Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
S2 13 Orion kenapa?


__ADS_3

Orion terus uring-uringan di kamar. Dia kesal karena Keano menggagalkan rencananya untuk berduaan dengan Devanya. Dia malah terjebak dengan si bawel Elsa yang terus mengikutinya.


"Elsa, balik sana! Kak Ion mau tidur," usir Orion pada sepupunya yang masih berusia tujuh tahun.


"Kak Ion kok gitu, Elsa kan mau jagain Kak Ion. Kata Mama, Kakak lagi sakit." Putri bungsu Kejora begitu kekeh ingin menemani Orion di kamar.


Dasar si Ndut tiap ketemu pengennya dekat-dekat sama aku. Aku kerjain aja deh biar dia cepat pergi dari sini, batin Orion.


"Elsa, tadi Bang Ano bawa coklat banyak banget, kamu dibagi gak?" tanya Orion.


"Nggak! Elsa gak dikasih coklat sama Bang Ano," jawab Elsa.


"Kasian sekali kamu! Coklatnya pasti dikasih ke Kak Devanya semua tuh. Mending cepat minta ke Bang Ano, sebelum beneran habis. Terus, kamu suruh Kak Devanya ke sini, biar gak minta coklat yang dikasih Bang Ano." Gak tanggung-tanggung Orion memprovokasi Elsa, gadis kecil yang selalu percaya padanya.


"Beneran, Bang?"


"Kapan Abang bohong sama Elsa? Gak pernah, kan?"


Gak pernah kelewat maksud aku. Lagian nih bocah mudah banget dibohongi. Jadi khawatir nanti udah gedenya sering dibohongin cowok, batin Orion.


"Ya udah deh, Bang. Elsa ke bawah dulu. Kalau Abang ada yang sakit, nanti panggil Elsa saja ya!" pesan Elsa.


"Iya, cepetan suruh Kak Devanya ke sini!" Orion langsung menuju ke balkon kamarnya.


Dia penasaran apa yang akan Elsa lakukan saat sudah di bawah. Orion berpikir, gadis kecil itu pasti misuh-misuh saat Keano tidak memberinya coklat dan menganggap pilih kasih. Orion terus tertawa kecil membayangkan apa yang akan terjadi di bawah sana.


Namun, sepertinya perkiraan dia kali ini melesat. Karena Keano yang datang ke kamar Orion, sedangkan Devanya malah asyik bercengkrama dengan keluarga yang lain. Menyadari sepupunya yang datang, Orion pun langsung memasang wajah tidak sukanya.


"Apa kepala kamu masih sakit, Ion? Abang sudah bilang ke Tante Kejora untuk periksa kamu lagi," tanya Keano dengan duduk di sofa.


"Kenapa Abang yang datang ke sini?" tanya Orion ketus.


"Abang hanya khawatir sama kamu. Oh iya Ion, Kenapa kamu tidak magang di tempat Abang saja? Devanya dan Diandra di tempat Abang. Masa kamu magang di tempat sendiri. Gak fair dong!"


"Iya juga ya Bang! Aku akan magang di tempat Abang aja," sahut Orion.


Kelihatan sekali kamu tidak ingin jauh dari Devanya. Aku hanya bisa mengalah kalau perasaan kamu lebih kuat sama dia, karena aku pun belum yakin dengan perasaanku sendiri. Meskipun nenek begitu ingin menjodohkan aku dengan Devanya, batin Keano.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian, semua anggota keluarga yang sedang makan-makan di bawah datang memenuhi kamar Orion. Mereka kaget saat mendapat kabar kalau Orion sakit lagi. Apalagi, Keano meminta Kejora untuk memeriksa Orion.


"Ion apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Kejora.


"Tidak ada, Tan! Aku baik-baik saja," jawab Orion enteng.


"Kata Keano, kamu sakit lagi."


"Itu tadi, Tan! Sekarang aku baik-baik saja."


"Sudah, Ra. Sakitnya Orion gak bakal sembuh dengan obat yang kamu kasih, tapi dengan obat yang lain," bisik Zee yang mengerti dengan apa yang terjadi.


"Maksud kamu?"


"Sebentar lagi aku akan punya mantu, putraku sedang jatuh cinta," bisik Zee lagi.


"Ayo kita kembali ke bawah! Biarkan Orion istirahat," ajak Kejora.


"Aku pamit Zee. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," pamit Dave.


"Iya gak apa, Dave. Makasih udah datang. Deva di sini kan?" tanya Zee.


Setelah berpamitan pada semuanya, Dave dan keluarganya pun langsung pulang dari kediaman Putra. Meninggalkan Orion yang nampak lesu karena kepergian Devanya.


Malah pulang lagi. Bukannya nemenin aku malah ikut pulang, gerutu Orion dalam hati.


...***...


Setelah pembicaraan saat itu, Orion pun langsung mengganti pengajuan magangnya. Meskipun awalnya ditolak, tapi Orion tidak menyerah dan bersikeras untuk magang di tempat yang sama dengan Devanya. Sampai akhirnya, apa yang dia inginkan pun dapat terwujud.


Kini ketiga mahasiswa magang itu sedang menunggu di ruang tunggu yang berada di lobby perusahaan JS Internasional. Devanya yang tidak menyangka akan magang di tempat yang sama dengan Orion, sangat terkejut saat melihat Orion sudah berada di sana lebih dulu.


"Ion, kho kamu bisa magang di sini?" tanya Devanya.


"Kenapa memangnya? Aku kan harus menjaga milikku agar tidak direbut oleh pebinor." Orion malah balik bertanya pada Devanya.


"Kamu tuh! Suka asal kalau ngomong."

__ADS_1


"Aku gak asal, Vanya. Kamu itu milik aku. Ingat hanya milik aku!" tegas Orion. Hatinya memanas saat mendengar Devanya menyangkalnya.


"Sudah jangan ribut di sini! Kita ke sini mau magang. Memang kalian mau nanti nilai kita jelek," seru Diandra yang sedari tadi diam.


"Aku pecat jadi sepupu kalau Bang Ano kasih nilai jelek sama aku," sewot Orion.


Baru saja Orion selesai bicara, datang seorang wanita cantik menemui mereka. Diikuti oleh seorang pria yang tidak asing bagi Orion maupun Devanya. Ketiganya pun langsung berdiri dan membungkukkan sedikit badannya untuk memberikan penghormatan.


"Pagi semuanya," sapa wanita cantik itu.


"Pagi, Mbak!" kompak Devanya dan Diandra sedangkan Orion hanya diam saja. Dia masih kesal karena Devanya tidak mau mengakuinya sebagai pacar.


"Apa kalian sudah siap bekerja hari ini?" tanya wanita cantik yang ber-name tag Susanti.


"Siap, Mbak!" Lagi-lagi mereka berdua menjawab dengan serempak seperti paduan suara


"Kenalkan nama saya Susanti, kalian bisa panggil Mbak Santi. Kalau yang disamping saya ini Mas Hayden. Nanti kalian ikut dengan Mas Hayden untuk pembagian tugasnya. Karena Pak Keano sendiri yang pesan untuk membawa anak magang ke hadapannya," jelas Santi.


"Baik, Mbak!"


"Apa adek ganteng mengerti? Dari tadi saya bicara sepeti tidak peduli," tanya Santi pada Orion.


"Iya!" ketus Orion yang langsung mendapatkan senggolan tangan dari Devanya.


Sementara Hayden hanya tersenyum tipis melihat kelakuan adik sepupu sahabatnya. Dia pun langsung mendekati Orion yang terlihat kesal lalu menepuk pundaknya.


"Sudah siap kerja di sini?" tanya Hayden.


"Kalau gak siap, untuk apa aku datang ke sini?" sinis Orion.


"Ayo kita ke atas! Pekerjaan sudah menanti kalian," ajak Hayden. "Mbak Santi, saya bawa semua anak magangnya ya!"


"Iya, Mas! Kalau begitu saya permisi, banyak pekerjaan yang sedang menanti." Santi pun langsung beranjak pergi menuju ruangannya.


Orion kenapa sih marah-marah mulu? Sama Bang Yden aja dia ketus sekali. Apa karena dia marah sama aku ya? Aduh gawat kalau marah sama aku.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih!...


__ADS_2