Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
S2 23 Di Bawah Derasnya Hujan


__ADS_3

Sementara di sebuah ruangan yang luas dengan warna putih yang mendominasi, nampak seorang pemuda tampan yang rahangnya terlihat mengeras. Keano, terus melihat ke layar monitornya. Memperhatikan dua anak muda yang masih memiliki hubungan saudara dengannya.


Bisa-bisanya mereka melakukan hal itu di perusahaan aku. Apa mereka tidak tahu kalau semua ruangan yang ada di gedung ini sudah dipasang CCTV. Ion, kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya, geram hati Keano.


Bagaimana tidak, Keano yang setiap jam pulang kerja selalu mengecek ruangan di mana Devanya bekerja melalui CCTV, dia harus menyaksikan pemandangan yang membuat dadanya bergemuruh hebat. Rasanya dia tidak ikhlas melihat gadisnya berciuman dengan Orion, sepupunya sendiri.


Setelah dia memastikan Orion dan Devanya keluar dari ruangan itu, dia pun segera beranjak pergi dari ruangannya. Keano sengaja tidak langsung pulang ke apartemen miliknya. Melainkan membelokkan mobilnya ke apartemen milik Orion. Lumayan lama dia menunggu sepupunya. Sampai akhirnya terdengar suara pintu apartemen ada yang membuka.


Ceklek


Orion datang dengan wajah yang berseri-seri sepulang mengantar Devanya ke rumahnya. Dia terus mengingat apa yang terjadi saat di cafe tadi. Di tengah derasnya hujan yang mengguyur ibu kota.


Flashback on


Setelah keduanya pulang kerja, Orion mengajak Devanya untuk makan malam di cafe Mizy yang lokasinya di dekat sekolah mereka semasa SMU. Orion sengaja memilih makan di roof top cafe yang tak beratap dengan pemandangan lampu malam yang memanjakan mata.


Namun, saat keduanya sedang asyik menikmati hidangan.Tiba-tiba hujan turun begitu deras. Tetapi dua anak manusia yang sedang dimabuk cinta itu memilih diam di tempatnya dan menikmati tiap tetesan hujan yang menerpa tubuhnya. Sampai akhirnya Orion berdiri dari duduknya langsung merentangkan tangannya seraya kepalanya mendongak ke atas.


"Hujan katakan pada gadis yang ada di depanku saat ini, kalau aku mencintainya. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamanya," teriak Orion.


"Ion, apa-apaan?" tanya Devanya begitu yang ikut berdiri.


Orion langsung menarik Devanya agar merapat ke arahnya. Hingga kini tidak ada jarak di antara mereka. Orion menatap dalam pada manik mata biru seperti samudera.


"Vanya, aku tidak mau membohongi diriku lagi. Aku Orion Pratama Putra mencintaimu dengan sepenuh hati dan ingin menghabiskan waktu bersamamu sampai kita sama-sama menua nanti."


"Aku ...."

__ADS_1


"Aku tidak terima penolakan. Mulai saat ini dan seterusnya kamu hanya milikku," potong Orion.


"Ion apa kamu tidak butuh pendapat aku?" tanya Devanya.


"Aku tidak suka penolakan. Aku akan menganggap kalau kamu juga mencintai aku." Tanpa menunggu jawaban dari Devanya, Orion kembali membenamkan bibirnya pada bibir Devanya.


Derasnya hujan menjadi saksi dua anak manusia yang sedang berpagutan. Menyalurkan semua hasrat yang terpendam. Saat keduanya merasa sudah kehabisan oksigen, Orion dan Devanya pun saling melepaskan pagutannya.


"Ion, berjanjilah tidak akan pernah meninggalkanku!" ujar Devanya dengan keningnya yang menempel pada kening Orion.


"Aku berjanji, akan selalu ada untukmu."


Flashback off


"Kenapa kamu hujan-hujanan?" tanya Keano yang sukses mengagetkan Orion yang sedang tersenyum sendiri seraya berjalan menuju ke kamarnya.


"Tidak sulit bagiku untuk mendapatkan password apartemen kamu. Cepat mandi dulu!" suruh Keano.


"Iya Bang!"


Punya sepupu yang serba bisa kadang merepotkan juga. Aku sedang asyik mengingat kejadian tadi bersama dengan Vanya, dia malah membuyarkan-nya. Ah ... Vanya ... Aku ingin cepat besar agar bisa membawa kamu ke KUA. Tapi, bukannya punyaku udah besar ya, batin Orion.


Setibanya di kamar mandi, dia langsung memeriksa benda pusaka-nya. Dia takut mengecewakan gadis yang dinikahinya nanti jika memiliki benda pusaka yang berukuran kecil. Orion pun bisa bernapas dengan lega saat melihat si Otoynya bisa berubah dari kecil hingga menjadi besar.


"Ah leganya, Otoy punyaku bisa sebesar ini."


Setelah dia puas membersihkan badan dan memeriksa benda pusaka-nya. Orion pun langsung berpakaian dan kembali ke ruang tengah untuk menemui Keano. Orion langsung duduk di sofa yang sama dengan sepupunya itu.

__ADS_1


"Lihat ini!" Keano langsung memberikan ponselnya pada Orion.


Meskipun tidak mengerti maksud Keano, tetapi Orion tetap mengambil ponsel sepupunya itu dan melihat rekaman CCTV di ruang marketing saat dia dan Devanya saling berpagutan. Wajahnya langsung merah padam karena malu ketahuan oleh Keano. Namun yang lebih membuatnya takut, semua keluarganya tahu dengan apa yang sudah dilakukannya.


"Ion, Abang menyuruh kamu magang di tempat Abang, bukan untuk melakukan hal seperti ini." Keano langsung menegur sepupunya.


"Iya, Bang aku salah."


"Apa kamu lupa kalau semua ruangan yang ada di JS Group sudah dilengkapi oleh CCTV?"


"Iya, Bang aku minta maaf!"


"Abang sudah menghapusnya, tapi Abang minta kamu jangan mengulanginya lagi!"


"Bang, jangan bilang sama Opa Andrea dan Om Dave!" pinta Orion dengan mata penuh pengharapan.


"Baik, sudah larut malam Abang pulang dulu." Keano pun langsung beranjak pergi. Namun saat dia baru sampai pintu apartemen, Keano menghentikan langkahnya. "Lebih baik kamu ganti password apartemen."


"Iya, Bang!"


Aku ganti juga, pasti Bang Ano bisa masuk ke apartemen aku lagi. Udah kaya Casper aja bisa masuk ke mana pun. Tapi kenapa Bang Ano begitu jeli, bisa langsung tahu apa yang aku lakukan dengan Vanya tadi sore?


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift, dan favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


__ADS_2