Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Permintaan Mantan Pacar Dan Mantan Rekan.


__ADS_3

Felicia berteriak ketika tubuhnya di bawa menuju sebuah meja yang sudah disediakan. Alat yang sudah dipilihkan oleh Bruke untuknya sudah berada di atas meja itu dan Felicia tahu jika itu tidaklah baik.


Felicia memberontak dan memaki ketika tubuhnya diangkat oleh empat anak buah Matthew ke atas meja. Dia terus mengeluarkan kata-kata kasar ketika tangan dan kakinya di rantai.


"Jangan ... jangan lakukan hal ini padaku," pinta Felicia sambil menangis.


"Tidak seharusnya aku mengalami hal ini, tidak! Pertemukan aku dengan Angel, aku akan mengakui semua kesalahanku dan aku akan menyerahkan diriku padanya!" pinta Felicia memohon.


"Jadi kau sudah tahu apa kesalahanmu?" Matthew bangkit berdiri dan berjalan mendekati Felicia.


"Aku tahu ... aku tahu!" teriak Felicia.


"Aku membenci Angel, sangat membencinya! Ketika kami bertugas di Inggris aku menghianatinya dan membantu si brengsek itu! Aku bekerja sama dengannya karena dia selalu menjadi yang utama, sedangkan aku selalu menjadi bayangannya saja. Aku ingin seperti dirinya tapi tidak bisa oleh sebab itu aku ingin membunuhnya!" teriak Felicia.


"Bagus jika kau mengerti! Orang yang menjadi musuh Vivian adalah musuhku juga jadi terimalah hukuman yang pantas kau dapat karena gara-gara penghianatan yang kau lakukan, dia hampir celaka beberapa kali!"


"Tidak! Pertemukan aku dengannya, please," mohon Felicia.


"Benar! Pertemukan kami dengan Vivian! Dia pasti akan memaafkan kami," teriak Gary.


"Wow, baiklah. Aku akan menganggap itu sebagai permintaan terakhir kalian. Aku sangat baik, bukan?" tanya Matthew seraya mengambil ponselnya.


Matthew segera menghubungi Vivian dan tidak lama kemudian, sudah terdengar suara Vivian dan Matthew tampak tersenyum.


"Hy, Babe."


"Ada apa, Matth?"


"Apa kau sibuk?"


"Tidak, misiku sudah selesai jadi aku sedang membereskan barang-barangku dan oh, nanti malam aku akan pulang terlambat karena teman-temanku akan mengadakan acara perpisahan untukku dan Charlie disebuah Bar," jawab Vivian.


"Baiklah, kau tidak boleh terlalu banyak minum, okey?"


"Pasti. Jadi ada apa kau menghubungiku?"


"Mantan pacar dan mantan rekanmu ingin meminta maaf," jawab Matthew dan setelah itu dia menyalakan speaker di ponselnya.


"Siapa? Mantan rekanku sudah mati karena meledak dan mantan pacarku juga sudah mati!" jawab Vivian.

__ADS_1


"Kalian dengar itu," ucap Matthew sambil menyeringai.


"Vivi, ini aku Calrk. Bukankah dulu kita saling mencintai?" teriak Gary.


"Matth, kenapa ada suara gonggongan anjing di sana?" tanya Vivian.


"Ha ... ha ... ha ... ha ...!" Matthew tertawa terbahak-bahak.


"Vivi, aku tahu kau marah dan membenci aku tapi maafkan aku!" teriak Gary.


"Angel, kita rekan dan seharusnya kau menangkap aku!" teriak Felicia pula.


"Kau dengar itu, Babe? Mereka sedang menggonggong memohon padamu," ucap Matthew.


"Aku tidak mendengar. Buat mereka menggonggong lebih kencang, Matth. Terutama orang yang menyebut dirinya sebagai Carlk, buat dia berteriak sampai suaranya habis."


Gary dan Felicia sangat kaget mendengarnya, jadi Vivian tidak mau memaafkan mereka?


"Seperti keinginanmu, Sayang. Aku akan menjemputmu nanti malam dan ingat, jangan terlalu banyak minum."


"Tentu, aku harus pergi dulu karena ada yang ingin aku sampaikan pada Kapten Willys," ucap Vivian.


"I love you too, Matth," jawab Vivian.


"Kau dengar itu, Gary?" Matthew mematikan ponselnya dan mendekati Gary.


"Dulu kau memang orang yang dia cintai tapi sekarang? Jangan mengucapkan cinta palsumu lagi karena itu memuakkan! Aku sangat berterima kasih kau telah mencampakkannya sehingga dia jadi milikku dan aku sangat berterima kasih padamu karena berkat kau, aku bisa bertemu dengannya," ucap Matthew.


"Sialan kau, Matthew. Aku tidak terima kau mengambil Vivian dariku dan pertemukan aku dengannya!" teriak Gary marah.


"Ck ... ck ... sebaiknya kau simpan tenagamu untuk nanti dan kalian sudah dengar, bukan? Jadi berhenti memohon karena dia sudah tidak mau bertemu dengan kalian lagi!"


Gary tertunduk lesu dan penyesalan memenuhi hatinya begitu juga dengan Felicia. Kebencian telah membutakan mereka dan membuat mereka berada di tempat itu. Sepertinya mereka tidak bisa menghindar lagi dan sepertinya ajal mereka sudah dekat.


"Lakukan, James," perintah Matthew seraya kembali ketempat duduknya.


"Tidak!" teriak Felicia tapi alat yang ada di atas kepalanya sudah dinyalakan dan berbunyi.


Felicia terus memberontak karena rambutnya sudah dimasukkan ke dalam alat yang memiliki gerigi-gerigi tajam. Alat itu akan berputar dan menarik rambut Felicia jadi Felicia harus menyelamatkan kepalanya jika tidak mau tergiling oleh alat itu. Suara alat yang berbunyi membuat yang lain merinding ngeri sedangkan Felicia berteriak karena rambutnya sudah mulai ditarik.

__ADS_1


Rambut Felicia semakin ditarik dan Felicia semakin panik karena alat yang tampak mengerikan sudah tidak jauh dari atas kepalanya. Dia terus melawan tarikan alat itu dan rasa sakit luar biasa di kulit kepalanya semakin menjadi akibat rambutnya yang terus ditarik.


Bruke tidak berani melihatnya, sedangkan Thomas dan Gary sedang menunggu giliran mereka. Entah bagaimana cara kerja alat yang mereka dapatkan mereka tidak tahu tapi yang pasti, mereka tahu itu mengerikan.


"Tidak! Aku tidak mau mati seperti ini, tidak mau!" teriak Felicia.


"James, bantu dia!" perintah Matthew.


"Hah?" James ternganga. Ada apa dengan bosnya? Apa dia tidak salah mendengar?


"Hey, aku pria baik hati jadi bantu dia. Kau tahu bukan apa yang harus kau lakukan?"


"Of course, Master," James segera menghampiri Felicia dan mengambil sebuah pisau.


"Aku memberimu dua pilihan, kepalamu hancur oleh alat itu atau kau mau menyelamatkan kepalamu tapi kau akan kehilangan rambutmu. Pilih yang mana?" tanya James pada Felicia.


"Aku tidak mau kepalaku hancur, aku tidak mau!" teriak Felicia.


"Baiklah, kau mengambil pilihan kedua," ucap James seraya mengangkat pisau yang dia bawa.


Nafas Felicia memburu dan dia kira James akan memotong rambutnya. Hanya kehilangan rambut saja tidak masalah tapi dia tidak menyangka jika James menggores kulit kepalanya menggunakan pisau itu.


Felicia berteriak karena James terus menggores kulit kepalanya membentuk lingkaran.


"Selesai! Semoga kau tetap cantik tanpa rambut dan kulit kepalamu, Nona," ucap James dan setelah itu dia berjalan pergi.


Teriakan Felicia semakin nyaring karena tarikan semakin kuat. Dia berusaha melawan dengan cara menahan kepalanya. Dia tidak mau kepalanya masuk ke dalam mesin itu dan hancur tapi karena perlawanan yang dia lakukan, dengan perlahan kulit kepalanya mulai terkelupas dari bagian yang digores oleh James.


Arrrrgghhhhh!


Felicia berteriak, memberontak dan menangis. Kulit kepalanya semakin terlepas dan mulai memperlihatkan tengkorak kepalanya. Darah segar mulai mengalir dari kepalanya dan Felicia terus berteriak.


Bruke tampak gemetar dan membuang pandangannya karena dia tidak sanggup melihat kejadian itu. Nafas Gary dan Thomas tampak memburu dan tanpa sadar mereka memegangi wajah mereka. Felicia terus memberontak dan berteriak karena kulit kepalanya terus tertarik lepas. Itu benar-benar mengerikan dan mereka sudah merasakan bagaimana kulit mereka dilepaskan secara paksa dan sekarang, Felicia harus merasakan hal itu.


Suara mesin berhenti karena sudah dimatikan. Kulit kepala Felicia sudah hancur tergiling, sedangkan Felicia sudah pingsan dengan keadaan tanpa rambut dan kulit kepala. Tengkoraknya terlihat jelas dan hal itu membuat Gary semakin ketakutan begitu juga dengan Bruke dan Thomas.


Mereka tidak menyangka cara kerja alat itu akan seperti itu dan Gary tidak akan menyangka jika siksaan yang dia lalui akan lebih mengerikan lagi.


"Sekarang giliran kalian Gary, Thomas. Aku ingin kalian menjerit secara bersama-sama!" ucap Matthew.

__ADS_1


Gary dan Thomas menelan ludah, bisakah mereka melarikan diri dari tempat itu?


__ADS_2