Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
S2 126 Pernikahan Orion-Luna


__ADS_3

Saat para ibu hamil sedang senam yoga, para suami pun melanjutkan pekerjaannya. Keano yang tadi menunda meeting-nya. Kini dia pun sedang asyik mendengarkan laporan dari berbagai perusahaan cabang JS Group dengan zoom meeting.


Meskipun matanya sesekali melihat ke arah istrinya dan tersenyum manis pada Devanya yang melihat ke arahnya. Tetapi dia tetap fokus mendengarkan seseorang yang sedang berbicara di seberang sana. Hanya saja, para peserta meeting menjadi terpaku saat melihat senyum manis Keano yang ditujukan untuk istrinya.


"Kenapa tidak dilanjut laporannya?" tanya Keano.


"Maaf, Tuan!" ucap seseorang di sebrang sana, Dia pun segera melanjutkan laporan bulanan yang sudah dia susun dengan baik.


Keano hanya menganggukkan kepalanya saat merasa laporan itu bisa di terima. Tetapi saat ada yang membuat laporan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, maka aura dinginnya terasa menusuk ke sendi-sendi.


"Kamu merekayasa! Ganti laporan yang asli!" ujar Keano datar. "Satu jam tidak ada laporan asli, kamu kupecat!"


Semua orang yang tadinya terkesima dengan senyum manis presiden direktur mereka, kini berubah menjadi ketar-ketir. Meskipun tidak meluapkan kemarahannya di depan orang-orang, tetapi lelaki tampan itu terkadang berbuat tanpa ampun.


Saat melihat Keano seperti sedang kesal di depan layar monitor yang lumayan besar, Devanya langsung menghampiri dan duduk di pangkuan lelaki itu. "Abang kenapa?"


"Ay, Abang sedang meeting." Keano langsung menutup salurannya.


Tentu saja membuat Hayden yang ikut serta meeting kelimpungan. Namun, mau bagaimana lagi, dia yang harus mengambil alih sampai Keano kembali siap meeting.


"Eh, meeting? Maaf, aku kira lagi apa. Ya sudah, mau balik senam lagi ya, Bang." Devanya langsung bangun dari duduknya. Namun tangannya ditahan oleh Keano.


"Kamu sudah ganggu Abang meeting. Harus dapat hukuman dulu." Tanpa menunggu lama, Keano langsung meraup bibir Devanya. Dia tidak peduli orang-orang yang berada di luar penthouse, yang sedang menunggu ibu hamil itu untuk melanjutkan senam-nya.


Setelah merasa cukup menikmati bibir ranum Devanya, Keano pun langsung melepaskan pagutannya. Dia tersenyum pada istrinya lalu berbisik, "Terima kasih, Sayang. Abang meeting lagi."


"Hehehe ... Iya Papi, kembar mau senam lagi biar cepat ketemu Papi."


Devanya pun langsung berlalu pergi. Kembali menemui instruktur dan Diandra yang sedang asyik berbincang. "Miss, senam-nya udahan saja ya! Mending kita rujakan. Aku bawa rujaknya dulu."


"Jangan Nyonya! Biar aku saja. Nyonya di sini saja bersama Nona Diandra." Instruktur itu pun langsung berlalu menuju ke dapur. meninggalkan dia sahabat yang duduk di matras.


"Miss Kenny pilih kasih, masa aku dipanggil Nyonya, sedang kamu nona. Memangnya aku kelihatan tua?"

__ADS_1


"Iya, kamu terlihat tua banget. Hahaha ...." Diandra malah menertawakan sahabatnya.


"Dasar ipar gak ada akhlak. Cewek cantik gini dibilang tua," sungut Devanya.


"Nyonya memang cantik, apalagi matanya yang jarang dimiliki orang-orang di sini," timpal Miss Kenny.


"Udah yuk kita rujakan saja."


Beruntung sekali menjadi instruktur orang kaya ini. Sudah bayarannya besar. Mereka juga tidak membuat jarak. Bahkan obrolan pun asal nyambung saja, tapi tetap saja aku harus menjaga kesopanan pada mereka, batin Miss Kenny.


...***...


Seminggu sudah berlalu, hari ini Orion dan Luna melangsungkan pernikahan. Setelah paginya akad nikah di rumah kediaman keluarga Luna, malam harinya melangsungkan resepsi pernikahan.


Ballroom hotel bintang lima milik Keluarga Pratama, kini dihias dengan begitu indah. Tema Frozen yang diusung dalam resepsi pernikahan Orion dan Luna. Membuat semua tamu undangan serasa berada di istana Putri Elsa.


Terlihat Luna begitu cantik dengan gaun pengantin yang berwarna biru langit. Ditambah dengan mahkota yang berkilau bertengger cantik di kepalanya. Sementara Orion mengenakan Jas yang senada dengan gaun yang dipakai oleh Luna. Meskipun awalnya Orion tidak setuju resepsi pernikahan dengan tema Frozen. Pada akhirnya dia mengalah saat Luna merajuk dan memaksakan keinginannya.


Keano datang bersama dengan Devanya. Meskipun usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke sembilan, tetapi ibu hamil itu masih aktif bergerak. Devanya tersenyum manis pada mantan kekasihnya dan juga Luna. Saat dia bersama dengan Keano naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada pengantin baru.


Orion yang menerima uluran jabatan tangan Devanya langsung menarik ibu hamil itu ke pelukannya. Tentu saja Keano langsung menariknya kembali sebelum mempelai pria benar-benar memeluk istrinya.


"Orion, jaga sikap!" seru Keano kesal.


"Bang, sekali aja apa, Bang. Biasanya kan kalau mantan datang ke acara nikahan, mereka berpelukan sambil nangis. Nah Bang Ano dan kamu Luna diam saja lihatin." Seperti seorang sutradara, Orion mengatur sendiri adegannya.


"Ikh, kamu kho gitu?" tanya Luna cemberut.


"Pengantin sarap!" celetuk Devan yang menunggu antrian di belakang Keano.


"Sudah, Ay. Ayo jalan!" suruh Keano. "Selamat Ion cintai istrimu dengan hati." Meskipun hatinya kesal, tak urung dia memberi ucapan selamat pada sepupunya yang konyol.


"Bang, sekali aja!" rengek Orion.

__ADS_1


"Nggak!" tegas Keano seraya menuntun Devanya pergi.


Namun langkah kakinya tertahan saat fotografer memanggilnya dan meminta untuk foto bersama dengan pengantin. Mau tidak mau dia pun mengikuti keinginan fotografer dan berdiri di samping Luna. Sementara Diandra, Davin dan Devan berdiri di samping Orion.


Semuanya bergaya dalam berbagai pose hanya Keano yang terlihat kaku tidak mengikuti arahan fotografer. Pria tampan itu hanya berdiri dengan memeluk istrinya dari belakang. Hanya tangannya yang melingkar di perut Devanya merangkai bentuk hati.


Setelah berfoto bersama, Keano langsung mengajak Devanya untuk turun dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Begitupun dengan Diandra dan Davin yang memilih bergabung bersama dengan sahabatnya. Sementara Devan dan Tasya asyik mengobrol dengan teman-teman kencan Orion yang ikut menghadiri pesta pernikahan langganannya.


"Devan, kamu jadian dengan Tasya?" tanya Celia. "Kenapa gak sama aku saja?" lanjutnya.


"Tasya sepupu aku!" sahut Devan.


"Jangan bercanda, kamu! Mana mungkin Tasya punya saudara orang tajir seperti keluarga kamu. Ayahnya saja hanya seorang buruh proyek," hina Delisa.


"Tapi beneran kho, dia sepupu aku. Tapi kalau kalian tidak percaya, dia akan jadi calon istri aku."


"Hahaha ... Kamu dikasih apa sama dia sampai bicara seperti itu. Pasti kamu sudah mencicipinya," tebak Adeline.


"Memang kalau ada orang yang baik, karena dia sudah mencicipinya. Sudahlah gak usah mendiskriminasi orang kalau kalian sendiri sudah gak suci lagi. Ayo Tasya!" Devan langsung menarik gadis itu untuk menjauh dari teman-temannya.


Namun di saat bersamaan, Orion melemparkan bunga pengantin ke arahnya. Dengan sigap, Devan pun langsung mengambilnya dan memberikan pada Tasya. Tentu saja semua orang merasa kaget karena pengantin pria tiba-tiba saja melempar buket bunga sebelum cara lempar bunga dimulai.


"Bagus, Bro! Perjuangkan cintamu," seru Orion.


"Ion kenapa dilempar duluan? Acaranya kan belum dimulai? Padahal teman-teman aku nungguin acara lempar bunga," tanya Luna cemberut.


Orion melirik sekilas ke arah istrinya, lalu berkata, "Teman kamu itu gak penting! Yang penting itu sahabat aku."


Awas saja kamu Ion! Akan aku kasih obat kuat yang banyak biar kamu bertekuk lutut sama aku. Aku Aluna Candra Kirana, tidak akan menyerah untuk mendapatkan kamu.


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2