Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Permintaan Vivian kepada ayah dan kakaknya.


__ADS_3

Hari sudah sore tapi Damian dan Jager belum pulang, itu karena mereka akan makan malam bersama.


Jager dan David berbincang di ruang tamu bersama dengan Charles sedangkan Matthew dan Damian sedang membicarakan bisnis berdua.


Damian hanya pendatang dan dia bisa belajar dari Matthew, lagi pula usia mereka tidak berpaut jauh dan memang dia lebih tua satu tahun dari Matthew.


Marta sedang membuat makanan bersama dengan para pelayan sedangkan Vivian sedang menjawab sebuah panggilan dari rekannya yang baru datang dari Inggirs.


Besok rekannya sudah mulai membantunya dan dia harap misinya cepat selesai karena dia sudah ingin mengakhiri semuanya. Dia memang sedang mencurigai Gary Wriston sebagai buronannya tapi dia harus mencari bukti jika tidak, dia tidak bisa menangkap Gary Wriston mantan kekasihnya.


Ketika sedang berbicara dengan Damian, ponsel Matthew berbunyi. Matthew mengambil ponselnya dan melihat itu dari adiknya, sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan oleh adiknya jadi Matthew pamit pergi untuk menjawab panggilan dari adiknya.


"Ada apa Mich?"


"Kak, aku baru saja melihat ada dua orang yang mencurigakan keluar dari apartemen Gary tapi aku tidak bisa melihat wajahnya."


"Apa mereka terlihat mencurigakan?"


"Tentu saja kak, sepertinya mereka sekutu Gary," jawab Michael.


"Baiklah, kau mengambil gambar mereka bukan?"


"Tentu saja kak."


"Letakkan di atas mejaku, besok aku akan melihatnya."


"Roger," jawab Michael.


Selama Matthew berbicara dengan adiknya, Vivian keluar dari kamar dan menghampiri Damian yang duduk seorang diri.


"Kak, di mana Matthew?"


"Menjawab telephone," jawab Damian singkat.


Vivian mengangguk dan berlalu pergi untuk mencari Matthew dan ketika melihat Matthew sedang berdiri di depan jendela, Vivian menghampiri Matthew dan memeluknya dari belakang.


"Oke Mich, besok kita bahas lagi pemasalahan ini," ucap Matthew.


"Baiklah kak, aku akan terus mengawasi Gary," jawab Michael.


Matthew mematikan ponselnya dan mengusap kepala Vivian sambil tersenyum.


"Ada apa Matth? Apa ada masalah?" tanya Vivian penasaran.


"Tidak ada babe, Michael hanya mengatakan padaku jika Gary bertemu dengan dua orang dan mereka tampak mencurigakan."


"Oh ya?"


"Yes, besok aku akan membawa fotonya pulang dan aku akan menunjukkannya padamu."


"Baiklah, apa adikmu mencurigai mereka melakukan seuatu?"


"Yes, jadi kita harus tetap waspada."


"Baiklah," jawab Vivian tapi pada saat itu dia teringat sesuatu.

__ADS_1


"Ayo ikut denganku Matth," ajak Vivian seraya menarik tangan Matthew dan mereka menghampiri Damian karena ada yang ingin dia bicarakan dengan Damian.


Saat itu Damian hendak menghampiri ayahnya dan bergabung dengan yang lain tapi Vivian menghentikannya.


"Kak Dam, bisa kita bicara sebentar?"


"Tentu, apa yang ingin kau bicarakan adikku?" Damian duduk kembali sedangkan Matthew dan Vivian duduk didekatnya.


"Tadi kak Damian bilang ada yang menghasut daddy dan mengatakan jika kakekku yang membunuh mommy, apa benar?"


"Ya, memang ada yang menghasut daddy dan mengatakan hal seperti itu," jawab Damian membenarkan.


"Siapa dia kak? Apa kau tahu?"


"Aku pernah pergi menemuinya Vivi, karena dia selalu mengatakan pada daddy jika kakekmu yang telah membunuh kalian jadi aku pergi menemuinya dan ingin tahu apa tujuannya mengatakan hal seperti itu."


"Siapa dia kak?" tanya Vivian dengan tidak sabar.


"Entahlah, dia menyebut dirinya sebagai Scot," jawab Damian.


Vivian dan Matthew saling pandang, Scot? Bukankah pria itu yang membantunya dan telah mati terbunuh dengan keadaan mengenaskan?


"Kak, apa kau masih ingat dengan wajahnya?"


"Tentu, jika aku melihatnya lagi aku pasti mengenalinya."


"Baiklah kak, tunggu sebentar," pinta Vivian seraya bangkit berdiri.


"Mau kemana babe?"


"Apa kalian mengenalnya?" tanya Damian heran.


"Ya, tapi sebenarnya orang itu sudah mati," jawab Vivian dan dia segera berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya.


"Apa?" Damian kaget mendengarnya. Jika orang itu sudah mati lalu siapa yang dia temui di Bar waktu itu?


Tidak lama kemudian, Vivian sudah kembali karena Ana sudah mengirimkan wajah Scot untuknya. Vivian segera menghampiri kakaknya dan segera menunjukkan wajah Scot dari ponselnya.


"Apa pria ini yang kakak temui dan yang memfitnah kakekku?" tanya Vivian.


"Benar, dia orangnya," jawab Damian.


"Oh Tuhan sekarang aku tahu siapa yang membunuhnya," ucap Vivian.


"Ini pasti perbuatan Gary babe."


"Benar Matth, kau masih ingat mata-mata yang ada di agensi waktu itu?"


"Yes," jawab Matthew mengangguk.


"Dia selalu ingin tahu siapa yang membantuku selama ini dan aku rasa dia mengatakan pada Gary jika aku tinggal dengan seseorang."


"Jadi sebab itu dua orang yang menyerangmu waktu itu salah target dan mengira jika Scot adalah orang yang membantumu?" tanya Matthew.


"Thats right, karena Gary mengira dia orang yang membantuku jadi dia menangkap Scot dan membunuhnya bahkan dia menguliti wajah Scot dan menggunakan wajahnya," jawab Vivian.

__ADS_1


"Masuk akal babe, sebab itu dia menemui Damian menggunakan wajah Scot."


"Hei ada apa ini?" tanya Damian karena dia tidak mengerti.


"Kak Dam, aku pernah mengatakan padamu jika ada yang ingin membunuh daddy jadi aku harap kak Damian menjaga daddy dengan baik. Jika kakak bertemu dengan pria ini atau dia mau bertemu dengan daddy sebaiknya kak Damian halangi karena aku curiga dia adalah Gary Wriston," ucap Vivian tapi dia tidak menyadari ayahnya sudah berdiri di belakangnya.


"Apa kau bilang nak?" tanya Jager Maxton.


Bagaimana putrinya bisa mengenal Gary Wriston putra dari Marck Wriston?


"Dad," Vivian bangkit berdiri begitu juga dengan Damian.


"Katakan pada daddy, apa kau mengenal Gary Wriston?"


"Ya, dia mantan pacarku."


"Apa kau bilang?" Jager sangat kaget mendengarnya, bagaimana bisa putrinya menjalin hubungan dengan anak dari musuhnya?


"Dad, itu lima tahun yang lalu dan sekarang sudah tidak lagi bahkan sekarang aku sedang mencurigainya sebagai buronanku," jelas Vivian sambil mendekati ayahnya.


"Jika kau menjalin hubungan dengannya maka aku akan menentang hubungan kalian berdua karena dia adalah anak dari orang yang telah membuat aku harus kehilangan kalian."


"Aku tahu tapi daddy tidak perlu khawatir karena aku tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengannya."


Jager tersenyum dan mengusap pipi putrinya sambil berkata," Baiklah, daddy hanya tidak mau kau berhubungan dengan Gary Wriston."


"Aku tahu tapi aku ingin daddy menjaga diri daddy karena aku curiga dia akan membunuh daddy untuk membalas kematian ayahnya."


"Benarkah?"


"Yes dad jadi kak Damian, aku harap kau tidak membiarkan daddy pergi ke manapun seorang diri dan jika kau tidak bisa menemani daddy maka perintahkan seseorang atau dua orang pengawal untuk mengikuti daddy," pinta Vivian.


Mereka baru saja bertemu dan bersama dan dia tidak mau kehilangan mereka begitu cepat.


Damian mendekati adiknya sambil tersenyum, tentu saja dia akan menjaga ayahnya karena dia sudah berjanji.


"Jangan khawatir adikku, aku akan menjaga daddy dengan baik dan tunjukkan wajah Gary Wriston pada kami agar kami bisa mewaspadainya."


"Tentu tapi kalian harus selalu waspada jika bertemu dengan orang yang mencurigakan karena Gary Wriston selalu menggunakan wajah orang lain saat beraksi. Aku sedang mencari bukti agar aku bisa menangkapnya jadi sebelum itu, aku ingin kalian menjaga diri kalian baik-baik."


Jager tersenyum dan mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang, "Daddy akan mendengarkan permintaan putri daddy."


"Harus, karena aku tidak mau kehilangan daddy," ucap Vivian sambil memeluk ayahnya.


Jager sangat senang karena putrinya begitu menghawatirkannya. Tentu dia akan menjaga dirinya baik-baik karena dia ingin memiliki banyak waktu bersama dengan putrinya.


"Tapi daddy ingin kalian juga menjaga diri kalian baik-baik," pinta Jager.


"Tentu dad," jawab Damian dan Vivian secara bersama-sama.


Pada saat itu Marta memanggil mereka untuk makan malam karena makanan sudah siap, mereka segera menuju dapur bersama-sama dan Vivian mengandeng tangan Matthew dan tampak bahagia.


Setelah mereka makan malam Jager dan Damian akan pulang begitu juga dengan Vivian, dia akan pulang bersama dengan Matthew karena besok dia harus bekerja. Motor dan semua perlengkapannya ada di rumah Matthew dan dia tidak mau merepotkan Matthew.


Mereka makan malam dan terlihat begitu akrab, Vivian sangat senang melihat kedua keluarganya dan dia harap Gary atau Carlk tidak menyakiti salah satu dari mereka tapi sayangnya Gary tidak akan melepaskan mereka.

__ADS_1


__ADS_2