
Suara tembakan terus terdengar dan ketiga agen masih tidak bergeming. Mereka masih mengarahkan pistol mereka ke sesama rekan mereka dan tampak waspada.
Tangan kanan Charlie tampak terluka karena terkena tembakan dari Felicia dan tidak ada yang bergeming.
Beberapa saat yang lalu sebelum Vivian memergoki mereka, Charlie sedang mengintai dengan ketiga petugas yang mengikutinya, mereka hendak menyergap penjahat yang terlihat tapi tiba-tiba saja seseorang menembak ketiga petugas yang sedang mengikutinya dari belakang.
Hal itu tentu membuat Charlie sangat kaget dan dia segera bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Charlie masuk ke dalam sebuah ruangan dan tidak lama kemudian, Felicia masuk ke dalam.
"Charlie."
Ketika mendengar Felicia memanggilnya, Charlie bernafas dengan lega dan segera keluar dari persembunyiannya.
"Felicia, ternyata itu kau," jawab Charlie.
"Kenapa? Apa kau pikir aku anak buah MR. M?" tanya Felicia.
"Ya, ketiga petugas yang mengikutiku ditembak oleh seseorang dari belakang," jawab Charlie dan dia belum paham dengan ucapan Felicia tapi tidak lama kemudian Charlie tampak mengernyitkan dahi.
"Tunggu dulu, kenapa kau bisa tahu jika para penjahat yang ada di dalam tempat ini adalah anak buah Mr. M?" tanya Charlie.
Felicia tersenyum, tentu saja dia tahu karena dialah yang bekerja sama dengan Gary. Tadinya dia sedang mencari cara untuk melancarkan aksinya tapi dia tidak menduga, mereka dibagi menjadi tiga kelompok.
Tentu ini menguntungkan baginya karena dia bisa membantu anak buah Thomas membawa Wali Kota pergi dan dia akan membunuh rekannya yang lain sehingga nanti rekannya akan dianggap gugur dalam misi. Setelah itu dia akan memancing Vivian untuk berduel dengannya, dia akan membuktikan pada Vivian jika dia lebih hebat darinya dan dia akan membunuh Vivian. Dia tidak percaya dengan Gary jadi dia akan membunuh Vivian dengan tangannya sendiri.
"Kau tahu, Charlie? Akulah yang telah membunuh ketiga petugas yang bersama denganmu," ucap Felicia.
"Apa?" Charlie belum mengerti kenapa Felicia melakukan hal itu.
"Sekarang giliranmu!" ucap Felicia dan dia segera menembak Charlie.
"Dor!" sebuah peluru melesat dengan cepat ke arah Charlie tapi Charlie segera menghindarinya.
Felicia menarik pistol lainnya dan terus menembaki Charlie, apapun yang terjadi Charlie harus mati. Charlie terus menghindar tapi sayang sebuah peluru mengenai tangan kanannya dan dia bersembunyi di balik dinding.
Charlie mengumpat kesal sambil memegangi tanganya yang terluka, kenapa Felicia menembaknya? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Keluarlah Charlie, jangan membuatku kesulitan untuk membunuhmu," ucap Felicia.
"Apa maksud semua ini, Felicia?" tanya Charlie.
__ADS_1
"Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin membunuhmu, hanya itu" jawab Felicia dengan santai.
"Kau? Apa kau membenciku?"
"Hahahahaha ...!" Felicia tertawa terbahak-bahak.
"Aku tidak membencimu tapi aku ingin menjadikanmu sebagai kambing hitamku!"
"Apa maksudmu Felicia?"
Felicia tidak menjawab dan kembali menembak, Charlie mengumpat kesal dan bertanya, ada apa dengan rekannya?
Dia tidak bisa terus diam jadi Charlie keluar dari persembunyiannya untuk menembak Felicia. mereka saling menembak, bersembunyi dan kembali menembak sampai akhirnya mereka saling menodongkan senjata api mereka dan pada saat itu pula Vivian masuk ke dalam.
Felicia tampak mengumpat kesal, dia tidak menyangka Vivian bisa menemukan mereka. Padahal dia ingin menghabisi Charlie terlebih dahulu tapi sekarang dia tidak punya pilihan selain berpura-pura.
"Charlie, Felicia, apa maksudnya ini?" pertanyaan Vivian benar-benar dia manfaatkan untuk memfitnah Charlie dan mereka mulai berdebat.
Felicia tidak tahu jika Vivian sudah tahu bahwa dia adalah seorang penghianat di organisasi tapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Vivian selanjutnya benar-benar membuatnya sadar jika Vivian sudah tahu.
"Apa tujuanmu menghianati organisasi?" tanya Vivian lagi.
"Jawab aku? Apa tujuanmu menghianati organisasi dan bekerja sama dengan buronan kita, Felicia?" tanya Vivian lagi dan kedua pistolnya dia arahkan ke arah Felicia.
"Apa?" Charlie tampak tidak percaya, Felicia seorang penghianat dan dia bekerja sama dengan buronan mereka? Kenapa dia tidak tahu hal ini dan kenapa Vivian tidak mengatakan hal ini padanya.
"Hahahahaha ...." Felicia kembali tertawa.
"Ternyata kau sudah tahu," ucap Felicia sambil menatap Vivian dengan tajam.
"Kau sungguh cerdik, Felicia. Kau menipu semua orang dengan berpura-pura menjadi korban dan menyudutkan Charlie. Kau mengatakan padaku ketika ledakan bom yang terjadi di The Ministry Of Sound, kau melihat beberapa orang sedang memegang senjata dan langsung menarik Charlie ke arah yang berlawanan arah. Kau melakukan hal itu karena kau tidak ingin Charlie meliihat mereka bukan?" tanya Vivian.
"Angel, apa maksudmu?" Charlie melihat kedua rekannya secara bergantian.
"Dia bekerja sama dengan Mr. M, Charlie. Pantas saja buronan kita sulit tertangkap dan semua itu berkat rekan kita yang hebat. Dia menjadikan Rick sebagai pion dan sekarang dia ingin menjadikanmu kambing hitamnya agar posisinya aman. Boleh aku tebak Felicia? Waktu kejadian itu kau memang melihat beberapa orang dan orang itu pasti Mr. M. Kau menarik Charlie agar dia tidak melihat wajah buronan secara langsung tapi sialnya, sebuah puing bangunan menimpa kakimu! Kau mengatakan padaku sebelum kau pingsan, kau mendengar Charlie berbicara dengan seseorang dan itu kau lakukan supaya aku mencurigai Charlie dan menganggap jika Charlie penghianatnya. Teoriku tidak salah bukan, Felicia?"
"Apa itu benar, Felicia?" kini pistol yang Charlie arahkan ke arah Vivian sudah berpindah arah ke arah Felicia.
"Hahahahaha ...!" Felicia kembali tertawa. Benar, memang apa yang dikatakan oleh Vivian sangat benar. Dia menarik Charlie ke arah yang berlawanan saat bom hendak meledak karena dia tidak mau Charlie melihat wajah buronan mereka secara langsung.
__ADS_1
"Kau hebat, Angel. Aku akui itu. Pantas saja Kapten Ston selalu mempercayaimu tapi sekarang, aku akan membunuh kalian berdua dan aku akan katakan pada Kapten Ston jika kalian berdua gugur saat menjalankan misi!"
"Jangan bermimpi, Felicia. Sekarang katakan padaku, Kenapa kau menghianati organisasi?"
"Aku benci padamu, apa kau tidak tahu?! Kau selalu ditunjuk oleh Kapten Ston dan mendapat kepercayaan darinya, sedangkan aku? Aku hanya bayangan yang berperan di belakangmu!" teriak Felicia.
"Sungguh konyol! Setelah misi ini aku akan mengundurkan diri dan kau bisa jadi pemeran utamanya jadi untuk apa kau menghianati organisasi dan bekerja sama dengan buronan kita?"
"Sudah aku katakan aku benci padamu dan aku memanfaatkan kebencian buronan kita padamu! Aku ingin kau mati ditangannya tapi sekarang aku rasa tidak perlu lagi karena aku akan membunuhmu sekarang!" Felicia melangkah mundur sedangkan Charlie dan Vivian melangkah maju.
Situasi saat itu benar-benar tidak menguntungkan Felicia jadi dia sedang mencari cara. Charlie dan Vivian bisa menembaknya kapan saja dan dia tidak boleh gegabah.
"Serahkan dirimu, Felicia. Aku tidak ingin membunuhmu," ucap Vivian.
"Jangan bermimpi!" ucap Felicia dan dia segera menembaki Vivian juga Charlie.
Charlie dan Vivian juga menembaki Felicia, mereka akan melumpuhkan Felicia dan menangkapnya tapi pada saat itu ... "Duar!" sebuah ledakan dahsyat terjadi dan mengguncang tempat itu.
Bangunan bergetar dan tidak lama kemudian ledakan kedua terjadi, atap bangunan di mana mereka berada mulai runtuh dan mereka berusaha melindungi diri.
Felicia berlari menuju pintu sambil menembaki kedua rekannya, sedangkan Charlie dan Vivian menghindari peluru yang mengarah ke arah mereka dan mereka juga menghindari puing bangunan yang runtuh. Mereka melompat ke balik tembok untuk melindungi diri karena puing bangunan bisa menimpa mereka dan peluru yang ditembakan oleh Felicia juga bisa mengenai mereka.
"Aku tunggu kedatanganmu, Angel. Itu jika kau tidak mati!" teriak Felicia dan setelah itu dia melemparkan sesuatu ke dalam sana.
Suara benda yang menggelinding di atas lantai terdengar, Charlie dan Vivian mengintip dan tampak sebuah granat yang dilemparkan oleh Felicia berhenti tidak jauh dari mereka.
"Sh*i*t, jump!" teriak Vivian dan mereka segera melompat keluar jendela.
"Prang!" tubuh mereka berdua menerobos kaca jendela dan tidak lama kemudian, ledakan terjadi.
Tubuh mereka terjun bebas ke bawah dan lantai tiga memiliki ketinggian yang cukup tinggi dan jika mereka jatuh ke bawah maka setidaknya mereka akan mengalami patah tulang.
"Charlie, now!" teriak Vivian.
Mereka segera mengeluarkan sebuah pistol yang bisa mengeluarkan tali dan segera menembak pistol itu ke pilar yang ada disetiap sisi bangunan.
Tembakan mengenai tepat sasaran dan tubuh mereka tertarik oleh tali yang mengencang dan tanpa mereka inginkan, tubuh mereka membentur pilar dengan keras sampai membuat darah segar keluar dari mulut mereka.
Vivian mengumpat kesal, begitu juga dengan Charlie. Mereka masih berayun di tali dan sebaiknya mereka menerobos masuk melalui jendela dan pada saat itu, lagi-lagi sebuah ledakan terjadi dan para polisi tampak waspada di bawah sana.
__ADS_1