Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Aku butuh bantuanmu


__ADS_3

Vivian memutar-mutar ponselnya ditangan, itu karena dia ragu apakah dia harus menghubungi Matthew atau tidak. Ini adalah tugasnya sebagai agen dan dia datang kesana untuk menemukan dan menangkap orang berinisial M yang menantangnya.


Selama empat tahun bekerja menjadi agen, baru kali ini dia harus menghadapi kasus dengan teki teki yang sulit dan menjebak. Ditambah dia tidak menguasai medan karena dia benar-benar baru di sana.


Bisa dibilang dia masih beruntung karena dibantu oleh Freddy dalam menjalani misinya. Dia benar-benar berterima kasih tapi apakah dia harus selalu bergantung pada pria itu?


Carlk masih memperhatikan Vivian, kenapa Vivian masih diam saja dan belum bertindak untuk menemukan bom yang dia simpan?


Gadis itu terlihat menekan ponselnya dan menghentikan niatnya, sebenarnya siapa yang ingin dihubungi oleh Vivian? Apa dia sudah punya teman? Sungguh Carlk ingin tahu dan pasti akan dia cari tahu, siapa yang ada di dekat Vivian saat ini.


Vivian benar-benar bimbang, telephone atau tidak? Sebenarnya yang membuatnya ragu adalah permintaan Matthew nanti.


Pria itu sudah memintanya untuk menjari pacarnya, jangan-jangan setelah ini Matthew akan meminta tubuhnya. Membayangkan saja sudah membuatnya takut setengah mati.


"Angel," Patrik berjalan keluar dan menghampirinya


"Ya?"


"Apa kau sudah memecahkan teka tekinya?"


"Entahlah Patrik, aku sungguh tidak tahu apa maksud dari teka teki itu. Dua mata Medusa? Apa di sekitar sini ada bangunan yang sama?" tanya Vivian, sedangkan Patrik menggeleng.


"Kita sudah kehabisan banyak waktu Angel."


Vivian menarik nafasnya kembali, sepertinya dia tidak punya pilihan dan semoga saja Matthew mau membantunya dan tidak meminta tubuhnya sebagai imbalan.


"Baiklah, aku terpaksa melakukannya," ucap Vivian.


"What?"


"Aku akan meminta bantuan seseorang," jawab Vivian seraya berjalan menjauhi Patrik.


Patrik memandangi Vivian dengan seksama, siapa yang mau dihubungi olehnya dan siapa yang akan membantunya?


Vivian segera menghubungi Matthew dan begitu melihat Vivian menghubunginya, Matthew terlihat senang. Tidak ingin membuat Vivian menunggu, Matthew segera menjawab panggilan darinya.


"Hy babe, apa kau rindu denganku?" godanya.


"Tidak!" jawab Vivian.

__ADS_1


"Ya sudah, aku matikan ya!"


"What? Jangan!" teriak Vivian.


"Jadi?"


"Hm, a..aku merindukanmu!" Vivian mengumpat dalam hati dan wajahnya memerah saat mengatakan hal itu.


Tidak jauh darinya Carlk melihatnya dan tampak tidak senang, kenapa wajah Vivian tersipu? Sebenarnya dengan siapa Vivian berbicara?


Matthew terkekeh, padalah dia hanya bercanda saja tapi sepertinya ada hal penting yang ingin Vivian bicarakan.


"Jadi, ada apa babe?"


"Hm, aku butuh bantuanmu."


"Tunggu sebentar," pinta Matthew.


Saat itu dia sudah berada di rumah dan bersama dengan adiknya. dia juga sudah meminta Michael mencari posisi Vivian dengan cara melacak nomor ponselnya bahkan mereka berdua sudah berada di depan komputer.


Selama Michael sedang meretas Cctv yang ada di sekitar Cafe tempat Vivian berada, Matthew ingin tahu bantuan apa yang diinginkan Vivian darinya.


"Aku..aku ingin meminta bantuanmu untuk memecahkan teka teki," jawab Vivian. Sungguh dia malu mengatakannya karena dia harus mengandalkan seorang supir untuk membantu menyelesaikan kasusnya.


Matthew kembali terkekeh dan pada saat itu, dari layar komputer Michael muncul beberapa gambar yang ditunjukkan oleh beberapa Cctv yang ada di dekat lokasi Vivian dan Vivian tampak jelas sedang berdiri di depan cafe.


"Katakan, apa teka tekinya?" jawab Matthew sambil melihat Vivian dari layar komputer adiknya.


..."Saat matahari berada di atas kepala, dua mata Medusa akan terbuka dan bagi siapa saja yang melihatnya akan menjadi debu atau batu."...


Vivian mengatakan teka tekinya dan Matthew mengulagi ucapan Vivian supaya adiknya tahu teka teki itu.


"Aku minta bantuanmu Fredd untuk menemukan bomnya, aku sungguh tidak tahu apa maksud teka teki ini," ucap Vivian.


"Tenang saja babe, lima menit lagi aku akan menghubungimu!"


"Terima kasih, nyawa banyak orang tergantung padamu."


Setelah selesai berbicara dengan Vivian, Matthew menyimpan ponselnya. Ini bukan teka teki yang sulit tapi mereka harus melihat lokasi di mana bom yang dimaksud oleh Vivian berada.

__ADS_1


"Dua mata Medusa?" gumam Marthew.


"Teka teki ini hanya untuk mengecoh kak," ucap Michael.


"Aku tahu!" jawab Matthew.


Matthew memperhatikan bangunan yang ada di sekitar Cafe di mana Vivian berada dan tampak berpikir sedangkan mata Michael tertuju pada seorang pria dengan gerak gerik yang mencurigakan di dekat lakosi Cafe.


"Mich, bukankah di dekat tempat itu ada dua bangunan yang saling berhadapan di mana banyak toko souvenir berjajar di sekitar kedua bangunan itu?"


"Kakak benar," jawab Michael.


"Retas cctv yang ada di sekitar bangunan itu!"


Michael mengangguk dan mulai meretas, tidak butuh waktu lama baginya dan dilayar komputernya sudah muncul gambar-gambar bangunan yang ada di sekitar bangunan yang saling berhadapan.


"See, teka teki mudah! Dua mata Medusa adalah dua bangunan yang saling berhadapan dan maksud dari perkataan bagi siapa saja yang melihat mata Medusa yang terbuka akan menjadi debu atau batu adalah, di sini!" Matthew menunjuk pada sebuah toko souvenir yang menjual beberapa pahatan dari batu.


"Aku juga berpikir begitu," jawab Michael tapi bukan keberadaan bom yang membuatnya penasaran, tapi orang mencurigakan tadi yang dia lihat.


Setelah mengetahui lokasi keberadaan bom Matthew segera menghubungi Vivian, sedangkan Michael kembali meretas Cctv yang ada di sekitar Cafe.


Wajah Vivian tampak berseri saat melihat Matthew menghubunginya, dia percaya pria itu sudah memecahkan teka tekinya dan mengetahui di mana lokasi bom itu berada tapi saat melihat wajahnya membuat Carlk tidak suka, siapa yang telah membuat Vivian berekspresi seperti itu? Apakah seorang pria yang membuat Vivian berekspresi seperti itu? Tapi bukankah Vivian benci dengan laki-laki dan dia percaya jika Vivian masih trauma seperti dulu.


"Bagaimana, apa kau sudah tahu?" tanya Vivian dengan tidak sabar.


"Tentu saja babe, tapi jangan lupa dengan imbalanku nanti."


"Ck, dasar pria penuh perhitungan!" desis Vivian.


Matthew terkekeh dan mengatakan lokasi bom berada. Selama dia berbicara dengan Vivian, Michael menatap pria yang dia curigai tadi dengan serius. Sungguh gerak gerik pria itu mencurigakan dan dia semakin mencurigainya apalagi pria itu seperti memandangi Vivian tanpa memalingkan wajahnya.


Michael menyentuh tangan kakaknya dan menunjuk ke arah layar komputer. Dia juga sudah memperbesar gambar dan untuk melihat rupa pria misterius itu, dia sudah mengambilnya dari beberapa sudut tapi sayang, wajahnya tertutup topi.


"Babe, di sebelah kirimu ada seorang pria mencurigakan dan sedang memandangimu!"


Saat mendengar ucapan Matthew, Vivian memalingkan wajahnya dan benar saja, seorang pria memakai topi sedang melihatnya dan pada saat menyadari Vivian melihatnya, Carlk langsung menurunkan topinya dan menaikkan masker wajahnya agar Vivian tidak melihat wajahnya.


Carlk melangkah mundur dan mengumpat dalam hati, kenapa Vivian melihat ke arahnya?

__ADS_1


Vivian mematikan ponselnya, jangan-jangan pria itulah pelaku yang membunuh pria tua tadi. Carlk mulai pergi melewati kerumunan orang-orang sedangkan Vivian berlari ke arah Patrik karena setelah mengatakan lokasi bom, dia akan mengejar pria itu dan menangkapnya.


__ADS_2