
Jager dibawa kesuatu tempat yang sunyi oleh anak buah Gary dalam keadaan terikat. Tangannya terikat begitu juga dengan kakinya. Jager bahkan diikat disebuah kursi agar dia tidak bisa melarikan diri.
Kepalanya sudah tidak ditutupi dengan kain hitam lagi tapi matanya yang ditutupi. Itu dilakukan supaya Jager tidak tahu di mana dia berada saat ini.
Anak buah Gary menjaganya dengan ketat karena mereka tidak boleh kehilangan Jager. Mereka terkadang memberikan Jager minum, jangan sampai sandera mereka mati sebelum waktunya.
Jager tidak berdaya, dia tidak bisa melihat di mana dia berada. Jika putra Marck Wriston ingin membunuhnya, dia harap dia langsung dibunuh tanpa harus melibatkan Damian dan putrinya.
Putra Marck Wriston memang pantas membalas kematian ayahnya karena dia yang telah membunuh Marck Wriston. Tapi kenapa Gary Wriston tidak jadi menembaknya?
Entah apa yang direncanakan oleh Gary Wriston padahal dia bisa membunuhnya dengan satu tembakan saat itu. Jager hanya bisa berharap Gary Wriston tidak melukai putrinya dan dia juga berharap putrinya tidak menghawatirkannya.
Memang saat ini Vivian sedang menghawatirkan keadaan ayahnya bahkan dia tidak bisa tidur sama sekali. Ayahnya sudah tua dan dia punya penyakit, bagaimana jika penyakitnya tiba-tiba kambuh?
Setelah memindahkan keluarganya, Vivian masih berada di rumah sakit. Dia ingin menunggu ayah dan ibunya sadar karena dia ingin tahu bagaimana dengan keadaan mereka.
Vivian duduk termenung dan bersandar pada Matthew sedangkan Matthew menemaninya. Yang lain sudah tampak tidur karena lelah tapi Vivian tidak bisa memejamkan matanya sama sekali.
Dia benar-benar takut terjadi sesuatu dengan ayahnya dan dia harap Gary tidak melukai ayahnya. Sudah cukup korban yang jatuh akibat perbuatan Gary dan dia tidak menyangka jika Gary akan melakukan hal seperti itu.
Dia benar-benar kecewa bahkan dia menyesal telah mengenal Gary. Apa yang terjadi dengan keluarganya saat ini adalah kesalahannya dan dia sangat membenci dirinya sendiri karena dia, keluarganya harus terlibat.
"Tidurlah Babe, sudah malam dan kau butuh istirahat," Matthew mengusap kepala Vivian dengan lembut.
"Aku tidak bisa tidur, Matth. Aku takut Gary melukai ayahku."
"Jangan khawatir, aku rasa ayahmu disekap oleh Gary dan dia melakukan hal itu demi suatu tujuan."
"Aku harap begitu. Lebih baik Daddy disekap dan aku harap Gary tidak melukainya."
"Aku rasa Gary tidak akan melakukannya. Jika dia ingin membunuh ayahmu dia bisa menembak ayahmu saat itu juga tanpa perlu repot-repot membawa ayahmu dan menghilangkan jejaknya. Dia pasti menyekap ayahmu demi suatu tujuan dan aku rasa dia melakukan hal itu untuk memancingmu."
"Aku benar-benar berharap seperti itu, Matth. Aku benar-benar menyesal telah mengenalnya. Tidak saja sudah membuatku menunggunya selama lima tahun tapi sekarang dia melukai semua keluargaku. Apa yang dia inginkan sampai dia begitu jahat melakukan hal ini padaku?"
"Babe, kau tahu Gary membenci ayahmu dan aku rasa dia melakukan hal ini untuk membalas kematian ayahnya. Tapi kita tidak menyangka jika dia akan melukai keluargamu yang lainnya. Dia begitu licik tapi pengecut. Aku berjanji padamu, jika dia sudah berada di tanganku, aku akan membelah kepalanya. Aku akan membuatnya membayar semua yang telah dia lakukan, dia akan mengalami siksaan tragis bahkan kematian engan menghampirinya."
"Dia juga sudah berani menggunakan wajahku untuk melakukan kejahatan. Oleh sebab itu, aku tidak akan mengijinkan Malaikat maut menghampirinya sebelum dia membayar semua yang telah dia lakukan!"
__ADS_1
"Jadi, kau juga akan menangkap Malaikat maut dan menahannya?" tanya Vivian.
Matthew terkekeh dan mengusap wajah Vivian, "Tidak juga karena Malaikat maut yang sebenarnya adalah aku! Aku yang akan jadi Malaikat maut untuk Gary."
Vivian tersenyum, setidaknya perasaannya sudah lebih baik setelah berbicara dengan Matthew.
"Terima kasih, Matth. Sekarang perasaanku sudah lebih baik dan aku harap ayahku baik-baik saja."
"Ayahmu pasti baik-baik saja jadi sekarang sebaiknya kita tidur karena kita tidak tahu apa yang telah menunggu kita besok."
Vivian mengangguk. Memang mereka harus tidur karena entah apa lagi yang akan direncanakan oleh Gary besok. Mereka merebahkan diri di atas sebuah kursi panjang dan tidur berdua sambil berpelukan.
Rasanya ingin tidur tapi jujur saja Vivian tidak bisa memejamkan matanya. Itu karena pikirannya ke mana-mana dan dia juga memikirkan bagaimana cara menangkap si penghianat nanti.
"Tidur Babe, ini sudah malam. Besok ayah dan ibumu pasti sudah sadar begitu juga dengan kakekmu," ucap Matthew sambil mencium dahinya.
"Aku sangat ingin Matth, tapi aku tidak bisa."
"Aku tahu kau pasti menghawatirkan keadaan keluarga dan ayahmu tapi kau juga butuh istirahat, Babe."
"Aku tahu," jawab Vivian sambil memeluk Matthew dengan erat.
"Boleh juga, ngomong-ngomong Matth, berapa usiamu?" tanya Vivian. Jujur sampai sekarang dia belum tahu karena dia tidak pernah menanyakan hal ini.
"Ck, sekian lama kita menjalin hubungan dan kau belum tahu berapa usiaku?"
"Ayolah, jangan marah. Aku baru memikirkannya sekarang."
"Baiklah, usiaku empat puluh lima tahun," jawab Matthew asal.
"What? Are you serious?"
"Kenapa? Tidak suka dengan yang sudah tua?"
"Bukan begitu, kau pasti hanya bercanda saja bukan? Dilihat bagaimanapun kau seperti berusia tiga puluh tahun," ucap Vivian.
"Ck, aku memang baru tiga puluh tahun."
__ADS_1
"Dasar penipu!"
Matthew kembali terkekeh dan mencium dahi Vivian, "Kita sudah memutuskan untuk menikah tapi kau baru menanyakan usiaku sekarang. Bagaimana jika aku sudah lima puluh tahun? Apa kau masih mau denganku?"
"Tentu saja tidak!" tolak Vivian.
"Kenapa?"
"Aku tidak suka dengan pria tua!"
"Hng, dasar kau! Bagaimana jika aku benar-benar sudah tua?"
"Kalau kau tidak masalah."
Matthew tersenyum dan mengusap punggung Vivian, sedangkan Vivian memejamkan matanya. Lebih baik mereka tidur karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Mungkin Gary sudah membuat rencana besar dan mereka harus siap menghadapinya besok. Apapun yang direncanakan oleh Gary, mereka pasti akan menyelesaikannya dan kali ini Gary tidak boleh kabur lagi.
Sementara itu di tempat lain, Gary sedang berada di rumah Thomas. Dia berada di sana untuk memberikan topeng yang dia bawa dan dia akan menginap di sana untuk menyusun rencana besar mereka berdua.
Gary melempar ponselnya setelah mendapat laporan dari anak buahnya jika mereka tidak menemukan keluarga Vivian di rumah sakit mana pun. Ini sangat aneh, apa mereka sudah dibawa ke Inggris?
Tapi tidak mungkin karena mereka baru saja ditembak dan dia yakin mereka langsung dilarikan ke rumah sakit. Tapi di mana mereka?
"S*h*it! Seharusnya aku membunuh mereka semua! Andai aku tahu Matthew akan mengetahui keberadaanku dan membunuh Bruke, sudah aku habisi mereka!" ucap Gary penuh kemarahan.
Dia tidak akan membuat pengorbanan Bruke sia-sia dan akan dia balas kematian Bruke tapi dia tidak tahu jika saat ini Bruke dibawa ke markas oleh anak buah Matthew.
Bruke ditinggalkan dalam ruangan gelap sendirian dan tampak ketakutan, entah apa yang akan terjadi dengannya tapi dia rasa sebentar lagi dia akan mengalami hal buruk.
Padahal dia mengira dia akan mati ditebak dan sekarang, dia tidak tahu dia akan mati dengan cara seperti apa karena pada saat dia dibawa tadi, dia bisa melihat ruangan yang mengerikan penuh dengan alat penyiksaan.
Siapa yang tahan berada di dalam ruangan dingin dan menyeramkan seperti itu? Bahkan sekarang ruangan itu gelap gulita dan terkadang terdengar suara yang menyeramkan dan suara itu berasal dari binatang yang dipelihara di sana.
Kaki Bruke bahkan bergetar dan terasa lemas saat mendengar suara auman, apa itu suara Singa? Leopard? Atau Macan? Entah apa tapi setiap auman yang terdengar membuat Bruke merinding ngeri.
Semoga saja Gary menyadari jika dia tidak mati dan datang menolongnya. Dia sangat berharap sahabatnya cepat datang dan memang, sebentar lagi Gary akan bergabung dengannya dan tentunya dengan yang lainnya.
__ADS_1
#Btw All, aku baru ingat ngak pernah nyebut umur Matth and Mich jadi Part ini sekalian membahas umur mereka. Karena para pembaca gak ada yang nanya jadi aku juga ngak ngebahasnya jadi di part ini aku memang sengaja bahas umur mereka. Aku juga baru ngeh nih, semoga tidak ada yang bingung ya 😉#