
Setelah menukar mobilnya Gary menuju rumah Bruke, hanya Bruke yang tidak dikenal oleh Matthew dan dia akan aman di sana.
Dia sudah tidak bisa bebas berkeliaran lagi dan dia hanya bisa menunggu wajah yang dibuat oleh Bruke jadi maka barulah dia bisa beraksi.
Untuk sementara dia akan menyamar agar tidak ketahuan, bisa dia tebak sekarang dia sudah jadi buronan Matthew Smith dan semua ini gara-gara si bodoh Ella. Seharusnya dia tidak mempercayakan misi besar ini pada Ella.
Seharusnya dia membayar seorang penembak jitu untuk membunuh Jager Maxton dan lihatlah, rencana balas dendamnya gagal total. Dia yakin Jager akan semakin waspada sekarang dan kemungkinan akan sulit untuk mendekatinya lagi.
Begitu tiba di rumah Bruke, Gary memarkirkan mobil sedan tua yang dia tukar dengan pengendara lain dengan sembarangan.
Bruke sangat heran melihat kedatangan sahabatnya yang tampak waspada.
"Ada apa Gary?"
"Rencanaku gagal Bruke dan kemungkinan Matthew mengincarku sekarang," jawab Gary sambil masuk ke dalam rumah Bruke.
"Kenapa bisa?"
"Semua ini gara-gara si jal*ng Ella dan sepertinya aku akan berada di sini sampai semua rencanaku selesai. Aku tidak bisa keluar begitu saja sebelum membunuh Matthew Smith dan aku butuh wajah darimu jika aku harus bepergian."
"Baiklah, di sini aman. Kau tidak perlu khawatir karena Matthew tidak akan mengetahui keberadaanmu," ucap Bruke.
Gary mengangguk dan melemparkan tas yang dia bawa sembarangan, lebih baik dia segera memerintahkan anak buahnya untuk menyingkirkan seseorang. Tanpa menunggu Gary segera memerintahkan anak buahnya.
"Pergi tangkap Austin dan bunuh, setelah itu cari keberadaan Ella dan bunuh! Jangan sampai mereka membocorkan rencanaku!" perintahnya.
Austin adalah ayah Ella dan dia harus menyingkirkan mereka berdua, seharusnya dia memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Ella tadi tapi dia terlalu sibuk melarikan diri.
Sekarang dia hanya bisa mencari penjara mana Ella ditahan dan setelah itu dia akan memerintahkan seseorang menyelinap masuk ke dalam penjara untuk membunuh Ella tapi Gary tidak tahu, Ella tidak ada di penjara manapun karena saat ini Ella berada ditempat paling indah untuk menghadapi kematiannya.
__ADS_1
Ella ketakutan saat tubuhnya didorong masuk ke dalam sebuah ruangan yang tampak mengerikan karena di sana penuh dengan alat penyiksaan.
Puluhan cambuk berduri tergantung di dinding ruangan, beberapa kotak yang tampak mengerikan berada di atas meja di mana di dalam kotak itu penuh dengan benda tajam dan jika kepala seseorang dimasukkan ke dalam sana, tidak diragukan lagi dan membayangkannya pun akan terasa mengerikan.
Tidak hanya itu saja, beberapa alat penyiksaan yang penuh dengan teka teki hasil ciptaan Matthew dan Michael juga berada di dalam ruangan itu dan entah siapa saja yang sudah bermain teka teki dengan mereka untuk lolos dari alat penyiksaan itu tapi yakinlah, belum ada yang lolos dari alat penyiksaan yang mereka buat.
Borgol di tangan Ella di buka tapi kemudian kaki dan tangannya diikat dengan rantai. Ella menelan ludahnya dengan kasar, siapa sebenarnya orang yang telah menangkapnya? Dia harap dia dilepaskan tapi sayang, siapapun yang sudah masuk ke dalam tempat itu jangan pernah berharap bisa keluar lagi.
Ella berharap ayahnya menyadari jika dia menghilang dan dia harap ayahnya mencarinya dan membebaskannya dari tempat itu tapi Ella tidak tahu, jika anak buah yang diperintahkan oleh Matthew sedang menyergap ayahnya untuk menangkapnya.
Austin sedang menikmati waktunya di rumah, tanpa perlu bersusah payah uang akan mengalir ke dalam rekeningnya dan semua itu berkat Ella. Gary benar-benar mendukung perusahaan mereka dan Austin sangat senang karena dia tidak salah mengajak Gary bekerja sama apalagi Gary berjanji akan membantunya untuk membunuh Matthew Smith.
Tanpa tahu apa yang terjadi dan tanpa tahu jika anak buah Matthew sudah mengepung kediamannya, Austin berbicara dengan rekan bisnisnya dan akan mengenalkan Gary pada rekan bisnisnya nanti tapi pada saat itu, pintu rumah Austin didobrak dari luar dan segerombolan orang masuk menyergap sambil menodongkan senjata api mereka.
Pelayan Austin ketakutan sedangkan Austin sangat kaget karena tiba-tiba ada yang menyergap. Tanpa perlawanan Austin ditangkap oleh anak buah Matthew dan di bawa menuju markas dan setelah anak buah Matthew pergi, tidak lama kemudian anak buah Gary datang untuk membunuh Austin tapi sayang mereka terlambat.
Gary benar-benar marah saat mendapat laporan dari anak buahnya jika Austin telah di bawa pergi, sebaiknya mulai sekarang dia berhati-hati dalam bertindak. Gary segera menghubungi dua rekannya dan meminta mereka untuk berhati-hati karena segala kemungkinan akan terjadi dan dia tidak mau rencana besar yang telah mereka susun dengan matang gagal total.
Saat itu Matthew sudah hampir tiba dimarkas karena dia mau mengintrogasi Ella. Ella pasti tahu apa yang sedang direncanakan oleh Gary dan jika Ella tidak mau berbicara, jangan salahkan jika dia menyiksa Ella dengan kejam.
Pintu ruangan terbuka dan suara langkah kaki terdengar, Ella mendongak untuk melihat siapa yang datang dengan keadaan wajah lebam akibat dipukul Damian.
Dia tampak ketakutan melihat dua pria yang berjalan mendekatinya dan entah mengapa dia merasa jika salah satu dari mereka bagaikan malaikat maut baginya.
Sebuah tatapan mematikan Ella dapatkan dan dia benar-benar takut setengah mati, yang lebih membuatnya takut adalah, kenapa Matthew Smith yang menangkapnya? Kesalahan apa yang telah dia perbuat?
"Matthew Smith, kenapa kau menangkapku? Kesalahan apa yang telah aku perbuat?" teriak Ella.
Dia tidak merasa menyinggung Matthew bahkan dia tidak mencari perkara dengannya tapi kenapa Matthew yang menangkapnya?
__ADS_1
"Jangan pura-pura Ella, kau sangat berani ingin membunuh orangku maka aku tidak akan mengampunimu," jawab Matthew dengan dingin.
"Jangan bercanda! Aku tidak melukai orangmu sama sekali!" Ella masih belum mengerti.
"Oh ya? Lalu kenapa kau ingin membunuh Jager Maxton dan beraninya kau menembak gadis FBI itu?!"
Mata Ella melotot saat mendengarnya, jadi mereka adalah orang Matthew? Habislah sudah!
"Tidak, aku tidak tahu jika mereka orangmu. Aku diperintah dan jika aku tahu?" tubuh Ella bergetar ketakutan karena dia tidak tahu sama sekali jika dia telah menyinggung Matthew Smith.
Matthew berjongkok di depan Ella dan mengangkat dagu Ella menggunakan sebilah pisau yang baru saja James berikan.
"Sekarang katakan padaku Ella, apa yang Gary rencanakan?"
"Apa? Aku tidak tahu dan aku tidak mengenal Gary," jawab Ella karena dia tidak tahu jika Maxton atau Carlk adalah Gary.
"Dasar bodoh! Gary Wriston membohongi dan memanfaatkan mu apa kau tidak tahu?"
Ella diam saja tapi tidak lama kemudian dia paham dengan ucapan Matthew, jadi dia hanya dimanfaatkan saja? Pantas saja tidak ada yang datang menolongnya.
"Matthew aku mohon padamu, tolong lepaskan aku. AKu tidak tahu sama sekali," pinta Ella memohon.
"Melepaskanmu? Jangan bermimpi Ella! Kau bersekongkol dengannya untuk melawanku dan jika aku melepaskanmu apa kau tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi?"
"Tidak, aku berjanji padamu," teriak Ella memohon.
"Sekarang jawab pertanyaanku baik-baik, apa yang sedang direncanakan oleh Gary? Jika kau tidak memberikan jawaban yang memuaskan aku maka?" Matthew mengangkat tangannya dan pada saat itu James membawa sebuah alat penyiksaan dan mendekati mereka.
"Ella, siksaan yang akan kau dapat sesuai dengan jawaban yang kau berikan jadi jawab pertanyaanku baik-baik, apa yang sedang Gary rencanakan?!" Matthew mengulangi pertanyaannya.
__ADS_1
Ella menelan ludahnya dengan susah payah dan matanya tidak lepas dari alat penyiksaan yang ada di dekat James. Alat penyiksaan apa itu?