
Waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi dan Vivian sedang lari pagi di sisi pantai bersama dengan Matthew.
Mereka menghabiskan waktu mereka berdua pagi itu, tidak saja berolahraga tapi banyak yang mereka bicarakan.
Mereka berlari di sepanjang pesisir pantai dan ketika sudah tiba didekat rumah, Vivian menghentikan larinya karena dia ingin berjalan kaki dengan santai.
"Ada apa babe, apa kakimu sakit?" Matthew juga menghentikan larinya dan berjalan di sisi Vivian.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin berjalan saja," jawab Vivian seraya menyeka keringat yang mengalir dari dahinya.
"Apa yang akan kau lakukan hari ini babe?"
"Bekerja seperti biasanya dan oh, dua rekanku sudah datang dari Inggris untuk membantu misiku."
"Oh ya? Pria atau wanita?"
"Tentu saja wanita, jangan katakan jika kau cemburu?"
"Tentu aku cemburu jika kau dekat dengan lelaki lain babe. Bagaimana denganmu? Apa kau tidak cemburu jika kau melihatku sedang bersama dengan wanita lain?"
"Tentu saja Matth kau tahu itu. Aku pasti akan cemburu dan marah jika kau bersama dengan wanita lain!"
Matthew tersenyum dan menghentikan langkahnya, siapapun pasti akan cemburu jika melihat kekasihnya bersama dengan yang lain dan dia tidak akan melakukan hal itu karena sudah ada Vivian di hatinya.
"Tenang saja babe, aku tidak akan dekat dengan wanita manapun karena sudah ada kau!"
"Aku tahu," jawab Vivian sambil tersenyum.
Vivian berdiri di sisi pantai melihat ombak yang menggulung dan pada saat itu, Matthew mengangkat tubuhnya dan menggendongnya.
"Matth!" protes Vivian seraya meletakkan kedua tangannya di atas bahu Matthew.
"Kau terlihat cantik dan segar setelah selesai berolahraga," puji Matthew.
"Benarkah?" Vivian tersenyum dan memeluk lehernya.
"Hm," jawab Matthew singkat.
"Sepertinya kita sudah lama tidak seperti ini."
"Kau benar, karena banyak yang terjadi kita jadi jarang menikmati waktu kita dan rasanya aku rindu ketika aku tinggal denganmu," jawab Matthew.
"Kau rindu dengan tendanganku bukan?" goda Vivian.
"Ck, enak saja! Aku rindu dengan kebersamaan kita dulu."
"Jadi kau sudah bosan denganku?"
"Tidak bodoh, bagaimana jika kita pergi kencan?"
__ADS_1
"Boleh saja, kita sudah lama tidak melakukannya."
"Jadi kau mau ke mana babe? Ke manapun kau mau pergi aku akan membawamu."
"Aku akan memikirkannya nanti Matth."
"Oke, sekarang ayo kita kembali," Matthew menurunkan Vivian dari gendongannya dan mengusap wajah Vivian dengan lembut.
"I love you babe."
"Me too," Vivian melingkarkan kedua tangannya ke leher Matthew dan mereka berciuman dengan mesra.
Angin pantai yang berhembus dan terasa dingin semakin membuat mereka mengencangkan pelukan mereka sedangkan ciuman mereka semakin dalam.
Rasanya ingin waktu berhenti dan mereka tetap seperti itu tapi jika terlalu lama, bisa-bisa mereka menjadi batu karang berwujud manusia di sisi pantai.
Matthew melepaskan ciumannya dan mengusap pipi Vivian yang terasa dingin karena hembusan angin pantai.
"Ayo kita kembali dan melanjutkannya di dalam kamar mandi."
"Apa semalam kurang?" goda Vivian.
"Tidak ada kata cukup untuk hal ini babe," jawab Matthew dan dia kembali menggendong Vivian dan membawanya pulang.
Di bawah guyuran air shower, mereka sibuk berciuman begitu juga dengan tangan mereka. Desahan Vivian dan erangannya terdengar saat jamur beracun Matthew beraksi.
Vivian suka mereka melakukannya di kamar mandi dan semenjak merasakan hal itu, dia jadi ingin lagi dan lagi. Dia bukan wanita munafik karena dia juga menikmati permainan panas mereka berdua.
Rasanya sudah tidak sabar bekerja sama dengan mereka dan rasanya dia jadi rindu dengan Mioko, apa tugasnya di Venezuela sudah selesai? Nanti siang dia ingin menghubungi Mioko dan menanyakan hal ini padanya.
Begitu tiba di kantor, kapten Willys mengumpulkan para agen karena dia ingin memperkenalkan dua agen baru yang diutus dari Inggris untuk menangkap buronan mereka yang berinisial M.
Para agen berbaris dengan rapi sedangkan Charlie dan Felicia berdiri di samping kapten Willys.
"Everyone, mulai hari ini kita kedatangan dua agen dari Inggris dan mereka akan membantu Angel mengungkap kasus dan menangkap buronan yang berinisal M," ucap kapten Willys.
"Baik kapten," jawab semua agen yang ada di sana.
"Charlie, Felicia, kalian akan satu tim dengan Angel dan aku harap kedatangan kalian bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat."
"Pasti kapten, kedatangan kami memang untuk membantu Angel," jawab Charlie dan Felicia secara bersamaan.
"Baiklah, kembali bekerja," perintah kapten Willys tanpa curiga jika salah satu agen yang baru diutus adalah seorang penghianat yang selalu mengagalkan para agen untuk mengungkap identitas buronan yang sudah lama dicari.
Para agen kembali ke tempat mereka sedangkan Vivian mendekati Charlie dan Felicia.
"Guys, aku senang kalian datang," ucap Vivian seraya memeluk kedua rekannya.
"Aku juga senang kita bisa bekerja sama lagi," jawab Felicia.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, apa kapten Ston yang mengirim kalian?"
"Tentu saja Angel, kapten Ston meminta kami membantumu karena setelah kasus ini selesai dia ingin mengirimmu ke Meksiko untuk menangkap seorang mafia yang kebal hukum di sana," jawab Charlie.
(Mafia yang di Meksiko buat cerita di sebelah 😆)
"Ck, apa kapten Ston tidak bisa mengirim yang lain?" ucap Vivian sambil menghela nafas.
"Entahlah, kapten Ston lebih suka denganmu," jawab Felicia.
"Oke baiklah, mari kita bahas kasus kita sekarang dan menyelesaikannya," ajak Vivian.
Vivian berjalan menuju mejanya dan mengambil beberapa berkas dan setelah itu dia dan Cahrlie juga Felicia berjalan menuju sebuah ruangan untuk membahas kasus mereka.
Beberapa nama dan wajah sudah berada di atas meja dan mereka mulai membahas nama-nama tersebut. Salah satu dari mereka tampak senang karena tidak ada wajah si buronan dari antara banyak wajah yang dicurigai oleh Vivian.
Sepertinya Vivian belum mengetahui siapa buronannya dan ini adalah kabar baik yang akan dia berikan pada Mr M tapi dia tidak tahu, Vivian memang sengaja tidak menunjukkan wajah Gary karena dia harus waspada sekalipun pada rekan yang sudah lama dia kenal.
Sesuai dengan saran Matthew, dia akan berhati-hati agar kejadian lama tidak terulang lagi. Dia akan menyelidiki Gary Wriston secara diam-diam bahkan dia tidak mengatakan hal ini pada kapten Willys.
Penghianat bisa ada di mana saja dan dia akan selalu waspada, bisa saja ada Ricky lainnya diantara para agen yang ada di sana.
Sesudah membahas kasus bersama dengan Charlie dan Felicia, mereka keluar dari ruangan itu dan kembali ke meja mereka. Setelah makan siang mereka sepakat untuk mendatangi seorang penjahat bernama Mosha, pria ini terkenal sebagai seorang pengedar narkoba dan sudah tiga kali masuk penjara.
Vivian menyetujui ajakan rekannya untuk menyelidiki pria ini agar tidak ketahuan jika dia sudah mencurigai Gary Wriston sebagai buronan mereka sedangkan si penghianat harus mencari seorang kambing hitam untuk menggantikan buronan mereka dan pria bernama Mosha ini mungkin cocok menjadi kambing hitamnya.
Setelah kembali ke mejanya, ponsel Vivian berbunyi dan dengan cepat Vivian menjawabnya sedangkan si penghianat mencuri dengar dengan siapa Vivian berbicara karena meja mereka tidak jauh.
"Ada apa kak Damian?" tanya Vivian karena saat itu Damian yang menghubunginya.
"Apa kau punya waktu adikku? Bagaimana jika kita makan siang bersama?" ajak Damian.
"Boleh saja, tapi aku tidak bisa lama," jawab Vivian.
"Tidak apa-apa, nanti aku akan mengirimkan alamatnya untukmu."
"Baiklah kak, aku akan ke sana nanti," jawab Vivian dan setelah berbicara dengan kakaknya Vivian meletakkan ponselnya dan kembali bekerja sedangkan si penghianat mengirim sebuah pesan untuk Gary Wriston secara diam-diam.
"Dia akan bertemu dengan seorang pria bernama Damian," itu isi pesannya.
Gary membaca pesan itu dan segera menghubungi Ella.
"Sekarang waktumu beraksi Ella dan jangan mengecawakan aku, bunuh dia tanpa ragu!" perintahnya.
"Jangan khawatir Carlk, aku pasti melakukan yang terbaik untukmu," jawab Ella dengan penuh percaya diri.
Sesuai dengan perintah Gary, Ella pergi untuk menjalankan bagiannya, apakah misi Ella akan berhasil dan siapa target Ella sebenarnya?
#All, pasti udah pada gak sabar gary ditangkap dan disiksa, kadang aku sedih kalau baca koment kok lama? kok gak kayak kisah sebelumnya padahal kisah mereka beda. bertele-tele ceritanya dan rasanya pengen aku cepatin karena aku juga sama udah gak sabar untuk menyelesaikan cerita ini karena aku lagi nulis 2 cerita yang ingin aku publis di apk sebelah karena aku sedang nyari rumah baru. Aku udah update di sebelah sampai 7 bab tapi aku hapus dan belum aku ajuin kontrak karena aku fokus dengan cerita ini.
__ADS_1
Aku juga gak bermaksud bertele-tele dalam nulis cerita karena gak ada untungnya buat aku. Dari pada nulis cerita yang bertele-tele mending aku nulis cerita baru. Aku juga harus buat konflik buat nangkap Gary agar kisah ini berakhir seru tapi kalau udah pada gak sabar cerita ini tamat bisa ku tamatin dalam tiga atau empat episode lagi tapi cerita ini akan berakhir dengan jalan cerita yang aneh dan tidak seru, apa mau? kalau mau akan aku ikutin 😆. Cuma satu aja yang aku minta dari pembaca, sabar ya ikutin ceritanya karena aku ingin mengakhiri konflik mereka dengan seru 😂.Oke all, lope seempang buaya 😘😘😘#