Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
Bab 125 Bidikan Jitu


__ADS_3

Setibanya di kantor pusat, Dave langsung diserbu oleh Andrea yang sudah menunggunya sedari tadi. Andrea sengaja menunggu Dave karena ada hal yang akan dia perintahkan pada bawahannya itu.


"Dave, kenapa lama sekali datangnya? Ini lagi, kenapa kamu bawa istrimu kemari?" tanya Andrea.


"Ada apa, Om? Bukannya meeting masih tiga puluh menit lagi?" tanya Dave heran.


"Urgent, Dave. Pak Bambang minta tolong agar menghapus video putrinya yang tersebar. Dia minta 1x24 jam harus sudah hilang semua," cerocos Andrea.


"Maksud Om, Pak Bambang Winata?" tanya Dave.


"Iya benar. Video putrinya yang sedang marah-marah di mall karena suaminya selingkuh sedang viral. Om, sudah menyuruh Bimo untuk menghandle tapi masih terus saja menyebar. Nanti kamu bantu Bimo untuk menghapus video itu," tutur Andrea.


Bagaimana tidak menyebar, kalau videonya terus aku sebarin. Bagaimana reaksi Om Andrea, kalau dia tahu aku yang sudah sebar video itu?


Dave hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia belum puas membuat Adjie dan keluarga Winata merasa malu. Tapi dia juga tidak bisa menolak perintah dari Andrea. Sampai akhirnya dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui.


"Kenapa istrimu ikut kemari? Apa dia akan ikut meeting juga?" tanya Andrea.


"Tidak, Om! Dia akan menunggu di ruang tunggu tamu," jawab Dave.


"Oh! Ya sudah, ayo kita ke ruang meeting! Pasti yang lain sudah menunggu di sana," ajak Andrea.


Dave menghampiri Sevia dulu sebelum dia mengikuti Andrea menuju ke ruang meeting. "Via, tunggu di sana aja ya! Nanti aku suruh OB untuk membeli makanan untukmu agar kamu tidak bosan."


"Iya, gak apa-apa. Aku sekalian mau nonton gosip dulu," bisik Sevia pada Dave.


Dave hanya mengacak-acak rambut istrinya gemas. Hal itu membuat sekertaris Andrea melongo tidak percaya. Karena setahunya, Dave selalu cuek pada karyawati di kantornya.


Setelah kepergian Dave ke ruang meeting, Sevia pun langsung menonton televisi yang ada d ruangan itu. Saat dia sedang asyik menonton acara infotainment, ada seorang OB yang datang menghampirinya dengan sekantong makanan ringan yang dia beli di minimarket atas suruhan Dave.


"Permisi, Mbak! Ini makanan yang dipesan oleh Mr. Dave," ucap OB itu.


Sevia yang sedang asyik menonton, langsung menengok ke belakang. Dis sempat tertegun sesaat karena merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Setelah dia meyakinkan diri, akhirnya Sevia pun angkat bicara.


"Loh bukannya kamu Yoko?" tanya Sevia


"Eh, Sevia. Sedang apa kamu di sini? Apa kamu juga bekerja di sini?" tanya OB yang Sevia panggil Yoko.


"Tidak! Aku sedang menunggu suamiku," sahut Sevia.


"Apa kamu istrinya Mr. Dave?" tebak Yoko.


"Ah iya. Dia suamiku," jawab Sevia.

__ADS_1


Pantas saja Sevia makin cantik, ternyata dia menikah dengan direktur. Beruntung sekali dia bisa mendapatkan suami yang tajir. Padahal saat dulu pacaran sama aku, dia biasa saja. Udah gitu, dia susah sekali aku cium. Makanya aku putuskan saja, batin Yoko.


"Yoko, ini buat aku kan?" tanya Sevia dengan mengambil kantong yang berisi makanan.


"Iya, itu pesanan dari suami kamu. Kalau begitu aku permisi dulu mau melanjutkan pekerjaanku," pamit Yoko.


"Silakan! Makasih ya, udah dibeliin cemilan," ucap Sevia sebelum Yoko berlalu pergi.


Aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengan dia. Dulu dia meminta putus tanpa sebab, hanya bilang merasa tidak cocok. Tapi ternyata, dia langsung jadian dengan tetangga kontrakannya. Dunia ini sangat sempit. Tanpa sengaja harus bertemu dengan orang di masa lalu yang sudah menorekan luka, batin Sevia.


Sevia pun tidak mau ambil pusing akan pertemuannya dengan Yoko. Dia malah asyik menoton gosip tentang video yang sedang viral itu. Tanpa disadarinya, Yoko diam-diam terus memperhatikan mantan pacarnya itu.


Dua jam sudah berlalu, Dave pun sudah selesai meeting. Dia bergegas untuk menemui istrinya. Selama meeting berlangsung, pikirannya tidak bisa fokus karena teus teringat dengan Sevia yang dia tinggalkan sendiri di ruang tunggu. Namun, saat sampai di sana, dadanya menjadi bergemuruh saat melihat Sevia begitu akrab dengan seorang OB di kantor pusat.


"Sayang, apa kalian saling mengenal? Kelihatannya akrab sekali." Dave langsung duduk di samping Sevia dan merangkul bahu istrinya.


"Iya, ternyata dia teman lamaku. Dulu waktu aku ngontrak di Serang kita tetanggaan," jelas Sevia yang tidak sepenuhnya berbohong.


"Oh ya? Wah seperti reuni kecil ya, tidak apa reuni dengan teman lama, asal jangan reuni dengan mantan. Apalagi pake istilah jatah mantan, tidak bisa ditolerin," ucap Dave.


"Enggak sayang! Meeting-nya sudah? Apa sekarang kita langsung pulang?" tanya Sevia langsung mengalihkan pembicaaan.


"Saya hanya menemaninya, Mister. Tadi istri Anda sendirian, kebetulan juga kita saling mengenal. Jadi hanya bertukar kabar," jelas Yoko.


"Baik, Mister, permisi!" Yoko langsung pergi dengan hatinya yang menggerutu.


Posesif banget jadi laki-laki. Andai dia tahu kalau dulu Sevia mantan pacarku yang aku tinggakan begitu saja," batin Yoko.


Setelah kepergian Yoko, Dave langsung memeriksa badan Sevia. Dia membolak-balikkan badan Sevia, takutnya ada bagian yang sudah disentuh oleh Yoko.


"Dave apaan sih? Kenapa badanku dibolak-balik udah kaya opak saja?" tanya Sevia tidak suka.


"Opak apaan?" tanya Dave tidak mengerti dengan maksud istrinya.


"Makanan dari beras ketan. Itu makanan khas kampung aku," jelas Sevia.


"Oh, aku hanya ingin memastikan, dia menyentuh kamu tidak?" tanya Dave.


"Tidak, Dave. Dia hanya menanyakan kabar aku dan kemana saja aku selama ini," jelas Sevia apa adanya.


"Syukurlah, aku tidak mau kamu berhubungan lagi dengan lelaki yang ada di masa lalu kamu. Entah mantan ataupun teman kamu tanpa sepengetahuan aku," ucap Dave langsung memberi peringatan pada istrinya.


Glek

__ADS_1


Sevia menelan ludahnya kasar. Untung saja Dave tidak tahu siapa saja yang pernah jadi pacarnya. Meskipun dia pacaran sewajarnya saja, tetapi brondongnya itu sepertinya sangat posesif padanya.


"Gak kho Dave. Kamu tenang saja, aku kan kemana-mana pasti sama kamu. Paling tidak sama Rani. Lagian, gak mungkin mantan aku minta balikan lagi. Mereka semua yang mutusin aku duluan," terang Sevia sendu di akhir kata-katanya.


"Makanya jangan banyak-banyak punya pacar kalau ujung-ujungnya diputuskan." Dave mengacak-acak rambut istrinya.


Dia jadi teringat dengan pertemuan pertamanya dengan Sevia. Seorang gadis yang dia temui sedang menangis karena diputuskan oleh pacarnya. 'Mungkin seperti itu setiap kali Sevia diputuskan oleh mantan pacarnya,' pikir Dave


Saat keduanya sedang asyik saling mengacak rambut, Andrea datang bersama dengan Harry. Dua lelaki beda usia itu nampak serius setelah tadi mendapatkan telepon dari orang suruhan keluarga Winata.


"Dave, cepat bantu Bimo! Pak Bambang ingin secepatnya video itu hilang," suruh Andrea.


"Paling dia khawatir, Om. Bukannya dia mau mencalonkan lagi. Kalau videonya tidak secepatnya hilang dari dunia Maya, kredibilitas dia bisa menurun. Sudah pasti dia tidak akan terpilih lagi." jawab Dave santai.


"Dave, kenapa Om jadi curiga sama kamu?" selidik Andrea.


"Apa Om punya bukti?" tanya Dave dengan memicingkan matanya.


"Tidak! Tapi feeling Om jarang meleset, Dave. Baiklah kalau kamu tidak ingin jujur pada Om, coba kamu katakan motif dari pelaku penyebaran video itu!"


"Mungkin dia hanya ingin mengerjai karena keluarga Winata selalu menggunakan kekuasaan saat berhadapan dengan orang-orang yang tidak sejalan dengannya."


"Kamu benar. Om yakin, kamu pasti punya alasan kuat untuk mengerjai keluarga itu. Sudahlah, tidak apa-apa sehari ini video itu menyebar tapi Om minta, besok sudah kamu hapus. Om akan berpura-pura tidak tahu siapa penyebarnya dan berpura-pura kesusahan untuk menghilangkannya." Andrea langsung berlalu pergi menuju ke ruangannya.


Sementara Harry yang menjadi pendengar pembicaraan kedua bosnya itu langsung bertanya pada Dave.


"Dave apa benar kamu yang melakukannya?" tanya Harry dengan suara pelan.


Dave hanya tersenyum miring sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya. "Iya, aku yang melakukannya. Coba kamu lihat, siapa pemeran utama video itu. Kamu pasti tahu alasannya apa."


Harry pun langsung mengambil ponselnya dan melihat berita yang sedang viral di dunia maya. Dia pun tersenyum puas dengan apa yang telah dilakukan oleh sahabatnya.


"Kamu pintar Dave! Bidikan kamu jitu. Sekali bidik, dua mangsa yang kena sasarannya."


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...


Sambil nunggu Brondong update, kepoin juga karya Author keren yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2