Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
S2 45 Kedatangan Orion


__ADS_3

Memang benar adanya, jika kita terlalu takut akan terjadi hal yang tidak kita inginkan, justru hal itu malah menjadi kenyataan. Karena terkadang, apa yang terjadi di hari esok itu berdasarkan dari keyakinan diri kita sendiri. Sama halnya dengan Devanya. Dia yang takut menjadi bahan gosip rekan kerjanya, malah membuat dia menjadi buah bibir karena kedekatannya dengan Keano, yang di ketahui oleh anak-anak marketing.


"Lihat, simpanan bos datang! Cantik sih, tapi ternyata murahan. Dia dekat dengan anak magang yang bengal itu, tapi dia juga menggoda bos ganteng sejagat kita," cibir salah rekan kerja Devanya.


"Lihat saja wajahnya! Sangat cocok jadi ayam kampus," timpal temannya.


"Tapi baguslah kalau dia dekat dengan si bos, berarti gosip di luaran yang bilang si bos belok itu salah," ucap temannya lagi.


"Mendingan juga sama aku, cantik, seksih, berpengalaman lagi," ucap rekan kerja Devanya yg mencibir tadi.


"Huhh ... Maunya kamu, gatel ya jeng udah lama gak di tengokin."


"Kamu sih, nikah sama orang pelayaran. Jadinya jarang ngebor."


Mereka terus saja berbincang tanpa peduli apa yang mereka katakan akan terdengar oleh orang yang mereka bicarakan. Sementara, Devanya hanya terdiam pura-pura tidak mendengar dengan pembicaraan rekan kerjanya. Begitupun dengan Diandra yang hanya mengelus punggung sahabatnya pelan.


Bukannya mereka tidak berani melawan orang-orang yang bermulut usil itu, tapi kedua gadis cantik itu lebih memilih mengalah untuk menang. Karena tiak ingin membuat keributan di tempat mereka magang. Apalagi pemilik tempat itu , mereka kenal dengan baik.


Saat keduanya sedang bersiap-siap di meja kerjanya, tanpa disadarinya, seorang pemuda tampan sudah berdiri di belakang Devanya. Dia langsung menutup mata Devanya dengan kedua tangannya. Membut gadis cantik itu menghentikan pekerjaannya.


"Ion ...," lirihnya.


"Yah ketebak." Orion langsung melepaskan tangannya dan duduk di meja kerja Devanya. "Kenapa langsung mengenaliku?"


"Bagaimana gak ketebak, kalau setiap hari dia ingat sama kamu," seloroh Diandra.


"Kapan datang?" tanya Devanya.


"Kemarin malam. Apa kamu kangen sama aku?" tanya Orion dengan menaik turunkan alisnya menggoda Devanya

__ADS_1


Bukannya menjawab, Devanya malah melirik orang-orang yang sedang membicarakannya. Dia pun langsung menarik Orion meuju ke tangga darurat. Membuat orang-orang itu semakin seru membicarakan Devanya.


"Tuh lihat, cowoknya datang. Kasian ya, cakep-cakep diselingkuhin."


"Wajar saja, orang tangkapannya kakap. Ya mending yang sudah terlihat mapan."


Saat sampai di tangga darurat, Devanya langsung melepaskan tangannya. Namun, bukannya terlepas, Orion malah menariknya dan langsung memeluk gadis yang sangat dirindukannya. Andai Devanya tahu, dia kabur dari rumah opanya yang sudah seperti penjara baginya.


"Vanya, aku kangen!"


Satu menit


Dua menit


Keduanya sama-sama terdiam, saling menyalurkan kerinduan yang membuncah di dada. Sampai akhirnya terdengar suara bel tanda jam kerja dimulai, barulah mereka saling melepaskan pelukannya.


"Apa kamu tidak merindukan aku?" tanya Orion.


"Tunggu aku di lobby. Nanti kita pulang bareng," suruh Orion.


Devanya hanya menganggukkan kepalanya, kemudian ia pun berlalu pergi meninggalkan Orion yang masih mematung di tempatnya. Pemuda tampan itu yakin, Devanya mengajaknya bicara pasti akan membicarakan tentang pertunangannya dengan Keano.


Sebelum kamu sah jadi milik orang lain di mata hukum dan agama, aku tidak akan pernah melepaskan kamu. Karena kamu milikku, tekad hati Orion.


Sementara Devanya langsung larut dalan pekerjaannya. Dia berpura-pura tidak mendengar omongan miring rekan kerjanya. Padahal dalam hatinya, dia merasa sangat geram. Ingin rasanya Devanya merobek mulut yang terus saja menyindirnya atau memasukkan bom atom ke mulut usil rekan kerjanya. Namun dia terus saja menahannya di dalam hati.


"Deva, tadi Bang Hayden menyuruh kita untuk makan siang bersama," bisik Diandra.


"Kapan dia bicara sama kamu?" tanya Devanya pelan.

__ADS_1


"Tadi, waktu kamu sama Ion."


"Apa kamu bilang kalau aku sedang sama Ion?"


" Tidak! Aku hanya bilang kalau kamu sedang ke toilet."


"Baguslah! Aku harus gimana, Dian? Aku bingung."


"Tanya hatimu dan biarkan waktu yang akan menjawab semuanya."


Saat kedua sahabat itu saling berbisik di jam kerja, tanpa keduanya sadari sudah berdiri sesorang di belakang mereka. Orang itu hanya memperhatikan keduanya tanpa bersuara sedikit pun. Sampai akhirnya manager marketing datang menghampiri.


"Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Manager marketing


Keano hanya mengangkat tangannya dan menyuruh manager itu pergi. Dia ingin Devanya menyadari dengan sendirinya kalau dia ada di belakangnya.


"Deva, ada Bang Ano," bisik Diandra. Gadis itu langsung tersadar saat managernya datang ke situ.


"Ngayal kamu, mana mungkin Bang Ano datang ke sini. Bukannya tadi, Bang Hayden yang menemui kamu?"


"Tapi dia ada di belakang kita."


Devanya yang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Diandra, dia pun langsung menengokkan kepalanya melihat ke belakang. Benar saja, Keano sedang melihat ke arahnya dengan kedua tangan bertautan di belakang badan.


"Bang Ano," lirih Devanya.


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2