Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Kau tidak akan menghadapi hal ini sendirian.


__ADS_3

Matthew segera turun dari atas ranjang dan mengikuti Vivian yang sudah berjalan keluar. Walaupun sulit untuk meyakinkan Vivian tapi dia akan melakukannya apalagi dia tidak tega melihat Jager Maxton sampai berlutut meminta bantuannya.


Dia akan meyakinkan Vivian dengan pelan-pelan agar Vivian mau memberikan rambutnya, lagi pula jika Vivian bukan putri Jager Maxton seharusnya dia tidak perlu takut bukan?


Dengan perasaan kesal dan kemarahan di hati, Vivian berjalan menuju dapur karena dia ingin meminum segelas air hangat. Entah Jager Maxton kesurupan setan apa tiba-tiba saja mengatakan jika dia adalah putrinya yang hilang, sungguh konyol dan jangan kira dia akan percaya dengan mudah walaupun wajahnya sangat mirip dengan istri Jager Maxton.


Vivian meneguk airnya dengan cepat saat sudah mendapatkannya dan pada saat itu Matthew berjalan mendekati Vivian sedangkan Vivian meliriknya dengan tajam.


"Apa lagi Matth?" tanya Vivian dengan sinis.


"Babe, kita bicarakan hal ini baik-baik dan dengarkan penjelasanku terlebih dahulu."


"Tidak ada yang perlu dijelaskan Matth, kenapa kau jadi percaya dengan Jager Maxton?"


"Aku tidak akan sembarangan mempercayai orang jika dia tidak mempunyai bukti yang kuat babe," jawab Matthew seraya meraih tangan Vivian tapi Vivian segera menepisnya.


"Bukti apa? Katakan padaku apa buktinya? Apa Jager telah mencuci otakmu? Hanya karena wajahku mirip dengan wajah istrinya belum tentu kami memiliki hubungan darah!" teriak Vivian marah.


Emosinya benar-benar meledak dan tidak seharusnya Matthew membahas hal ini di saat dia sedang datang bulan.


"Stts...jangan marah, aku tidak ingin membuatmu marah," Matthew mendekati Vivian dan memeluknya.


"Maafkan aku, seharusnya aku tidak membahas hal ini dalam keadaanmu seperti ini."


Vivian menggeleng dan berusaha meredam emosinya, jujur saja dia takut, takut memikirkan hal ini lebih jauh.


"Kenapa dia mengatakan jika aku putrinya yang hilang Matth? Memang sikap Maxton sangat mencurigakan setelah bertemu denganku tapi aku bukan putrinya dan aku putri Charles Adison seharusnya kau tahu itu."


"Aku tahu babe, aku juga tidak menyangka jika Jager tiba-tiba datang dan mengatakan padaku jika kau putrinya yang hilang dua puluh lima tahun yang lalu. Apa kau pikir aku mempercayai ucapannya begitu saja saat dia mengatakan hal ini? Aku juga tidak percaya babe tapi bukti yang dia berikan benar-benar menunjukkan jika kau adalah putrinya."


"Bukti apa?"

__ADS_1


"Kemarilah, kita bicarakan hal ini sambil duduk. Perutmu pasti tidak nyaman bukan jika kau terlalu lama berdiri?"


Vivian mengangguk dan mereka menuju meja makan untuk duduk di sana, walaupun Vivian marah tapi setidaknya dia mau diajak bicara dan hal ini lebih baik dari pada mengambil rambut Vivian diam-diam dan diberikan kepada Maxton.


"Jadi, bukti apa yang dia berikan padamu sehingga kau mempercayai kebohongannya? Asal kau tahu, jika aku memang putri Maxton ayah dan ibuku pasti akan mengatakan hal ini padaku sejak kecil."


Matthew tersenyum dan megusap wajah Vivian, mungkin saja kedua orang tua Vivian tidak mengatakan hal ini karena sebuah alasan tapi belum terbukti jika Vivian adalah putri Jager dan dia hanya bisa menerka-nerka saja.


"Kau tahu babe, aku sebenarnya tidak suka kita bertengkar seperti ini dan aku tidak suka membuatmu marah tapi aku sudah berjanji akan membantu Jager."


"Kenapa Matth, kau bisa menolaknya?"


"Ya, aku bisa melakukannya tapi di saat ada seseorang memohon dan berlutut di depanmu kira-kira apa yang harus kau lakukan? Apa kau menolak membantunya padahal kau mampu atau kau akan melakukan apa yang aku lakukan?"


"Tapi Matth, bagaimana mungkin aku bisa jadi putrinya?"


"Hei ini belum pasti dan ini hanya perkiraan Jager saja karena dia merasa kau putrinya. Dia merasa seperti itu bukan saja karena wajahmu yang mirip dengan istrinya tapi kau juga memiliki beberapa kemiripan dengan istrinya dan tidak hanya itu saja?" Matthew tersenyum dengan lembut dan memegangi daun telinga Vivian di mana dia ingat, ada sebuah tanda di sana.


Vivian langsung memegangi daun telinganya, tidak mungkin! Pasti ini hanya kebetulan saja dan dia tidak akan mempercayai hal ini dengan mudah karena ayah dan ibunya sangat menyayanginya begitu juga dengan kakeknya dan dia tidak percaya jika dia hanya anak yang diadopsi oleh Charles dan Martha.


"Tanda seperti ini siapapun bisa memilikinya," sangkal Vivian.


"Ya, tapi tidak ada orang yang memiliki tanda lahir ditempat yang sama bahkan kembar identik sekalipun. Kau bisa lihat aku dan adikku, apa yang membedakan kami selama ini?"


Vivian memandangi Matthew sejenak, memang wajah Matthew dan Michael sangat mirip dan jika tidak memperhatikan wajah mereka dengan teliti maka akan sulit membedakan mereka.


Setelah kesalahan yang dia lakukan sewaktu di Cafe dan melihat Michael, dia jadi tahu jika ada sebuah tahi lalat di bawah mata Matthew dan itulah yang membedakan mereka berdua tapi jika tidak dilihat dengan teliti, maka orang akan tetap tertipu dan sulit mengenali mereka.


"Jadi? Apa yang Jager inginkan? Apa dia memintamu mengambil rambutku untuk tes DNA?"


"Seperti yang kau katakan babe, dia ingin memastikan kau putrinya atau bukan jadi dia memerlukan rambutmu. Aku bisa saja mengambil rambutmu dan memberikannya secara diam-diam tapi aku tidak ingin kau marah lebih dari ini dan membenciku."

__ADS_1


Vivian diam saja, mencoba berpikir tapi perasaannya sedang tidak menentu dan dia tidak akan mempercayai hal ini begitu saja.


"Tidak Matth," tolak Vivian seraya bangkit berdiri.


"Babe," Matthew menahan tangan Vivian agar dia tidak pergi.


"Katakan pada Jager jika kau tidak bisa membantunya karena aku tidak akan memberikan rambutku padanya. Jika kau berani mengambil rambutku secara diam-diam maka aku akan kembali ke Inggris dan mengakhiri hubungan kita. Aku tidak akan ragu melakukannya dan mundur dari misiku apalagi kedua rekanku akan segera datang. Jadi katakan pada Jager aku bukan putrinya karena kedua orang tuaku masih hidup bahkan mereka punya foto sewaktu aku masih bayi!" tolak Vivian.


"Jangan pergi babe, kita belum selesai bicara."


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Matth."


"Ada dan dengarkan aku," Matthew bangkit berdiri dan memeluk Vivian dari belakang.


"Apa kau tidak mau tahu bagaimana putrinya hilang?" tanya Matthew dan Vivian menggeleng.


"Jager bilang istri dan putrinya diculik dan dia sudah berusaha mencari mereka tapi sayang, saat menemukan istri dan putrinya mereka sudah tidak bernyawa tapi bayi yang dibawa pulang bersama istrinya bukanlah putrinya dan apa kau tahu apa yang terjadi dengan mereka?"


Vivian kembali menggeleng dan air matanya mengalir, dia sungguh tidak ingin memikirkan dan mendengarnya tapi Matthew melanjutkan ucapannya.


"Mereka menjadi korban saat bentrokan antara tentara dan penjahat dan hal itu terjadi dua puluh lima tahun yang lalu di Inggris."


"Tidak...tidak mungkin," ucap Vivian sambil menghapus air matanya yang mengalir semakin deras.


"Stts, jangan menangis. Tidak perlu khawatir karena ada aku bersama denganmu dan kau tidak akan menghadapi hal ini sendirian," hibur Matthew seraya mencium pipinya.


"Aku takut Matth," ucap Vivian.


"Tidak perlu takut babe dan jika kau ingin tahu lebih jauh, pergilah temui Jager Maxton dan tanyakan padanya apa yang terjadi dan kenapa dia mengira kau adalah putrinya yang hilang dan setelah itu tanyakan juga pada kedua orang tuamu. Aku tahu ini terdengar rumit tapi kau tidak bisa menghindarinya. Putuskan apa yang ingin kau ambil dan aku tidak akan memaksamu babe. Jika kau tidak mau memberikan rambutmu aku juga tidak akan memaksamu karena ini adalah hakmu."


Vivian diam saja dan menghapus air matanya, sungguh dia tidak tahu harus melakukan apa karena dia tidak bisa berpikir jernih apalagi ini benar-benar mendadak, haruskah dia pergi menemui Jager Maxton untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sesuai dengan saran Matthew?

__ADS_1


__ADS_2