Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
S2 33 Rencana Opa Andrea


__ADS_3

Sepulang dari JCC, Keano memutuskan pulang ke rumahnya. Setiap kali pikirannya sedang kacau, pemuda itu pasti akan menemui Mommy Allana, seorang dokter anak yang selalu dia cintai dan dia kagumi. Dia berjalan gontai memasuki kediaman Argantara. Rumahnya nampak sepi karena hari sudah larut malam. Keano pun mengintip ke dalam ruang kerja kerja papinya dan ternyata sepi juga.


Mungkin papi dan mommy sudah tidur. Besok saja aku menemuinya, batin Keano.


Namun, saat dia akan menuju ke kamarnya. Keano berpapasan dengan papinya. Kendra baru saja keluar dari kamarnya dan akan mengambil minum ke dapur.


"Ano, kapan datang?" tanya Kendra, papinya Keano.


"Baru saja, Pih. Mommy sudah tidur?" tanya Keano lesu.


"Belum, dia ada sedang membaca buku. Apa ada masalah?" tanya Kendra yang menagkap gelagat tidak baik dari Keano.


"Tidak ada. Boleh Ano menemuinya, Pih?" tanya Keano.


"Masuklah! Papi ke dapur dulu." Kendra menepuk pundak putranya sebelum dia berlalu pergi menuju ke dapur.


Setelah kepergian Kendra, Keano pun mengetuk pintu kamar Mommy-nya. Setelah disuruh masuk oleh Allana, Keano langsung masuk dan duduk di tepi tempat tidur. Melihat kedatangan putra sulungnya, Allana pun langsung menghentikan bacaannya.


"Sayang, kapan datang? Sini peluk Mommy!" Allana langsung memeluk putranya.


Seperti sebuah telepati, Allana bisa merasakan kegalauan hati Keano. Dia pun mengelus punggung putranya dengan lembut. Hingga akhirnya dia bertanya pada Keano.


"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Allana setelah dia mengurai pelukannya.


"Nggak ada Mih!" jawab Keano pelan. Dia menidurkan kepalanya di paha Allana.


"Sayang, berbohong itu tidak baik loh. Jangan menyimpan masalah sendiri! Berbagilah dengan Mommy." Allana mengusap lembut rambut lebat Keano membuat putra sulungnya itu memejamkan mata.

__ADS_1


"Ano, hanya merindukan Mommy," elak Keano.


"Ano, Mommy hampir lupa. Opa sudah memilihkan calon untukmu. Kami ingin melihat kamu menikah secepatnya. Apa Ano keberatan?" tanya Allana.


"Mommy, bukankah Mommy tahu, kalau aku susah sekali dekat dengan perempuan selain dengan keluarga dekat. Bagaimana nanti kalau gadis itu merasa tersiksa dengan sikap aku?"


"Mommy rasa tidak, kamu bahkan bisa dekat dengan gadis itu. Makanya Mommy menyetujui usulan opa untuk menjodohkan kamu dengannya."


"Maksud Mommy? Apa aku mengenalnya?" tanya Keano dengan jantung yang berdebar.


"Tentu saja kita semua mengenalnya. Bahkan kamu mengenalnya semenjak dia masih bayi," ucap Allana dengan tersenyum.


"Apa Devanya?" tanya Keano. Dadanya bergemuruh hebat saat mengatakan nama itu. Seperti ada ribuan kembang api yang meledak memenuhi hatinya.


"Iya, sayang. Mommy pikir, Opa sudah mengatakannya sama kamu tapi ternyata belum. Padahal Opa sudah bicara dengan Om Dave tentang keinginannya mengangkat Devanya sebagai cucu menantunya," tutur Allana.


"Mommy, tapi Deva sudah punya kekasih," perasaan gegap-gempita di hatinya langsung berubah sendu saat Keano mengingat kalau Devanya dan Orion sedang menjalin hubungan diam-diam di belakang keluarga.


Memang benar apa yang Mommy katakan. Tapi, rasanya aku menjadi orang jahat jika merebut pacar sepupu sendiri. Apa Nenek dan Kakek tahu apa yang sudah Opa rencanakan?"


"Apa yang Mommy katakan itu benar. Papi saja pantang menyerah untuk mendapatkan Mommy. Benarkan, Mommy?" Kendra yang baru datang langsung bergabung dengan anak dan istrinya.


"Iya benar, bahkan Papi seperti putus urat malunya. Mommy tolak berkali-kali juga tetapi tetap saja ngejar Mommy," ucap Allana.


"Aku belum bisa mengambil keputusan sekarang. Aku akan memikirkannya dulu," ucap Keano.


"Tanya hatimu, Boy! Karena hati tidak bisa berbohong," suruh Kendra.

__ADS_1


Aku tidak mengerti dengan perasaanku. Tapi, setiap kali melihat Deva bersama dengan Ion, aku merasa tidak suka. Apalagi, saat melihat mereka berciuman. Hatiku rasanya sakit, batin Keano.


...***...


Keesokan harinya, di rumah Devanya. Semua keluarga berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Tak terkecuali Devanya dan Diandra yang bangun kesiangan. Mereka makan dalam diam. Sampai makanan yang di piring sudah habis dimakan, barulah Dave membuka percakapan.


"Tanggal 26 November nanti, Papa harapkan kalian semua ikut ke acara jamuan makan malam Keluarga Wiratama. Opa Andrea mengundang kita semua untuk datang ke acara syukuran hari ulang tahunnya."


"Berarti lusa dong, Pah!" sahut Devan.


"Iya, hari ini sempatkan waktu untuk pergi ke butik untuk memilih baju terbaik yang akan dipakai," suruh Dave.


"Tumben Papa nyuruh kita abisin duit buat beli baju. Biasanya kan suruh berhemat," celetuk Devanya yang baru saja selesai makan.


"Kalau sekali-kali gak apa, sayang. Kita kan harus menghargai orang yang mengundang kita ke acaranya. Apalagi, yang mengundang kan Bos Papa. Masa memakai baju asal, nanti dikira kita tidak menghargainya." Sevia langsung memberi pengertian pada putrinya.


"Deva, nanti jam istirahat makan siang, pergi ke Er's boutique bersama dengan Dian. Biar Devan dan Davin yang jemput ke perusahaan," ucap Dave


"Iya, Pah!" sahut Devanya.


"Aku kho curiga, jangan-jangan Kak Deva mau dinikahkan dengan Opa Andrea. Makanya disuruh beli baju bagus ke butik. Wah kisah Siti Nurbaya terulang kembali. Tapi kalau Opa Andrea, mau aja Kak. Meskipun sudah berumur tapi masih terlihat hot," celetuk Devan.


"Devan, kalau ngomong suka gak ada remnya. Masa Opa Andrea mau nikah lagi. Dia kan bucin habis sama Oma Mitha. Mending dijodohkan sama cucunya saja," sanggah Devanya.


"Pilih saja, mau Bang Ano apa Bang Elgar Kak?"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih!...


__ADS_2