
Setelah membantu Matthew menyelamatkan sahabatnya, Damian segera pergi bersama dengan James menuju sebuah lokasi di mana mereka meyakini jika ayahnya disekap di sana.
Dia harap prediksi mereka tidak salah dan dia harap dia bisa menyelamatkan ayahnya karena dia begitu menghawatirkan keadaan ayahnya. Tidak ingin membuang waktu karena lokasi yang akan dia tuju cukup jauh, Damian mengumpulkan anak buahnya dan segera berangkat.
Mereka menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam dan mereka tiba disebuah gudang tua yang dibangun di tempat sepi dan tempat itu dikelilingi hutan. Damian memerintahkan anak buahnya untuk menghentikan mobil mereka agak jauh karena mereka harus memantau situasi.
James melihat tempat itu menggunakan sebuah teropong dan dia melihat jika tempat itu dijaga oleh beberapa orang. Sepertinya mereka tidak salah, sepertinya Jager Maxton memang disekap di sana.
"Bagaimana?" tanya Damian.
"Sepertinya Tuan Maxton memang disekap di sana, Sir," jawab James.
"Berikan padaku," Damian meminta teropong yang sedang dipegang oleh James. Dia melihat dan di depan tempat itu tampak beberapa orang sedang berjaga-jaga. Sepertinya apa yang dikatakan oleh James benar, mungkin ayahnya disekap di sana.
Mereka segera turun karena mereka akan menyelinap dari pepohonan satu ke pepohonan lain untuk menyergap musuh. Mereka harus melakukannya dengan hati-hati agar tidak ketahuan.
Langit yang sudah gelap menguntungkan mereka agar tidak ketahuan dan mereka segera bersiap-siap mengambil senjata api mereka.
Damian memerintahkan anak buahnya untuk bergerak maju dan setelah itu dia dan James juga menyelinap dari pohon satu ke pohon yang lain.
Mereka semakin mendekati target dan semakin waspada. Target mereka tampak mondar mandir di tempat itu untuk berjaga-jaga dan melihat situasi.
Damian dan anak buahnya masih bersembunyi di balik pohon-pohon besar dan pada saat itu, Damian memberi aba-aba pada anak buahnya dan mereka segera keluar dari persembunyian mereka.
"Dor ... dor ... dor!" tembakan terjadi dan suara tembakan memecahkan keheningan hutan yang sunyi.
"Kita diserang!" teriak salah salah satu orang yang berjaga di sana.
"Terus maju!" perintah Damian.
Mereka terus maju dan terus menembak, adu tembak tidak bisa dihindari karena dua kubu mulai saling menembak.
Damian dan anak buahnya bersembunyi di balik pepohonan untuk menghindari timah panas yang ditembakkan oleh musuh sedangkan musuh mereka bersembunyi di balik drum atau peti kemas usang yang terdapat di tempat itu.
Suasana hening karena tidak ada yang menembak lagi, Damian segera memerintahkan anak buahnya untuk maju perlahan dan mendekati musuh.
Mereka berpindah dari pohon lagi ke pohon yang lain dan semakin mendekati musuh. Senjata mereka terangkat di tangan sudah siap menembak dan mereka semakin mendekati peti kemas yang ada di depan gudang.
Ketika jarak sudah tidak begitu jauh, James mengeluarkan sebuah bola dan menekan sebuah tombol yang ada di benda itu. Tanpa membuang waktu, James segera melempar benda itu ke peti kemas di mana musuh mereka sedang bersembunyi.
__ADS_1
"Berlindung!" teriak James dan mereka segera berlindung di balik pohon dan tidak lama kemudian, ledakan terjadi dan menghancurkan peti kemas.
Para penjahat yang bersembunyi di sana terpental keluar dan Damian memerintahkan anak buahnya untuk maju dan menembaki musuh mereka. Musuh yang sedang bersembunyi juga keluar dari persembunyian mereka dan menembak.
Adu tembak kembali terjadi tapi kali ini tidak ada yang bersembunyi lagi. Damian memimpin anak buahnya untuk terus maju dan menembaki musuh yang terlihat bahkan mereka tidak melepaskan satu orangpun yang hendak melarikan diri dari sana.
Musuh berjatuhan begitu juga beberapa anak buah Damian. Mereka juga tak luput dari tembakan musuh tapi tidak ada satupun yang gentar karena mereka harus menemukan ketua mereka.
Dalam waktu kurang lebih satu jam, situasi sudah bisa dikuasai oleh Damian dan anak buahnya. Mereka segera menghampiri pintu gudang dan Damian merasa jika ada yang aneh dengan situasi itu.
Musuh yang mereka habisi hanya berada diluar tapi di dalam tidak terdengar ada pergerakan apapun dan dia rasa ayahnya sudah tidak ada di sana lagi.
Tapi mereka sudah berada di sana dan dia akan masuk ke dalam untuk melihat keadaan, siapa tahu dia mendapat petunjuk.
Damian memerintahkan anak buahnya mendekati pintu untuk mencari tahu apakah ada musuh atau tidak jadi Damian memerintahkan anak buahnya membuat sebuah lubang untuk mengintip dan melihat keadaan di dalam sana.
Sebuah lubang dibuat dan anak buah Damian mengintip ke dalam sana. Matanya terus mencari dan tidak lama kemudian dia menemukan seperti seseorang terikat disebuah kursi dan orang itu ditutupi dengan kain hitam.
"Bos besar ada di dalam dan terikat disebuah kursi," ucap anak buahnya.
"Apa ada musuh?" tanya Damian.
Damian semakin heran, ini tidak benar. Sepertinya ada yang salah di tempat itu tapi da harus tetap memastikan yang ada di dalam ayahnya atau bukan.
"Dobrak masuk dan berpencar!" perintah Damian.
Sesuai dengan perintah, anak buahnya mendobrak masuk dan mereka segera berpencar. Di dalam sangat sunyi, tidak ada siapapun di sana. Hal itu benar-benar semakin membuat Damian curiga.
Anak buahnya mendekati kursi di mana tampak seseorang sedang terikat. Mereka melihat situasi sebelum mengangkat kain hitam yang menutupi objek tapi pada saat itu Damian berteriak, "Jangan!" tapi sayangnya sudah terlambat karena kain hitam sudah ditarik oleh anak buahnya.
Sebuah tali yang tak terlihat dan terhubung pada kain hitam itu tertarik dan sebuah benda seperti bola terdengar terjatuh disebuah wadah. Mata mereka melihat ke arah wadah yang tidak jauh dari mereka dan wadah itu menjatuhkan bola yang lain.
Bola mengelinding disebuah jalan yang tersusun dengan rapi dan jatuh kesebuah papan. Papan terangkat dan pada saat itu, papan mengenai bola lain dan bola itu mengelinding kesatu arah.
Mata mereka tidak lepas bahkan setelah bola berhenti dan mengenai sebuah buku, buku itu terjatuh dan mengenai sebuah pemicu dan sebuah suara berbunyi.
kejadian itu begitu cepat dan mereka segera melihat ke arah datangnya suara di mana sebuah bom berada di atas meja. Bom itu langsung aktif dan angka di bom sudah menunjukkan 00:10 yang berarti sepuluh detik lagi akan meledak.
"S*h*it! Lari!" teriak Damian dan mereka segera lari.
__ADS_1
Mereka berlari menyelamatkan diri dan dalam sepuluh detik kemudian, "Duar!" ledakan dahsyat terjadi dan menghancurkan tempat itu.
Api membumbung tinggi dan dari kejauhan Gary tampak puas melihatnya. Dia baru saja keluar dari tempat itu beberapa saat yang lalu dan tentunya setelah dia mendapat kabar jika Thomas kalah dan sudah tertangkap oleh Matthew.
Sesuai dengan prediksi Matthew dan Michael setelah mengecek cctv hampir seharian, mereka menebak Jager Maxton dibawa dan disekap di tempat itu dan memang Jager dibawa ke tempat itu oleh Gary.
Sebelum pergi, Gary menunggu kabar dari anak buah Thomas karena dia ingin tahu, apakah Thomas sudah membunuh Matthew apa belum?
Dia menunggu kabar itu cukup lama sampai seorang anak buahnya mengatakan jika markas Thomas meledak dan Thomas sudah tertangkap.
Tentu itu membuat Gary marah karena Thomas sudah gagal. Gary mengumpat dan memaki bahkan dia melampiaskan kekesalan hatinya dan memukul Jager Maxton berkali-kali.
Merasa dia akan jadi sasaran selanjutnya, jadi Gary memutuskan untuk pergi. Gary memasang sebuah perangkap untuk menyambut siapapun yang datang dan setelah itu dia membawa Jager Maxton pergi. Beberapa anak buahnya dia perintahkan menjaga tempat itu untuk mengalihkan perhatian selama dia melarikan diri.
Saat itu Gary sudah beberapa mil jauhnya dan untungnya dia bergerak cepat, dia harus memancing Vivian datang padanya dan dia akan menggunakan Maxton.
Damian dan anak buahnya terpental karena ledakan itu begitu juga dengan James. Tubuh mereka mengalami beberapa luka dan mereka segera berkumpul.
Salah satu anak buah Damian menghampiri Damian dan memberikan sebuah kertas yang tanpa sengaja dia temukan.
"Bos, aku menemukan ini," ucapnya.
Damian mengambil kertas itu dan membancanya, "Jika ingin Jager Maxton hidup maka katakan pada Vivian bahwa dia harus mendatangiku seorang diri. Aku ingin melakukan pertukaran dengannya tapi jika dia tidak mau atau dia datang bersama dengan Matthew, maka ayahnya akan mati!"
Damian mengupat kesal dan meremas kertas itu, haruskah dia mengatakan hal itu pada adiknya?
Saat itu ponsel James berbunyi dan James segera menjawabnya apalagi itu dari bosnya.
"Bagaimana James, apa kalian menemukan Jager Maxton?" tanya Matthew.
"Tidak Master, Gary sudah lari dan membawanya pergi," jawab James.
"Ck, dasar pengecut! Apa kalian menemukan petunjuk?"
"Tidak," jawab James karena dia tidak tahu isi surat yang diterima Damian.
Matthew berdecak kesal dan berkata, "Run as much as you can, Gary. Because when the time has comes you won't be able to run anymore."
(Larilah sebisa mungkin, Gary. Karena ketika waktunya sudah tiba kau tidak akan bisa lari lagi.)
__ADS_1
Setelah berbicara dengan James, Matthew mendekati Vivian karena saat itu mereka sedang menyusun rencana untuk menyelamatkan Wali Kota, sedangkan James dan Damian kembali tanpa membawa hasil tapi satu hal yang Damian tahu, Gary menginginkan adiknya. Haruskah adiknya tahu akan hal ini?