
Hari pun terus berganti, kini hubungan Sevia dan teman-teman kerjanya sudah membaik. Tidak ada lagi tatapan jijik ataupun sindiran yang dia dapatkan. Sehingga Sevia pun mulai merasa nyaman kembali bekerja di sana, begitupun dengan Elvira dan Widia yang sudah tidak menghindarinya lagi. Sebenarnya mereka tidak percaya dengan gosip itu. Hanya saja kedua sahabat itu tidak ingin ikut digosipkan sehingga dia menjaga jarak dari Sevia
Hari pernikahan mantan kekasihnya tinggal satu hari. Sevia berencana akan datang dengan penampilan yang wah. Dia ingin tahu bagaimana reaksi Andika saat bertemu dengannya. Dia juga ingin bagaimana hatinya saat melihat Andika dan Ines bersanding di pelaminan.
Awalnya Sevia berencana ingin berangkat bersama teman-temannya. Namun ternyata Dave mengetahui tentang pernikahan mantan kekasih istrinya. Sehingga dia pun akan menemani istrinya ke sana dengan menggunakan masker agar tidak dikenali oleh karyawannya yang hadir di acara pesta pernikahan Andika dan Ines.
"Via, kenapa kamu berdandan sangat cantik hanya untuk bertemu dengan cowok itu," protes Dave saat dia menunggu Sevia dandan.
"Kalau aku jelek, nanti kamu malu jalan sama aku." Sevia menyisir rambutnya kemudian menggulung dan mengikat sedikit rambut atasnya.
"Kalau udah jelek mau didandani bagaimanapun tetap saja jelek," cetus Dave yang merasa kesal karena Sevia berdandan cantik saat akan bertemu dengan mantan kekasihnya.
"Iya, kamu benar Dave. Mau dandan bagaimanapun, wajah dan nasibku tidak akan berubah menjadi baik. Tetap saja itik akan menjadi itik tidak akan berubah menjadi angsa. Sudah, ayo kalau mau ikut!" Sevia langsung bergegas begitu saja meninggalkan Dave yang sedang duduk di sofa seraya memainkan ponselnya.
Menyadari kepergian istrinya, Dave pun segera menyusulnya. Tak lupa masker dan softlens untuk menutup indentitasnya agar tidak diketahui.
Apa dia marah karena aku bilang jelek? Kenapa cewek suka sekali dipuji?
Setelah dapat mengejar istrinya, Dave pun langsung memegang tangan istrinya. Sevia hanya diam saat tangan besar itu menautkan jemarinya dengan jemari miliknya. Meski masih kesal dengan apa yang Dave katakan, tapi hatinya menghangat dengan apa yang suaminya itu lakukan.
"Jangan meninggalkanku, karena aku pasti akan mengejar dan mendapatkan kamu kembali," bisik Dave.
Sesampainya diparkiran, pasangan suami istri itu pun langsung masuk ke dalam mobil. Namun brondong tampan itu masih diam di tempatnya tidak mau menyalakan mobilnya. Membuat Sevia menjadi heran dengan apa yang dilakukan suaminya.
"Dave, kenapa tidak jalan?" tanya Sevia.
"Mesinnya tidak mau menyala sebelum mendapatkan bayaran," kilah Dave.
__ADS_1
"Jangan becanda dong, Dave!"
"Tidak! Kamu kemarilah, ada dandanan kamu yang harus aku perbaiki," ucap Dave dengan menarik Sevia hingga dia duduk di pangkuan brondong tampan itu.
"Dave!" Sevia memberontak ingin turun dari pangkuan suaminya.
"Jangan bergerak terus, Via! Kamu sedang menggodaku dengan membangunkan python kesayanganmu," ucap Dave
Gubrak! Harga diri Sevia terasa jatuh dikatakan ingin menggoda. Sehingga dia pun hanya diam menunggu apa yang akan Dave lakukan padanya.
"Via, apa kamu masih mencintainya?" Dave menatap lekat manik coklat istrinya.
"Jangan bertanya begitu, Dave! Tidak semudah itu kita melupakan seseorang yang sangat kita cintai dalam waktu singkat. Meskipun kita sudah tidak berharap lagi padanya," jelas Sevia.
"Ayo kita lupakan cinta yang tidak bisa digapai! Belajarlah untuk bisa menerimaku sebagai suami yang seutuhnya. Aku pun akan melakukan hal yang sama."
"Dave!" panggil Harry yang tadi mengetuk kaca mobil.
Dave membuka kaca jendelanya dan melongokkan kepalanya ke luar seraya bertanya, "Kenapa?"
"Mobil kamu bergoyang, sebaiknya kalian pindah ke kamar," ucap Harry yang memang tidak sengaja melihat mobil sahabatnya bergoyang di saat dia akan ke luar untuk makan.`
"Via, ayo kita kembali! Kata Harry harus melanjutkan di kamar," ucap Dave.
"Kita mau kondangan, kalau kamu lupa!" ucap Sevia dengan wajah yang sudah bersemu merah.
"Harry, kata istriku mau kondangan dulu. Mungkin sepulang kondangan kita melanjutkan di kamar," ucap Dave sengaja menggoda istrinya yang terlihat malu karena terciduk oleh sahabat suaminya.
__ADS_1
Setelah berpamitan pada Harry dan merapikan dandanannya yang berantakan, pasangan suami istri itu langsung pergi meninggalkan Harry yang hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat sekaligus bosnya.
Aku senang kamu menemukan kebahagiaanmu, Dave. Tidak terus terpaku pada cinta yang tidak akan bisa kamu dapatkan, batin Harry.
...***...
Sesampainya di gedung yang sudah dihias dengan begitu indah untuk acara pernikahan Andika dan Ines, Sevia berkali-kali menarik napas dalam dan menghembuskannya. Rasa sesak itu kembali menyeruak saat melihat nama yang terpajang di depan gedung.
"Via, kalau kamu tidak sanggup melihatnya, lebih baik kita pulang saja." Dave terus melihat apa yang dilakukan Sevia untuk menetralkan perasaannya.
"Gak Dave, kalau aku tidak datang, pasti dia mengira aku belum bisa melepaskan perasaanku padanya." Lagi-lagi Sevia menarik napas dalam. "Sudah, ayo suamiku!"
Dave sempat melongo dengan apa yang dikatakan oleh Sevia. Namun itu hanya sesaat karena dia langsung tersadar dan tersenyum mengingat apa yang tadi Sevia katakan, "Suamiku," gumamnya.
Brondong tampan itu menggandeng mesra Sevia dan membawanya masuk ke dalam gedung untuk memberikan ucapan selamat pada pengantin baru. Terlihat di pelaminan Ines begitu bahagia dengan pernikahannya. Namun, rasanya ganjal saat melihat pengantin prianya yang lebih banyak termenung dibandingkan tersenyum bahagia. Hingga saat Sevia dan Dave sudah ada di atas, Andika langsung menarik Sevia dan memeluknya erat.
Setetes air mata jatuh dari sudut mata Andika. Dia menyesal karena telah menyakiti gadis yang telah banyak berkorban untuknya demi gadis yang ternyata hanya menjadikannya sebagai kambing hitam. Andika baru tahu di saat tadi malam ada seorang lelaki yang datang menemuinya dan mengatakan anak yang dikandung Ines adalah anaknya.
Awalnya dia tidak ingin percaya, tapi saat tadi melihat Ines seperti gugup di depan lelaki itu. Andika pun menyimpulkan bahwa yang dikatakan lelaki itu memang benar. Apalagi Ines selalu mengalihkan pembicaraan setiap kali dia tanya.
Dave langsung menarik Sevia dengan kasar saat Andika terus memeluk istrinya. Dia benar-benar tidak terima miliknya disentuh lelaki lain. Hingga dia pun langsung menarik Sevia untuk langsung pulang setelah memberikan kado pada Ines.
Maafkan aku, Via! Aku menyesal telah menyakitimu, batin Andika.
...~Bersambung~...
...Hai hai terus dukung Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih!...