Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
S2 67 Jadi Foto Model


__ADS_3

Suasana lokasi syuting iklan kini menjadi bertambah tegang. Bukan karena bos yang marah-marah atau foto model yang bikin ulah ataupun terjadi kecelakaan saat pengambilan tetapi karena ada dua pasang foto model yang sedang bersaing kemesraan.


Semua terjadi karena sang fotografer meminta Orion untuk menjadi pasangan Luna. Sehingga pemuda tampan yang sedang asyik bermain ponsel langsung menyetujui saat melihat Keano yang kaku sedang diambil gambarnya bersama dengan Devanya.


"Aku sudah cukup fotonya," ucap Keano yang merasa lelah karena terus mengikuti arahan fotografer.


Sang fotografer yang melihat Keano akan beranjak dari tempatnya, segera menyenggol tangan Hayden agar merayu bos mereka untuk melanjutkan pengambilan gambarnya. Hayden yang mengerti kode dari fotografer, langsung saja menghampiri Keano.


"Bos, sedikit lagi. Ayolah, masa Ion sendiri didamping oleh dua gadis cantik?" rayu Hayden.


"Aku bilang sudah cukup. Ayo Ay kita pulang! Biar Hayden yang handle masalah di sini," ajak Keano.


Dia tidak tahan saat melihat tatapan Orion pada Devanya. Meskipun dia ingin marah, tapi rasanya tidak mungkin jika dia menegur Orion di tempat umum. Apalagi, rasa bersalah itu selalu menghantuinya.


Flashback on


"Ion, boleh Abang tanya sesuatu?" tanya Keano saat dia akan bertunangan dengan Devanya.


"Soal apa, Bang?" tanya Orion.


"Sejauh mana hubungan kamu dengan Deva?"


"Memang kenapa? Apa Abang menyukai Vanya? Sudahlah, Bang! Gak usah mungkir. Aku tahu kalau diam-diam Abang selalu memperhatikan dia tapi sekarang dia milik aku. Vanya sudah tidak memuja Abang lagi," Orion menatap dalam Abang sepupunya.


"Bagaimana jika Tuhan berkehendak lain dan menjodohkan Deva dengan Abang? Apa kamu ikhlas melepaskannya?" Keano pun menatap lekat adik sepupunya. Dia ingin tahu kejujuran hati Orion.


Orion tersenyum samar sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan Abang sepupunya. "Aku tidak bisa melawan takdir tapi sebelum itu terjadi, aku tidak akan melepaskan Vanya."


"Besok Abang akan bertunangan dengan Deva. Apa kamu keberatan?" tanya Keano.


"Tentu saja aku keberatan! Apa Vanya setuju bertunangan dengan Abang," tanya Orion.


"Abang tidak tahu," jawab Keano.

__ADS_1


"Jika dia setuju, aku tidak akan menggangu hubungan kalian. Tapi jika dia menolak, aku akan mempertahankannya meski opa tidak merestuinya."


"Baiklah kita lihat besok, siapa yang akan Deva pilih Abang atau kamu."


Setelah pembicaraan kedua kakak beradik sepupu itu, ternyata Opa Zidan sudah merencanakan sesuatu sehingga segera menjauhkan Orion dari acara pertunangan cucu adiknya sekaligus ulang tahun adik iparnya.


Flashback off


"Bang ...," panggil Devanya yang merasa kaget dengan perubahan sikap Keano.


Keano menarik napas dalam dan menghembuskan-nya pelan sebelum dia berbicara pada Devanya. "Abang masih banyak pekerjaan. Kita pulang sekarang ya!" ucap Keano lembut.


"Iya, Bang! Aku ganti baju dulu," sahut Devanya.


Devanya pun bergegas ke ruang ganti untuk mengganti bajunya. Begitupun dengan Keano yang langsung mengikuti tunangannya. Saat mereka kembali dan akan pergi dari lokasi syuting, ternyata Orion dan Luna baru saja selesai hingga mereka pun berpapasan.


"Ion, Abang pulang duluan! Ayo Ay," ajak Keano pada Devanya. Entah dapat keberanian dari mana, sehingga dia memberikan panggilan sayang pada tunangannya.


"Iya, Bang. See you jelek!" ucap Orion dengan tersenyum manis. Sungguh hatinya terasa linu melihat tangan Devanya yang digenggam erat oleh Keano. Apalagi saat tadi melihat sesi foto mesra pasangan. Membuat ada yang terasa panas di hatinya tapi bukan api.


Sepulang dari lokasi syuting, nampak awan gelap bergelayut manja di angkasa. Keano memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Berharap dia dan Devanya sampai di rumah sebelum hujan turun.


Namun, sepertinya harapan tinggallah harapan. Dia harus bersabar karena terjebak macet akibat hujan lebat yang mengguyur kota hujan tiba-tiba dan mengakibatkan tanah longsor. Dengan terpaksa Keano pun membelokan mobilnya ke sebuah hotel yang tidak jauh dari tempat dia terjebak macet.


"Bang, kenapa ke sini?" tanya Devanya dengan raut wajah ketakutan.


"Ay, jangan takut! Abang tidak akan berbuat hal yang tidak-tidak. Kita hanya beristirahat di sini. Kamu lihat kan di depan tanah longsor? Kalau hujannya reda, nanti Abang minta jemput pakai helikopter," jelas Keano.


Meskipun Devanya ragu, akhirnya dia mengikuti apa yang Keano katakan. Gadis itu terus saja menunduk wajahnya saat memasuki sebuah hotel. Dia tidak berani mengangkat wajahnya. Sampai akhirnya ada seseorang yang menyapanya.


"Loh Devanya, kamu ke sini mau apa? Apa papa kamu sudah bangkrut sampai menjual diri?" tanya Rere teman SMU Devanya.


Mendengar ada yang menyapanya, Devanya pun mengangkat wajah dan melihat siapa yang telah berbicara padanya. Dia sangat terkejut saat melihat wajah si biang gosip sedang menelisik penampilannya.

__ADS_1


"Kamu beda banget Deva. Sekarang dandanannya udah menor. Apa kamu ke sini dengan om-om? Aku sering lihat loh teman sekolahku yang jadi pecun dan mereka bermalam di sini," ucap Rere lagi.


"Kamu kerja di sini, Re?" Bukannya menanggapi ucapan Rere, Devanya lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan.


"Iya, ini kan hotel milik keluarga aku. Beneran kamu sekarang sudah jadi pe ...."


"Ayo, Ay!" ajak Keano. "Maaf permisi, saya mau membawa istri saya ke kamar dulu," lanjutnya.


"Kalian sudah menikah?" tanya Rere melongo.Dia tidak percaya, investor hotel milik keluarganya dekat dengan Devanya.


"Bulan depan," jawab Devanya. "Aku permisi dulu, Re." Devanya langsung pergi saat Keano memberinya kode agar segera mengikutinya.


Setibanya di kamar hotel, Devanya memilih pergi ke balkon untuk melihat hujan lebat yang turun ke bumi. Dari sana juga dia bisa melihat jalan yang terkena longsor sehingga menimbulkan kemacetan.


Semoga hujannya cepat reda, agar aku bisa langsung pulang. Aku merasa tidak nyaman berdua dalam kamar hotel dengan seorang lelaki, batin Devanya.


Sementara Keano, dia langsung fokus dengan pekerjaannya. Dia sengaja membawa tas kerja ke manapun dia pergi. Agar bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Dia pun membiarkan Devanya menikmati hujan di balkon karena dia mengerti, gadis itu membutuhkan waktu untuk menerima semuanya


"Bang, kalau hujannya reda. Nanti bangunkan aku ya," pinta Devanya saat dia merasa bosan berada di balkon.


"Mau tidur?" tanya Keano.


"Hanya tiduran. Pegel banget badanku. Apalagi fotografer itu terus-terusan minta ganti pose," keluh Devanya


"Tidurlah! Nanti kalau helikopter sudah datang, pasti Abang bangunkan!" suruh Keano.


"Beneran ya, Bang. Jangan ditinggalkan sendiri!" pinta Devanya yang sukses membuat Keano tersenyum.


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


Sambil nunggu Brondong Tajir up, yuk kepoin cerita saru yang satu ini yang judulnya cinta sendiri karya Author Ayi.



__ADS_2