
Bisma sangat geram dengan apa yang sudah dilihatnya. Dia tidak pernah menyangka lelaki dari keturunan baik-baik yang dia jodohkan dengan putrinya berprilaku yang sangat mengecewakan. Apalagi, perempuan yang ada dalam video itu sangat dikenalnya sebagai sahabat putrinya.
"Safitri, cepat hubungi Keluarga Jatmiko. Aku tidak sudi melanjutkan acara pernikahan ini," teriak Bisma dengan suara yang menggelegar memenuhi ruangan rumahnya.
"Bapak sabar, Pak! Semuanya bisa kita bicarakan baik-baik. Belum tentu juga orang yang di video itu Aryo," ucap Safitri mencoba menenangkan suaminya.
"Dia memang Aryo, Bu! Coba saja Ibu lihat kalau tidak percaya," suruh Bisma seraya memberikan ponsel Harry pada istrinya.
Safitri segera mengambil ponsel yang diberikan oleh suaminya. Baru saja dia melihat 4 di dalam video itu, dia langsung mengucapkan istighfar. "Astagfirullah, kenapa mirip sekali dengan Luna dan Aryo?"
"Itu memang mereka, Bu! Sebenarnya Luna dan Aryo memang sepasang kekasih. Aku yang hadir di tengah-tengah hubungan mereka karena perjodohan itu. Aku sudah berusaha menolak tetapi Bapak dan Ibu tetap saja memaksa untuk melanjutkan perjodohan," tutur Nadine.
"Maafkan, Ibu! Tapi kita harus bagaimana, sementara undangan sudah di sebar. Pernikahannya juga tinggal beberapa hari lagi. Akan sangat malu jika kita membatalkannya," ungkap Safitri.
"Bapak tidak peduli, Bapak tetap akan membatalkan perjodohan Nadine dengan Aryo. Lagipula, kita masih bisa melanjutkan pernikahan itu karena ada dia yang akan menggantikan Aryo," tunjuk Bisma pada Harry.
Safitri langsung menelisik lelaki muda yang tampan di depannya. Kalau ditaksir dari umurnya, sepertinya lebih muda dari putrinya. Akan tetapi kalau dilihat dari pembawaannya, Safitri yakin kalau pemuda di depannya bukan orang sembarangan.
"Namamu siapa, Nak?" tanya Safitri dengan terus memperhatikan Harry yang sukses membuat pemuda tampan itu merasa ditelanjangi.
"Harry Pattinson," jawab Harry dengan tersenyum canggung.
"Umurmu berapa tahun? Rumahmu di mana? Apa pekerjaan kamu? Apa kamu bersedia menjadi suami pengganti putriku?" berondong Safitri.
"Aku bulan depan genap 24 tahun. Aku tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai karyawan AP Technology. Aku bersedia menikah dengan Nadine, tetapi orang tuaku tidak bisa datang karena sedang pengobatan papaku ke luar negeri." Seperti sedang wawancara kerja, Harry menjawab dengan detail apa yang ditanyakan oleh ibunya Nadine.
"Tidak masalah kalau Nadine tidak keberatan kamu menjadi suaminya. Apa kamu mencintai putriku?" tanya Bisma.
"Tentu saja, Om! Saya mencintai putri Om dari saat dia menjadi guruku," ucap Harry dengan bangganya, tetapi sangat berbeda dengan Nadine yang merasa malu karena harus menikah dengan muridnya sendiri.
Bisma dan Safitri saling berpandangan mendengar jawaban Harry. Dia tidak menyangka kalau pemuda di depannya pernah menjadi murid putrinya.
"Nadine, apa kamu keberatan Nak, menikah dengan Nak Harry?" tanya Safitri pelan.
"Ibu, kehormatan keluarga sangat penting, tapi aku juga tidak bisa jika harus menikah dengan Aryo. Tidak mengapa aku menikah dengan Harry meski umurnya lima tahun lebih muda dariku," tutur Nadine.
Ternyata Nadine belum bisa menerima cintaku seperti layaknya pasangan. Tapi biarlah, nanti juga cinta datang karena terbiasa. Dave juga bahagia dengan Sevia meski awalnya mereka nikah karena digrebek, batin Harry.
__ADS_1
"Baiklah, Nak Harry! Acara pernikahannya hari Kamis. Apa kamu yakin dengan keputusanmu," tanya Bisma lagi untuk meyakinkan Harry agar dia tidak membohonginya.
"Aku sangat yakin!"
Setelah merasa cukup berbincang-bincang dengan keluarga Nadine dan memberikan jaminan kalau dia tidak akan membohonginya, Harry pun menyimpan KTP untuk mengurus surat nikah dan berjanji besok akan kembali lagi.
...***...
Sementara di sebuah restoran yang sengaja di booking untuk acara makan malam bersama seluruh karyawan perusahaan AP Technology cabang Cikarang, terlihat suasana yang begitu riuh. Semuanya bersuka cita, tak terkecuali Sevia yang sudah bergabung bersama dengan teman-temannya karena Dave dan Harry harus bersama para petinggi perusahaan.
Terdengar suara MC membuka acara malam keakraban karyawan setelah semuanya menikmati hidangan yang tersedia. Terlihat ada band yang berasal dari kota gudeg mengisi acara malam ini. Semua karyawan begitu antusias ikut bernyanyi dan kadang berjoget di depan panggung kecil. Apalagi saat salah satu Direktur termuda ikut menyumbangkan sebuah lagi lawas milik Sheila on seven, Shepia.
Hei sephia
Malam ini ku takkan datang
Mencoba tuk berpaling sayang
Dari cintamu
Hei sephia
Tak usah kau mencari aku
Demi cintamu
Hadapilah ini
Kisah kita takkan abadi
Selamat tidur kekasih gelapku
Semoga cepat kau lupakan aku
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk melupakanmu
Selamat tinggal kasih tak terungkap
__ADS_1
Semoga kau lupakan aku cepat
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk meninggalkanmu
Hei sephia
Jangan pernah panggil namaku
Bila kita bertemu lagi
Di lain hari
Hadapilah ini
Kisah kita takkan abadi
Tanpa terasa setitik air mata jatuh dari pelupuk mata Sevia. Hatinya terasa perih saat Dave menyanyikan lagu itu. Dia terus meresapi kata-kata yang ada di dalam lagu Shepia.
Aku memang tidak boleh berharap terlalu banyak pada Dave. Dia hanya menganggap aku sebagai istri simpanannya saja. Pada akhirnya nanti, perpisahan jua yang akan terjadi di antara aku dan dia. Bagaimana dengan hatiku yang kini sangat berharap untuk selalu bersamanya? Dave, maafkan aku! Jika aku menginginkan lebih dari sekedar istri simpanan, bisik hati Sevia.
Terlihat Senyum Dave mengembang saat sudah selesai menyanyikan sebuah lagu untuk istrinya. Dia senang karena berniat akan meresmikan hubungannya dengan Sevia. Bukan hanya sebagai istri simpanan ataupun kekasih gelapnya. Sampai semua karyawan perempuan terpukau dengan senyumannya.
"Suaramu bagus juga, Dave!" puji Harry saat sudah duduk kembali.
"Menurutmu, Sevia senang gak namanya ku sebut dalam lagu?" tanya Dave dengan senyum yang tak surut dari bibirnya.
"Menurutku enggak! Memang kamu tidak baca liriknya dulu Dave?" tanya Harry.
"Tentu saja aku baca, aku akan menghapus titel Sevia sebagai kekasih gelap aku dan menjadikan dia sebagai kekasih sejati yang tidak akan aku lupakan." Mata Dave terus mencari keberadaan istrinya yang tadi dia lihat berada di tengah-tengah karyawan lainnya.
"Sepertinya kamu salah mengambil lagu untuk kamu nyanyikan, Dave. Aku rasa Sevia berpikir kamu akan meninggalkan dia," tutur Harry.
"Tidak mungkin Harry, maksud aku tidak seperti itu." Dave kekeh dengan pendiriannya.
"Lihat saja nanti, apa dia marah sama kamu atau bersikap biasa saja," ucap Harry.
"Oke! Aku akan buktikan apa yang kamu katakan, sekarang coba kamu cari dia, dari tadi aku tidak melihatnya." Dave terus saja celingukan mencari keberadaan istrinya. Namun sedari tadi dia tidak melihatnya.
__ADS_1
"Coba saja kamu cari di toilet, mungkin dia sedang menangis di sana,"
...~Bersambung~...