Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Persiapan untuk menyergap


__ADS_3

Para agen masih tampak sibuk padahal waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Semua itu karena sang kapten memberikan banyak pekerjaan untuk mereka dan itu dilakukan hanya sebagai alibi saja supaya para agennya tidak ada yang meninggalkan tempat sebelum misi penyergapan dilakukan.


Setumpuk kertas berada di atas meja setiap agen dan mereka harus menyalin data-data yang ada di atas kertas ke komputer, data-data itu berisi tahanan yang kabur, penjahat kelas teri sampai kelas kakap.


Amerika termasuk tempat paling berbahaya di mana kajahatan akan terjadi disetiap menit atau disetiap jamnya.


Segelas kopi menjadi teman mereka bekerja, tidak ada yang bersuara dan hanya terdengar suara keyboard komputer yang dimainkan oleh jari-jari mereka.


Lembur sudah biasa apalagi mereka harus siap siaga untuk menghadapi kasus yang bisa terjadi kapan saja tapi seorang agen yang ada di antara mereka tampak gelisah bahkan agen itu tidak berkonsentrasi dalam mengerjakan pekerjaannya.


Entah apa yang direncanakan sang kapten tapi dia akan langsung memberi informasi kepada Carlk jika memamg ada.


Di tempat lain, Matthew mengawasi Vivian melalui konputer adiknya. Karena Vivian tidak akan menghubunginya jadi dia meminta adiknya untuk meretas cctv yang ada di kantor Vivian.


Begitu Vivian bergerak dia akan memerintahkan anak buahnya untuk bersiap-siap karena dia juga akan segera berangkat.


Michael sedang duduk di depan komputer lain dan dia sedang melihat denah lokasi di mana nanti Vivian akan bertugas. Karena belum waktunya jadi tempat itu masih sepi dan belum ada pergerakkan.


Di tempat lain juga seorang pria sudah menunggu informasi dari mata-matanya di agen, jika dia tidak mendapat kabar maka dia akan langsung memerintahkan para anak buahnya untuk bergerak dan setelah transaksi selesai, mereka harus memasukkan barang-barang ilegalnya ke dalam kapal. Dia harap informasi yang diberikan oleh mata-matanya adalah benar jika para agen tidak akan menyergap karena mengira transaksi yang akan dia lakukan sudah batal.


Waktu terus berputar dengan cepat dan sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, sang kapten turun ke bawah karena sekaranglah saatnya mengumpulkan para agennya dan melihat apa yang akan dilakukan oleh agen yang di utus oleh pemerintah Inggris.


"Everyone, saatnya berkumpul!" pinta sang kapten sambil menepukkan tangannya.


Para agen meninggalkan meja mereka dan segera berkumpul, sang kapten mengajak para agennya menuju sebuah ruangan dan di sana mereka akan membahas penyergapan yang akan dilakukan secara mendadak dan Angel sebagai pemimpinnya.


Di dalam ruangan, mereka sudah duduk di tempat mereka masing-masing dan kapten Willys berdiri di depan mereka semua.


"Apa kalian tahu untuk apa aku mengumpulkan kalian di sini?" tanya Kapten Willys.


"No sir!" jawab para agen dengan serempak.

__ADS_1


"Baiklah, Angel," sang kapten memanggil dan Angel langsung bangkit berdiri.


"Yes sir!"


"Jangan mengecewakan aku," ucap sang kapten.


"Aku berjanji tidak akan mengecewakan kapten," jawab Vivian.


Semua mata menatap ke arah Vivian, apa maksudnya? Mereka semakin heran apalagi saat Vivian berjalan maju kedepan.


Vivian berdiri di depan dan berdehem pelan, semua agen pasti bingung tapi dia harus melakukannya supaya misi mereka berhasil.


"Everyone, malam ini Angel akan memimpin kalian untuk menjalankan misi," ucap sang kapten.


"Apa? Bukankah misi sudah dibatalkan kapten?" tanya Patrik.


"Tidak, misi tetap akan di jalankan dan kita akan menyergap secara Mendadak!" jawab kapten Willys.


Vivian menepuk tangannya untuk mengambil perhatian para rekannya yang masih tampak belum mengerti dengan maksud sang kapten.


"Ok guys, sebelum aku memulai, aku Ingin kalian memberikan semua ponsel kalian padaku!" pinta Vivian seraya berjalan menuju salah satu agen yang duduk di depan.


Vivian mulai mengambil ponsel rekannya satu persatu karena dia akan membagi tugas mereka di sana dan jangan sampai ada yang membocorkan rencana yang sudah dia susun.


"Angel, apa maksudnya?" tanya Patrik ketika Vivian hendak mengambil ponselnya.


"Patrik, berikan saja ponselnya dan jangan banyak bertanya, nanti kau akan tahu!" jawab Vivian.


Patrik memberikan ponselnya dan setelah selesai mengambil ponsel semua agen, Vivian menghampiri kapten Willys untuk mengambil ponselnya dan tidak lupa, dia juga mengumpulkan ponselnya supaya adil.


Setelah selesai, Vivian berdiri di depan para rekannya kembali dan denah lokasi tempat mereka akan menyergap muncul di depan layar.

__ADS_1


Seperti rencana yang telah dia susun, Vivian mulai memberi penjelasan kepada rekan-rekannya dan membagi tugas di mana saja mereka akan mengintai.


Tugas mereka adalah, melakukan pengintian, mencari tahu barang ilegal milik siapa dan siapa yang membeli barang-barang itu. Saat para tersangka sudah penampakkan diri untuk melakukan transaksi maka pada saat itu juga mereka menyergap.


Mata-mata Carlk sangat kesal, dia sungguh tidak menyangka sang kapten menyiapkan kejutan seperti ini dan mempercayakan Vivian mempimpin mereka untuk menjalankan misi.


Ponsel sudah di sita dan dia tidak bisa memberi informasi kepada Carlk sama sekali. Sebaiknya dia mencari cara agar informasi penyergapan yang akan dilakukan secara mendadak oleh para agen bisa sampai di telinga Carlk.


Setelah memberi keterangan, Vivian segera memberi perintah kepada rekan-rekannya untuk bersiap-siap karena mereka sudah harus menuju lokasi kejadian.


Semua agen wajib memakai rompi anti peluru, membawa pistol dan tidak lupa, Talkie Walkie sebagai alat komunikasi mereka nanti.


Para agen mulai melakukan persiapan dan mengambil sejata mereka masing-masing. Tidak saja membawa pistol, mereka juga membawa sebuah pisau kecil dan senjata laras panjang untuk menyerang.


Ketika semua sudah siap, mereka berdiri membentuk sebuah lingkaran dan menyatukan telapak tangan mereka sambil berteriak, "Misi pasti berhasil!"


Mereka segera keluar dari tempat itu untuk menuju lokasi dan sang mata-mata tidak bisa melakukan apapun karena tidak adanya alat komunikasi. Dia harap Carlk membatalkan transaksinya dan memang saat itu Carlk sedang menghubungi orang yang akan melakukan transaksi dengannya. Dia juga bukan orang bodoh dan penuh perhitungan apalagi, dia sudah melakukan bisnis seperti ini sejak lama.


Saat melihat Vivian sudah berangkat, Matthew segera memerintahkan James untuk bersiap-siap dan menghampiri Michael yang sedang melihat lakosi.


"Apa kau sudah mau pergi kak?" tanya Michael.


"Yes, aku akan pergi membantunya!"


"Berhati-hatilah kak, aku akan mengawasi dari sini dan mengatakan padamu jika ada gerak gerik yang mencurigakan."


"Tentu saja dan ingat adikku sayang, jangan sampai kau ketiduran!" ucap Matthew seraya menepuk bahu adiknya.


"Tidak akan!" jawab Matthew sambil terkekeh. Sebenarnya dia mau ikut tapi kakakknya pasti tidak mengijinkannya jadi dia akan membantu kakaknya dari sana dan mengatakan di mana saja musuh berada.


Matthew segera keluar dan para anak buahnya sudah menunggunya, mereka sudah siap dan mereka segera menuju lokasi untuk membantu Vivian secara diam-diam.

__ADS_1


__ADS_2