Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
S2 15 Perangkap Felisa


__ADS_3

Devanya benar-benar menyesal telah mengikuti apa yang Orion inginkan. Kini dia merasa terjebak berada di tengah-tengah orang yang tidak disukainya. Bagaimana tidak, dia dipaksa untuk ikut ke acara pesta ulang tahun Felisa di sebuah klub malam. Apalagi, setahu Devanya, Felisa adalah pacarnya Orion.


Sangat berbeda dengan Orion, dia dengan bangganya menggandeng Devanya yang sudah seperti putri salju. Dengan kulit yang putih bersih, wajah yang cantik dan bola mata yang berwarna biru samudera. Membuat kehadirannya menjadi pusat perhatian semua yang hadir di sana.


"Selamat ulang tahun ya Felisa," ucap Orion dengan memberikan kado yang dibawanya.


"Terima kasih, Kak Ion. Kenapa datang berdua?Kakak kan jadi tamu istimewa aku," keluh Felisa.


"Ini pacar Kakak, Felisa. Kamu kenal, kan?"


"Iya aku tahu," ketus Felisa


"Selamat ulang tahun, Feli ...."


"Kak Ion, ayo kita ke sana. Acaranya akan segera dimulai karena Kakak sudah datang," ajak Felisa dengan merangkul Orion dan langsung membawanya ke atas panggung kecil, tempat Felisa akan memotong kue ulang tahunnya.


"Felisa, tunggu sebentar! Itu ...."


"Sudah Kak, aku hanya mau kasih potongan kue pertama untuk Kakak." Felisa terus saja menarik Orion agar mengikutinya.


Sementara Devanya hanya diam melongo melihat tangannya yang menggantung di udara karena tadi Felisa langsung mengalihkan pembicaraan dan pergi dari hadapannya.


Kenapa aku gak suka ya, melihat Felisa menggandeng Orion. Sepertinya otakku sedang bermasalah karena aku merasa sedih ditinggal seperti ini, batin Devanya.


Melihat Orion dan Felisa sudah berada di atas panggung kecil, Devanya pun langsung melangkahkan kakinya ke luar ruangan. Dia terus berjalan lunglai dengan menundukkan kepalanya, sampai tanpa sadar menabrak seseorang yang baru keluar dari ruangan yang lain.


Bruk!


"Ish! Kenapa nabrak lagi?" gerutu Devanya dengan mengelus kepalanya.


"Devanya, sedang apa kamu di sini?" tanya Keano kaget. Dia baru saja selesai meeting dengan investor dari Eropa.


Mendengar ada suara yang memanggil namanya, Devanya pun mendongakkan kepalanya. "Bang Ano? Abang juga kenapa di sini?"


"Abang meeting. Ayo pulang!" Keano langsung menarik tangan Devanya agar cepat keluar dari sana.


Devanya hanya mengikuti langkah Keano yang membawanya ke parkiran. Saat sudah berada di mobil, barulah Keano bertanya kembali pada Devanya.

__ADS_1


"Dengan siapa ke klub?"


"Ion, temannya ulang tahun." Devanya menautkan kedua tangannya. Entah seperti apa perasaannya sekarang. Yang jelas, dia merasa sangat sedih saat teringat dia ditinggalkan sendiri.


Pantas saja diskotik-nya sudah ada yang booking, ternyata oleh teman Orion, batin Keano.


"Sudah makan belum?" tanya Keano langsung mengalihkan pembicaraan.


"Belum, Bang."


"Makan di apartemen Abang aja, ya! Kamu bisa masak kan?" tanya Keano dengan melirik ke arah Devanya sekilas.


"Bisa Bang!"


Keano pun langsung melajukan mobil ke arah apartemennya. Dia memang memiliki apartemen yang tidak jauh dari Klub Malam yang mereka datangi tadi. Karena memang sengaja memilih tempat yang tidak jauh dari Klub Malam agar dia bisa cepat-cepat istirahat jika harus meeting sampai larut malam.


Saat sampai apartemen, Devanya pun langsung menuju ke dapur untuk memasak makan malam mereka berdua. Rasa segan dia pada Keluarga Wiratama dan Putra, membuat gadis cantik itu lebih memilih mengalah pada Keano dan Orion.


Setelah semua masakan terhidang di meja makan, Devanya pun berniat untuk memberitahukannya pada Keano. Namun, dia sangat terkejut saat melihat Keano sedang memainkan ponselnya.


"Abang, kenapa dibuka?" tanya Devanya.


"Lalu Abang jawab apa?" tanya Devanya.


"Abang bilang kamu sedang masak di apartemen Abang," jawab Keano


Baru saja Keano selesai bicara, Orion sudah datang dengan menekan bel berkali-kali. Membuat Keano tersenyum samar. Dia yakin kalau saudaranya itu sedang menahan rasa kesalnya.


"Kamu pergi ke meja makan saja duluan," suruh Keano.


"Iya, Bang. Tapi, Bang aku takut Ion marah karena pergi gak bilang dia dulu." Terlihat jelas kecemasan di wajah cantik itu, membuat Keano merasa tidak tega.


"Tenang saja ada Abang."


Keano pun segera beranjak menuju ke pintu depan. Sedangkan Devanya cepat pergi ke meja makan. Dia sengaja mengambil makanan duluan agar Orion tidak berpikir yang tidak-tidak karena dia ada di apartemen Keano.


"Devanya mana?" tanya Orion saat Keano sudah membukakan pintu.

__ADS_1


"Ada di dalam. Ion, kamu minum?" tanya Keano dengan menutup hidungnya.


Dia memang sering ke club malam untuk meeting dengan investor atau klien yang menginginkan meeting disana. Tetapi Keano tidak pernah menyentuh minuman beralkohol. Allana memang tegas mendidik anak-anaknya sehinga larangan Mommy-nya itu tertanam di hati Keano.


"Sedikit, Bang. Tadi aku dipaksa untuk minum. Bang, kenapa di sini panas sekali. Apa apartemen Abang AC-nya rusak?" Orion langsung mengipas-ngipas badannya dan membuka bajunya satu persatu.


Flashback on


Setelah acara potong kue selesai, Felisa pun mengajak bersulang bersama. Dia sengaja menahan Orion dengan minuman beralkohol, karena saat pemuda itu meneguk satu gelas,maka akan ada gelas yang lain yang akan dia teguk.


Saat Orion akan minum gelas ke dua, Felisa memberikan minuman yang sudah dia beri obat, sehingga Orion pun tanpa sadar telah meminumnya. Tetapi di saat bersamaan, dia teringat dengan Devanya sehingga langsung menelpon gadis itu dan diangkat oleh Keano.


Flashback off


Sepertinya Orion ada yang menjebak. Kenapa dia begitu ceroboh dan mudah percaya pada orang. Aku tidak boleh mempertemukan Orion dan Devanya, batin Keano.


"Ion, tadi Deva sedang istirahat di kamar tamu. Kamu masuk saja," suruh Keano mengantar Orion ke kamar tamu.


Saat orion sudah masuk ke dalam kamar, dia pun segera menguncinya dan beranjak menuju ke kamarnya untuk mengambil formula yang mampu menetralkan pengaruh obat perangkap gairah itu. Setelah mendapatkannya, dia pun lagsung masuk ke kamar tamu dan mengunci dari dalam agar Devanya tidak masuk dan tidak tahu dengan apa yang terjadi pada Orion.


"Ion, cepat minum ini!" suruh Keano yang melihat Orion sudah membuka hampir semua bajunya.


"Apaan, Bang? Badanku panas sekali," keluh Orion.


"Biar badanmu tidak panas," jelas Keano.


Orion pun hanya menurut dengan apa yang Keano katakan. Dia selalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Abang sepupunya itu. Karena Orion tahu, Keano bukan tipe orang yang suka bermain-main seperti dirinya.


Setelah Orion menghabiskan satu botol kecil formula yang diberikan oleh Keano, dia pun mulai hilang kesadarannya dan tertidur pulas. Keano langsung menutupi tubuh adik sepupunya itu dengan selimut tebal. Kemudian meninggalkan Orion sendiri.


"Bang, Ion kenapa?" tanya Devanya saat Keano baru saja keluar dari kamar tamu.


"Tidak apa, dia hanya salah minum. Abang makan dulu!"


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like comment vote rate gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih!...


__ADS_2