
Beberapa orang agen sepakat untuk menemui atasan mereka pagi itu begitu juga dengan Patrik. Mereka ingin mencari tahu kenapa sang kapten tidak mengumpulkan mereka dan menyusun strategi untuk menggagalkan penyeludupan nanti malam?
Ini sangat aneh, biasanya sang kapten akan mengadakan rapat dan menyusun rencana untuk menyergap tapi kenapa kali ini tidak?
Hal ini juga membuat mata-mata Carlk uring-uringan, dia harus mencari tahu apa yang akan dilakukan para agen nanti malam dan rencana apa yang akan disusun oleh atasan mereka.
Seharusnya rencana penyergapan sudah di susun sejak kemarin tapi kenapa kali ini tidak? Bahkan sampai saat ini sang kapten bersikap santai saja seolah-olah tidak ada kasus apapun.
Empat orang Agen sudah berada di dalam ruangan sang Kapten. Rick, Patrik, Ana dan Jerry. Mereka adalah agen yang sangat penasaran kenapa sang kapten belum menyusun rencana sama sekali sehingga mereka berinisiatif untuk bertemu dengan atasan mereka.
Saat itu Vivian belum tiba dan masih diperjalanan dan tidak tahu jika empat rekannya pergi menemui atasan mereka untuk mencari tahu kenapa sang kapten tidak menyusun strategi sama sekali.
Kapten Wiilys memandangi anak buahnya satu persatu dan belum menjawab pertanyaan mereka. Ternyata Angel tidak mengatakan apapun kepada rekannya dan dia ingin lihat, apa yang sebenarnya direncanakan oleh Angel?
Dia juga ingin tahu kemampuan agen yang diutus oleh Inggris, apakah kali ini agen mereka bisa menangani kasus besar yang akan mereka hadapi nanti malam?
"Kapten Willys, kenapa kita belum juga menyusun strategi?" tanya salah satu anak buahnya yang ada di sana.
"Strategi untuk apa?" kapten Willys pura-pura tidak tahu dan melihat agennya satu persatu kembali.
"Tentu untuk menggagalkan misi nanti malam kapten!" jawab Patrik.
"Nanti malam kita tidak akan melakukan apapun!" jawab sang kapten.
"Apa?" keempat agen sangat tidak percaya mendengarnya.
"Kenapa kapten?" tanya Jerry penasaran.
"Aku dapat informasi sepertinya transaksi gelap yang akan dilakukan nanti malam telah dibatalkan!" jawab sang kapten.
Keempat agennya tampak saling pandang. Dibatalkan? Pantas saja Kapten mereka terlihat sangat santai dan tidak mengumpulkan mereka untuk menyusun strategi, ternyata misi mereka dibatalkan.
Diam-diam salah satu agen yang ada di sana tersenyum, entah sang kapten mendapat informasi dari mana yang pasti informasi itu salah dan ini adalah keuntungan yang sangat besar.
__ADS_1
"Tapi satu hal yang aku ingin kalian lakukan, kalian harus tetap waspada!" ucap sang kapten.
"Siap kapten!" jawab keempat agennya sambil memberi hormat.
Mereka segera keluar sambil membahas dari mana kapten mereka mendapatkan informasi jika penyeludupan nanti malam akan di batalkan?
Walaupun mereka tidak tahu tapi mereka hanya bisa mengikuti perintah dan seseorang dari mereka akan mengatakan hal ini pada Carlk jika malam ini dia bisa bertransaksi dengan aman.
Keempat agen sudah turun ke bawah dan mereka segera kembali ke tempat masing-masing. Patrik kembali kemejanya dan melihat Vivian sudah datang dan sedang sibuk di depan komputernya.
Patrik segera menghampiri Vivian karena dia Ingin mengatakan padanya, jika misi nanti malam dibatalkan.
Vivian tersenyum mendengar laporan dari Patrik, memang itu sudah dia dan sang kapten rencanakan. Nanti malam dia akan mengumpulkan para agen dan memberi perintah secara mendadak, dengan begini tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi dan apa yang akan dilakukan.
Vivian pura-pura kaget saat Patrik mengatakan misi mereka dibatalkan, dia melakukan hal itu supaya Patrik dan para agen yang ada di sana tidak curiga. Dia harus pura-pura berakting dan aktingnya sukses mengelabui mereka bahkan saat Patrik masih membahas hal itu, Vivian menjadi pendengar yang baik dan dia harap misinya nanti malam tidak gagal.
Sementara itu di tempat lain, Matthew dan Michael sedang berada di depan komputer. Mereka sedang melihat denah lokasi di mana Vivian akan bertugas nanti malam.
Sebuah lingkaran hitam dibuat oleh Michael didenah lokasi bahkan beberapa titik merah ada di peta dan titik merah itu adalah tempat-tempat yang dibuat oleh Vivian untuk menempatkan para rekan-rekannya.
"Mich, aku ingin sebelum Vivian tiba dilokasi kau sudah memantau dan kau harus mengatakan padaku jika ada gerak gerik yang mencurigakan baik dari pihak berwajib ataupun pihak musuh!" pinta Matthew.
"Serahkan padaku kak, aku pasti akan melakukannya tanpa kau perintah tapi ngomong-ngomong, apa kak Matthew jadi menemui Maxton?"
"Tentu saja, aku akan menghubunginya," Matthew mengambil ponselnya dan berjalan pergi.
Hari ini dia akan menemui Maxton dan menanyakan perihal dua pembunuh yang dia utus dan dia juga curiga jangan-jangan orang yang menyerang Vivian juga anak buah Maxton.
Matthew berdiri di depan jendela dan tidak lama kemudian, terdengar suara seorang pria menjawab panggilan darinya.
"Hallo."
"Aku Matthew smith Ingin bertemu dengan tuan Maxton, apa bisa?" tanya Matthew sesopan mungkin. Bagaimanapun dia harus bersikap sopan dengan orang yang lebih tua.
__ADS_1
"Tunggu sebentar tuan Smith, aku akan menanyakan hal ini pada tuan Max," jawab pria yang menjawab telephonnya dan pria itu adalah pelayan pribadi Maxton.
Dengan cepat pelayan pribadi Maxton mencari majikannya dan segera mengatakan jika Matthew Smith ingin menemuinya hari ini.
"Tuan Max, tuan Matthew Smith ingin menemuimu hari ini, apa kau mau menemuinya?"
"Matthew Smith?" Maxton berpikir sejenak, untuk apa Matthew Smith mengajaknya bertemu?
"Katakan padanya aku yang akan pergi menemuinya!" jawab Maxton sambil memandangi sebuah foto yang tergantung didinding.
"Baik tuan!" jawab pelayan pribadinya dan dia kembali menuju telephone yang ada di atas meja.
"Tuan Smith, tuan Max berkata dia yang akan pergi menemuimu."
"Tidak perlu, aku yang akan pergi menemuinya," tolak Matthew.
"Tapi tuan Smith?"
"Ada hal penting yang akan aku bicarakan dengannya jadi aku yang akan pergi menemuinya!" ucap Matthew lagi.
"Baiklah tuan Smith, kami akan menunggu."
Setelah selesai berbicara dengan pelayan pribadi Maxton, Matthew kembali mendekati adiknya.
"Bagaimana kak?"
"Aku akan pergi menemuinya bersama dengan James."
"Aku akan memantau dari sini dan jika ada yang mencurigakan aku akan langsung mengatakannya padamu kak."
"Baiklah, aku pergi!" ucap Matthew seraya menepuk bahu adiknya.
Michael mengangguk dan mulai meretas sedangkan Matthew keluar dari ruangan dan mengajak James juga beberapa anak buahnya untuk pergi ketempat Maxton.
__ADS_1
Jika sampai terbukti bahwa Maxton yang mengirim kedua pembunuh yang hendak membunuhnya maka akan dia hancurkan organisasi Black King saat itu juga. Cukup beberapa anak buah saja sudah cukup menghancurkan organisasi Black King.