Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Paket


__ADS_3

Sebuah paket dikirimkan ke kantor Vivian pagi itu, siapa lagi yang mengirimkannya jika bukan pria berinisial M.


Paket diperiksa dengan teliti untuk menghindari hal yang tidak diinginkan tapi dalam paket itu memang tidak terdapat hal yang mencurigakan apalagi di atas paket terdapat sebuah kartu ucapan.


Itu hanya sebuah kejutan kecil yang disiapkan oleh pria berinisial M untuk Vivian, dan hadiah itu dia berikan sebelum dia memulai rencana selanjutnya untuk menantang Vivian kembali.


Sebelum Vivian datang, paket diletakkan di atas mejanya dan paket itu datang pagi-pagi sekali sebelum banyak agen yang datang.


Di rumahnya, Vivian tampak terburu-buru karena dia sudah terlambat. Ini gara-gara cerita Serigala dan Domba dan juga gara-gara Serigala liar dan mesum yang ditampungnya.


Dia bahkan keluar dari kamar dengan terburu-buru setelah selesai mandi, Vivian segera menuju dapurnya karena dia mau sarapan.


Segelas susu dan sepotong roti sudah cukup untuk mengisi perutnya pagi ini sebelum melakukan aktifitasnya.


Vivian meneguk susunya dengan cepat dan pada saat itu, Matthew berjalan menghampirinya dan berdiri di dekatnya.


"Kenapa kau begitu terburu-buru babe?" tanya Matthew.


Vivian meliriknya sejenak dan meneguk susunya kembali sampai habis.


"Aku sudah terlambat!"


"Mau aku antar?"


"Tidak perlu, motorku lebih cepat!"


Setelah selesai dengan susu dan rotinya, Vivian hendak melangkah pergi tapi Matthew menangkap lengannya dan menahannya.


"Freddy lepaskan, aku sedang terburu-buru!" pinta Vivian sambil menarik tangannya.


"Babe, kau melupakan sesuatu!"


"What?"


"Kau tidak lupa bukan jika kedua pipimu sudah jadi milikku dan sekarang aku ingin kedua pipimu itu," jawab Matthew sambil tersenyum nakal.


"What? Aku tidak?"


Sebelum Vivian menyelesaikan ucapannya, Matthew menarik Vivian hingga masuk kedalam pelukannya dan mengusap wajahnya.


"Angel," Matthew berbisik di telinga Vivian, sedangkan jantung Vivian berdegup dengan cepat.


"Le..lepaskan!" Pinta Vivian.

__ADS_1


Dia berusaha mendorong tubuh Matthew tapi Matthew memeluknya dengan erat.


"Aku ingin memelukmu sebentar," ucap Matthew berbisik.


Vivian diam saja dengan jantung yang semakin berdebar, dia sungguh sudah harus pergi tapi dia rasa seperti itu untuk sesaat tidak ada salahnya.


Matthew tersenyum karena Vivian tidak melawan, tangannya mulai mengusap wajah cantik Vivian, sedangkan Vivian memandanginya tanpa berkedip.


"A..aku mau pergi!" ucap Vivian dengan gugup.


"Stts!" Matthew mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Vivian.


"Jika ada masalah hubungi aku, aku pasti akan membantumu!"


Vivian mengangguk dengan wajah memerah, bisakah pria itu cepat sedikit? Dia benar-benar sudah harus pergi.


"Ck, karena kau tidak melawan aku jadi tidak mau melepaskanmu!" Matthew semakin menambah kencang pelukannya.


"Apa tendangan tadi pagi kurang?" Vivian sudah tampak kesal.


"Oh babe, jika kau berani menendang bokongku lagi maka aku akan meremas bokongmu dan membuatmu menangis di bawah kendaliku!"


"A..apa? Dasar mesum!" wajah Vivian semakin memerah.


"Baiklah, aku juga sudah harus pergi," Matthew melepaskan pelukannya dan melangkah pergi.


Vivian mematung di tempatnya dan dengan perlahan, tangannya menyentuh pipinya yang baru saja dicium oleh Matthew. Kenapa dia tidak melawan dan diam saja?


Karena dia sudah tidak punya waktu, Vivian tidak mau memikirkannya dan segera meraih kunci motornya.


Dia harus pergi ke kantor untuk mengecek nama-nama yang ada di dalam daftar yang diberikan oleh atasannya kemarin.


Begitu dia tiba, para rekan yang melihatnya mengucapkan Selamat ulang tahun untuknya dan hal itu membuat Vivian sangat heran, ada apa dengan mereka?


"Angel, Happy Brithday," ucap Patrik yang melihat kedatangannya.


"Kalian aneh, ini bukan hari ulang tahunku," jawab Vivian.


"Oh ya? Tapi seseorang mengirimkan paket untukmu dan mengucapkan selamat ulang tahun untukmu," ucap Patrik.


Vivian sangat heran dan segera berjalan ke arah mejanya, memang di sana terdapat sebuah paket dan kartu ucapan.


Karena penasaran, Vivian mengambil kartu ucapan yang ada di atas paket dan membacanya.

__ADS_1


..."Happy Birthday Angel."...


Vivian mengernyitkan dahinya, sungguh ini bukan hari ulang tahunnya dan siapa yang mengirimkan paket itu untuknya?


Karena penasaran, Vivian membuka paket yang ternyata isinya kue ulang tahun. Di dalam terdapat sebuah kartu ucapan lainnya dan Vivian segera membukanya untuk membacanya.


..."Happy Birthday Angel, nikmatilah kue yang aku berikan untukmu dan semoga kau bisa segera menangkapku. Aku sangat menantikan pertemuan kita Angle, dariku M."...


Vivian meremas kartu ucapan itu dan tampak kesal, lagi-lagi M, apa maunya orang ini?


Kenapa hanya menantangnya saja? Dan lagi pula ini bukan hari ulang tahunnya, apa maksud orang ini?


Dia segera mengambil kue yang ada di atas meja dan membawanya menuju tong sampah. Dia tidak sudi memakan kue yang diberikan oleh musuhnya dan tanpa ragu, Vivian membuang kue itu ke dalam tong sampah.


Vivian tampak puas dan berjalan kembali ke mejanya, lebih baik dia mengecek nama-nama yang diberikan oleh atasannya.


Tanpa curiga Vivian mengambil daftar nama dari dalam lacinya dan mulai memeriksanya.


Dia tidak tahu jika daftar nama itu sudah diganti oleh seseorang apalagi dia belum mengecek semua nama-nama yang ada di sana.


Selama dia sibuk seseorang memberikan kabar pada pria berinisial M jika kue yang dia berikan dibuang oleh Vivian.


Pria itu hanya tersenyum, padahal hari ini memang hari ulang tahun Vivian apa gadis itu tidak tahu?


Sepertinya Vivian tidak tahu apa-apa tentang masa lalunya dan hal ini bisa dia manfaatkan untuk mengadu domba mereka.


Biarkan mereka saling bunuh dan dia akan menjadi penonton, siapapun yang menang akan dia habisi juga pada akhirnya.


Dia akan berada di belakang panggung dan menghasut mereka dan dia yakin Vivian yang jadi pemenangnya dan setelah itu dia akan menemui Vivian dan menghancurkannya.


Semua ini demi balas dendam dan dia yakin Vivian tidak akan pernah tahu identitas dirinya dan siapa dia.


Pada saat itu, seketarisnya masuk kedalam untuk memberi laporan.


"Bos, dia sudah kembali apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya seketarisnya.


Pria itu tersenyum, akhirnya yang dia tunggu datang.


"Segera buat janji dan pada saat itu, jangan lupa kirimkan surat untuk Angel. Aku akan membawa Angel semakin dekat sehingga permainan yang menarik akan segera dimulai."


"Baik bos dan mengenai penembak jitu yang kau inginkan, dia sudah ada di luar!"


"Oh baiklah, perintahkan dia untuk masuk kedalam!" perintahnya dengan seringai di wajahnya. Satu lagi tikus yang harus dia singkirkan dan jangan sampai orang itu mengganggunya.

__ADS_1


Seorang pria masuk kedalam ruangannya dan mereka mulai menyusun rencana.


__ADS_2