
Setelah kepergian Sean, Dave langsung menghampiri Sevia. Dave melihat wajah lelah istrinya, ada rasa bersalah menelusup hatinya. Dia sengaja membawa Sevia ke sini agar istrinya itu bahagia bukan terluka seperti ini. Namun, dia juga tidak bisa menyalahkan siapa pun dengan apa yang terjadi pada Sevia.
Perlahan, Sevia membuka matanya, saat di depannya terlihat ada Dave, Sevia pun langsung bangun dari tidurnya. Dave langsung merengkuh tubuh Sevia daan membawanya ke dalam pelukan.
"Maafkan aku, Via! Aku tidak bisa menjagamu," ucap Dave.
"Aku takut Dave, aku takut tidak bisa bertemu lagi denganmu dan Devanya." Sevia terisak dalam pelukan suaminya. Rasanya dia tidak ingin pergi lagi ke sana.
"Tenang Via, Ada aku yang akan selalu mencari ke mana pun kamu pergi. Coba lihat permata yang kecil di gelang kamu! Saat kamu dalam keadaan darurat, kamu tekan saja permata yang berwarna biru itu. Maka sinyalnya akan sampai padaku." Dave memperlihatkan jam tangan di tangannya. memang benar, terlihat ada lampu yang kelap kelip di sana. "ini tanda bahaya darimu."
"Iya, Dave aku akan mengingatnya." Sevia kembali menelusup kan kepalanya di dada bidang brondong tampannya. Ada kedamaian dan perasaan terlindungi setiap kali dia memeluk suaminya.
"Dave, bagaimana keadaan Devanya? Apa dia rewel?" tanya Sevia.
"Devanya anteng bersama Bi Lina dan Tante. Aku minta maaf karena Tante dan yang lainnya meninggalkan kamu di sana. Mereka panik karena Keano terjatuh saat mau turun dari wahana," terang Dave.
"Bagaimana keadaan Keano sekarang?" tanya Sevia yang ikut cemas.
"Aku belum tahu bagaimana keadaan karena pas tadi pulang ke mansion aku langsung mencari kamu. Ternyata, kamu sedang berduaan dengan lelaki yang lebih muda dariku. Kamu tahu Via, tadi saat kamu sedang tidur, dia terus memegang tangan kamu." Ada kilat kemarahan dari wajah Dave saat dia teringat dengan apa yang dilihatnya tadi.
"Dave, aku tidak tahu kalau ada yang memegang tanganku. Kamu tahu sendiri kalau aku tertidur," ucap Sevia sendu. "Dave aku lapar, bisakah cari makanan untukku?" lanjutnya.
"Tunggu sebentar ya Sayang! Aku beli makanan dulu ke luar. Kamu mau makan apa?" tanya Dave.
"Apa saja yang sekiranya bisa di makan," ucap Sevia.
"Baiklah, aku pergi. Tunggu sebentar ya!" Dave pun langsung beranjak pergi mencari makanan yang sekiranya cocok di lidah istrinya. Dia sadar Sevia bukan berasal dari kalangan atas seperti dirinya. Meskipun, Dave hanya anak angkat dari keluarga Putra tapi pada kenyataannya, kakek buyutnya meninggalkan banyak warisan untuknya yang sekarang dikelola oleh Al.
Setelah mendapatkan beberapa jenis makanan untuk istrinya dan juga dia sendiri, Dave pun segera kembali ke ruang inap Sevia. Namun, saat di lobby rumah sakit tanpa sengaja dia bertemu dengan rekan bisnisnya yang bekerjasama mengembangkan game virtual yang Dave luncurkan.
__ADS_1
"Mr. Dave, Anda ada di sini?" tanya Ken, putra pemilik WU internasional.
"Mr. Ken, kebetulan sekali bertemu di sini. Istriku sedang sakit, tidak sengaja tertabrak mobil Mr. Sean," ucap Dave.
"Oh, wanita yang tadi siang menabrakkan dirinya itu? Maaf Mr. Dave atas kejadian yang menimpa istri Anda," sesal Ken.
"Tidak apa, namanya juga musibah. Yang terpenting istriku kembali sehat lagi," sahut Dave. "Mr. Ken sendiri ada keperluan apa datang ke rumah sakit?" tanya Dave yang melihat kalau rekan bisnis dan istrinya terlihat baik-baik saja.
"Oh, tangan istriku terluka jadi kita langsung ke sini agar cepat mendapatkan penanganan," jawab Ken.
"Mr. Dave, bolehkah kami menengoknya?" Tanya Aya Ma, istri dari Ken.
"Tentu saja, mari!" Dave pun jalan di depan sebagai penunjuk jalan menuju ke ruangannya.
Saat sampai di kamarnya, ternyata ada Icha dan Al yang membawa Devanya untuk disusui oleh Sevia. Mereka langsung bergegas berangkat ke rumah sakit saat mengetahui kalau ternyata Sevia kecelakaan. Sekalian juga membawa Devanya untuk disusui karena stok ASI-nya tinggal sedikit.
"Om, Tante kapan datang?" tanya Dave kaget saat mendapati Icha dan Al sedang duduk di sofa sedangkan baby Devanya masih asyik dengan sumber kehidupannya.
"Namanya juga musibah, Tan. Tidak ada yang tahu kalau akan terjadi. Oh iya, kenalin ini Mr. Ken dan istrinya." Dave pun langsung memperkenalkan rekan bisnisnya pada Al.
Setelah mereka saling berkenalan, kelima orang itu pun terlibat obrolan sampai akhirnya pertanyaan Aya Ma mengalihkan fokus mereka. "Mr. Dave sudah memiliki bayi?" tanyanya.
"Iya, Nona. Anakku baru lima bulan," jawab Dave.
"Boleh aku melihatnya?"
"Tentu saja, silakan! Istriku sudah selesai menyusui." Dave langsung mempersilakan saat di melihat Sevia sudah selesai merapikan bajunya kembali.
Aya Ma dan Ken langsung beranjak menghampiri Sevia yang sedang menimang putrinya seraya duduk di atas tempat tidur. Pasangan suami istri begitu senang melihat bayi cantik yang ada di pangkuan Sevia.
__ADS_1
"Lihat, Sayang! Mr. Dave saja sudah punya anak. Kita pun harus memilikinya lebih banyak dari yang dimiliki Mr Dave," bisik Ken pada istrinya.
"Kamu pikir mudah memiliki anak, bukankah setiap malam kita selalu mengolah adonannya? Tapi ternyata tidak pernah ada yang jadi." Aya kembali berbisik pada suaminya.
"Nona, apakah Anda ingin mencoba menggendongnya?" tawar Sevia seraya mengangkat putrinya.
Aya Ma yang mengerti apa yang Sevia katakan, dia langsung tersenyum senang. Tanpa berpikir lagi, wanita cantik itu langsung mengambil Devanya dari pangkuan Sevia. Meskipun awalnya dia merasa takut karena belum terbiasa menggendong seorang bayi, tapi lama-kelamaan wanita cantik itu begitu senang bisa menggendong seorang bayi cantik.
"Cantik sekali putrinya, Nona." Puji Aya Ma.
"Terima kasih, Nona. Tapi Nona juga sangat cantik," ucap Sevia.
Setelah puas menggendong dan berbincang dengan Sevia, akhirnya Ken dan istrinya berpamitan untuk pulang karena hari sudah larut malam. Begitupun dengan Icha dan Al yang ikut berpamitan seraya membawa kembali Devanya pulang ke rumah.
Kini tinggallah sepasang suami istri yang saling berpelukan di atas bed yang sempit itu. Sevia begitu nyaman tidur di dada suaminya. Begitupun dengan Dave yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Via, aku ingin kita selamanya terus seperti ini. Saling berbagi tempat tidur dan kehangatan. Aku tidak bisa membayangkan jika harus kehilangan kamu," ucap Dave dengan melihat ke langit-langit kamar inap Sevia.
"Aku juga ingin terus bersama kamu, Dave. Jangan meninggalkan aku dan anak-anak kita nanti. Aku sangat membutuhkan kamu," ucap Sevia.
"Hanya butuh, Via? Apa kamu tidak mencintaiku?" tanya Dave dengan mengerutkan keningnya.
"Tentu saja, aku mencintai brondong mesumku."
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih!...
__ADS_1
note : Kisah Jaguar Kendrick dan Aya Ma ada di novel Terjerat Cinta Berondong Kaya karya Liana Kiezia