Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Like star in the sky


__ADS_3

Angin laut bertiup dan menghembuskan gorden tipis yang ada di sisi ranjang. Di bawah sinar bulan, Matthew memperlakukan Vivian seperti barang yang mudah rusak dan pecah.


Dengan perlahan, Matthew membuka sarung tangan berwarna merah yang dipakai oleh Vivian dan mencium telapak tangannya. Tidak hanya itu, Matthew juga menggigit jari Vivian dengan lembut.


Wajah Vivian memerah dan jantungnya berdebar. Sungguh dia merasa takut tapi dia juga mengharapkannya. Ini malam indah mereka berdua dan dia harap dia tidak mengacaukannya karena trauma yang dia alami.


Setelah membuka kedua sarung tangan yang dipakai oleh Vivian, Matthew menunduk dan mencium pipi Vivian dan membisikkan kata cinta di telinganya.


Vivian benar-benar terbuai dan memeluk leher Matthew dengan erat, dia akan melawan rasa takutnya dan dia tahu Matthew tidak akan menyakitinya.


Ciuman lembut selalu dia dapatkan, tidak saja di pipinya tapi juga di telinga bahkan saat ini Matthew sedang mencium lehernya dan menghirup aroma tubuhnya.


Tangan Matthew sudah mengusap pahanya dari belahan gaunnya dan Vivian tampak semakin gugup apalagi satu tangan Matthew berada dipunggungnya dan hendak membuka resleting gaun yang dia pakai.


"Matth," Vivian menahan tangan Matthew yang sedang mengusap pahanya.


"Sttt, jangan khawatir babe. Nikmati saja dan serahkan semuanya padaku."


"Tapi bagaimana jika kita berbicara terlebih dahulu. Aku ingin memandangi bintang dan melewatkan malam indah ini denganmu."


"Seperti keinginanmu babe, aku memang ingin kita melewatkan malam ini sambil memandangi bintang."


Matthew membaringkan diri di samping Vivian dan mereka berdua diam saja memandangi langit malam yang indah berdua.


Bintang-bintang tampak berkerlap kerlip di atas sana dan Vivian tampak bahagia. Seperti hamparan bintang di atas langit begitu juga perasaanya saat ini.


"Babe," Matthew memiringkan tubuhnya dan mengusap wajah Vivian dengan lembut.


"Hm?" Vivian memandangi Matthew sambil tersenyum.


"Boleh aku tahu bagaimana pertemuanmu dengan Carlk dan kenapa kau rela menunggunya sampai lima tahun?"


"Hei ini malam indah kita berdua untuk apa kau membahasnya?" tanya Vivian.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu babe, kenapa kau rela menunggunya sampai lima tahun."


Vivian menghela nafasnya, padahal dia tidak ingin mengingat hal ini dan ingin melupakan janji yang telah mereka buat tapi tidak ada salahnya menceritakan hal ini agar tidak ada yang dia sembunyikan dari Matthew.


Dengan perlahan, Vivian duduk di atas ranjang sambil memandangi laut sedangkan Matthew duduk di sisinya.


"Sebenarnya tidak ada yang spesial saat kami bertemu," Vivian kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Carlk.


"Kau tahu kan Matth, aku takut dengan laki-laki."


"Ya, kau takut dengan laki-laki lalu apa kau tidak takut dengannya?"


"Tentu saja aku takut, aku selalu takut dengan setiap lelaki yang aku jumpai begitu juga dengan Carlk. Kami tanpa sengaja bertemu di jalan dan aku tidak sengaja menabraknya dan saat itu aku belum menjadi agen."


"Apa kau jatuh hati padanya begitu kau melihatnya?" Matthew merangkul bahu Vivian sedangkan Vivian bersandar pada bahunya.


Mata mereka menatap laut dan melihat ombak yang menggulung dan menerjang sisi pantai.


"Lalu kalian jatuh cinta?"


"Ck, jangan terburu-buru, ini bukan sinetron."


Matthew terkekeh dan mencium dahi Vivian, jika pada saat itu Vivian bertemu dengannya terlebih dahulu? Pasti dia akan menjadi cinta pertama Vivian dan menjadi orang pertama yang dekat dan dicintai oleh Vivian.


"Karena Carlk selalu datang dan aku mulai terbiasa jadi kami berteman tapi lambat laun perasaan itu muncul dan kami mulai menjalin hubungan."


"Aku cukup nyaman selama menjalin hubungan dengannya apalagi dia sangat sayang dan perhatian padaku. Dia adalah pria pertama yang mengajariku apa itu cinta dan merubah pandanganku bahwa tidak semua laki-laki seperti yang aku bayangkan selama ini."


"Lalu kenapa kalian berpisah?"


"Kau tampak semakin penasaran!"


"Aku ingin tahu semuanya babe, aku ingin tahu apa yang terjadi padamu dengan Cralk dan kenapa kalian berpisah. Aku ingin setelah menjadi milikku malam ini kau tidak menyesal dengan keputusanmu."

__ADS_1


"Tentu aku tidak akan menyesal Matth," Vivian mengangkat wajahnya dan mencium Matthew dengan mesra.


"Kau tahu, dia bilang harus pergi karena pekerjaannya dan aku baru tahu jika dia hanya pendatang di Inggris. Dia bahkan tidak mengatakan padaku kemana dia akan pergi dan di mana dia berasal tapi sebelum dia pergi kami membuat sebuah janji, Carlk berjanji padaku jika dia akan segera kembali dan memintaku menunggunya. Dan dia juga berkata dia akan melamarku saat dia kembali dan aku juga berjanji akan menunggunya tapi setelah dia pergi, tidak ada kabar darinya bahkan satu telephone pun tidak ada. Karena janji ini aku menunggunya selama lima tahun. Lagipula, aku takut dengan laki-laki jadi aku tidak dekat dengan siapapun dan menjalin hubungan dengan siapapun."


"Bodoh!" Matthew mengusap kepala Vivian dengan lembut.


"Kau menunggu orang yang tidak pernah memberimu kabar? Kau benar-benar membuang waktumu yang berharga."


"Kau benar Matth, sekarang bantu aku melupakannya dan jadikan aku milikmu," pinta Vivian.


"Kau tidak akan menyesali hal ini bukan?"


"Tentu tidak, aku sudah memutuskan untuk menerimamu maka aku tidak akan menyesal."


"Baiklah, siap menikmati malam ini babe?"


"Tentu saja dan katakan kau mencintaiku Matth," pinta Vivian.


Matthew tersenyum dan mengusap pipi Vivian dengan lembut, "I love you babe," ucapnya seraya mencium pipi Vivian.


"Again," pinta Vivian.


"I love you dan jika kau mau aku akan turun dan berteriak di sisi pantai," ucap Matthew.


Vivian tersenyum dan tampak bahagia, dia tidak akan menyesali keputusannya malam ini karena dia tahu Matthew yang terbaik untuknya.


Dengan perlahan Matthew membaringkan Vivian dan mencium bibirnya, malam ini dia akan memberikan malam indah yang tidak akan dilupakan oleh Vivian.


Biarkan hamparan bintang menjadi saksi kebersamaan mereka malam ini dan Vivian harap, kebersamaan mereka dan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini tidak dicuri oleh siapapun juga.


Angin laut yang bertiup dan terasa dingin tidak mereka hiraukan karena mereka ingin menikmati malam indah mereka berdua, gorden yang tertiup angin tampak melambai dan sedikit menutupi tubuh mereka berdua yang bermandikan cahaya bulan.


Api lilin yang ada di atas pasir sudah padam karena hembusan angin tapi cahaya bulan dan cahaya lampu yang temaram semakin membuat suasana terasa romantis dan kenangan akan malam ini, tidak akan Vivian lupakan karena Matthew begitu mencintainya dan Matthew selalu membisikkan kata cinta sesuai dengan permintaannya.

__ADS_1


__ADS_2