
Setelah berpamitan pada orang rumah, Devanya dan Orion pun langsung menuju bazar buku seperti yang dikatakan oleh Devanya pada Sevia. Gadis bermata biru itu, memang sangat suka membaca buku di saat dia sedang berada rumah.
"Vanya, kenapa tadi lama sekali? Untung saja ada Davin Devan, jadinya baku ngobrol sama mereka." Orion melirik sekilas pada Devanya yang sedang asyik dengan ponselnya.
"Tadi aku sedang di kamar Diandra. Aku sedih melihat keluarga Om Harry yang menjadi kacau. Semoga saja Tante Rani memberi kesempatan kedua. Diandra sangat terpukul dengan apa yang terjadi pada keluarganya.
"Iya, semoga saja." Orion pun menyalakan radio di mobilnya. Terdengar sebuah lagu barat yang berjudul 'Perfect' Lagu Ed Sheeran.
Well, I found a woman, stronger than anyone I know. She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home. I found a love, to carry more than just my secrets. To carry love, to carry children of our own.
We are still kids, but we're so in love
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
Orion terus saja menyanyikan lagu itu berkali-kali seraya matanya melirik ke arah Devanya. Membuat pipi gadis itu menjadi bersemu merah. Melihat pipi Devanya yang sudah seperti kepiting rebus, Orion pun dengan iseng mencolek dagu kekasihnya. Dia segera menepikan mobilnya dan langsung menghadap ke arah Devanya.
"Vanya, pegang tanganku dan jadilah milikku selamanya," ucap Orion.
__ADS_1
"Ion, jangan bercanda! Kamu jangan mengerjai aku," pinta Devanya.
"Aku serius, meskipun kita masih sering di sebut anak-anak tetapi perasaan aku bukan seperti perasaan anak-anak yang selalu mudah tergoda dengan permainan baru," tutur Orion.
"Itu aku ...," Devanya tidak melanjutkan ucapannya tetapi dia menyambut uluran tangan Orion dengan tersenyum. "Aku mau," lanjutnya.
"Mau apa?" tanya Orion dengan mengangkat alisnya sebelah.
"Aku mau bersama kamu," lirih Devanya.
Orion langsung mengambil kedua tangan Devanya dan menciumnya. Dia merasa sangat senang karena Devanya sudah bisa menerima dia dengan suka rela bukan karena paksaan darinya.
"Terima kasih," ucap Orion.
Setelah Orion memarkirkan mobilnya, dia pun segera menggandeng Devanya menuju ke tempat bazar. Devanya begitu antusias melihat beragam buku yang ada di sana. Dia pun segera memilih buku yang ingin di belinya.
Namun, saat keduanya sedang asyik memilih buku, tiba-tiba Felicia datang dari belakang langsung memeluk Orion tanpa malu. membuat Orion terkaget dengan kedatangan gadis itu. Sementara Devanya yang berada di samping Orion, pura-pura tidak menyadari dengan kehadiran Felicia sehinga dia meneruskan mencari buku.
"Fel, apa-apaan sih? Lepasain tangan kamu!" Orion berusaha melepaskan tangan adik tingkatnya itu.
"Kak Ion, kenapa gak ngajak aku kalau mau ke sini? Kita kan bisa berangkat bareng. Aku ke sini sama teman-teman aku Kak," ucap Felicia langsung memberitahu meskipun tidak ditanya oleh Orion.
"Oh! Aku gak tahu kalau kamu mau beli buku. Bukankah kamu tidak terlalu sua baca buku?" tanya Orion.
__ADS_1
"Aku ke sini hanya untuk cari buku komik kesuakaan aku. Kak Ion, nanti pulangnya aku nebeng ya, tadi ke sini aku ikut sama Fika," cerocos Felicia
"Ya sudah gak apa-apa, kita kan searah! sahut Orion membuat gadis manja itu segea memeluk tubuh Ion.
Devanya hanya tersenyum samar saat melihat Felicia bergelayut manja di tangan Orion. Meskipun hatinya sakit tetapi Devanya berusaha tersenyum di depan orang lain. Tentu saja hal itu tidak lepas dari penglihatan Orion.
Kenapa Vanya tidak cemburu? Melihat aku bersama dengan Felicia. apa dia belum bisa mencintai aku seperti aku mencintainya batin Orion
Orion terus saja membiarkan Felicia bergelayut di tangannya. Din ingin tahu apakah Devannya akan cemburu atau tidak saat melihatnya bersama dengan Felicia namun sepertinya Orion hanya bisa gigit jari, karena Devanya terlihat begitu asik memilih buku yang ingin dibelinya.
"Kak ion kita ke sebelah sana yuk!" Felicia langsung menarik tangan Orion agar menjauh dari Devanya.
Melihat Orion yang mengikuti langkah kaki Felicia, hati Devanya terasa ada yang mencubit. Rasanya dia tidak ikhlas melihat Orion bersama dengan gadis lain. Apalagi gadis itu terlihat manja pada kekasihnya.
Devanya pun segera membayar buku yang ingin dibelinya. Kemudian dia segera berjalan ke arah luar gedung. Dia tidak tahan melihat Felicia yang bersifat manja kepada Orion. Apalagi Orion sepertinya tidak bisa menolak dengan apa yang Felicia lakukan padanya.
Lebih baik aku pulang duluan. Aku tidak tahan melihat Felicia yang terus saja bergelayut manja pada Orion. Biar saja mereka pulang bersama, aku akan pulang naik taksi saja, batin Devanya.
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite...
...Terima kasih!...
__ADS_1