
Suasana jamuan makan malam terasa berbeda dari biasanya. Bukan karena suasana bahagia ataupun khidmat tetapi karena semua yang berada di meja makan merasakan aura dingin yang menguar dari Keano. Pemuda tampan itu terus saja menatap sepupunya yang berada di seberang meja. Hatinya merasa kesal setiap kali mengingat apa yang Orion lakukan pada Devanya.
"Bang," panggil Devanya lirih saat mereka selesai makan malam
Keano memejamkan matanya sesaat sebelum dia menengok ke arah Devanya. "Iya, kenapa?"
"Abang mau puding?" tawar Devanya.
"Boleh, Ay. Ayo kita makan bersama," ucap Keano.
Devanya tersenyum pada calon suaminya. Meskipun dia merasa malu karena memperlihatkan kedekatan mereka di depan keluarga besar. Tetapi dia mencoba mencairkan suasana yang terasa beku.
Semua orang tersenyum melihat kedekatan Devanya dan Keano. Mereka berharap, kebahagiaan akan menyertai pernikahan Keano dan Devanya. Meskipun ada dua hati yang terpotek-potek.
Setelah semua orang meninggalkan meja makan, Keano menghampiri Orion yang sedang duduk di ruang tengah. Tanpa melihat ke arah sepupunya, pemuda tampan itu berbicara. "Abang tunggu di villa Keluarga Putra!"
"Oke, aku ke sana sekarang!" Orion langsung beranjak pergi. Dia langsung mengambil mobil miliknya yang sudah dia simpan di garasi bawah tanah.
Setibanya di villa Keluarga Putra, ternyata Keano sudah menunggunya di taman belakang villa itu. Nampak kakak sepupunya itu sedang melipat tangan di dadanya. Orion pun langsung menghampiri pemuda tampan yang selalu menjadi idolanya.
"Ada apa, Bang?" tanya Orion.
Keano menengok ke arah Orion. Dia menatap tajam ke arah Orion dengan rahang yang mengeras. Ingin rasanya dia by melayangkan sebuah tinjuan pada sepupunya itu. Namun, sebisa mungkin Keano menahannya.
"Abang yakin, kamu tahu kenapa Abang memanggil kamu ke mari."
"Mana aku tahu?" jawab Orion dengan mengangkat kedua bahunya.
"Jangan berpura-pura Ion! Ini peringatan pertama dan terakhir dari Abang. Jangan ganggu Deva lagi! Ataupun sembunyi-sembunyi menemui dia. Setiap gerak-gerik Deva ataupun kamu dalam pengawasan Abang," ucap Keano
__ADS_1
"Segitunya Abang tidak percaya pada calon istri sendiri? Ck! Abang terlalu posesif!" remeh Orion.
"Terserah kamu mau bilang apa, tapi Abang tidak akan pernah membiarkan orang lain merebut Deva dari Abang."
"Kalau hasil merebut pasti takut jika direbut balik," sinis Orion.
"Apa kamu marah karena Deva bersama Abang?" tanya Keano.
"Apa aku berhak marah? Apa Abang akan mengembalikan Vanya kalau aku marah? Kalau iya, aku akan melakukannya."
"Sayangnya Abang tidak akan pernah melakukan itu. Kamu tahu Ion, dari sebelum kamu lahir, Deva sudah dipilih oleh keluarga Putra maupun Wiratama untuk menjadi pendamping Abang. Dari itu, Abang minta sekali lagi, jangan pernah mengganggu Deva lagi!!!" tegas Keano.
"Aku tidak janji. Karena dalam perjanjian aku dengan Vanya, dia akan menjadi simpanan aku sampai wisuda nanti. Terserah dia mau menikah dengan Abang besok tapi status dia belum bisa berubah sampai kami wisuda." Orion tersenyum miring pada kakak sepupunya. Dia ingin tahu apa yang akan Keano lakukan padanya.
Bugh!
Kesabaran Keano lenyap seketika saat mendengar apa yang Orion katakan. Tanpa bicara lagi, dia langsung melayangkan bogem mentah pada perut Orion. Yang sukses membuat adik sepupunya itu meringis kesakitan.
Wanita paruh baya itu langsung memburu kedua cucunya yang terlibat perselisihan. Dia tidak menyangka perjodohan itu akan menimbulkan perselisihan di antara kedua cucunya. Sementara Al hanya menggelengkan kepalanya.
Dulu, dia menolak perjodohan dengan neneknya Devanya. Sekarang malah kedua cucunya memperebutkan Devanya. Sungguh dunia ini terus berputar. Sesuatu yang dulu dihindari, justru sekarang menjadi hal yang paling diinginkan oleh keluarganya.
"Apa yang kalian lakukan? Apa hal ini yang pernah nenek ajarkan pada kalian?" Icha langsung menjewer telinga kedua cucunya.
Dia sudah merasa curiga saat kedua cucu lelakinya menghilang setelah acara makan malam. Makanya, sebisa mungkin dia mengajak Al agar pulang cepat ke villa. Hingga setibanya di sana, dia mendapatkan laporan dari penjaga villa kalau Keano dan Orion sedang bersitegang.
"Ampun Nek ampun! Aduh perutku sakit," ringis Orion.
Sementara Keano hanya diam saja saat icha menjewer telinganya. Dia anggap ini sebagai hukuman karena telah bersikap kasar pada Orion. Sampai akhirnya Icha melepaskan kembali daun telinga kedua cucunya setelah merasa puas.
__ADS_1
"Duduk!" suruh Icha.
Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, Keano dan Orion menurut begitu saja apa yang disuruh oleh neneknya. Kedua kakak beradik sepupu itu duduk dalam diam menunggu apa yang akan nenek mereka lakukan.
"Nenek tidak akan menunjuk siapa yang salah dan siapa yang benar. Kalian berdua sudah dewasa. Pasti sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar," ucap Icha menghela napas sejenak.
"Aku gak salah, Nek. Lihat, Bang Ano menonjok perut aku! Sakit Nek," ucap Orion melas.
"Sudah Ion! Nenek tahu bagaimana sifat Ano dan kamu. Dia tidak akan marah kalau kamu tidak keterlaluan," ucap Icha.
"Ano juga, seharusnya kamu percaya pada calon istri kamu. Sebuah hubungan kalau tidak dilandasi oleh rasa saling percaya, maka kamu akan mudah lelah dalam menjalani hubungan itu. Nenek percaya, meskipun Ion dan Deva pernah menjalin hubungan, dia tidak akan mengkhianati kepercayaan kamu."
"Iya, Nek!" sahut Keano pelan
"Sudah, sekarang kalian harus baikan. Nenek tidak mau ada perselisihan di antara anak cucu nenek," tegas Icha.
"Benar apa yang nenek kalian bilang. Jangan karena seorang perempuan kalian berselisih. Ingat Ion, Ano, jodoh, mati, bahagia dan rejeki seseorang sudah ditentukan sama Yang Maha Kuasa. Kita sebagai hambanya harus bisa ikhlas dengan takdir kita," timpal Al yang sedari tadi diam.
"Tapi Kek, aku yang lebih dulu pacaran sama Vanya bukan Bang Ano. Wajar saja kalau aku kesal karena Bang Ano merebut pacar aku." Orion masih saja membela diri di depan nenek kakeknya.
"Berarti kamu hanya menjaga jodoh Abang kamu. Lagi pula kamu juga sudah bertunangan dengan Luna. Kenapa masih mengganggu hubungan Abang kamu dengan calon istrinya?" celetuk Icha.
"Karena aku hanya cinta sama Vanya. Hatiku sakit saat membayangkan Bang Ano yang menjadi pengantin Vanya." Jujur Orion.
Matanya berkaca-kaca menahan tangis. Entahlah, jika di depan Icha atau mommy-nya. Orion pasti menunjukkan sisi aslinya si anak mami. Tapi jika di depan orang lain , dia pasti memasang tampang cuek dan tengil.
"Ion, Tuhan pasti sudah menyiapkan jodoh yang lain untuk kamu. Bersabarlah! Lagipula, kamu masih muda, masih punya banyak waktu untuk menjalin hubungan dengan gadis lain. Dulu saat seusia kamu, Kakek juga pernah patah hati oleh seorang gadis. Tapi ternyata Tuhan menyatukan kembali dengan gadis itu setelah enam tahun kami berpisah," ucap Al.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih....