Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Menikmati malam indah berdua


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore tapi Matthew sudah ada di rumah. Sesuai janjinya, dia akan menyiapkan kejutan untuk Vivian malam ini.


Dia juga akan memberikan kejutan lain dan mengatakan jika Maxton bersedia bertemu dengan Vivian, gadis itu pasti akan senang.


Tidak hanya itu, dengan perintahnya, di atas meja sudah diletakkan lilin juga seikat bunga mewar merah. Mereka akan melewati malam romantis berdua dan tentunya, Matthew ingin menagih janji jawaban atas teka teki yang dia berikan.


Mereka akan makan malam romatis dan sebelum mengajak Vivian melihat Bintang, mereka akan berdansa.


Semua itu dia lakukan untuk Vivian dan kejutan spesial sudah dia siapkan di sisi pantai.


Matthew juga memerintahkan pelayan pribadinya untuk menyiapkan sebotol Anggur terbaik di atas meja, dia harap Vivian akan suka dengan kejutan yang dia berikan.


Dia memeriksa semua yang disiapkan oleh pelayannya dengan teliti karena malam ini dia tidak mau gagal. Setelah semua sudah sesuai dengan apa yang dia harapkan, Matthew memerintahkan semua orang yang ada di sana untuk pergi karena dia ingin Vivian merasa nyaman.


Cukup lama dia mempersiapkannya dan pada saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, semuanya sudah beres dan tampak sempurna.


Tinggal menunggu Vivian pulang dan dia yakin tidak akan lama lagi dan memang pada saat itu, Vivian sudah diperjalanan dan sudah hampir tiba.


Dia lupa jika Matthew memintanya untuk pulang lebih awal dan dia harap Matthew tidak marah. Dia membawa motornya agar cepat sampai, entah kejutan apa yang ingin Matthew berikan dan dia sudah tidak sabar.


Ketika mendengar suara motor Vivian, Matthew segera keluar dan tersenyum melihat Vivian sedang membuka helm yang dia pakai dan mengibaskan rambutnya.


Vivian menghampiri Matthew dengan sebuah kotak di tangannya. Apalagi jika bukan Vibrator yang diberikan oleh Ana? Benda itu ingin dia buang tapi dia merasa tidak enak hati jadi dengan terpaksa Vivian membawanya pulang.


"Sory Matth, aku lupa."


"Tidak apa-apa babe," Matthew mendekati Vivian dan meraih pinggangnya.


"Apa yang kau bawa?" tanyanya seraya melihat kotak yang dibawa Vivian.


"Vibrator," jawab Vivian tanpa ragu.


"What?"


"Ini gara-gara kau meciumku saat sedang menyamar menjadi Maria dan lihatlah? Patrik dan Ana mengira aku lesbian dan mungkin Jerry juga!"


"Kau serius?"


"Yes! Lihat buktinya!" Vivian menunjukkan Vibrator yang dia bawa.


"Hahahahahaha!" Matthew tertawa terbahak-bahak.


"Hei ini tidak lucu!"


"Oh babe biarkan saja, dengan begini tidak akan ada yang mau mendekatimu dan aku tidak akan punya saingan."


"Dasar kau curang!"


Matthew terkekeh dan mengusap wajah Vivian dengan lembut, "Siap melewati malam romatis berdua?" tanya Matthew sambil berbisik.

__ADS_1


"Tentu, apa yang sudah kau siapkan untukku Mr Smith?" Vivian melingkarkan kedua tangannya ke leher Matthew.


"Kau akan tahu nanti babe tapi buang benda ini dulu. Aku tidak mau kau menggunakannya nanti!"


"Jika kau tidak bisa memuaskan aku maka aku akan menggunakannya," ucap Vivian sambil terkekeh.


"Kau menantangku sayang dan jangan sampai kau memohon ampun karena aku tidak akan melepaskanmu malam ini."


Matthew mengambil kotak berisi Vibrator yang ada di tangan Vivian dan melemparkannya ke dalam tong sampah dan setelah itu, Matthew menggendong Vivian dan membawanya menuju kamar.


Dia sudah menyiapkan semuanya untuk malam indah mereka berdua. Air bath up sudah dia isi dan sudah diberi aroma terapi. Gaun untuk Vivian juga sudah dia siapkan dan tidak hanya itu, semua kebutuhan Vivian sudah tersedia di dalam lemari dari gaun, tas, baju, pakaian dalam sampai perhiasan juga ada.


Tentu semua itu untuk memanjakan Vivian karena dia sudah berjanji akan mencintai Vivian sampai mati bahkan akan dia berikan apapun yang Vivian mau.


"Pergilah mandi babe dan pakai baju yang kau suka. Semuanya sudah ada di dalam lemari dan aku menunggumu diluar," ucap Matthew seraya mengigit jari Vivian dengan lembut.


"Ngh," Vivian mengangguk dengan wajah memerah dan setelah itu dia segera masuk ke dalam kamar mandi.


Selama berendam, Vivian memainkan busa sabun sedangkan otaknya memikirkan yang tidak-tidak. Si jamur besar yang dia pegang waktu itu muncul diingatannya, apakah malam ini mereka akan melakukan hal itu?


Jujur saja dia takut membayangkannya tapi dia percaya Matthew tidak akan menyakitinya. Dari pada memikiran hal itu lebih baik dia segera bergegas Karena dia tidak mau membuat Matthew menunggu.


Setelah mandi Vivian keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari, matanya membulat saat melihat isinya. Apa Matthew yang menyiapkan semua itu?


"S*h*It! Dia bahkan tahu ukuran dadaku!" gerutu Vivian sambil mengambil pakaian dalam berwarna merah keluaran Victoria Secret.


Tidak dia pungkiri, selera Matthew sangat bagus. Itu terbukti dari semua pakaian yang ada di dalam lemari. Tidak ingin membuang waktu karena dia sudah ingin melihat apa yang sudah disiapkan oleh Matthew untuknya, Vivian segera mengambil sebuah gaun dan memakainya.


Matthew menghentikan langkahnya saat melihat Vivian tampak begitu angun dan mempersona dalam balutan gaun berwarna merah. Pahanya yang putih mulus terlihat jelas dari belahan yang terdapat di gaun dan tidak hanya itu saja, Vivian terlihat seksi karena gaun yang dia pakai mencetak jelas lekukan tubuhnya. Penampilannya semakin sempurna dengan sarung tangan berwarna merah yang dia pakai.


"Wow," Matthew kembali melangkah mendekati Vivian yang sedang memakai sebuah kalung mutiara.


"You look so beautiful babe," pujinya sambil meraih pinggang Vivian.


"Really?"


"Yes dan aku sudah tidak sabar menikmati malam indah ini berdua denganmu."


Vivian tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya di leher Matthew, "Apa yang akan kita lakukan malam ini Mr Smith?"


"Makan malam, berdansa dan melihat Bintang."


"Aku sudah tidak sabar."


"jadi? Ayo kita mulai menikmati malam indah kita berdua."


Vivian mengangguk dan setelah itu, mereka keluar sambil bergandengan. Diluar tampak remang-remang dan Matthew membawa Vivian menuju meja yang sudah dia siapkan di mana seikat bunga untuk Vivian sudah ada di atas meja. Tidak hanya itu, sebotol Anggur dan makanan juga sudah dia siapkan.


"Matth, kau yang menyiapkan semua ini?"

__ADS_1


"Yes, just for you babe."


"Thanks Matth."


Vivian tersenyum dan pada saat itu, Matthew mengambil bunga yang ada di atas meja dan memberikannya untuk Vivian.


"Bunga untukmu babe tapi kau akan mendapatkan yang lainnya."


"Thanks," Vivian mengambil bunga dari tangan Matthew dengan senyum di wajahnya.


Tidak ingin membuang waktu, Matthew menarik kursi untuk Vivian karena setelah ini mereka akan melakukan hal menyenangkan.


Vivian benar-benar merasa bahagia dengan perlakuan Matthew yang penuh kasih sayang. Matthew bahkan memotongkan daging untuknya dan menyuapinya makan. Dua gelas Anggur dituang ke dalam gelas dan mereka mengangkat gelas untuk bersulang.


"Bersulang untuk malam indah kita berdua sayang," ucap Matthew.


"Aku sangat bersyukur malam ini kita tidak bersulang menggunakan susu ibu hamil!"


Matthew terkekeh dan setelah mengadukan gelas hingga berbunyi, mereka segera meneguk Anggur yang ada di dalam gelas. Setelah selesai Matthew bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Vivian sambil membungkuk.


"Siap berdansa denganku babe?"


"Tentu," jawab Vivian seraya menerima uluran tangan Matthew dan bangkit berdiri.


Matthew membawa Vivian menjauh dari meja dan menepukkan tangannya, pada saat itu juga musik merdu mulai melantun. Matthew menggenggam tangan Vivian dan meraih pinggangnya sambil memperlihatkan senyum menawannya.


Mereka mulai menggerakkan tubuh mereka mengikuti irama musik dan Vivian benar-benar bahagia malam ini, itu terbukti dari senyum manisnya yang terus mekar di wajahnya.


"Babe."


"Hm?"


"Aku sudah menghubungi Maxton dan dia setuju untuk bertemu denganmu dua hari lagi."


"Benarkah?''


"Yes," jawab Matthew seraya memutar tubuh Vivian dan setelah itu Vivian kembali lagi dalam pelukannya.


"Bagaimana kau membujuknya Matth?"


"Itu rahasia."


Vivian semakin menempelkan tubuh mereka hingga tidak memiliki jarak, apapun itu dia tahu Matthew tidak akan mengecewakannya.


"Siap melihat Bintang denganku babe?"


"Ya tapi nanti, aku ingin kita seperti ini sebentar."


Mereka menghentikan gerakan tubuh mereka dan Matthew mengusap wajah Vivian dengan lembut.

__ADS_1


"I love you babe," setelah berkata demikian Matthew mengecup bibir Vivian.


Mereka saling pandang sesaat dan setelah itu, mereka kembali berciuman dengan mesra. Musik masih melantun tapi mereka sedang sibuk berciuman dan saling mempererat pelukan mereka. Walaupun Vivian belum mengungkapkan perasaannya tapi Matthew percaya sudah ada cinta di hati Vivian untuknya dan malam ini dia akan menjadikan Vivian miliknya.


__ADS_2