
Hawaii adalah kepulauan yang terdiri dari 8 pulau utama dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, yang seluruhnya terletak di Samudera Pasifik Utara.
Hawaii terletak di negara bagian Amerika Serikat dan Hawaii adalah satu-satunya negara bagian di Amerika yang terpisah dari benua Amerika dan berupa kepulauan sekaligus masuk kawasan Oseania.
Hawaii memiliki 132 pulau tapi sebagian tidak berpenghuni. Pulau yang paling besar di Hawaii diberi nama Big Island atau di sebut juga pulau Hawaii.
Di pulau itulah Matthew dan Vivian akan berbulan madu, menghabiskan waktu mereka berdua. Pesawat yang membawa mereka sudah mendarat di Bandara Internasional Honolulu.
Mareka tiba saat matahari begitu terik di atas sana. Jarak tempuh dari California menuju Hawaii tidak memakan waktu begitu lama.
Mata Vivian tampak berbinar karena dia bisa mendatangi pulau impiannya sejak lama. Dia masih berdiri di tangga pesawat melihat tempat itu dan tentunya dia sudah tidak sabar menikmati laut yang indah.
Matthew mengulurkan tangannya sambil terseyum. Walau dia sering datang ke tempat itu tapi sekarang rasanya bebeda karena dia datang ke sana lagi bersama dengan orang yang dia cintai.
Tempat istimewa sudah dia siapkan untuk Vivian. Sebuah hotel mewah akan mereka tempati nanti.
Four Seasons Resort Maui at Wailea, adalah hotel mewah yang terdapat di pulau Hawaii. Dia sudah memesan sebuah suite residensial terbaik yang menghadap ke tepi laut.
Mereka bisa berjemur di teras sambil memandangi indahnya laut dan tidak hanya itu saja, jika Vivian bosan, mereka bisa menikmati indahnya bawah laut dengan menyelam untuk menikmati indahnya terumbu karang.
Hotel itu juga terdapat 81 cabana yang menghadap ke laut atau kolam renang, juga terdapat 22 cagar alam tepi laut dan banyak kursi malas dengan payung. Hotel ini juga menghadap pantai Wailea, salah satu pantai pasir emas terbesar di pulau Hawaii.
Mobil jemputan yang akan menjemput mereka sudah datang. Mereka dijemput oleh pihak hotel karena mereka adalah tamu istimewa yang menempati suite residensial dan mendapat hak istimewa selama mereka menempati kamar itu.
Dua buah kalung bunga sudah di siapkan oleh pihak hotel dan dua kalung bunga itu sudah berada di leher mereka.
Matthew menggandeng tangan Vivian dan membawanya menuju mobil, sedangkan barang-barang mereka sudah dibawa masuk ke dalam mobil.
"Kita akan menginap di mana, Matth?" Vivian tampak penasaran dan tidak sabar seraya membuka kalung bunga yang melingkar di lehernya.
"Sabarlah, Babe. Kau pasti akan suka?"
"Oh ya?"
"Aku jamin," ucap Matthew.
Vivian tersenyum dan bersandar di dada Matthew. Mobil mulai bergerak dan akan membawa mereka ke Four Seasons Resort Maui at Wailea. Parjalan menuju Resort itu tidak terlalu memakan waktu lama dan begitu mereka tiba, mata Vivian benar-benar berbinar.
Bangunan yang luas dan tempat yang megah, rasanya sudah tidak sabar dan melihat-lihat tempat itu. Mereka disambut dengan ramah dan segera di antar ke kamar yang akan mereka tempati. Setiap kali mereka menyelusuri tempat itu, Vivian benar-benar kagum dan ini bukan mimpi karena dia bisa berada di sana.
Pintu kamar terbuka, Matthew membawa Vivian masuk ke dalam kamar yang akan mereka tempati.
"Oh my God, ini benar-benar luar biasa," ucap Vivian takjub.
Vivian melihat kamar itu dengan teliti, sedangkan Matthew hanya tersenyum. Pegawai hotel yang membawa barang mereka masuk ke dalam dan Matthew berbicara dengannya sebentar.
__ADS_1
Pintu penghubung teras terbuka dan Vivian keluar dari kamar. Dia benar-benar terlihat senang bahkan dia berjalan sambil sesekali memutar tubuhnya. Angin yang sejuk, pemandangan yang indah benar-benar tempat yang dia impikan.
Setelah pegawai hotel keluar, Matthew menghampiri Vivian yang sedang menikmati indahnya laut. Angin yang berhembus membuat rok yang dia pakai berhembus begitu juga dengan rambutnya.
"Apa kau suka tempatnya, Babe?" Matthew memeluknya dari belakang dan mencium ujung kepalanya.
"Sangat, thanks Matth. Kau selalu tahu apa yang aku suka," jawab Vivian.
"Tentu, aku ingin memanjakanmu dan membuatmu senang. Jika kau mau aku akan menyulap pantai pribadi kita menjadi seperti ini," ucap Matthew.
"Boleh juga, aku ingin sebuah Bungalow di sisi pantai yang menghadap ke laut. Kita bisa beristirahat di sana dan bermain dengan anak kita kelak."
"Seperti keinginanmu, Sayang. Tapi sebelum itu, kita harus rajin menanam bibit agar pasukan kita cepat tumbuh di sini," Matthew mengusap perut Vivian dan menggigit daun telinganya.
Vivian memutar tubuhnya dan memainkan jari jemarinya di dada Matthew.
"Mr. Smith," Vivian tersenyum dan masih memainkan jarinya.
"Yes, Mrs. Smith."
"Karena kau sudah memberikan aku kejutan yang sangat luar biasa, bagaimana jika aku memberimu hadiah?"
"Wow, hadiah apa yang akan kau berikan untukku, Mrs. Smith?"
"Ng," Vivian menggigit bibirnya dan tersenyum nakal.
Tubuh Vivian dibaringkan dengan perlahan dan mereka masih berciuman.
"Jadi, hadiah apa yang ingin kau berikan?" tanya Matthew seraya mencium pipi Vivian.
"Kau tampak sudah tidak sabar, MR. Smith."
"Tentu!"
Vivian mencium bibir Matthew dan mendorong tubuhnya. Mereka sudah bertukar posisi dan sekarang Vivian sudah berada di atas dan Matthew berada di bawah.
(SKIP BUAT YANG JONES DAN DI BAWAH UMUR. ADEGAN TIDAK UNTUK DITIRU 🙈)
Mereka masih berciuman, sedangkan tangan Vivian sudah menaikkan baju kaos yang dipakai oleh Matthew dan mengusap otot dadanya.
"Aku suka otot tubuhmu, Mr. Smith," bisik Vivian sambil menggigit daun telinga Matthew.
"Hm!" Matthew membuka baju yang dia pakai dengan tidak sabar.
Setiap sentuhan tangan dan bibir Vivian, benar-benar Matthew nikmati. Matthew membiarkan Vivian melakukan apapun yang dia mau, sedangkan Vivian menikmati setiap jengkal tubuhnya menggunakan bibirnya.
__ADS_1
Vivian membuka ikat pinggang Matthew dan dalam sekejap mata saja semua itu sudah berada di atas lantai begitu juga dengan pakaian yang dikenakan oleh Vivian.
Vivian tersenyum dan menunduk untuk menikmati si jamur beracun. Matthew mengerang saat jamurnya berada di dalam mulut Vivian.
"Oh, Babe," Matthew mengusap kepala Vivian bahkan menekannya, sedangkan Vivian terus menikmatinya.
Menjilat dan menghisap si jamur terus Vivian lakukan sampai membuat tubuh Matthew bergetar karena nikmat. Vivian tidak juga berhenti karena dia ingin memuaskan suaminya tapi pada saat itu, Matthew mendorong kepala Vivian hingga si jamur lepas dari mulutnya karena dia tidak ingin keluar lebih cepat.
"Sekarang, Babe," pinta Matthew dan dia duduk di atas ranjang.
Vivian tersenyum dan naik atas pangkuan Matthew dan setelah itu, dia menyatukan tubuh mereka dengan gaya women on the top.
Kedua tangan Matthew berada di kedua dada Vivian, mere*masnya dan memainkan jarinya, sedangkan Vivian mulai menggerakkan tubuhnya.
Desahan mereka terdengar dan nafas mereka berdua sudah memburu. Vivian semakin bergerak dengan cepat dan Matthew sudah berpindah di kedua bokong Vivian dan mere*asnya.
"Matth, akh ...," Vivian mengigit bibirnya karena si jamur menusuk lebih dalam.
"Faster, Babe," pinta Matthew dengan suara berat.
Mereka berciuman sejenak dan setelah itu, Vivian kembali bergerak dengan cepat sambil mencengkram bahu Matthew dengan erat.
"Matth, aku sudah ...."
"Yes, Babe," Matthew juga sudah akan mencapai puncaknya.
Gerakan Vivian semakin bertambah cepat dan tidak lama kemudian, Matthew menahan bokong Vivian dan menyemprotkan banyak bibitnya ke dalam sana.
Mereka berdua mengerang dan tampak terengah-engah. Vivian memeluk Matthew dan menjatuhkan kepalanya di bahu Matthew karena dia butuh istirahat.
"Kau ... suka hadiahnya?" tanya Vivian sambil mengatur nafasnya.
"Tentu saja, Babe. Tapi kurang," jawab Matthew sambil mengusap punggungnya.
"Nanti aku akan berikan lagi tapi sekarang aku ingin istirahat dan setelah itu aku ingin melihat matahari terbenam bersama denganmu."
"Seperti keinginanmu, Sayang."
Dengan perlahan Matthew mencium bibir Vivian dan membaringkannya di atas ranjang. Mereka beristirahat bahkan mereka berdua tertidur akibat kegiatan panas yang baru saja mereka lakukan.
Ketika hari sudah sore, mereka berdua sudah membersihkan diri dan berbaring berdua di kursi malas yang ada di teras sambil melihat matahari terbenam.
Angin laut yang bertiup membuat suasana terasa nyaman dan setelah melihat matahari terbenam, Vivian dan Matthew akan pergi makan malam romantis berdua. Mereka juga akan menyelusuri pantai pada malam hari dan menikmati setiap moment mereka berdua.
Pulau yang indah bersama dengan orang yang dicintai, mereka akan berada di sana beberapa saat untuk menikmati bulan madu mereka berdua.
__ADS_1
#Gak bisa hot all, malas revisi aku, yang penting ada adegannya dan jujur adegan kayak gini paling susah aku tulis 😂#