Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Berikan aku kesempatan.


__ADS_3

Disebuah cafe, tampak Carlk dan Vivian sedang duduk saling berhadapan dengan dua gelas kopi di atas meja.


Setelah tanpa sengaja bertemu, Carlk mengajak Vivian untuk melepaskan kerinduan mereka disebuah cafe dan tentunya membicarakan banya hal mengenai mereka berdua selama lima tahun belakangan ini.


Perasaan Vivian tidak menentu saat itu, antara senang dan kecewa jadi satu dalam hatinya.


Dia senang bisa bertemu dengan Carlk kembali tapi dia juga kecewa karena Carlk tidak pernah mencarinya padahal dia ada di Amerika.


Tidak hanya itu saja, kenapa mereka harus bertemu di saat dia sudah memutuskan untuk bersama dengan Matthew? Jujur saja di dalam hati yang paling dalam, cintanya masih ada untuk Carlk.


Vivian menunduk enggan melihat orang yang dia cintai dulu sedangkan Carlk melihatnya dengan heran, kenapa Vivian tampak tidak senang melihatnya?


"Vivi, apa kau baik-baik saja?" Carlk menyentuh tangan Vivian yang ada di atas meja tapi Vivian segera menarik tangannya. Entah kenapa dia tidak ingin disentuh oleh Carlk.


"Aku baik-baik saja Carlk. Bagaimana denganmu? Kenapa kau tidak pernah mencariku selama ini?"


Vivian mengangkat wajahnya dan menatap mata Carlk dalam-dalam untuk mencari jawaban kenapa Carlk tidak pernah mencarinya padahal dia ada di Amerika.


"Sory Vivi, aku tidak bermaksud seperti itu. Dengarkan aku?" Carlk kembali menggenggam tangan Vivian sedangkan Vivian diam saja.


"Aku sangat ingin pergi ke Inggris untuk mencarimu dan memenuhi janji kita tapi aku terlalu sibuk sehingga aku tidak bisa melakukannya."


"Benarkah?"


"Percayalah padaku Vivi, aku sangat ingin kembali ke sana untuk menemuimu tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku."


"Jika karena pekerjaan kau tidak bisa menemuiku lalu kenapa kau tidak pernah menghubungiku satu kali saja Carlk? Jangan katakan kau tidak punya ponsel atau nomor ponselku karena itu terdengar sangat tidak masuk akal."


Carlk menghembuskan nafasnya dan pura-pura memasang wajah penuh penyesalan. Dia tahu tidak akan mudah dan dia tahu Vivian pasti kecewa karena dia tidak mencarinya begitu lama tapi jangan panggil dia Carlk jika dia tidak punya seribu cara untuk meyakinkan Vivian.


"Vivi dengarkan aku! Setelah aku pergi dan kembali ke Amerika banyak yang terjadi. Kematian ayahku dan perusahaannya yang hampir hancur bahkan hutang yang dia tinggalkan, semua itu harus aku tanggung seorang diri. Setiap hari aku bekerja untuk menyelamatkan perusahaan ayahku sehingga aku tidak punya waktu untuk memberimu kabar. Setiap hari aku juga harus melarikan diri dari puluhan depkoletor yang mengejarku bahkan waktu untuk makan saja aku tidak punya."


Vivian diam saja, membaca ekspresi Carlk. Benarkah demikian? Entah kenapa apa yang dikatakan oleh Carlk terdengar seperti sebuah tipuan belaka apalagi Matthew telah menipunya dengan cara seperti ini lalu apakah dia akan tertipu lagi?


"Tapi setidaknya kau punya waktu bukan untuk menghubungiku?"

__ADS_1


"Percayalah padaku vivi, aku tidak membohongimu," pinta Carlk meyakinkan.


"Kenapa Carlk? Mungkin masalah perusahaan ayahmu aku bisa percaya tapi lihatlah, sampai sekarang kau tidak mau mencariku dan jika kita tidak secara kebetulan bertemu, apa kau akan mencariku?"


Vivian menatap Carlk dalam-dalam dan memperlihatkan ekspresi kecewa dan memang dia benar-benar kecewa dengan Carlk. Sekian lama dia menunggu tapi Carlk tidak mau mencarinya dan jika memang mereka tidak bertemu seperti ini, apa Carlk akan mencarinya?


"Vivi, aku?" Carlk ingin menjelaskan tapi Vivian sudah menyela ucapannya.


"Lima tahun aku menunggumu Carlk, lima tahun. Aku sangat berharap kau kembali tapi nyatanya?" tanpa dia inginkan air matanya mengalir.


"Lima tahun bukan waktu yang singkat tapi tidak sekalipun kau mecariku bahkan jika kita tidak bertemu seperti ini, apa kau akan mencariku?"


Carlk mengumpat dalam hati, sepertinya Vivian benar-benar kecewa dengannya. Seharusnya dia menghubungi Vivian terlebih dahulu sebelum mereka bertemu dan sepertinya saat ini akan sedikit sulit untuk meyakinkan Vivian agar masuk ke dalam jebakannya.


"Maaf Vivi, aku akan menebusnya," ucap Carlk.


Vivian menggeleng dan bangkit berdiri sambil menghapus air matanya. Entah kenapa mereka bisa bertemu padahal dia telah memutuskan untuk bersama dengan Matthew. Apa perasaannya sedang diuji saat ini? Tapi apapun itu, dia benar-benar sudah kecewa dengan Carlk.


"Maaf Carlk, aku benar-benar kecewa padamu dan seharusnya kita tidak bertemu lagi," ucap Vivian dan setelah berkata demikian, Vivian melangkah pergi dengan perasaan campur aduk di dalam hatinya.


Walaupun dia kecewa tapi jujur dia senang bertemu dengan Carlk, orang yang pernah dia cintai dan dialah cinta pertamanya.


Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Carlk berlari untuk mengejar Vivian yang sudah keluar dari cafe. Tanpa Vivian duga, Carlk memeluknya dari belakang sehingga Vivian menghentikan langkahnya.


"Vivi, jangan pergi dan dengarkan aku sebentar," pinta Carlk.


"Apa lagi Carlk?"


"Aku tahu kau kecewa padaku karena aku tidak pernah mencarimu lima tahun belakangan ini dan aku minta maaf tapi berikan kesempatan padaku untuk memperbaiki kesalahanku," pinta Carlk.


"Kesempatan itu sudah tidak ada lagi Carlk," jawab Vivian dengan dingin.


"Kenapa? Apa kau melupakan janji yang kita buat lima tahun lalu?"


"Bukan aku yang melupakan janji itu tapi kau!"

__ADS_1


"Vivi, aku tahu aku salah dan aku ingin memperbaiki kesalahanku. Ijinkan aku memperbaikinya dan kita mulai lagi dari awal. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi dan kali ini aku akan serius memenuhi janjiku dan kita akan menikah."


Vivian tersenyum dengan pahit, menikah? Ini adalah hal yang paling dia harapkan dari orang yang dia tunggu sedari dulu tapi entah kenapa, sekarang perkataan itu terdengar begitu hambar dan tidak bermakna walaupun diucapkan oleh orang yang sama.


"Terima kasih Carlk tapi aku harus pergi," Vivian melepaskan tangan Carlk yang melingkar di lehernya dan melangkah menjauh.


"Vivi, kau mau bukan memaafkan aku dan memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku? Aku berjanji padamu kali ini aku serius dan kita akan menikah setelah kau siap."


"Semua orang memang berhak memiliki kesempatan," jawab Vivian.


"Oh kau memang yang terbaik Vivi sayang," Carlk memeluk Vivian dan tersenyum dengan licik karena dia salah mengartikan ucapan Vivian.


Apa yang dia duga ternyata benar, Vivian masih mencintainya dan masih mengharapkannya. Inilah kebodohan Vivian yang lugu, karena trauma yang dia alami sampai membuatnya takut dan benci dengan laki-laki. Ini adalah keuntungan besar untuknya dan dia akan memanfaatkan kebodohan Vivian untuk mempermainkannya tapi apakah demikian? Memangnya apa yang dia tahu?


Dia bahkan tidak tahu jika gadis yang dia peluk saat ini diam saja dengan ekspresi datar dan sudah tidak sabar untuk pergi.


"Aku harus pergi Carlk," ucap Vivian.


"Baiklah, kapan kita bisa bertemu lagi? Banyak yang ingin aku bicarakan berdua denganmu."


"Aku tidak tahu!"


"Aku tahu kau masih kecewa padaku Vivi dan untuk langkah awal, bagaimana jika besok kita makan malam berdua? Kau mau bukan? Aku akan menunggumu di restorant pinggir laut, kau suka laut bukan?"


Vivian hanya mengangguk tapi bukan mengiyakan ajakan Carlk, dia mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Carlk dengan kesukaannya tentang laut tapi Carlk mengartikan jika Vivian setuju dengan ajakannya.


"Baiklah, aku tunggu besok jam tujuh malam di restoran Gladstones," Carlk mendekati Vivian dan hendak mencium pipinya tapi Vivian melangkah mundur untuk menghindarinya.


"Maaf."


"Tidak apa-apa, aku tahu traumamu dan aku terlalu terburu-buru padahal kita baru bertemu kembali."


"Aku harus pergi," ucap Vivian.


"Berhati-hatilah Vivi sayang," ucap Carlk sambil memperlihatkan senyum menawannya.

__ADS_1


Vivian mengangguk dan melangkah pergi sedangkan Carlk tersenyum dengan licik memandangi kepergiannya.


"Gadis yang gampang dibohongi," ucap Carlk dan dia segera melangkah pergi sambil menghubungi seseorang untuk mengawasi David Adison karena dia pikir, Maxton pasti sudah terhasut dan akan menghabisi kakek Vivian untuk balas dendam.


__ADS_2