dua ronde mungkin masih boleh ya, asalkan jangan malam hari, batin Keano.
"Sudah jangan melamun, kamu boleh melakukan hal yang kamu inginkan bersama dengan istrimu tetapi harus hati-hati dan jangan terlalu sering karena saat hamil muda, kondisi janin masih rentan," tegur Allana.
"Mommy tahu saja apa yang aku pikirkan," ucap Keano dengan tersenyum tipis.
"Deva, jangan sungkan kalau ingin sesuatu! Minta saja, biar cucu Papi bahagia di dalam perut kamu dan lahir menjadi anak yang ceria," ucap Kendra.
"Iya, Pih. Makasih!" sahut Devanya.
"Oh iya, Deva. Mommy sudah membuat menu sehat untuk ibu hamil. Nanti akan ada koki yang datang ke sini untuk menyiapkan semua makanan kamu selama kehamilan. Bukan Mommy mau melarang kamu makan apapun yang kamu inginkan selama hamil. Tetapi, diutamakan dulu makanan sehat untuk janin dan ibu hamil," ucap Allana.
"Makasih, Mom!" ucap Keano dan Devanya kompak.
Mereka akhirnya larut dalam obrolan dengan membahas semua hal yang mereka ingat. Tidak ada kecanggungan di sana. Devanya yang memang mengenal semua keluarga Keano sekali-kali ikut menimpali pembicaraan para orang tua. Sampai malam sudah semakin larut, barulah semua orang yang berkunjung pamit pulang.
"Ayo kita istirahat!" ajak Keano dengan menggendong istrinya.
Devanya yang merasa kaget karena tiba-tiba tubuhnya melayang, langsung memukul dada suaminya pelan. "Bang ikh, ngagetin aja."
"Sedikit, Ay. Abang gak tega lihat kamu jalan menapaki tangga, pasti melelahkan. Besok Abang suruh orang untuk pasang lift di sini," ucap Keano.
"Bang, perasaan di rumah Keluarga Abang pasti ada lift-nya."
"Iya, karena kami ingin memudahkan perjalanan jika kesusahan menaiki tangga," jawab Keano dengan terus menapaki satu demi satu tangga rumahnya.
Pembantu rumah yang melihat kemesraan majikannya, hanya tersenyum malu. Mereka penasaran ingin melihat terus tetapi juga takut kalau sampai ketahuan. Sehingga hanya bisa curi-curi pandang.
__ADS_1
Sementara Keano dan Devanya yang tidak menyadari menjadi pusat perhatian pekerja di rumahnya, mereka terlihat cuek dengan sesekali Devanya menjahili Keano yang menggendongnya. Ibu hamil itu dengan iseng membuka kancing kemeja suaminya dan mengelus lembut dada berotot Keano.
Tentu saja, hal itu mampu memancing sesuatu yang berada di dalam sarangnya mendadak berdiri tegak dan sukses membuat si pemiliknya merasa gusar. Berharap jarak kamar dan tangga tinggal satu langkah lagi.
"Ay, jangan menggoda Abang!" bisik Keano.
"Nggak kho! Aku hanya suka memegang otot dada Abang yang keras," elak Devanya dengan tersenyum manis.
Cup
Keano dengan refleks mencium istrinya. Membuat Devanya semakin ingin menggoda suaminya. "Kho sekilas sih, Bang. Gak lanjut nih!" tantang Devanya.
"Ay, kata Mommy kalau sekali gak apa kan. Abang pasti akan melanjutkannya nanti di kamar," ucap Keano.
Benar saja apa yang dikatakan oleh Keano. Sesampainya dia di kamar, Keano langsung menyerang bibir Devanya dengan bringas. Tangannya langsung membuka pengait di belakang punggung Devanya. Setelah sukses membukanya, dia pun langsung beralih meraup buah kesayangannya yan semakin hari semakin bertambah besar karena ulahnya. Apalagi sekarang Devanya hamil muda, membuat buah kesayangannya itu semakin nampak padat dan berisi.
"Bang, akh ... Pelan-pelan ... Jangan gigit ...."
Setelah keduanya sama-sama tidak bisa mengendalikan hasratnya lagi, Keano pun berusaha memasuki istrinya. Dengan perlahan, dia mendorong pedang saktinya ke dalam sarang keramatnya. Sesaat dia terdiam saat sudah terbenam seluruhnya di dalam sarang keramat. Lalu laki-laki dengan sejuta pesona itu bicara seraya menatap mesra istrinya.
"Abang akan hati-hati, kalau kamu merasa sakit langsung bilang sama Abang ya!"
"Iya," ucap Devanya dengan tersenyum manis. Dadanya selalu bergemuruh hebat setiap kali melihat tatapan penuh cinta dari suaminya.
Malam yang panjang dengan kebahagiaan yang membuncah di dada, mereka lalui dengan peluh yang penuh kenikmatan. Sampai terdengar lenguhan panjang dari keduanya, barulah Keano melepaskan diri dan tidur di samping Devanya.
"Terima kasih, Ay. Sudah membuat hidup Abang semakin berwarna. Abang suka jika kamu meminta duluan," ucap Keano lalu mencium kening istrinya.
Devanya hanya tersenyum mendengar apa yang suaminya katakan. Karena sesungguhnya, dia hanya iseng ingin tahu bagaimana reaksi Keano jika dia menggodanya lebih dulu. Ternyata, hasrat Keano sangat mudah terpancing dengan keisengannya.
Terkadang aku merasa seperti bermimpi bisa menikah dan bahkan melakukan hubungan suami istri dengan pangeran berkuda putihku. Laki-laki yang selalu aku anggap sulit untuk aku gapai, kini justru menjadi teman hidupku. Memang sangat membahagiakan jika kita dicintai oleh orang yang kita cintai.
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift, dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1