Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Sebuah rencana jahat


__ADS_3

Setelah selesai rapat, Matthew dan Michael keluar dari ruangan bersama-sama dan mereka kembali ke dalam ruangan mereka.


Selama rapat Matthew sangat penasaran bagaimana reaksi Vivian ketika bertemu dengan keluarganya dan apa yang dilakukan oleh ibu dan neneknya untuk menyambut gadis itu?


Dia sangat ingin tahu dan segera menghubungi ibunya, tidak lupa dia juga meminta adiknya melihat rekaman cctv yang ada di rumah mereka ketika Vivian datang, itu dia lakukan karena dia penasaran dengan ekspresi Vivian.


Tidak butuh waktu lama, Kate sudah menjawab panggilan dari putranya. Hari ini dia benar-benar senang karena dia sangat suka dengan gadis pilihan putranya dan memang wanita yang mendampingi putranya haruslah wanita hebat karena putranya banyak musuh.


Jangan sampai seorang wanita menjadi kelemahan terbesar kedua putranya yang bisa mengancam nyawa mereka dan dia berharap Michael juga mendapat wanita yang hebat tapi siapa yang tahu jodoh Michael seperti apa?


"Hallo mom, bagaimana? Mommy suka tidak dengannya?" tanya Matthew setelah ibunya menjawab panggila telephonenya.


"Oh Matt, tentu saja mommy suka sayang. Dia mengingatkan mommy sewaktu masih muda," jawab ibunya.


"Benarkah?" Matthew tersenyum, sudah dia duga ibunya pasti akan suka dengan pilihannya kali ini apalagi Vivian jauh berbeda dengan wanita-wanita yang pernah dia pacari selama ini.


Walaupun dia suka bermain-main tapi tidak pernah sekalipun dia membawa mantan pacarnya pulang untuk menemui keluarganya karena hanya gadis pilihan yang akan dia jadikan istri yang boleh bertemu dengan mereka dan ini tradisi sejak dulu.


"Tentu saja sayang, kau memang tidak salah memilih pasangan hidup tapi ingat satu hal, jangan terlalu lama membohonginya dan lain kali bawa dia pulang, oke?"


"Tentu mom, aku pasti akan mengatakan padanya siapa aku tapi aku harus mengatakannya di saat waktu yang tepat supaya dia tidak marah."


"Good boy, mommy senang mendengarnya. Bagaimanapun kejujuran sangat penting saat menjalin sebuah hubungan dan ingat, jika kau memang serius dengannya maka berhenti bermain-main!" ucap Kate mengingatkan.


"Aku tahu, aku tidak berhubungan dengan siapapun selain dengannya!"


"Bagus, ini baru putra mommy," ucap Kate bangga.


Putranya memang suka gonta ganti pacar tapi sekarang dia yakin bahwa putranya sedang serius.


"Matt, apa kau dan adikmu akan pulang nanti?" tanya ibunya.

__ADS_1


"Kami akan pulang terlambat mom karena kami mau menemui seseorang nanti," jawabnya.


"Baiklah sayang, berhati-hatilah."


"Pasti mom." jawab Matthew seraya menyudahi pembicaraan dengan ibunya.


Setelah selesai, Matthew mendekati adiknya dan dari layar komputer rekaman cctv yang diambil di rumah mereka mulai diputar.


Mereka berdua diam saja melihat apa yang dilakukan oleh ibu mereka untuk menyambut Vivian dan pada saat melihat wajah bodoh Vivian yang kebingungan mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


Mereka bahkan terus menertawakan Vivian sampai gadis itu pergi, Vivian pasti seperti orang bodoh karena tidak mengerti apa yang telah terjadi dan memang kenyataannya seperti itu.


"Kak, kebohonganmu semakin banyak dan sebaiknya kau pakai celana yang aku belikan untukmu waktu itu. Aku yakin kau sangat membutuhkannya untuk menyelamatkan bokongmu saat dia sudah tahu semuanya."


Matthew hanya terkekeh, Vivian sudah menendangnya berkali-kali jadi jangan harap gadis itu bisa menendangnya lagi.


"Jangan khawatir Mich, sudah aku katakan bukan? Pada saat itu tiba aku yang akan meremas bokongnya dan asal kau tahu, celana yang kau berikan sedang dipakai oleh kakek saat ini!" ucap Matthew bercanda.


"Benarkah?"


"Hahahahaha!" Michael tertawa terbahak-bahak, sedangkan di rumah Jacob bersin berkali-kali, siapa yang sedang membicarakan dirinya?


Matthew mengambil ponselnya kembali karena dia ingin menghubungi Vivian dan mendengar suaranya. Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore saat itu dan mereka masih punya waktu sebelum bertemu dengan seseorang yang ingin membicarakan bisnis dengan mereka.


Ketika ponselnya berbunyi, Vivian baru keluar dari ruangan atasannya karena dia baru saja membahas sesuatu dengan atasannya yang baru saja mendapat kabar bahwa dalam beberapa hari lagi, akan ada barang seludupan yang akan di bawa keluar dari California menuju Nigeria.


Mereka baru membahas masalah itu berdua dan belum melibatkan agen lain dan mereka berencana menyergap secara mendadak tanpa perlu menyusun strategi terlebih dahulu. Mereka harap kali ini penyergapan mereka tidak gagal seperti waktu itu.


Sambil berjalan pergi, Vivian menjawab telephone dari Matthew dan pada saat mendengar suaranya, Matthew tersenyum. Entah mengapa dia selalu merindukan Vivian setiap saat.


"Hy babe, apa yang sedang kau lakukan?"

__ADS_1


"Aku sedang bersiap-siap untuk pulang!" jawab Vivian.


"Oke baiklah, bagaimana dengan harimu hari ini babe?"


"Tidak bagus!"


Matthew bersandar di jendela yang ada di ruangannya dan terkekeh, pasti Vivian tidak menduga akan mendapat kejutan seperti itu dari ibunya.


"Baiklah babe, berhati-hatilah saat pulang dan jangan menungguku. Aku ada pekerjaan dan akan pulang malam."


"Aku tahu Fredd, kau sudah mengatakannya. Berhati-hatilah dan jangan sampai debcolector menemukanmu dan menangkapmu!"


Matthew ingin tertawa tapi dia tahan, sepertinya dia sudah harus mengatakan pada Vivian siapa dia sebenarnya dan jika ada waktu yang tepat maka tidak akan dia sia-siakan.


"Baiklah babe, jangan lupa untuk makan," pesan Matthew sebelum mereka mengakhiri pembicaraan mereka.


Vivian tersenyum saat menghampiri mejanya, inikah rasanya punya pacar dan diperdulikan oleh seseorang? Sungguh dia merasa begitu senang.


Karena waktu sudah sore dan rekan-rekannya sebagian sudah pulang, Vivian merapikan mejanya karena dia juga sudah mau pulang.


Dia bahkan keluar dari kantor dengan perasaan senang dan berjalan menuju motornya tanpa curiga sama sekali jika ada yang sedang mengawasinya dari jarak jauh.


Vivian menyalakan motornya dan melesat pergi sedangkan orang yang mengawasinya mulai mengikutinya. Orang itu adalah orang suruhan Carlk dan dia bertugas mengawasi Vivian untuk mencari tahu, siapa yang ada di samping Vivian dan membantunya saat menjalankan tugas.


Kembali ke Matthew dan Michael, mereka juga sudah keluar dari ruangan mereka dan James mengikuti langkah mereka.


Mereka akan bertemu dengan klient mereka disebuah tempat dan mereka tidak tahu sama sekali jika itu adalah jebakan yang dibuat untuk mereka berdua.


Sebuah rencana jahat sudah disiapkan untuk mereka dan seseorang telah mempersiapkan pasukan yang akan menghabisi Matthew malam ini dan mereka yakin jika mereka akan berhasil apalagi mereka sudah mengetahui kelemahan terbesar Matthew Smith.


Tidak saja Matthew Smith yang akan mereka habisi, orang itu juga akan menyingkirkan Michael Smith. Sekali tepuk dua lalat akan mati dan kedua kakak adik itu masuk perangkap mereka dengan mudah.

__ADS_1


Sebuah bangunan tempat mereka bertemu nanti sudah dikepung oleh anak buahnya dan pada saat Matthew dan Michael masuk kedalam, mereka akan langsung mengepungnya. Rencana yang sempurna bukan?


__ADS_2