Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
S2 73 Devanya, I Love You


__ADS_3

Malam yang indah dengan langit yang bertabur bintang dan rembulan yang bersinar terang, membuat seorang gadis cantik yang sedang menikmati indahnya ibu kota dari ketinggian terlihat begitu terpesona. Ya, saat ini Devanya dengan memutari ibu kota dengan Helikopter yang tadi membawa Keano ke sirkuit. Sementara Davin sudah pulang sedari tadi.


"Masih kesal?" tanya Keano dengan menatap lekat gadis yang sedang duduk di sampingnya.


"Masih, aku kesal sama Abang. Padahal kalau aku bisa mengalahkan Ion, dia mau hapus semua video itu," gerutu Devanya pelan. Tapi tetap saja pendengaran Keano yang tajam, bisa mendengar apa yang Devanya katakan.


"Maksud kamu, video ini." Keano menunjukkan sebuah rekaman video yang dia ambil di komputer miliknya.


Flashback on


Waktu itu sepulang Devanya ke rumah, Keano langsung membuka file yang dulu pernah Orion buka sehingga dia pun menyimpan video itu di ponselnya. Lalu dia pun menanyakan tentang video itu pada Orion


Flashback off


"Abang juga punya?" tanya Devanya kaget.


"Masih tersimpan di laptop Abang. Apa karena video ini kamu balapan?" tanya Keano.


"Iya ...," lirih Devanya.


"Gadis bodoh," ucap Keano dengan mengacak rambut tunangannya.


"Abang, aku gak bodoh ya!" sanggah Devanya.


"Kalau kamu pintar, kenapa gak kasih tahu Abang atau papa kamu soal video ini. Abang atau papa kamu, bisa saja mengirimkan virus ke ponsel Ion ataupun komputer miliknya sehingga video ini hilang." Keano menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis.


"Kalau aku bilang papa, sama aja aku bunuh diri. Aku pasti dimarahi oleh papa karena ketahuan balapan," elak Devanya. "Kalau aku bilang sama Abang, memang waktu itu kita sedekat ini? Abang aja cuek sama aku, digodain pun paling senyum dikit, dikit banget malah hanya segini " Devanya memperlihatkan ibu jari dan jari telunjuknya yang hampir menempel.


"Abang gak merasa cuek sama kamu," sanggah Keano.


"Mana mungkin merasa. Padahal nih Bang, banyak gadis di sekolah dan kampusku mengidolakan Abang. Apalagi kalau pas Abang ikutan tanding basket," ucap Devanya. "Mereka selalu berteriak histeris. Memang Abang gak merasa?"


"Nggak! Karena fokus Abang hanya pada seorang gadis yang sedang marah-marah atau sedang jengkel karena selalu dikerjai temannya," jelas Keano.

__ADS_1


"Siapa?" Hati Devanya mendadak deg-degan dengan pertanyaannya sendiri.


"Seorang gadis yang berbeda dari gadis lainnya. Dia memiliki mata yang indah se-biru samudera. Ay, mungkin Abang bukan lelaki romantis ataupun humoris. Tapi Abang, lelaki yang hanya memiliki satu cinta, satu hati dan satu keinginan yang selalu Abang pinta pada yang Maha Kuasa." Keano men-jeda sejenak ucapannya hingga terlihat langit malam dihiasi oleh barisan drone yang membentuk sebuah nama dan kata keramat di bawahnya.


...DEVANYA...


...I LOVE YOU...


"Ay, will you marry me?"' Keano mengeluarkan sebuah kotak kecil yang indah. Lalu dia membukanya hingga nampak sebuah cincin yang indah di dalamnya.


"Bang, ini ...."


"Ay, kalau kemarin mungkin kamu terpaksa menerima pertunangan kita ataupun pernikahan kita. Tapi hari ini, Abang ingin tahu kejujuran hati kamu. Maukah kamu menerima cinta Abang dan hidup bersama Abang hingga ajal menjemput?"


Meskipun aku belum yakin dengan perasaanku, tapi aku yakin kalau papa memilihkan jodoh yang tepat untukku. Lagipula, Bang Ano dan keluarganya begitu baik. Tidak mungkin aku mengecewakan orang yang tulus menyayangi aku, batin Devanya.


Devanya pun tersenyum hingga akhirnya dia menganggukkan kepalanya. "Yes! I want to marry you."


"Terima kasih." Keano langsung memasukkan cincin berlian dua puluh lima karat ke jari manis kanan Devanya, bersamaan dengan kembang api yang meledak di udara.


"Bang, belajar dari mana bisa romantis seperti ini?" tanya Devanya dengan mata yang terus melihat ke luar.


"Apa kamu suka?" Bukannya menjawab, Keano malah balik bertanya.


"Aku suka, makasih Bang sudah kasih aku kejutan seperti ini." Tanpa sadar Devanya langsung memeluk pemuda tampan yang menjadi tunangannya.


Keano pun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan segenap hati, dia membalas pelukan dari gadis yang dicintainya. Sampai akhirnya helikopter yang mereka tumpangi mendarat di atas gedung pencakar langit milik JS Group.


Keduanya pun turun, mereka segera masuk ke dalam penthouse. Di sana sudah tersaji hidangan untuk makan malam lengkap dengan lilin dan bunga Juliet Rose yang menghiasi meja makan. Dengan hati yang berbunga-bunga, Keano pun segera menggeser kursi dan mempersilakan Devanya duduk.


"Makasih, Bang!" ujar Devanya dengan tersenyum manis. Hatinya begitu bahagia karena merasa seperti seorang putri di negeri dongeng yang mendapatkan pangeran tampan yang baik hati.


Ternyata Bang Ano orangnya penuh kejutan, batin Devanya.

__ADS_1


"Sama-sama." Keano pun segera beranjak ke kursi yang ada di seberang Devanya.


"Bang, kenapa tidak menyuruh aku memakai gaun?" tanya Devanya.


"Yang Abang sukai bukan baju kamu tapi apa adanya kamu. Abang harap hubungan kita tidak kaku lagi apalagi merasa canggung satu sama lain," jawab Keano. "Ayo kita cicipi hidangan yang sudah disediakan!" lanjutnya.


Kini keduanya makan dalam diam dengan sesekali Keano menyuapkan makanan yang ada di piringnya pada Devanya. Meskipun awalnya gadis itu merasa tidak enak hati. Tapi akhirnya dia mulai menikmati suapan demi suapan dari tangan Keano.


Saat keduanya sudah selesai menikmati hidangan makan malam, Keano pun kembali membuka suaranya. "Ay, untuk tiga hari ke depan mungkin kita tidak bisa bertemu. Abang menunggu di villa kenangan."


"Memang gak bareng pergi ke sananya?"


"Sepertinya tidak. Kalau tidak Abang yang duluan sampai, mungkin kamu yang duluan tapi untuk menghindari macet, opa sudah menyiapkan heli untuk memboyong kita," terang Keano.


"Bang, boleh aku nanya sesuatu?"


"Tanya saja."


"Sejak kapan Abang cinta sama aku?" tanya Devanya dengan menatap lekat manik Keano. Dia sangat penasaran dengan jawaban pemuda tampan di depannya.


"Mungkin sejak Abang remaja. Saat seseorang mulai tertarik dengan lawan jenisnya, saat itu pula Abang tidak bisa menghilangkannya bayangan kamu dari benak Abang." Keano pun menatap balik Devanya hingga mata mereka kini saling beradu pandang.


"Lalu kenapa Abang tidak pernah berinisiatif untuk mendekati aku?" tanya Devanya lagi.


"Kalau itu, karena Abang belum yakin dengan apa yang Abang rasakan sama kamu. Abang pikir, semua itu karena rasa sayang Abang pada seorang adik. Tapi ternyata Abang salah. Abang sangat tidak suka saat melihat lelaki lain menyentuh kamu. Abang ingin memiliki kamu seutuhnya."


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Brondong Tajir update, yuk kepoin karya teman Author yang keren ini.

__ADS_1



__ADS_2