
"Makasih udah jagain aku!"
"Iya, santai aja. Sudah berapa lama kamu sakit?" tanya Devanya seraya menyimpan ponselnya ke dalam tas.
"Aku gak inget udah berapa hari. Vanya, kepala aku sakit," keluh Orion.
"Obatnya yang mana? Mau diminum sekarang? Tapi kamu kan belum makan siang," tanya Devanya.
"Aku udah minum obat tadi pas kamu belum datang, Vanya bisa pijitin kepala aku?" tanya Orion dengan wajah penuh harap.
Devanya yang merasa kasihan pada Orion, dia pun langsung memijat kepala Orion pelan. Gadis itu terus saja memijat kepala Orion sampai akhirnya Orion berbicara.
"Vanya, jangan pergi lagi! Aku janji tidak akan usil sama kamu lagi, asal kamu jangan pergi jauh!" pinta Orion.
Mendengar apa yang Orion katakan, Devanya pun langsung menghentikan gerakannya. Dia melihat ke arah wajah Orion yang sedang terpejam karena menikmati pijatan tangannya.
"Ion, kenapa aku tidak boleh pergi jauh? Bukankah kamu tidak suka sama aku karena jelek?"
"Karena kamu milik aku. Bukankah kamu simpanan aku?"
"Ion, bisakah aku mundur jadi simpanan kamu? Aku tidak mau berbuat hal yang tidak ...."
"Baiklah kalau kamu tidak suka dengan sebutan itu, mulai sekarang kamu pacar aku." Orion pun membuat keputusan sendiri tanpa meminta persetujuan dari Devanya.
"Ion, kamu ...."
"Aku tidak mau dibantah Vanya, kamu pilih jadi pacar aku atau tetap ...." potong Orion yang tidak melanjutkan ucapannya saat terdengar suara pintu ada yang membukanya dari luar.
Nampak Zee masuk ke ruangan Orion dengan membawa tentengan di tangannya. Devanya langsung tersenyum menyambut kedatangan mamanya Orion. Dia sangat bersyukur akhirnya bisa terbebas dari pembicaraan yang sangat membingungkan hatinya.
"Vanya, ini Tante bawa makan siang untuk kamu. Maaf ya Tante lama. Tadi malah keasyikan ngobrol dengan Tante Kejora," ucap Zee.
__ADS_1
"Iya, Tan makasih." Devanya pun tersenyum samar pada Zee.
Mama kenapa ikut-ikutan panggil Vanya? Itu panggilan kesayangan aku. Awas saja kalau yang lain juga ikut-ikutan panggil Vanya," gerutu Orion dalam hati.
"Kamu makan aja dulu. Biar Orion istirahat. Papa juga lagi di jalan mau pulang. Katanya kangen sama boboi-nya," ucap Zee.
"Mah, aku bukan anak kecil lagi," protes Orion.
"Gak apa-apa dong, Boy. Aku makan dulu ya! Makasih Tan makan siangnya, kebetulan aku lapar." Devanya pun langsung menikmati makan siangnya dengan lahap.
Ngapain aku harus jaga image di depan Tante Zee. Orang aku lapar banget, tadi buru-buru ke sini pas Tante Zee nelpon minta tolong jagain Ion. Sampai lupa kalau pagi hanya sarapan roti dan susu, batin Devanya.
"Vanya, aku minta!" Orion tergiur melihat Devanya makam nasi Padang begitu lahapnya.
"Nanti ya kalau kamu udah sembuh, aku traktir nasi Padang." Devanya pun melanjutkan makannya.
Sementara Zee hanya tersenyum melihat tingkah putranya. Dia bisa merasakan ada perasaan lain yang Orion rasakan pada Devanya. Namun, sepertinya perjalanan cinta Orion akan sulit saat dia mendengar rencana dari mamanya tentang Keano.
...***...
Selama Orion di rawat, setiap hari Devanya pasti menyempatkan diri datang ke rumah sakit. Gadis cantik itu mau tidak mau pasti datang untuk menjaga Orion. Bukan karena Orion yang memaksa, tetapi Zee yang meminta Devanya untuk menjenguk Orion setiap hari.
Seperti hari ini, setelah satu Minggu di rawat, akhirnya Orion pun sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Devanya yang memang sengaja datang untuk menjemput Orion, kini sedang menunggu Zee yang mengurus administrasi. Dia pun hanya berdua dengan Orion di kamar perawatan.
"Vanya, sini duduk dekat aku! Aku mau bilang sesuatu," ajak Orion.
"Bilang apa?" tanya Devanya heran.
"Makanya sini dulu," Orion pun menepuk tempat kosong di sebelahnya.
Meski was-was, Devanya pun mengikuti apa yang Orion katakan. Dia pun segera duduk di samping Orion. Melihat Devanya yang duduk di sampingnya, Orion pun langsung merangkul pundak Devanya lalu mencium pipi gadis bermata biru itu.
__ADS_1
"Ion ikh, kamu main cium-cium aja sama aku," protes Devanya.
"Aku hanya bayar kamu karena udah jagain aku. Makasih ya!" ucap Orion dengan tersenyum manis pada Devanya.
Kenapa senyum Orion jadi manis sekali. Sepertinya kepala aku sedang error' sehingga menyukai orang yang menyebalkan itu, batin Devanya.
Saat kedua anak muda itu sedang saling senyum sendiri, Zee dan Malvin pun datang setelah mengurus administrasi dan bertemu dengan Allana untuk mengucapkan terima kasih. Mereka hanya mengulum senyum dengan apa yang dilihatnya.
"Ion, udah siap pulang belum? Kamu sudah boleh pulang," tanya Zee.
"Sudah, Mah! Ayo Vanya!" Orion langsung menarik tangan Devanya untuk bergegas pulang.
...***...
Keesokan harinya, semua keluarga diundang untuk acara syukuran kesembuhan Orion. Mereka pun berkumpul di taman belakang Kediaman Keluarga Putra.
Orion yang sudah terlihat segar, bergabung bersama dengan keluarga yang lain. Namun, hal itu hanya sebentar. Karena saat Devanya datang bersama mama papanya, Orion pun kembali mulai berakting.
"Vanya, kepala aku pusing sekali. Antar aku ke kamar!" pinta Orion.
"Ion serius?" tanya Vanya.
"Ayo Abang antar!" Keano langsung meraih tangan Orion dan akan memapahnya.
"Aku gak mau sama Abang," tolak Orion.
"Kenapa? Gak baik Ion, seorang gadis masuk ke dalam kamar lelaki yang belum halal.0/ Apalagi, nantinya kalian hanya berdua saja" ucap Keano
Ih ... Bang Keano menyebalkan sekali. Padahal, aku ingin berduaan dengan Vanya, batin Orion.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya kawan!...