Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
Bab 130 Masa Lalu Ayah Sevia


__ADS_3

Setelah mendapatkan uang dari putrinya, Rudi pun langsung berpamitan pada putrinya. Entah kenapa, dia selalu ingin cepat-cepat pergi setiap kali bertemu dengan Sevia. Bukan tanpa alasan dia seperti itu, tapi karena wajah Sevia selalu mengingatkan dia pada istrinya. Istri yang dia nikahi karena ingin menyelamatkan anak yang dikandung oleh Kinara, ibunya Sevia.


Nara, waktu itu aku kelepasan mengucapkan kata cerai padamu sehingga kamu pergi meninggalkan Sevia bersamaku. Padahal, kamu pergi meninggalkan keluarga kamu, demi menyelamatkan anak yang dianggap tabu karena hanya anak seorang supir sepertiku, batin Rudi.


Rudi tersadar dari lamunannya saat ojeg yang dia naiki sudah berhenti di pertigaan. Rudi pun segera turun dan membayar ongkos. Untung saja tadi Sevia memberinya uang yang banyak sehingga dia berencana membeli oleh-oleh untuk istri dan ibunya.


Saat melihat sebuah toko kue dan makanan khas orang barat, Rudi pun segera menyeberang jalan. Namun, saat dia akan menyeberang di jalan ruas yang berlawanan, Rudi hampir saja tertabrak sebuah mobil mewah.


"Hey brengsekk!!! Yang bener kalau bawa mobil, kamu gak lihat kalau ada orang yang menyeberang," bentak Rudi karena kaget.


Untung saja mobil mewah itu segera menghentikan laju mobilnya sehingga Rudi hanya terdorong sedikit dan jatuh. Pengendara mobil itu pun segera menepikan mobilnya untuk melihat kondisi Rudi.


"Bapak, tidak apa-apa?" tanya supir yang merasa kaget dengan apa yang terjadi.


"Bagaimana tidak apa-apa, apa kamu tidak melihat kalau tadi aku jatuh??!!" bentak Rudi.


"Maaf, Pak. Tadi Bapak menyeberang tiba-tiba sehingga saya telat untuk menginjak rem," jelas supir.


Sementara Kirana yang berada di dalam mobil merasa kenal dengan orang yang akan tertabrak mobilnya. Dia pun keluar dari dalam mobil dan menghampiri Rudi yang sedang marah-marah pada supirnya.


"Rudi, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Kirana.


Degh!


Rudi yang sedang memarahi supir itu menjadi terdiam saat mendengar suara wanita yang memanggilnya. Dia pun segera menoleh ke arah asal suara.


Kenapa harus bertemu dengan dia? Harus aku sembunyikan ke mana Sevia? Aku tidak mau dia bertemu dengan putriku, batin Rudi.


"Bagaimana tidak apa-apa? Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mengganti kerugian psikis aku yang syok karena akan tertabrak mobil," sentak Rudi.


"Berapa yang kamu mau?" tanya Kirana.


"Cukup satu juta saja," ucap Rudi dengan memalingkan wajah sedangkan tangan kanannya menengadah meminta uang pada Kirana.

__ADS_1


Kirana hanya tersenyum melihat tingkah mantan supir keluarganya itu. Dia tidak heran dengan sifat Rudi yang mudah sekali disogok pakai uang. Sampai saat kejadian itu pun, Kirana mengira semua itu terjadi karena keserakahan Rudi.


"Rudi, aku bisa memberi kamu yang lebih, tapi dengan satu syarat. Apa kamu mau?" tanya Kirana.


"Aku tidak mau, satu juta sudah cukup buat aku." Rudi langsung mengambil uang yang diberikan oleh Kirana, kemudian dia berlalu pergi menuju ke toko kue.


Sementara Kirana hanya menatap punggung dengan menghela napas dalam. Dia sudah berusaha mencari keponakannya itu, tetapi Rudi dan keluarganya tidak mau memberitahu di mana keberadaan putri kakaknya.


"Apa kamu sudah mengambil fotonya?" tanya Kirana pada supirnya.


"Sudah Nyonya."


"Ayo kita lanjutkan ke perusahaan AP Technology. Kata Mr. Andrea, Mr. Dave pasti bisa membantu." Kirana pun kembali naik ke dalam mobil dan melanjutkan tujuannya.


Sesampainya di AP Technology, Kirana langsung menuju ke ruang meeting karena Dave dan Harry sudah menunggu di sana. Selain Hamish ingin berinvestasi pada proyek terbaru Dave, Kirana pun ingin meminta tolong pada Dave untuk melacak keberadaan keponakannya.


"Selamat datang Tuan Hamish dan Nyonya Kirana, senang bertemu dengan Anda." Dave langsung menyambut kedatangan investor pentingnya.


"Terima kasih, Mr. Dave. Senang bertemu dengan Anda lagi. Saya sangat puas dengan kerjasama kita yang kemarin, sehingga ingin berinvestasi kembali di proyek baru Anda." Hamish langsung menyambut uluran tangan Dave sebelum akhirnya mereka sama-sama duduk setelah Dave mempersilakan.


Dave dan Hamish pun larut dalam obrolan membahas proyek baru Dave, sedangkan Kirana yang menemani suaminya hanya menjadi pendengar yang setia.


Setelah kedua belah pihak sepakat dan menandatangani kontrak kerjasama, Kirana pun mengutarakan keinginannya.


"Maaf Mr. Dave, sepertinya apa yang akan saya katakan tidak ada sangkut pautnya dengan investasi, tetapi ini sangat penting bagi saya," sela Kirana yang sudah tidak sabar ingin bicara pada Dave.


"Soal apa Nyonya, kalau saya boleh tahu?" tanya Dave.


"Saya ingin meminta tolong pada Anda. Bisakah anda membantu saya untuk melacak keberadaan keponakan saya? Saya sangat ingin bertemu dengannya, ada hal yang harus saya sampaikan pada keponakan saya," pinta Kirana.


"Boleh, Nyonya. Selama saya bisa membantu pasti akan saya bantu," ucap Dave.


"Tolong lacak keberadaan keponakan saya. Dia disembunyikan oleh ayahnya," ucap Kirana. "Ini foto orang yang menyembunyikan keponakan saya."

__ADS_1


"Nyonya, kenapa Anda tidak melapor pada polisi dengan kasus ini?" tanya Dave heran lalu dia pun mengambil foto yang Kirana berikan.


Dave sempat terkejut melihat foto siapa yang Kirana berikan padanya. Namun, dia menyembunyikan keterkejutannya itu dari Kirana.


Ini kan bapak mertua, apa hubungannya dengan Nyonya Kirana?


"Tidak, ini menyangkut kehormatan keluarga. Kalau melaporkan pada polisi pasti kasusnya akan panjang," jawab Kirana.


"Maaf Nyonya, sebenarnya ada hubungan apa Anda dengan orang ini?" tanya Dave hati-hati.


"Dia pernah menikah dengan kakakku dan dikaruniai seorang anak. Tapi sekarang, mereka sudah berpisah dan orang itu tidak membiarkan kami bertemu dengan anaknya," jelas Kirana.


"Boleh saya tahu siapa namanya?" tanya Dave lagi.


"Namanya Rudi Hartono, dulu dia supir pribadi keluargaku tapi karena kesalahpahaman warga akhirnya ayah terpaksa menikahkan dia dengan kakakku. Namun saat ayah menyuruh mereka untuk bercerai, kakak menolaknya karena ternyata dia sudah hamil anaknya Rudi. Sampai akhirnya mereka di usir dari rumah karena tidak menuruti keinginan ayah," tutur Kirana.


Apa Sevia keponakan Nyonya Kirana? Kalau ayahnya Sevia menikah dengan kakaknya, berarti Sevia keponakan Nyonya Kirana, batin Dave.


"Baik, Nyonya akan saya usahakan. Kalau boleh saya tahu, apa kakak Anda masih hidup?" tanya Dave dengan hati-hati.


"Masih," jawab Kirana singkat. Dia tidak mau mengatakan keadaan kakaknya yang sesungguhnya sebelum dia menemukan keponakannya.


"Baiklah, Nyonya. Saya pasti berusaha untuk melacak keberadaan keponakan Anda," ucap Dave.


"Terima kasih Mr. Dave. Saya menunggu kabar baiknya," ucap Kirana.


Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus memberi tahu Sevia tentang cerita Nyonya Kirana? Aku harus mendengarkan cerita versi Sevia dulu sebelum mempertemukan mereka.


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


Sambil nunggu Brondong update yuk kepoin karya Author keren yang satu ini



__ADS_2