
Sesuai kesepakatan bersama, akhirnya para wanita pergi ke Disneyland. Sementara para lelaki sibuk dengan bisnisnya. Hanya Al dan Elzio yang ikut serta menemani anak dan istrinya karena Malvin harus pergi ke rumah sakit untuk diperkenalkan dengan jajaran dokter dan karyawan di sana.
Sevia yang memang baru pertama kalinya ke tempat ini, dia begitu antusias untuk menjajal tiap wahana yang ada di sana. Untung saja ada dua wanita paruh baya yang siap menjaga putrinya saat dia sedang mencoba wahana satu dengan yang lainnya. Tak jauh berbeda dengan Sevia, Allana dan Arabella pun begitu menikmati kebersamaan mereka.
Namun, saat mereka sedang asyik menikmati berbagai wahana, Sevia mendadak ingin buang air kecil sehingga dia berpisah dari rombongan. Sevia merasa sungkan saat meminta diantar ke toilet. Makanya dia langsung pergi sendiri karena berpikir letak toiletnya pun tidak jauh dari tempat mereka berkumpul.
"Orang-orang pada ke mana? Aku tinggal sebentar saja ke toilet sudah tidak ada," gumam Sevia dengan celingukan mencari keberadaan Icha dan yang lainnya.
Sevia terus berkeliling area Disneyland mencari keberadaan Icha dan yang lainnya. Namun ternyata usahanya nihil. Ingin bertanya ke petugas yang ada di sana, tapi dia tidak pandai berbahasa Inggris. Akhirnya dia pasrah menunggu di sebuah halte yang tidak jauh dari pintu masuk. Sevia yakin, Dave pasti akan menjemput karena gelang yang dia pakai ada alat pelacak.
Sementara itu, di sebuah rumah sakit nampak beberapa orang yang terlihat cemas. Pasalnya, Keano, putra sulung Allana tadi terjatuh saat akan turun dari salah satu wahana sehingga jidatnya berdarah karena terbentur ujung besi dengan lumayan keras. Keluarga yang panik langsung membawanya ke rumah sakit. Apalagi Keano tidak berhenti menangis.
"Lina, kita pulang saja! Di rumah sakit tidak boleh banyak orang yang menunggu," ajak Icha.
"Iya, Mama benar. Biar Keano di sini sama Lana. Kalian pulang saja. Setelah infusan habis, Lana juga akan pulang," suruh Allana.
"Keano cepat sembuh ya, Sayang! Enin pulang dulu, kasian dede Devanya kalau kelamaan di rumah sakit," pamit Icha.
"Loh, Cha! Sevia bukannya tadi pamit ke toilet?" tanya Mitha yang baru sadar kalau Sevia memang tidak ada di tengah-tengah mereka.
"Astagfirullah, bagaimana ini? Kenapa kita bisa melupakannya?" Icha langsung panik saat menyadari tidak ada Sevia di antara mereka.
"Kenapa Mama bisa melupakannya? Bagaimana kalau Sevia tidak pandai berbahasa Inggris?" Allana ikut cemas dengan keadaan Sevia. Entah kenapa, saat melihat Sevia dan mendengar tentang kisahnya dengan Dave membuat Allana begitu bersimpati padanya.
"Papa hubungi Dave dulu. Mungkin Dave menyimpan alat pelacak pada istrinya." Al pun langsung menghubungi Dave yang sedang meeting dengan klien penting AP Technology.
__ADS_1
Namun, saat sudah berkali-kali dia hubungi. Dave tidak mengangkat teleponnya. Sehingga Al pun memutuskan untuk meminta pengawal Andrea membantu mencari Sevia di Disneyland.
Saat hari menjelang sore, pengawal yang ditugaskan untuk mencari Sevia akhirnya pasrah karena mereka tidak menemukan Sevia di Disneyland. Sampai akhirnya, Dave pulang ke mansion bersama dengan Andrea, Elzio dan Joen setelah mendapatkan kontrak kerjasama dengan WU internasional.
"Dave, Tante minta maaf! Tadi kita main ke Disneyland, tapi istrimu hilang." Icha langsung meminta maaf pada Dave, Dia merasa bersalah karena telah melupakan keberadaan Sevia. Padahal tadi Sevia pamit untuk ke toilet padanya dan juga Mitha.
"Bagaimana bisa hilang, Tan?" Dave tak kalah panik saat mengetahui istrinya tidak ada.
Icha pun menceritakan kejadian tadi saat Keano terjatuh dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Dave pun mendengarkan dengan seksama seraya dia mengecek alat pelacak yang ada di gelang Sevia. Setelah mendapatkan lokasinya, dia pun segera menuju ke sana.
"Kenapa Sevia berada di rumah sakit? Bukankah dia hilang saat di taman hiburan?" gumam Dave.
Dave terus bergelut dengan pikirannya seraya mengikuti titik koordinat keberadaan Sevia. Sampai akhirnya dia sampai di depan sebuah kamar rawat inap VIP, barulah dia menghentikan langkahnya.
"Kalau menurut alat pelacak yang aku pasang, Sevia harusnya ada di dalam," gumam Dave seraya membuka pintu ruang rawat inap.
"Mr. Sean, apa yang Anda lakukan pada istriku?" Sentak Dave.
"Lepaskan dulu Mr. Dave! Nanti akan aku jelaskan," Sean meminta Dave untuk melepaskan cengkraman di kerah bajunya.
Dave pun langsung melepaskan cengkeramannya karena seingat dia sedari pagi mereka terus bersama membahas kerjasama di antara dua perusahaan besar. Kenapa bisa sekarang malah bersama istrinya di rumah sakit. Dave mencium kening Sevia sekilas sebelum dia menghampiri Sean yang sudah duduk di sofa.
"Jadi, Nona ini istri Anda?" tanya Sean memastikan.
"Iya, kami sudah memiliki seorang putri!" tegas Dave.
__ADS_1
Sayang sekali, wanita yang aku sukai ternyata sudah memiliki suami dan seorang putri. Padahal aku berharap dia lupa ingatan seperti di novel-novel setelah kepalanya terbentur aspal. Kenapa aku harus menyukai seorang wanita yang sudah bersuami?" jerit hati Sean.
"Sebelumnya aku minta maaf Mr. Dave. Tadi saat kita akan pergi makan siang, mobilku tanpa sengaja menabrak Nona ini. Lebih tepatnya, istri Mr. Dave berlari ke tengah jalan saat mobilku tiba di sana. Entah apa yang dikejarnya, tiba-tiba dia berlari seperti mengejar seseorang," jelas Sean.
"Apa kejadiannya di depan Disneyland?" tanya Dave.
"Tidak jauh dari sana," jawab Sean
Apa Sevia berniat mengejar mobil yang aku tumpangi bersama Om Andrea? Karena tadi aku sengaja membuka jendela mobil saat melewati Disneyland. Tapi kenapa aku tidak melihatnya? batin Dave
"Dokter mengatakan apa tentang keadaan istriku?" tanya Dave kemudian.
"Keadaannya baik, mungkin besok juga sudah bisa pulang. Dia masih dalam pengaruh obat tidur yang diberikan dokter," jelas Sean.
"Syukurlah! Aku sangat khawatir saat tadi mendengar kabar kalau istriku hilang. Dia baru pertama kali datang di sini. Bahasa asing pun dia tidak lancar," ucap Dave sendu.
"Anda tenang saja Mr. Dave! Jika mengalami kesulitan selama di sini, silakan bicara pada kami. Wu internasional, pasti melindungi rekan bisnisnya. Apalagi perusahaan Mr. Dave memiliki kontrak kerjasama yang bernilai fantastis dengan Wu Internasional. Sudah pasti dalam perlindungan kami."
Meskipun cintaku layu sebelum berkembang, tapi aku pasti akan menjaganya dari jauh. Tante cantik, kamu membuat bunga bermekaran di hatiku tapi sekaligus harus ku petik hari ini juga.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Langsung klik like, comment, vote, rate, gift, dan favorite....
...Terima kasih!...
__ADS_1
Note : Sean adalah asisten pribadi Jaguar Kendrick Taksa Wu dalam Terjerat Cinta Brondong Kaya karya Liana Kiezia