
Cuplikan bab 1
Wajah yang pucat, hati yang kalut dan pikiran yang berkecamuk, mengiringi langkah kaki Summer Lavigne saat gadis itu keluar dari ruangan seorang dokter kandungan. Bagaimana tidak, niat hati ingin memeriksakan asam lambungnya yang naik, ternyata dokter menduga dia sedang hamil muda.
Dia pun akhirnya menjalani serangkaian pemeriksaan, untuk memastikan usia kehamilannya. Bukan masalah hamilnya yang dia khawatirkan. Tapi gunjingan dari masyakarat, kalau sampai mereka tahu dia hamil di luar nikah.
Sudah pasti anaknya nanti akan menjadi bulan-bulanan orang di sekelilingnya dan dicap sebagai anak haram. Apalagi, kini dia hanya tinggal sendiri karena kedua orang tuanya meninggal setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu.
Tidak! Aku harus secepatnya memberitahu Rain. Aku yakin, dia tidak akan menyangkalnya. Karena hanya dengan dia aku melakukan semua hal yang biasa pasangan suami istri lakukan, batin Summer.
Summer segera memesan taksi online agar bisa langsung ke rumah Rain. Namun, saat dia melewati rumah Yasmin sahabatnya, Summer melihat sebuah papan nama yang tertulis 'Pernikahan Rain Noviar dan Yasmin Taemin'.
__ADS_1
Seketika Summer menghentikan taksi yang dinaikinya. Dia penasaran dengan praduganya sendiri. Summer pun berjalan menuju ke tenda biru langit yang terpasang indah di depan rumah Yasmin.
Summer tidak peduli dengan setiap pasang mata yang melihat aneh ke arahnya. Dia terus berjalan, mendekat ke arah suara yang terdengar sedang melaksanakan ijab kabul. Jantungnya seketika berdedak lebih kencang dari biasanya. Dunianya seakan runtuh seketika saat Summer mendengar jelas suara Rain yang sedang berbicara dengan penghulu menggunakan microphone.
Tanpa bisa dibendung, air matanya berjatuhan membasahi kedua pipinya. Namun, secepat kilat dia menghapus air matanya dengan kasar. Summer menengadah ke atas untuk menahan air mata yang memaksa ingin keluar.
Sesak, dadanya terasa sangat sesak, saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Rain duduk berdampingan dengan Yasmin di depan penghulu. Laki-laki itu sedang menjabat tangan ayahnya Yasmin untuk mengucapkan ijab kabul.
Duarr!
Semua mimpi indah dan harapan Summer seakan hancur seketika, seperti kota Nagasaki dan Hirosima yang hancur luluh lantah. Saat mendengar kekasih hatinya mengucapkan ijab kabul dengan gadis lain. Summer sungguh tidak menyangka, Rain akan tega meninggalkannya.
__ADS_1
Padahal, mereka sudah saling mengikat janji untuk selalu bersama. Bahkan Rain pun sudah menjanjikan sebuah pernikahan, setelah mereka berdua melakukan dosa besar itu. Namun, semuanya seperti menguap begitu saja tak berbekas.
Kamu tega Rain! Pantas saja, tadi pagi kamu tidak mengangkat telepon aku. Padahal aku sangat membutuhkanmu. Ternyata kamu sedang mempersiapkan pernikahanmu dengan Yasmin. Kamu juga, Yasmin! Tega sekali mengkhianati aku, padahal aku sudah menganggap kamu seperti saudara, tapi kamu malah mengkhianti aku.
Tuhan, kenapa mereka semua berubah setelah ayah dan ibu meninggal. Saudara yang dulu baik pun, sekarang menjauhi aku. Sahabat yang dulu sudah dianggap anak oleh orang tuaku pun sekarang mengkhianati aku. Bahkan, kekasih yang dulu setia padaku, sekarang berpaling dariku.
Summer terus saja meratapi hidupnya seraya menatap lekat Rain dan Yasmin yang sedang melaksanakan prosesi pernikahannya. Terlihat Yasmin mencium punggung tangan Rain dan Rain mengecup kening Yasmin.
Sementara Rain sangat terkejut, saat sudut matanya melihat keberadaan Summer yang sedang menangisi pernikahannya. Hatinya sangat sakit melihat tatapan penuh luka Summer. Dia ingin berlari memeluk Summer. Namun, sebisa mungkin dia menahannya karena Rain tidak mau membuat keluarganya malu.
Summer maafkan aku karena tidak menepati janjiku. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, cintaku tidak akan pernah berubah untukmu. Hanya kamu satu-satunya gadis yang aku cintai.
__ADS_1