Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Perangkap untuk si penghianat


__ADS_3

Saat itu Vivian berada di dalam ruangan kapten Willys karena ada hal penting yang ingin kapten Willys bicarakan dengannya.


Sebuah data berada di atas meja dan itu adalah data milik Maxton. Kapten Willys memberikan data itu untuk Vivian pelajari dengan teliti.


Vivian memandangi data Maxton di mana foto seorang pria tua ada di sana, nama dan profesi juga lengkap tertera di sana.


"Angel, apa kau sudah mencoba menemui Maxton?" tanya kapten Willys.


"Sudah kapten tapi dia tidak mau bertemu denganku," jawab Vivian tapi matanya masih melihat foto seorang pria tua yang ada di depannya.


Dari dalam hatinya mengalir sebuah perasaan aneh tapi entah apa dan dia sendiri tidak tahu. Mungkin hanya perasaannya saja karena dia penasaran dengan Maxton.


"Ini data tentangnya dan aku ingin kau mempelajarinya dengan teliti. Akhir-akhir ini banyak terjadi kejahatan yang ditangani oleh polisi dan kejahatan itu dilakukan atas namanya!" ucap kapten Willys.


Vivian mengangguk dan membaca sedikit data Maxton yang ada di kertas, '*Jager Maxton yang dikenal sebagai Maxton, berusia enam puluh lima tahun dan seorang pemimpin organisasi Black King. Menggeluti dunia hitam sejak muda, pembunuh berdarah dingin dan pengedar obat-obatan juga senjata ilegal. Masuk penjara 5 kali dan tersandung kasus prostitusi sebanyak tiga kali*."


"Wow!" ucap Vivian saat membaca sedikit data Maxton.


"Sudah lama dia tidak pernah melakukan kriminal tapi akhir-akhir ini aku mendapat laporan dari polisi jika Maxton kembali melakukan kejahatan dan pembunuhan! Apa kau masih ingat tempat yang terbakar waktu itu?" tanya sang kapten.


Vivian mengangguk, dia masih ingat dengan kejadian itu. Apa kejadian itu juga ada hubungannya dengan Maxton?


"Aku sudah mendapatkan datanya dan memang itu tempat Maxton. Selongsong senjata api yang kalian bawa sebagai bukti tidak dimiliki banyak orang dan aku sudah memeriksanya. Ini daftar orang yang memiiki senjata api itu!" kapten Willys memberikan sebuah daftar lain kepada Vivian.


Vivian mengambil daftar nama itu dan terbelalak kaget. Bagaimana tidak, selain nama Maxton dan beberapa orang lainnya, ternyata ada nama Matthew di sana.


Perasaan Vivian semakin tidak enak, pistol revolver, Colt 1911 adalah pistol yang tidak banyak dimiliki karena pistol ini dikenal sebagai senjata api paling berbahaya.

__ADS_1


Selain dipakai oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat (AS) hanya segelintir orang awam saja yang punya tapi kenapa ada nama Matthew di sana? Rasa curiganya semakin besar dan hati kecilnya mengatakan bahwa Matthew memang bukan orang biasa.


Sebaiknya dia segera mencari tahu siapa Matthew sebenarnya dan sedikit berhati-hati dengannya. Bisa saja buronan yang dia cari adalah Matthew? Atau mungkin Maxton? Semua kemungkinan bisa saja terjadi dan dia harus berhati-hati.


"Apa kau sudah menyelidiki siapa pemilik barang-barang yang kita sita di pelabuhan?" tanya kapten Willys lagi.


"Sedang aku kerjakan kapten," jawab Vivian.


"Baiklah, jika ternyata semua barang itu milik Maxton maka aku akan mengeluarkan surat untuk menangkapnya," ucap kapten Willys.


"Baik kapten, aku akan menyelidikinya dengan teliti dan mempelajari data ini dengan teliti pula," Vivian mengambil data yang ada di atas meja dan segera bangkit berdiri.


Sebelum keluar Vivian memberi hormat kepada sang kapten. Sepertinya ini saatnya dia beraksi untuk menjebak si penghianat. Dia ingin lihat bagaimana dengan reaksinya dan setelah itu dia akan menjebaknya. Semoga saat ini Ainsley telah menyiapkan apa yang dia minta.


Vivian turun ke bawah dengan banyak pikiran, sepertinya dia akan lama di Amerika karena kasus yang dia tangani saat ini tidak semudah yang dia bayangkan. Tapi dia harus tetap fokus dan tentu saja menangkap si penghianat terlebih dahulu. Dia yakin jika si penghianat sudah tertangkap maka kasus bisa ditangani karena tidak akan ada lagi yang membocorkan misi mereka.


Mungkin saja Vivian membahas sesuatu yang penting dengan sang kapten dan dia sedikit menyesal karena tidak menguping pembicaraan mereka.


"Guys!" Vivian menepuk tangannya untuk mencari perhatian rekannya.


"Ada apa Angel?" tanya Patrik.


"Dengar, aku ingin membentuk team untuk membahas kasus yang sedang kita hadapi saat ini yaitu mencari buronan yang berinisial M karena sudah ada nama yang aku curigai. Aku juga ingin membahas mengenai barang yang kita sita di pelabuhan. Aku membutuhkan empat orang, siapa yang bersedia?" tanya Vivian.


Sebagian rekannya mengangkat tangan begitu juga dengan si penghianat. Dia harus bergabung karena dia harus tahu, apa yang direncanakan oleh Vivian dan siapa orang yang dicurigai oleh Vivian. Apakah nama Mr M yang membayarnya sudah masuk dalam daftar nama orang yang di curigai oleh Vivian? Sebaiknya dia mencari tahu dan jika ternyata nama Mr M sudah dicurigai maka dia akan meminta orang itu untuk berhati-hati.


Vivian tersenyum pada saat melihat si penghianat mengangkat tangannya, inilah yang dia inginkan dan orang itu sudah masuk kedalam perangkapnya.

__ADS_1


"Baiklah, Ana, Jerry, Rick dan Patrik, Ikut aku. Kita akan membahas masalah ini di dalam ruangan!" ajak Vivian.


Nama agen yang dia sebut mulai mengikutinya dan Vivian tersenyum dengan licik, mereka masuk kedalam sebuah ruangan dan Vivian meletakkan data Maxton yang dia bawa ke atas meja dan setelah itu dia menyalakan layar yang ada di depan mereka.


Vivian sangat ingin melihat reaksi si penghianat dan pada saat dia memunculkan nama Maxton di depan layar, wajah si penghianat tampak pucat dan dia mulai tidak nyaman.


Vivian tidak memunculkan wajah Maxton dan memperlihatkan data-data Maxton saja di depan layar, sedangkan si penghianat mulai berpikir, dia harus mendapatkan data itu dan mengatakan pada Mr M jika dia sudah dicurigai oleh Vivian tapi dia tidak tahu siapa sebenarnya Maxton yang sedang dibahas oleh Vivian.


Mereka bertukar pikiran mengenai masalah itu dan si penghianat tidak berani banyak bicara dan menyetujui setiap ide yang diberikan oleh rekannya.


Dia harus mencari kesempatan untuk menemui M dan mengatakan hal ini juga mencuri data yang ada pada Vivian dan memberikan data itu pada Mr M tapi dia tidak tahu jika itulah yang di inginkan oleh Vivian.


Selama mereka membahas kasus, tiba-tiba Patrik menanyakan sebuah pertanyaan yang menarik perhatian mereka semua.


"Angel, untuk kali ini, apa orang yang membantumu selama ini akan melibatkan diri?"


"Oh mengenai hal itu, aku rasa iya," jawab Vivian tanpa ragu.


"Woah, berarti memang ada yang membantumu selama ini?" tanya Ana.


"Ya, aku rasa tidak perlu menyembunyikannya lagi dari kalian. Jika kalian sangat penasaran maka aku akan mempertemukan kalian dengannya."


"Benarkah?" tanya Patrik.


"Yes," jawab Vivian sambil tersenyum.


Semua tampak antusias karena mereka sangat penasaran begitu juga dengan si penghianat. Akhirnya dia bisa mengetahui siapa yang membantu Vivian selama ini dan berita ini akan menjadi berita bagus untuk si Mr M.

__ADS_1


Vivian tersenyum, jujur dia juga sudah tidak sabar tapi orang yang membantunya selama ini tampak frustasi dan rasanya ingin menyelam ke dalam laut.


__ADS_2